Tentang Luka Dan Cinta

Tentang Luka Dan Cinta
Terkejut


__ADS_3

Saat ini, Sandra dan keenam temannya sudah berada di salah satu Caffe. Pakaian mereka jelas membuat pengunjung Caffe lain menatap mereka dengan heran, namun baik Sandra maupun yang lain tidak ambil pusing, karena yang mereka pikirkan sekarang adalah sikap ketiga teman mereka.


"Sebenarnya ini kenapa sih? Kenapa kalian malah ajak kita ke sini?" tanya Felly, setelah mereka duduk.


"Iya, gue belum liat mukanya orang tua Alby  setelah mereka tahu menantu kesayangan nya hamil, malah kalian ajak ke sini," ujar Natasha kesal.


"Justru itu, terbongkarnya kehamilan Kayla, di hadapan kedua orang tua Alby dan juga Alby, malah jadi boomerang buat kita semua," ucap Excel.


"Loh kok, gitu?" Tanya Sandra heran.


"Dia fitnah kita, supaya dirinya aman. Dia bilang, kita yang udah jebak Kayla, sampai dia hamil, dan semua orang percaya sama cerita karangan Kayla," jelas Bima.


"Apa?!" Para wanita pun terkejut dengan jawaban Bima.


"Dan yang parah, dia bawa nama Angkasa, dan meyakinkan keluarganya bahwa bayi yang Kayla kandung adalah anak Angkasa," lanjut Bima lagi, terlihat Angkasa yang begitu frustasi.


"Itu anak lo bukan?" tiba-tiba saja Natasha bertanya hal nyleneh kepada Angkasa. Angkasa yang mendengar pertanyaan Natasha sontak terkejut.


"Lo gila ya, ya enggak lah," jawab Angkasa.


"Kok bisa sih mereka percaya begitu aja, memangnya Kayla  punya bukti?" tanya Sandra.


"Dia itu pintar memutar balikkan keadaan San, pakai alesan kalau kita di kampus nggak akur, dia bahkan berani bilang supaya Alby tanya ke temen-temen campus kita, dan gue yakin, jawaban mereka jelas jujur, bahwa kita emang nggak akur sama Kayla," jawab Excel.

__ADS_1


"Kayla udah keterlaluan kali ini, dia yang berbuat tapi dia justru melempar kesalahannya sama kita," ucap Sandra kesal. Dia juga tidak menyangka, kalau Kayla bisa berpikir sejauh itu untuk menjatuhkannya dengan teman-temannya.


"Kita harus cari bukti bahwa kita nggak ada sangkut pautnya sama masalah Kayla, jangan sampai dia sebar rumor ini dan sampai di telinga orang tua kita," saran Felly.


"Nah, itu yang jadi fokus kita sekarang, kita harus cari bukti supaya kita bisa melawan bahwa semua cerita Kayla hanya bohong belaka," ucap Angkasa.


"Iya, tapi kita harus bertindak hati-hati, jangan sampai diketahui oleh Kayla atau yang lainnya, sekarang apa yang kita lakuin nggak bakal ada benarnya," ucap Sandra.


-//-


Tanpa terasa, sudah satu minggu Sandra magang, dia sudah cukup banyak mengenal orang di sekitarnya. Sandra juga sudah terbiasa dengan pekerjaan yang sehari-hari dia kerjakan.


"San, lagi sibuk nggak?" tanya Natalie mendekati Sandra.


"Boleh nggak aku minta tolong, anterin map ini ke pak Rayyan, dia minta secepatnya soalnya. Sedangkan aku, masih kerjain berkas lain buat hari ini juga," pinta Natalie dengan nada memohon. Melihat Nathalie yang memang sangat sibuk, Sandra pun mau membantu.


"Ya udah sini Kak aku bantu, cuman kasih file ke sekretarisnya aja, kan?" tanya Sandra dan dijawab anggukan oleh Nathalie.  Nathalie pun menyerahkan 3 map kepada Sandra.


"Makasih ya," ucap Natalie dengan rasa penuh trimakasih, karena Sandra mau membantunya.


"Apa sih Kak cuman begini, selagi aku bisa bantu pasti akan ku bantu kak. Ya sudah Kak, aku ke sana dulu ya?" pamit Sandra, dan diapun melangkah menuju lift, dan menekan tombol menuju lantai atas di mana ruangan CEO berada.


