
“Sandra!” Sandra yang baru saja turun dari mobilnya, terkejut dengan suara yang memanggilnya, dia adalah Kayla. Melihat siapa orang yang memanggilnya saja, Sandra sudah tahu bahwa beberapa detik lagi, keadaannya tidak akan baik.
'Kenapa harus hari ini sih, gue capek banget sumpah,' batin Sandar mengeluh dalam hati.
“Diam, nggak usah ngejek!” ujar Kayla sewot.
“Nggak usah marah-marah gitu, lagi hamil nggak baik ngotot-ngotot. Lagian lo pasti butuh tenaga lebih, tenaga buat bawa calon anak lo dan tenaga buat bohongin semua keluarga Alby,” ujar Sanda menyindir.
"Diam! Jaga omongan lo!" kata Kayla dengan nada emosi, dia mencoba mengatur napasny, dia harus ingat dengan apa tujuannya datang menemui Sandra.
“Jawab gue dengan jujur, apa Alby pernah nemuin lo lagi?” tanya Kayla dengan tatapan intimidasi.
‘Ternyata ini yang mau dia tanya, soal Alby? Mungkin dia lihat wajah Alby yang babak belur,’ batin Sandra.
"Kenapa tiba-tiba lo tanya begini, apa lo mencurigai ada sesuatu yang Alby sembunyikan, atau lo merasa bahwa Alby nggak terbuka sama lo?" tanya Sandra semakin memanasi.
"Cukup, jangan pancing emosi gue, lo tinggal jawab jujur apa susah sih," Kayla benar-benar kesal karena terus dipancing oleh Sandra.
“Kenapa? Alby nggak jawab? Oke gue jawab,” Sandra melipat tangannya, dan menatap Kayla dengan tatapan serius. “Iya Alby nemuin gue, dan dia babak belur oleh bokap tiri gue, itu kan yang loe mau tahu? Dan satu hal lagi, dia dateng buat nanyain soal tuduhan lo yang tanpa bukti!” terang Sandra, baginya untuk apa menutupi dari Kayla, Sandra merasa tidak memiliki kewajiban untuk menjaga perasaan Kayla.
“Denger Kay, Alby belum sepenuhnya percaya sama semua tuduhan lo ke gue dan temen-temen gue. Dan gue yakin, suatu saat dia akan tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan wanita seperti apa yang dia nikahi,” ucapan Sandra membuat Kayla terdiam, apa yang Sandra katakan benar adanya, Alby belum sepenuhnya percaya kepada Kayla, terbukti dengan adanya Alby yang justru datang menemui Sandra dan menanyakan soal kebenaran.
Jujur saja, tidak ada niatan bagi Sandra untuk membuat prahara dalam biduk rumah tangga Alby dan Kayla. Meskipun Kayla sudah merebut Alby darinya, namun bagi Sandra, itu semua hanyalah masa lalu. Sandra sudah berbesar hati menekankan pada dirinya dan hatinya, bahwa Alby memang bukanlah untuk dirinya, mereka berdua tidak berjodoh. Sejauh apapun dan seberusaha apapun Sandra mempertahankan Alby, kalau memang mereka tidak berjodoh, apa boleh buat.
Apapun yang tengah Sandra lakukan saat ini, tidak lain, karena Sandra ingin memberikan pelajaran kepada Kayla, supaya Kayla tidak terus menerus merecoki kehidupan Sanrda. Sandra juga ingin Kayla stop memfitnah dirinya dan juga teman-temannya, rasanya Kayla selalu saja melemparkan masalah hidupnya kepada Sandra, dan mengkambing hitamkan Sandra. Sandra lelah dengan semua yang dilakukan oleh Kayla. Mencari kesalahan Sandra, dan menganggu kehidupan Sandra. Sandra pikir, dengan Kayla memiliki Alby dan memfitnah Sandra serta teman-temannya, itu sudah lebih dari cukup. Saat ini Sandra mungkin masih diam, dan hanya memberikan peringatan kecil kepada Kayla, mengingat saat ini Kayla tengah hamil. Namun, Kayla terus saja menguji kesabaran nya.
