
Sandra masuk ke dalam apartement, dan langsung mencium aroma masakan yang sangat dia kenal, benar saja, saat Sandra menuju ke meja makan, dia melihat Ayu yang sudah menata makanan di sana. Ayu sengaja membawa makanan dari rumah, karena dia memang berniat memasakkan makanan kesukaan Sanrda. Ayu yakin kalau di rumah Sandra jarang memasak dan lebih memilih makanan siap saji, benar saja saat dia membuka kulkas, hanya berisi minuman bersoda, susu, ice cream dan camilan.
"Mamah sama Papah tumben dateng nggak ngabarin, apa ada sesuatu yang penting?" tanya Sandra.
"Kami, kan orang tua kamu, Nak. Memangnya nggak boleh jenguk putri kami sendiri?” tanya Gema.
“Bu-bukan begitu Pah, tapi agak nggak biasa aja," jawab Sandra dengan terbata, dia takut kalau ayah sambungnya itu salah paham.
"Sudah, ngobrolnya sambung nanti, keburu makanannya dingin, ayo makan." ajak Ayu, mereka pun menuju meja makan, di mana semua hidangan sudah tertata rapi. Ayu memuji kebersihan Sandra, meskipun Sandra hanya tinggal sendiri, namun apartement begitu bersih dan rapi. Ayu juga sempat mengecek sekeliling apartement dan Ayu bernapas lega karena dia juga tidak menemukan hal-hal yang membahayakan di apartement putrinya, bahkan botol alcohol sekalipun.
“Kok jam segini baru pulang, Nak?” tanya Gema, dia tahu batasan jam pulang kantor, jadi Gema tahu bahwa Sandra pulang terlambat.
__ADS_1
“Iya Pah, tadi Sandra mampir sebentar, main sama teman,” jawab Sandra, dia tidak enak hati jika mengatakan bahwa dia baru saja baru makan di Cafe, karena Sandra tahu kalau Ayu sudah susah payah memasak untuknya.
“Oh iya, tadi siapa?” kali ini Ayu yang bertanya. Sebenarnya, Ayu dan Gema sudah datang sejak SAndra sampi di parkiran, tapi saat mereka melihat Sandra berbicara dengan seorang lelaki, Gema dan Ayu pun memilih untuk melihatnya lebih dulu. Dan mereka melihat bahwa Sandra terlihat tidak nyaman.
“Itu Alby, mantan kekasih Sandra. Ada kesalah pahaman yang terjadi, dan membuat dia datang menemui Sandra. Tapi semuanya udah selesai kok tadi,” jawab Sandra, dia memang tidak berbicara jujur sepenuhnya, karena tidak mau kalau sampai Ayu dan Gema khawatir jika mereka tahu Sandra tengah terkena fitnah Kayla.
"Kamu yakin, Nak? Papah takut, kalau dia datang lagi, atau kamu mau Papah minta anak buah Papah berjaga di sini?" tanya Gema.
"Ya sudah kalau begitu, Nak. Tapi kalau ada apa-apa jangan sungkan bicara ke kami," pesan Agam dan diangguki oleh Sandra.
"Udah dong ngobrolnya, ayo dimakan dulu," ucap Ayu, Sandra pun mulai menyuapkan makanan masakan yang sangat Sandra rindukan.
__ADS_1
‘Rasanya nggak berubah sama sekali, rasa masakan Mamah masih yang seperti dulu, tidak ada yang berubah,’ batin Sandra, ada rasa rindu ketika memakan masakan Ayu. Sandra menatap posisinya saat ini, jelas sangat berbeda. Kalau dulu Sandra duduk dengan kedua orang tua kandungnya, sekarang posisi ayahnya berubah, yaitu Gema. Namun Sandra tahu, Gema begitu baik padanya, bahkan jauh lebih perhatian dibanding dengan Dion. Bahkan, beberapa hari ini, Dion tidak menanyakan kabar Sandra sama sekali, sangat berbeda dengan Gema yang selalu menanyakan kabar Sandra hampir tiap hari, memastikan keadaan Sandra baik-baik saja.
Selesai makan bersama, mereka berkumpul di ruang tamu untuk membicarakan sesuatu hal dan mengobrol karena jarang bertemu.
“Beberapa hari lalu, kamu bertengkar ya sama papah Dion?” akhirnya Ayu menanyakan apa yang ingin ditanyakannya sedari tadi.
“Iya, dan pasti Mamah paham kenapa dan apa alasannya,” jawab Sandra dengan santai.
“Nak, Papah paham diposisi Papah Dion, dia hanya khawatir dengan putrinya, Papah harap kamu tidak terlalu memasukkan ke dalam hati ya, setiap perkataan papah Dion yang sedang dalam keadaan emosi,” Agam tahu, jika orang emosi pasti akan sulit mengontrolnya, dia pun berusaha untuk membuat Sandra tidak berlarut dengan rasa kesalnya terhadap sang ayah kandung.
"Sandra tahu kok, Pah. Kenapa dan apa alasan papah Dion terus melarang Sandra, karena papah Sandra khawatir, dulu juga Mamah dan Papah Gema khawatir, tapi kalian memberikan Sandra kesempatan dan kepercayaan. Buktinya, sampai sekarang Sandra baik-baik aja, kan?" ujar Sandra.
__ADS_1