
Alarm di jam tangan Abi berbunyi, Abi membuka mata nya perlahan, "Masih di kamar Cinta...Woy." Monolog nya bahagia sekali.
Abi melipat bed cover yang di pakai nya tadi, menyimpan nya di lantai saja, Abi pikir yang penting sudah di lipat dan tidak berantakan. Maklumlah ini kamar anak gadis, relatif lebih rapih dan wangi, bila di bandingkan dengan kamar nya, jadi Abi ingin memberikan kesan sebagai penginap yang baik, Abi tertawa sendiri saat melihat lantai kamar bekas nya tidur kembali rapih.
Dengan perlahan Abi membuka pintu kamar Cinta, niat nya ingin membuat kopi, minuman wajib di pagi hari, sial saat tepat keluar kamar, Abi berpapasan dengan Della, tawa Della kencang dan Abi merangkul bahu nya.
"Nginep doang Dell...Sumpah dah". Ucap Abi yang paham dengan tawa nya Della
"Merem atau melek tidur nya?" Tanya Della, mereka berjalan menuju dapur bersama
"Merem Dell, kalo gak merem bahaya." Jawab Abi dan mereka tertawa.
"Kemajuan Bi." Ucap Della, dan seperti nya itu dukungan untuk Abi.
"Kemajuan banget sist, dengan sikap Cinta yang selalu ogah gw deketin, dan status dia yang lagi deket sama si Teddy." Jawab Abi jujur, Abi mengambil 3 gelas kosong, lalu hendak membuat kopi untuk nya, Della dan juga Cinta, Della duduk di kursi dapur, menunggu Abi memanaskan Air.
"Si Bella belom keluar?" Tanya Abi
"Udah...Tadi pagi-pagi bener, cowok nya harus jalan ke bandara." Jawab Della
"Jadi di bekelin sebelom training gitu yah." Abi tertawa sedikit mengingat kejadian tadi malam.
"Hooh...Udah di bekelin aja, kita yang jadi cewek tuh kadang suka mikir yang kagak-kagak." Jawab Della, Della menarik nafas nya berat,
"Udah ah...Gak usah jadi pikiran. Gw harap Dion setia ama loe." Abi memberikan satu gelas berisi kopi panas untuk Della.
"Gw harap juga begitu." Jawab Della, Della meniup gelas kopi nya,
"Mau ikut ke kamar nya Cinta gak?" Ajak Abi dan Della segera mengambil gelas kopi nya, mereka berdua masuk ke dalam kamar Cinta, pemilik kamar nya masih nyenyak dalam mimpi nya.
Della masuk ke dalam bed cover, ikut berbaring bersama Cinta.
__ADS_1
"Berat ih..." Keluh Cinta saat satu tangan memeluk nya. Abi yang melihat kelakuan Cinta dan Della tertawa kecil.
"Berat Bi..." Keluh Cinta lagi, Della tidak kuat menahan tawa nya, Dia membuka bed cover yang menutup tubuh mereka berdua, membuat Cinta terbangun dari mimpi indah nya.
"Loe mimpi mesum, Kan!" Tanya Della dengan tertawa, Cinta menutup wajah nya dengan bantal
"Gw ngantuk"
"Loe mimpiin siapa Cint?" Tanya Della terus menggoda Cinta
"Gw mimpi tidur ama Abi." Jawab Cinta, jawaban konyol dari Cinta membuat Abi dan Della tertawa.
"Puas tawa nya?" Tanya Cinta pada Della, setelah Cinta mengatur nafas nya, Cinta bangun dari tempat tidur nya, tersenyum malu - malu pada Abi.
"Met pagi Cint..." Sapa Abi, Cinta tersenyum lagi pada Abi, lalu Cinta membuka jendela kamar nya, sinar matahari langsung masuk menyinari kamar nya saat ini.
"Kopi tuh Cint." Abi menujuk satu gelas kopi yang masih utuh
" Gak aer putih dulu?" Tanya Della, Della memberikan satu botol air minum yang berada di dekat nya
"Memang harus?"
"Minimal ada aer putih yang loe minum, Cint." Jawab Abi. Cinta akhirnya mengikuti saran Abi dan Della
"Itu aer bekas loe yah Bi?" Tanya Della dengan tertawa,
"Iya...Tapi bersih, Cint. Gw kagak rabies." Jawab Abi, saat Cinta membulatkan matanya, sadar yang di minum nya bukan air mineral milik nya.
"Ya udah lah...Udah gw telen juga, paling setelah ini gw jatuh cinta ke laki-laki yang nama nya Abi." Canda Cinta dan mereka bertiga tertawa.
"Yang laen pada kemana?" Tanya Cinta
__ADS_1
"Belom bangun kali." Jawab Della
Hampir 30 menit mereka bertiga di kamar ini, sampai akhir nya jam menunjukan jam 8 pagi.
"Gw mandi yah, ada pameran di Mall." Ucap Abi
"Kirain libur, Bi." Jawab Della
"Libur sih, cuma kan lumayan kalo gw dateng ke pameran, siapa tau gw bisa jualan." Jawab Abi, Menjadi seorang marketing mobil, memang mengharuskan Abi untuk rajin-rajin menemui orang-orang, berharap ada satu dari sekian orang yang ditemui nya, serius untuk membeli mobil yang di tawarkan nya.
Saat ini, hanya Cinta dan Della yang tengah bercerita, 2 gadis ini bahkan kembali merebahkan tubuh mereka di karpet saja. Tak lama Abi datang kembali ke kamar Cìnta, Abi sudah dengan uniform kerja nya, Kemeja hitam berlengan pendek dengan logo perusahaan dan gambar mobil di belakang punggung nya, Abi berpamitan pada Cinta dan Della.
"Gw jalan yah, Gw balik malem, Kunci mobil di tempat biasa." Ucap Abi
"Iya...Hati-hati," Jawab Cinta dan Della kompak.
Setelah Abi berangkat, Cinta dan Della melanjutkan obrolan nya mereka, menceritakan Abi yang hari ini ulang tahun, Tugas skripsi Abi yang sedang Cinta revisi dan rencana masak untuk makan di malam hari.
Pintu kamar Cinta di ketuk dari luar, pintu di buka dari luar, Bella datang membawa plastik putih di tangannya.
"Sarapan yuks." Ajak Bella, Della dan Cinta langsung berdiri dan bersemangat, sarapan gratis lagi di pagi ini, lengkap tidak usah pergi membeli dan membayar nya.
"Abi udah gw bawain, tadi papasan di jalan." Ucap Bella, mereka membuka bungkus gado-gado yang masih tersisa 6 bungkus.
"Thanks Bell buat sarapan pagi ini." Ucap Cinta dan mulai menikmati nya, Mereka bertiga makan di meja makan, selesai mereka makan, mereka bertiga duduk di ruang keluarga, Minggu pagi ini memang Cinta tidak ingin pergi kemana-mana.
Satu persatu penghuni kontrakan mulai bergabung bersama di Ruang keluarga, 6 orang sudah berkumpul di sini. Fahri, Ellen dan Githa tidak lupa menghabiskan sarapan mereka.
"Gw dinas siang hari ini, Bangunin gw jam 12 yah. Gw masih mau lanjut tidur." Pinta Ellen pada teman-teman nya.
"Ok...Jak 12 yah, Len."
__ADS_1
Jawab semua orang, hidup bersama di dalam satu kontrakan, menjadikan mereka sudah seperti keluarga saja, saling menitip kan diri masing-masing dan harus bisa menjaga sikap, agar hari-hari bisa di jalani dengan tenang dan nyaman.