
"Sial." Sandra memukul stir kemudi. "Kenapa sih, gue harus terjebak sama Direktur gila kaya dia, tahu begini mending gue terima tawaran papah Gema," ucap Sandra penuh sesal, sekarang dia hanya bisa menunggu, kiranya apa yang akan Rayyan lakukan dan apa yang akan Rayyan rencanakan untuk Sandra. Semua itu benar-benar menggangu pikiran Sandra, dan membuat moodnya berantakan.
Sandra akhirnya sampai di parkiran apartement, dia turun dari mobilnya, dengan perasaan kacau. Akan tetapi, sepertinya hari ini memang hari apes bagi Sandra, baru saja dia bertemu dengan Rayyan yang berakhir membuat Sandra overthinking, sekarang dia bertemu seseorang yang sangat Sandra hindari. Sandra tahu, seseorang itu sudah menunggunya. Namun, Sandra berlaga seolah dia tidak melihat mantan kekasihnya itu, dan memilih terus berjalan, berharap semoga saja kedatangan Alby bukan untuk menemuinya. Namun tetap saja salah, Alby mengejar Sandra dan mencekal pergelangan Sandra, membuat SAndra langsung mengibaskan tangannya dengan kasar.
"Ngapain lagi lo ke sini?" ketus Sandra, sudah habis kesabaran Sandra, kini Alby justru datang semakin memancing emosi.
“Gue perlu ngomong sama lo, Sandra,” ujar Alby dengan mimic wajah serius.
Sandra memutar bola matanya malas, dia tahu apa yang akan Alby katakan. “Soal apa? kehamilan Kayla?” tebak Sandra, dia tidak mau lagi berbasa-basi, dia ingin Alby segera pergi dari hadapannya.
“Oh, jadi lo udah tahu? Atau mungkin, lo emang udah sadar, bahwa lo yang udah rusak masa depan Kayla, sampai Kayla hamil?” mata Alby menatap tajam ke arah Sandra, karena setahu Alby, Sandra dan teman-temannya yang sudah membuat Kayla hamil. Sandra hanya mengedikkan bahunya acuh, dia berbalik dan hendak meninggalkan Alby. Namun, kembali Alby mencekal pergelangan tangan Sandra.
"Jawab pertanyaan gue, San!" bentak Alby.
"Apalagi yang harus gue jawab! Memang, kalau gue bilang, semua itu cuma serita karangan Kayla, lo bakal percaya? Enggak, kan?" ujar Sandra dengan nada emosi.
"Kenapa, lo kaget gue tahu? Nggak usah kaget, telinga gue banyak di mana-mana," ucap Sandra sebelum Alby bertanya. "Gue emang nggak ada bukti, tapi Kayla juga nggak ada bukti soal tuduhannya dia ke gue dan temen-temen gue? Dia cuman mengandalkan anak-anak kampus. Gue akui, gue sama Kayla nggak pernah akur, tapi itu semua nggak menjadi alasan buat gue, rusak masa depan Kayla! Gue juga punya hati, Alby!" seru Sandra.
"Lo harusnya tahu, seperti apa watak istri lo itu, dia yang lo bilang baik, sebenarnya adalah cewek liar, yang setiap malam check in sama cowok," tutur Sandra.
__ADS_1
“Gue tahu San, lo pasti kecewa dan marah banget sama gue. Gue juga tahu, loe pasti marah sama Kayla karena lo menganggap bahwa Kayla udah ngerebut gue dari lo dan akhirnya Kayla yang jadi istri gue. Tapi please, jangan fitnah Kayla,” pinta Alby dengan nada memohon. Mendengar perkataan Alby, Kayla sontak tertawa.
“Gue marah samalo dan Kayla? Cuman gara-gara cowok pecundang kaya lo?” Sandra masih tertawa terbahak-bahak. Setelah tawanya reda, Sandra bersedekap dada dan menatap Alby remeh, "Al, cowok di dunia ini banyak, yang lebih dari lo juga banyak. Gue putus dari lo nggak bikin gue jadi nggak bisa dapetin cowo lain.
