Tentang Luka Dan Cinta

Tentang Luka Dan Cinta
Rencana licik Kayla


__ADS_3

"Lalu, apa kalau aku berhenti jadi Dj orang tua kamu bakal setuju?" tanya Sandra, Alby hanya diam, dia tidka tahu apakah kedua orang tuanya benar-benar akan menerima Sandra atau tidak, karena yang dia tahu, soal perjodohannya dengan Kayla, sudah dibicarakan sejak lama.


"Terus kalau aku berhenti apa kamu bisa biayai kuliahku, kehidupan aku, bisa?" tanya Sandra lagi.


"Loh, kamu kan belum jadi istri aku, kamu belum jadi tanggung jawabku dong. Lagi pulam kamu juga, kan punya orang tua," ucap Alby nampak tidak setuju dengan pertanyaan Sandra.


"Nah ini, kamu suruh aku berhenti kerja, dan otomatis gak akan ada pemasukan buat aku, tapi kamu gak ada tanggungjawab nafkahin aku. Soal orang tua, mereka orang tua aku aja nggak ada masalah, kenapa kamu repot? Tapi, emang bener kita itu gak sejalan, emang putus jalan terbaik," ujar Sandra dengan begitu santai.


"Ya, kan kamu bisa cari kerjaan lain," ujar Alby.


"Apa? Coba kamu cariin kerjaan buat aku yang bisa nutup semua biaya hidup aku," tantang Sandra, kini Alby hanya diam.


"Gak ada kan? Jadi udah stop hubungan kita udah selesai. Bukannya kamu yang bilang, kita udah nggak bisa sama-sama?" ucap Sandra meirukan perkataan Alby. Diam-diam, ketika Alby tengah lengah, Sandra  berhasil membuka pintu lalu segera pergi. Tapi saat keluar dari mobil Alby, Sandra berpapasan dengan Kayla.


"Loh Sandra?" ucap Kayla terkejut bahkan wajahnya nampak menegang, yang ada di otak nya sekarang ini apakah Sandra sudah menceritakan semuanya pada Alby tentang kehamilan nya?


"Hai, Kayla," sapa Sandra sambil tersenyum meledek, rasanya begitu senang melihat Kayla yang nampak terkejut dan ketakutan.


"Apa yang lo lakuin sama Alby? Bicara apa lo?" tanya Kayla dengan risau.


"Tanyain dong sama calon suami lo,"jawab Sandra remeh, dia senang melihat ekspresi Kayla yan seperti orang ketakutan, dia pun melangkah masuk ke dalam kampus.


Kayla langsung masuk dalam mobil Alby. "Sayang, kamu ngapain sama Sandra?" tanya Kayla dengan raut wajah cemas.


"Nggak, kita cuma menyelesaikan masalah kita," jawab Alby ,dan Kayla bernapas lega, karena pikiirannya salah, ternyata  Sandra sama sekali tidak membuka rahasianya.


‘Syukurlah, sepertinya Sandra nggak ngomong apa-apa ke Alby,’ batin Kayla.


"Kita pulang?" tanya Alby.

__ADS_1


"Iya Sayang," jawab Kayla dengan semangat.


"Oh iya sayang, jadi pernikahan kita dipercepat?" tanya Kayla dengan bahagia, karena dia tidak mau perutnya semakin membesar saat dia belum menikah.


"Iya, minggu depan," jawab Alby dengan lesu, matanya masih  fokus ke arah jalanan, karena dia menyetir.


‘Bagus, nak tenanglah kamu akan lahir dan memiliki ayah, tidak akan yang tahu, bahwa anak ini bukan anak kamu, Alby,’ batin Kayla tersenyum lega.


"Kita medical check up sekarang aja ya? Mumpung kamu gak sibuk," ucap Alby tiba-tiba.


"Se-sekarang sayang?" tanya Kayla terbata. Dia tidak menyangka kalau Alby akan mengajaknya hari ini, sebab ini gawat, karena itu berarti rahasia kehamilan Kayla, akan terbongkar.


"Iya," jawab Alby santai.


