Tentang Luka Dan Cinta

Tentang Luka Dan Cinta
Teman baru


__ADS_3

"Selamat datang, dan selamat bergabung, di sini kalian akan ditanggung jawabi oleh Nisa selaku kepala divisi kreatif," ujar Rayyan menjelaskan.


"Baik Pak," jawab Sandra dan Rissa, mereka berdua nampak mencermati penjelasan dari Rayyan, memang dari segi pembawaan dan tutur kata Rayyan, mampu membuat pendengarnya merasa nyaman, karena penyampaiannya yang lugas.


"Baiklah saya ucapkan selamat dan semoga kalian betah ya," Rayyan pun berdiri dan diikuti oleh Sandra , Rissa dan Nisa.


"Boleh saya bawa mereka Pak?" tanya Nisa.


"Silahkan," jawab Rayyan mempesilahkan.


"Terimakasih Pak, kami permisi.” ucap Nisa.


"Deg-degan ya?" tanya Nisa setelah mereka keluar.


"Iya Kak," jawab Rissa seraya masih memegang dadanya yang terus berdebar.


"Itu tadi sekretaris pak Rayyan kak?" tanya Rissa yang justru fokus pada sekretarus Rayyan. Sandra menyenggol lengan Rissa, dia cukup tahu apa yang dipikirkan sahabatnya itu.


"Iyaa, kenapa? Aneh sama pakaiannya?" tanya Nisa seolah tahu apa yang dimaksud Rissa, dari jawaban Nisa nampaknya dia sama sekali tidak tersinggung. Sedangkan Rissa dan Sandra hanya tersenyum malu.


"Ya begitulah, dia suka sekali memakai pakaian yang sexy, sudah jadi rahasia umum," ujar Nisa tidak merasa  heran, nampaknya Nisa juga risih dengan penampilan Glenca yang terbilang berani, rok span sepaha, kemeja ketat yang membuat dada Glenca semakin tercetak karena ukurannya yang lumayan besar.


"Tadi kayaknya gak pake bra ya Kak?" akhirnya Sandra ikut menimpali, karena asik dengan obrolan mereka, toh kali ini pembicaraan mereka juga hanya mereka yang tahu.


"Kamu juga lihat?" tanya Nisa tersenyum dan diangguki oleh mereka berdua.


"Hebat ya pak Rayyan bisa tahan godaan iman," ucap Rissa seraya tertawa risih, sedangkan Nisa hanya tersenyum simpul. Akhirnya mereka pun menuju ruangan yang akan ditempati oleh Sandra dan Rissa.


"Nah ini tempat duduk kalian," Nisa menunjukkan pada dua kursi dan dua meja yang kosong ,di ruangan itu juga ada 2 lelaki dan 1 perempuan, mereka pun saling berkenalan.

__ADS_1


"Nah, Sandra dan Rissa, ini Bagas, Dimas, dan Natalie. ucap Nisa memperkenalkan, "kalian bertiga tolong bimbing Sandra dan Rissa ya," ujar Nisa menitipkan Sandra dan Rissa.


"Siap Kak," jawab Natalie mewakili.


"Sandra, Rissa saya pamit dulu, dan semangat ya," ujar Nisa berpamitan, dia pun kembali ke ruangannya.


"Baik kak terima kasih," ucap Sandra dan Rissa bersamaan.


"Selamat datang ya Sandra dan Rissa di divisi kami, semoga kalian betah," ucap Natalie sebagai penyambutan. Bukan hanya Natalie yang nampak ramah, namun kedua lelaki yang bernama Dimas dan Bagas, juga sangat ramah, mereka cepat akrab karena sama-sama tipikal orang yang humble.


"Terimakasih Kak," jawab Sandra dan Rissa, mereka pun duduk ditempat yang sudah disediakan.


Hari pertama magang tugas yang diberikan tidak terlalu banyak, Sandra dan Rissa hanya diminta membantu pekerjaan Natalie, Dimas dan Bagas sebagai permulaan dan perkenalan seputar pekerjaan mereka.


"Makan siang nanti mau di mana?" tanya Bagas pada Sandra dan Rissa.


"Nggak tahu Kak," jawab Rissa, pasalnya mereka berdua belum paham daerah kantor, jadi mereka berdua juga belum memutuskan untuk makan siang di mana.


"Iya, dideket sini ada restoran, kita biasanya booking dulu soalnya di jam makan siang pasti ramai," timpal Natalie.


