Temen Tapi Menikah

Temen Tapi Menikah
Bab 60


__ADS_3

Sayup-sayup terdengar suara seorang wanita mengeluh, Bella yang sedang melintas melewati kamar Cinta pun meringis saat mendengarnya.


Bella memberikan kode tangan pada Fahri yang baru keluar dari kamar nya, untuk mendekat pada nya, lalu mereka berdua membulatkan mata nya, mendengarkan suara Aneh yang keluar dari dalam kamar Cinta.


"Berat Abi. Buruan." Fahri dan Bella menutup mulut nya, mereka mendengarkan jelas keluhan seorang wanita dan itu suara nya Cinta.


"Sabar napa, Pelan-pelan, Ih." Protes Abi, Mereka juga jelas mendengarkan suara Abi.


"Buruan Gw pegel." Fahri dan Bella saling mencubit di luar kamar mendengar suara-suara itu.


" Loe pikir gw kagak." Kali ini suara Abi terdengar lagi.


Ellen yang baru keluar dari kamar nya pun seketika ikut bergabung tanpa di komando oleh Fahri dan Bella, mereka bertiga mengguping di daun pintu.


"Akhir nya." Suara Abi terdengar begitu lega saat mengatakannya.


"Akhir beres...juga." Cinta mengatakan itu dengan suara lega dan seperti nya lelah sekali, Ellen yang ikut bernafas lega saat mendengar Cinta mengatakan Akhirnya Beres juga, tanpa sengaja mendorong pintu kamar Cinta sampai pintu itu terbuka.

__ADS_1


"Loe pada ngapain disitu?" Maki Abi dengan tertawa, Cinta yang sedang duduk di lantai pun tertawa terbahak-bahak melihat 3 sabahat nya ini.


"Loe ngapain disitu?" Tanya Fahri, sebagai laki-laki gengsi dia tinggi untuk mengatakan bahwa diri nya tadi mengguping dari luar.


"Gw pindahin ini tempat tidur, Nyeeeeetttt." Jawab Abi dan akhir nya 3 sahabat Cinta pun masuk ke dalam, mereka bahkan membantu merapihkan kamar Cinta, cinta ingin mengubah posisi kamar nya agar lebih nyaman lagi.


-*-*-*-*-*-*-*-


Sementara Keluarga Teddy diwakilkan oleh kedua orang tua nya, Kakak serta Om dan Tante nya Teddy tiba di rumah keluarga Cinta, Hal yang di tunggu oleh para orang tua yang mempunyai anak gadis, satu kedatangan yang harapkan namun ini di luar rencana dan terlalu memaksakan.


Saya Haris, Kakak nya Cinta. Saat kedua keluarga ini selesai bicara, saya memberanikan diri untuk ikut bicara.


Kebahagiaan Cinta untuk saya adalah yang paling utama, tidak boleh ada yang membuat nya tidak nyaman, apalagi ini masalah pernikahan, yang seharusnya tidak boleh ada yang ikut campur, Cinta sudah dewasa, sudah bisa memutuskan semua pilihan hidup nya, termasuk masalah pilihan hidup nya.


"Sebaiknya kita tunggu Cinta pulang minggu besok," Saya memberikan saran pada semua orang yang hadir saat ini.


"Ris, Kau ini bagaimana, Mereka sudah setuju menikah." Keluh Mama dan Aku menggelangkan kepala ku.

__ADS_1


"Cinta dan Teddy memang sedang menjalani satu hubungan yang lebih dewasa, tapi Mama harus ingat, Di Jakarta kita melihat Cinta menolak untuk menikah dalam waktu cepat."


Jawab ku pada Mama, dan aku pastikan semua orang mendengar nya.


"Mama khawatir karena berdua mereka jauh dari kita keluarga nya." Keluh Mama dan semua orang langsung mengomentari nya.


"Saya rasa Cinta bisa menjaga diri nya dengan baik, begitu juga dengan Teddy, Teddy pasti melakukan hal sama." Jawab ku tidak peduli dengan komentar banyak orang.


"Biar ini jadi urusan orang tua, Kamu hanya Kakak nya Haris, Masih ada Mama dan Papa mu yang lebih berhak untuk memutus ini." Tegur Papa nya Teddy dan akhir nya aku hanya tersenyum, mereka benar adanya.


Jadi aku pun selesai akan tugasku ini, apalagi aku tidak bisa menghubungi Cinta di Jakarta, aku tidak tahu bagaimana reaksi Cinta dengan tindakan ku ini. Apakah Cinta suka atau tidak dengan sikap ku, aku benar-benar tidak tahu.


Para orang tua masih terus membahas mengenai masalah ini, bahkan gila nya, Acara lamaran akan di lakukan minggu besok, dan Bulan depan adikku akan menikah.


Aku berusaha untuk menghubungi Cinta lagi di Jakarta, sampai jam 12 siang handphone nya tidak bisa bisa di hubungi, dan akhirnya aku pergi meninggalkan acara di rumah ini.


-*-*-*-*-*

__ADS_1


yeah yeah yeah...


udah ah...see you yah gusy.


__ADS_2