"Kok sepi?" gumam Sandra, dia sudah berada di depan meja Glenca, sekretaris Rayyan, Sandra tidak mungkin begitu saja meninggalkan berkas di atas meja, karena takut akan hilang dan lain sebagainya. Sandra pun mencoba mencari sekeliling dan menunggu beberapa saat. Tapi saat Sandra menajamkan pendengarannya, samar-samar dia mendenga suara aneh di dalam ruangan Rayyan. Sandra mendekatkan telinganya ke arah pintu dan benar saja, apa yang dia dengar itu berasal dari ruangan Rayyan.

__ADS_1


"Ahh, faster baby ...."  suara itu adalah suara  ******* Glenca. Sandra begitu terkejut, dan menutup mulutnya tak percaya.


'Apa yang sedang mereka lakukan di dalam?' batin Sandra dengan debaran jantung yang begitu cepat. Dia sudah sering melihat orang bercumbu, namun kali ini kantor? wht the ....


Sandra masih terpaku di tempatnya, semakin lama suara itu sudah menghilang. Sandra bukan penasara, hanya saja dia masih begitu kaget, apalagi Rayyan sudah memiliki calon istri.


"Pergilah," suara Rayyan terdengar, yang memerintahkan Glenca untuk pergi setelah permainan panas mereka.


"Apa Pak Rayyan yakin? Aku masih bisa loh kalau untuk dua ronde lagi," goda Glenca dengan nada sensualnya mencoba memancing libido Rayyan.


"Aku bilang pergi," titah Rayyan dengan  tegas, Sandra pun dengan cepat bergegas untuk bersembunyi di balik tembok. Tidak lama Glenca keluar dari ruangan Rayyan dan langsung menuju toilet yang ada dilantai tersebut. Di lantai ruangan Rayyan berada, emang hanya ada ruangan CEO serta satu ruangan lagi milik asisten Rayyan yang bernama Raka. Jadi tersedia toilet  juga luar juga di sana, supaya Glenca maupun Raka tidak terlalu jauh ke toilet. Sedangkan Rayyan lebih sering menggunakan toilet yang ada dalam ruangannya.


"Apa yang kamu lakukan?" suara serak itu terdengar di telinga Sandra.  Sandra seketika terdiam, karena terkejut mendengar ada suara dibalik tubuhnya, dia pun mencoba menoleh dengan hati-hati ke belakang. Sandra menelan salivanya susah payah, saat dia tahu siapa orang yang ada di belakang tubuhnya, yaitu Raka. Raka hanya diam dan menatap Sandra dengan tatapan penuh selidik, membuat Sandra semakin merasa terintimidasi.


"Pak Raka?" gagap Sandra terkejut. Tapi sebisa mungkin dia mencoba bersikap sewajarnya.


"Kau menguping sesuatu?" tanya Raka dengan dingin. Membuat Sandra seketika membulatkan matanya.


‘Apa dia tahu kalau aku mendengar suara Rayyan dan Glenca di dalam?’ batin Sandra takut.


"Ah, ti-tidak Pak, saya datang cuma berniat memberikan berkas ini. Ini adalah titipan kak Nathalie, dan kebetulan kak Nathalie sedang sibuk," jelas Sandra mencoba mengalihkan pembicaraan, dia pun langsung memberikan berkas titipan Natalie, pada Raka.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak, masih banyak pekerjaan di ruangan saya," Sandra tidak mau berlama-lama di tatapan Raka yang penuh interogasi, dia pun langsung berlari menuju lift, sedangkan Raka menatap punggung Sandra yang semakin menjau

__ADS_1


Di lift, Sandra masih mencoba menenangkan debaran jantungnya, satu ketakutannya sekarang adalah, soal magangnya, bagaimana kalau Sandra di pecat, dia bisa dicap sebagai mahasiswa buruk, karena selama bertahun-tahunn belum ada mahasiswa dikeluarkan dari kantor magang. Bisa-bisa Sandra akan di tegur oleh kedua orang tuanya. Namun, Sandra masih  mencoba menghilangkan ingatannya di ruangan Rayyan tadi, Sandra tidak habis pikir ternyata Rayyan memiliki hubungan dengan sekretaris nya sendiri.


__ADS_2