"Oh iya sayang," jawab Kayla pasrah, mobil pun menuju rumah sakit untuk melakukan medical check up salah satu syarat untuk menikah dan pastinya akan ada tes urine juga yang akan dilakukan oleh Kayla. Kayla nampak was-was, karena tiba-tiba saja Alby mengajak Kayla untuk ke rumah sakit. Sebab dia belum ada persiapan sama sekali.


Kini Alby dan Kayla sudah berada di rumah sakit. Kayla merasa was-was takut kalau kedua temannya belum sampai, tapi saat dia mengecek ponsel, ternyata mereka sudah stay di toilet. Kayla dan Alby pun langsung mendaftarkan diri, mereka diarahkan ke beberapa ruangan untuk melakukan medical check up, dan benar saja Kayla disuruh ke toilet untuk diambil urine nya.


"Mas aku ke toilet dulu," pamit Kayla pada Alby yang duduk dikursi ruang tunggu.


"Iya," jawab Alby.


"Nih," Kayla memberikan wadah kecil untuk menampung urine pada Nindy, kini mereka ada di toilet rumah sakit.


"Oke," jawab Nindy, dia mengambil wadah tersebut dan segera masuk ke salah satu bilik toilet.


Setelah beberapa menit akhirnya Nindy keluar, Kayla mengambilnya dengan melapisi tangan menggunakan tisu.


"Thanks yaa," ucap Kayla, dia memberikan uang kepada mereka berdua, "buat kalian berdua, ingat jangan pergi sebelum gue chat kalian," perintah Kayla pada kedua sahabatnya. Sebab jika mereka sampai bertemu dengan Alby, maka Alby bisa curiga dan berantakan semua rencana Kayla.

__ADS_1


"Siap," jawab mereka berdua, Kayla pun segera pergi dari toilet. Kayla benar-benar lega, karena dia sudah bisa menemukan solusi.


Alby dan Kayla pun saat ini dalam perjalanan pulang, Kayla merasa lega, karena hasil tes tadi benar-benar negative, tentu saja Alby juga tidak curiga kalau urine itu sebenarnya bukan milik Kayla melainkan Nindy.


"Untung otak gue encer, jadi hasil tes pack nya negative," batin Kayla bangga.


-//-


Sedangkan kini Sandra dan teman-temannya tengah duduk di kantin sambil menikmati makan siang mereka, bisa dikatakan ini terkahir mereka makan siang di kantin kampus bersama, karena besok mereka akan mulai magang dan disibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing.


"Sandra," panggil Angkasa.


"Iya?" jawab Sandra sambil melirik Angkasa.


"Lo putus?" akhirnya apa yang ingin ditanyakan oleh Angkasa , Excel dan Bima ditanyakan oleh Angkasa. Mereka bertiga hanya tahu dari cerita Rissa, dan belum tahu pasti apa penyebab putusnya.


"Iya, gue putus," jawab Sandra dengan begitu santai.


"Kenapa?" tanya Excel penasaran.


"Alby udah tunangan sama Kayla, gue nggak tahu gimana ceritanya mereka ketemu, tapi yang pasti hubungan gue sama dia emang udah ngga bisa sama-sama lagi," Sanda menjelaskan tanpa beban sama sekali.


"Dan Alby bakal married sama Kayla?" tanya Bima menatap Sandra dengan iba.


"Nggak usah liatin gue gitu, gue sama sekali nggak sedih kok. Gue beruntung karena setidaknya, Tuhan menunjukkan perangai Alby sekarang, setidaknya ini belum terlambat," jawab Sandra.


"Dasar Breng*ek," ucap Bima sengit, dia begitu marah mendengar Alby yang sudah menyakiti salah satu sahabatnya.


"Udahlah Bim, gue yang putus kok loe yang sewot, kalian harusnya bersyukur karena gue bisa lepas dari cowok modelan dia," ujar Sandra lagi, meyakinkan bahwa ini bukanlah masalah baginya. Berpisah dengan Alby, tidak menjadikan Sandra wanita yang lemah, dia bahkan ingin memperlihatkan pada Alby, tanpa lelaki itu Sandra masih baik-baik saja, bahkan akan semakin lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2