"Udah denger, kan penjelasan gue, sekarang lo pergi karena gue capek," Sandra pun hendak kembali pergi meninggalkan Alby, dia butuh istirahat sekarang.
“San,” Alby mencekal tangan Sandra, membuat Sandra kembali menghentikkan langkah kakinya.
“Lepas!” tegas Sandra, dia sudah tidak bisa bersabar lagi dengan tingkah Alby.
“Dengerin gue dulu,” pinta Alby, “seharusnya lo dan sahabat lo minta maaf sama Kayla. Gue udah berkorban dengan menikahi Kayla, demi lo San, supaya Kayla nggak nuntut lodan temen-temen lo,” ucap Alby.
“Dan lo berharap gue minta maaf sama Kayla? Atas kesalahan yang sama sekali nggak gue lakuin?” tanya Sandra dengan raut wajah tidak percaya, "jangan mimpi Alby."
“Sandra, gue masih berusaha sabar ya, dan tolong jangan buat kesabaran gue habis,” Alby mulai menekan setiap kata-katanya, dan Sandra tahu saat ini Alby sudah marah.
"Gue nggak perduli, toh diantara kita udah nggak ada urusan apa pun lagiu. Jangan pernah ganggu gue," ucap Sandra penuh penekanan, dia pun menepis tangan Alby dengan kasar.
“Sandra!” Alby hendak mengejar Sandra, namun seseorang malah menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Bughhh, Buugghhh suara pukulan yang begitu keras, membuat Sandra seketika menoleh. Sandra membelalakkan matanya melihat seseorang memukuli Alby dengan membabi buta, bahkan sampai Alby jatuh tersungkur.
“Papah Gema?” lirih Sandra, dia tidak percaya melihat Gema yang begitu marah dan memukuli Alby.
“Bangun kau brengsek!” seru Gema, dia mencengkram kerah Alby dan menatap Alby dengan sengit.
"Apa yang kamu lakukan pada anakku, hah!" teriak Gema marah.
"Pah, udah Pah!" teriak Sandra, dia tidak bisa mendekat untuk melerai, karena Sandra takut jika pukulan Gema justru meleset ke arahnya.
"Mah, gimana ini?" tanya Sandra dia begitu khawatir, tapi bukan khawatir karena Alby, namun Sandra justru takut, kalau Gema akan kehabisan kesabaran dan bertindak lepas kendali, membuat Alby terluka parah. Karena itu bisa saja membuat Gema berurusan dengan hukum.
"Kamu tenang aja, Papah pasti bisa menahan emosinya, kamu tenang aja ya?" Ayu mencoba untuk menenangkan sang putri. Ayu juga meneriai sang suami, meminta Gema untuk berhenti memukul Alby. Gema benar-benar berhenti memukul Alby, saat dia mendengar teriakan sang istri.
“Mah, tolong bawa Papah ke dalam,” pinta Sandra kepada sang ibu, akhirnya Ayu pun membawa Gema masuk ke dalam apartement Sandra. Sandra meminta waktu, untuk bicara dengan Alby.
“Please Al, loe pergi dan jangan pernah ganggu gue. Jangan bikin masalah di sini,” pinta Sandra.
“Gue yakin, bokap gue nggak akan segan buat hancurin lo. Lo udah lihat sendiri, kan gimana bokap gue mukulin lo, kalo loe masih sayang sama nyawa dan usaha loe, jangan pernah ganggu gue,” ucfap Sandra memberikan peringatan. Sandara memang cukup tahu, kalau perusahaan Gema bukanlah perusahaan biasa, Gema memiliki banyak koneksi penting karena perusahaan Gema termasuk perusahaan raksasa. Setelah memberikan peringatan untuk Alby, Sandra pun menyusul kedua orang tuanya ke apartement. Sedangkan Alby terlihat melangkah sempoyongan menuju mobilnya, luka lebam di wajahnya cukup terlihat jelas, Sandra ingat kalau ayah sambungnya itu memukul Alby di bagian wajah dan perut.
__ADS_1