
Setelah panggilan terputus, Sandra kembali menyimpan ponselnya.
"Alby ngajak ketemu?" tanya Natasha.
"Iyaa, gue ajak aja ketemu aja disini," jawab Sandra, dia pikir mungkin Alby ingin bertemu, karena sudah lama mereka lost contact.
Felly mengeluarkan tisu dari tasnya, dan Felly pun memberikan kepada Sandra. Membuat Sandra dan yang lain mengernyit heran.
"Buat apa?" tanya Sandra.
"Feeling gue dia ngajak ketemu mau putus," jawab Felly to the point.
Ctak ! Rissa yang duduk disamping Sandra pun melemparkan tissue tepat ke wajah Felly.
"Aww!! sialan loe Ris," pekik Felly kesakitan.
"Mulut loe ya," ujar Rissa kesal, meskipun sebenarnya Rissa berpikiran sama dengan Felly. Tapi, Rissa berpikir bahwa saat ini perasaan Sandra sedang tidak baik, karena pertengkarannya dengan sang ayah. Jadi, Rissa tidak mau menyimpulkan lebih dulu.
"Eh, tapi emang gitu sih ciri-cirinya, dia ngilang udah hampir satu minggu, sekarang muncul lagi tiba-tiba ngajak ketemu, buat apa? Sedangkan yang kita tahu Alby juga selalu ditentang sama orang tuanya, kalau berurusan dengan Sandra," Rissa memutar bola matanya malas, karena Natasha justru ikut menimpali ucapan Felly.
Perasaan Cassandra pun mulai tak enak, benar apa yang dikatakan Natasha dan Felly, dia dan Alby sudah beberapa hari tidak saling memberi kabar, dan Alby menghilang tanpa kabar, lalu tiba-tiba saja menghubunginya minta bertemu, namun dari percakapan mereka tadi, Alby tampak tidak berbasa-basi. Sekedar menanyakan kabar Sandra pun tidak, apa lagi menanyakan di mana keberadaan Sandra, Alby justru langsung to the point menyampaikan ingin bertemu.
"Bentar lagi Alby dateng, gue pindah meja dulu ya," pamit Sandra.
"Nih San, senggaknya buat jaga-jaga," lagi-lagi Felly memberikan tisu kepada Sandra. Mau tidak mau, Sandra menerimanya, agar sahabatnya yang satu itu bisa puas. Sandra pun duduk di meja lain agar Alby tidak melihat teman-temannya, tak lama Alby datang dengan seseorang, dan hal itu menjadi pertanyaan besar di benak Sandra.
__ADS_1
"Alby? Kayla?" Panggil Sandra dengan suara lirih.
"Hay San, ketemu lagi kita," bukan Alby yang menyapa tapi Kayla.
"Kenapa kamu dateng sama Kayla?" tanya Sandra curiga. Dia sama sekali tidak berminat menjawab pertanyaan Kayla, tapi ada apa antara Alby dengan musuh bebuyutannya itu, karena mereka berdua nampak akrab.
"Kita duduk dulu," ucap Alby, Kayla masih nempel dengan menggandeng tangan Alby, membuat Sandra muak melihat pemandangan ini.
"Ini Kayla, dia ..." Alby hendak memperkenalkan Kayla, tapi langsung diputus oleh Sandra.
"Udah tau," potong Sandra ketus, “aku tanya kenapa kamu dateng sama dia?” tanya Kayla seraya menatap Kayla dengan tatapan jengah.
"Dia tunangan ku," jawab Alby to the point.
Deg jantung Sandra terasa berhenti berdetak, beberapa hari mereka tidak saling memberi kabar, Alby tiba-tiba datang dengan mengatakan bahwa dia sudah bertunangan dengan wanita lain. "Apa, tunangan? Lalu aku apa?" tanya Sandra, sorot matanya memperlihatkan bahwa dia sangat kecewa dengan Alby. Bagaimana tidak, Alby jelas masih menjalin hubungan dengan Sandra, tidak bisakah dia berpikir, bahwa Sandra akan sakit hati?
Sandra tersenyum miris. "Kenapa?" tanya Sandra tenang sambil mengaduk minumannya, moccha latte.