"Emang boleh Kak?" tanya Sandra ragu-ragu.


"Ya boleh dong," ucap Natalie dengan senyum ramahnya.


"Ya udah Kak boleh," jawab Sandra, akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang bersama. Sandra dan Rissa bersyukur, tim satu divisi mereka sangat baik, Sandra harap semoga saja selama magang di sini, semua akan aman dan baik-baik saja. Mendengar jawaban Sandra, Dimas pun langsung booking restoran, supaya tidak kehabisan tempat.


"San, boleh aku tanya nggak?" ujar Natalie berbisik.


"Tanya apa kak?" tanya Sandra penasaran.

__ADS_1


"Kamu DJ Alexa kan?" tanya Natalie penasaran, dia takut salah mengenali orang, namun Natalie sangat yakin kalau Siena adalah DJ yang dia kenal.


"Eemm i-iya kak," jawab Sandra ragu.


"Ya ampun aku nggak nyangka bisa ketemu kamu, aku fans berat kamu loh," ujar Natalie, sangat terlihat kalau Natalie begitu senang bisa bertemu dengan Sanrda, bahkan mengobrol sedekat itu.


"Oh ya? Wahh makasih ya Kak," Sandra tidak menyangka, kalau ternyata dia punya penggemar.


"Aku minta tanda tangan kamu boleh?" tanya Natalie, sedangkan Bagas dan Dimas hanya tersenyum dan geleng kepala melihat kelakuan Natalie.


"Boleh kak," Sandra pun membubuhkan tanda tangannya di buku catatan milik Natalie, yang ternyata itu adalah buku diary, nantinya Natalie akan pamer pada teman-temannya yang lain, bahwa dia sekarang dekat dengan DJ idolanya.


"Makasih ya San," ucap Natalie dengan tersenyum puas.


"Aku salut sama kamu San ,udah kerja, kuliah juga, apa nggak keganggu?" tanya Dimas penasaran.


"Enggak Kak, mungkin karena udah terbiasa," jawab Sandra santai.


"Kamu juga sering ke club' Rissa?" tanya Natalie, dan dijawab anggukan antusias dari Rissa.


"Kalau Sandra kerja, aku juga pasti dateng Kak, kalau enggak ya aku dan temen- temen nggak ke sana," jelas Rissa.


"Wahh kapan-kapan bareng ke sana dong," ucap Bagas antusias, dia berpikir pasti menyenangkan datang ramai-ramai ke club.  Dari perbincangan itu, Sandra dan Rissa akhirnya tahu, bahwa ternyata tim Divisi mereka, sering ke club malam, ketika malam minggu.


"Boleh," jawab Rissa antusias. Mereka pun mengbrol seputar pekerjaan Sandra, sampai mereka pun akhirnya tahu, kalau selama Sandra bekerja, selalu ada pengawal khusus yang menjaga di sampingnya. Dan lagi, Sandra tidak pernah menawarkan dirinya, dia hanya sebatas menghibur lewat music.


"Aku salut loh San sama kamu, kamu punya pendirian teguh, meskipun tempat kerja kamu yang konotasinya negative,tapi kamu benar-benar teguh untuk nggak kegoda ke jalur itu," ujar Dimas, Sandra tahu apa yang dimaksud oleh Dimas sendiri.


"Aku suka musik Kak, dan bagi aku musik separuh hidupku. Aku dan teman-temanku juga saling menjaga Kak supaya kami sama-sama nggak melakukan one night stand, yang pastinya akan kami sesali di masa depan, apapun pandangan orang aku gak peduli ,yang penting aku gak melakukan itu," ujar Sandra dengan tenang dan sangat santai, seolah semua ucapan dan cap buruk dari orang lain, bukan lagi beban baginya.

__ADS_1


"Aku salut, sama persahabatan kalian," ujar Bagas bangga, pasalnya di masa sekarang ini, persahabatan yang terjalin tidak lain hanya untuk keuntungan satu sama lain. Tapi melihat Sandra dan Rissa, mereka yakin persahabatan yang terjalin cukup lama itu, pasti sudah sering mengalami suka duka bersama.


"Kita masih ada 5 orang lagi loh Kak," dengan bangganya Rissa mengenalkan sahabat-sahabatnya, dan semakin membuat Natalie, Dimas dan Bagas semakin penasaran.


__ADS_2