"Kamu pura-pura bodoh atau gimana sih? Ya karena Alby udah tunangan sama aku, dan sebentar lagi kita akan menikah," kali ini Kayla ikut bicara. Dia seolah tengah menunjukkan, bahwa kali ini Sandra sudha kalah darinya.
"Kay," tegur Alby dan seketika Kayla diam. Sebelum masuk, ALby sudah meminta pada Kayla untuk tidak ikut berbicara, karena Alby ingin menjelaskan semuanya sendiri.
"Kenapa kamu tunangan sama dia?" tanya Sandara seraya menunjuk Kayla dengan bahunya.
"Aku dijodohkan," jawab Alby.
__ADS_1
"Bukannya orang tua kamu tahu, kalau kita masih punya hubungan?" tanya Sandra, dan Alby hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Lalu kenapa mereka masih terus memaksa kamu bertunangan denan orang lain?" tanya Sandra lagi, kali ini Alby nampak gagap menjawab, "karena orang tua kamu gak setuju?" tanya Sandra datar. Tidak ada air mata yang menetes sedikitpun, bahkan Sandra nampak tidak sedih.
"Aku sudah bilang kan San, orang tua aku nggak akan pernah setuju sama kamu, kalau kamu masih saja bekerja di sana, aku coba bujuk kamu agar kamu berhenti, tapi kamu tetap melanjutkannya. Kamu nggak pernah mau denger ucapan aku!" bentak Alby, dia seolah memutar balikkan semunya dan membuat Sandra lah yang bersalah.
Sandra tertawa, seolah apa yang Alby katakan, itu lucu. "Apapun yang aku perbuat itu gak akan merubah keputusan orang tua kamu, karena nama aku udah di cap buruk sama orang tua kamu kan," ujar Sandra dengan berani.
" Terserah, yang penting aku sudah perjelas semuanya, kita selesai," ucap Alby tanpa bisa diganggu gugat.
"Oke," Sandra bangun dari duduknya dan dia mencengkram gelas yang ada di hadapannya. Byuurrrr dia menyiramkan minumannya ke kepala Alby. Dan sontak, mereka menjadi perhatian para pengunjung lain.
"San, nggak waras ya lo!" teriak Kayla geram.
Sandra tersenyum smirk ke arah Kayla. "Ini balasan bagi cowok pecundang kaya dia, pacarannya sama siapa nikahnya sama siapa. Gue nggak akan masalah, kalau lo bisa akhiri hubungan lo dulu sama gue, baru tunangan sama dia, tapi ini, lo nggak ada kabar sama sekali, sekarang lo muncul dengan membuat pengakuan! Lo gila Al," ucap Sandra berbicara lantang, Alby teramat malu saat semua pengunjung mulai berbisik dan seolah mengejeknya, dia pun segera pergi. Benar saja, saat Alby berjalan dia mendapat sorakan dari para pengunjung.
"Huuuu dasar pecundang!!" itu suara sorakan dari pengunjung Cafe yang cukup ramai.
"Gue emang gak berhasil dapetin Angkasa, tapi setidaknya gue berhasil dapetin Alby," ucap Kayla sinis, dia menunjukkan rasa bangganya dan menertawakan Sandra.
Sandra tidak bergeming, dia justru bersedekap dada. "Tapi gue masih penasaran, apa Alby dan keluarganya tahu kalo loe lagi hamil?" tanya Sandra smirk.
Kayla terkejut, senyum kebanggan yang dia tampilkan, perlahan memudar, "gi-gimana loe bisa tau?" Kayla nampak gemetar, dia begitu terkejut karena Sandra tahu rahasianya.
Sandra mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. "Testpack loe ketinggalan di toilet kampus, untung gue yang liat, nih" Sandra memberikan testpack garis dua yang ada dalam plastik transparan. Dengan gerakan cepat, Kayla langsung merebutnya dan berlalu pergi, Sandra tersenyum sinis melihat kepergian Kayla.
__ADS_1
"Karma itu ada Alby," lirih Sandra, 'lo nggak berhadapan sam gue, tapi lo langsung berhadapan sama karma,' batin Sandra. Dia pun segera menghampiri kembali ketiga teman-temannya yang duduk di meja lain.