"Berhenti ganggu hidup gue, lo nggak tahu seberapa berusaha gue buat nggak balas semua perbuatan lo. Gue bisa aja kumpulin semua bukti kejahatan lo Kay, tapi gue masih punya hati sekarang. Tapi, lo jangan salah, gue bisa aja berubah pikiran dan bikin lo hancur karena fitnah lo sendiri!" Sandra menekan kata-katanya, berusha membuat Kayla mengerti, bahwa Sandra juga masih memiliki rasa amarah dan batas sabar. Akan tetapi, seolah tidak menghiraukan perkataan Sandra, dan tidak takut sama sekali dengan ancaman yang Sandra buat, Kayla justru menatap Sandra dan tersenyum meremehkan.
Sandra benar-benar sangat benci dengan tatapan dan senyum Kayla yang seolah semakin menantangnya untuk berbuat lebih, namun Sandra sadar, saat ini Kayla tengah mempermainkannya dan mengujinya. Sandra tidak mau salah ambil langkah dan gegabah, jika sedikit saja dia menyentuh Kayla, maka wanita yang selalu mengandalkan air mata buayanya akan bisa menghancurkan Sandra dan bisa memfitnah dirinya lagi.
“Sandra!” Sandra yang baru saja turun dari mobilnya, terkejut dengan suara yang memanggilnya, dia adalah Kayla. Melihat siapa orang yang memanggilnya saja, Sandra sudah tahu bahwa beberapa detik lagi, keadaannya tidak akan baik.
'Kenapa harus hari ini sih, gue capek banget sumpah,' batin Sandar mengeluh dalam hati.
“Diam, nggak usah ngejek!” ujar Kayla sewot.
“Nggak usah marah-marah gitu, lagi hamil nggak baik ngotot-ngotot. Lagian lo pasti butuh tenaga lebih, tenaga buat bawa calon anak lo dan tenaga buat bohongin semua keluarga Alby,” ujar Sanda menyindir.
"Diam! Jaga omongan lo!" kata Kayla dengan nada emosi, dia mencoba mengatur napasny, dia harus ingat dengan apa tujuannya datang menemui Sandra.
“Jawab gue dengan jujur, apa Alby pernah nemuin lo lagi?” tanya Kayla dengan tatapan intimidasi.
‘Ternyata ini yang mau dia tanya, soal Alby? Mungkin dia lihat wajah Alby yang babak belur,’ batin Sandra.
"Kenapa tiba-tiba lo tanya begini, apa lo mencurigai ada sesuatu yang Alby sembunyikan, atau lo merasa bahwa Alby nggak terbuka sama lo?" tanya Sandra semakin memanasi.
"Cukup, jangan pancing emosi gue, lo tinggal jawab jujur apa susah sih," Kayla benar-benar kesal karena terus dipancing oleh Sandra.
“Kenapa? Alby nggak jawab? Oke gue jawab,” Sandra melipat tangannya, dan menatap Kayla dengan tatapan serius. “Iya Alby nemuin gue, dan dia babak belur oleh bokap tiri gue, itu kan yang loe mau tahu? Dan satu hal lagi, dia dateng buat nanyain soal tuduhan lo yang tanpa bukti!” terang Sandra, baginya untuk apa menutupi dari Kayla, Sandra merasa tidak memiliki kewajiban untuk menjaga perasaan Kayla.
“Denger Kay, Alby belum sepenuhnya percaya sama semua tuduhan lo ke gue dan temen-temen gue. Dan gue yakin, suatu saat dia akan tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan wanita seperti apa yang dia nikahi,” ucapan Sandra membuat Kayla terdiam, apa yang Sandra katakan benar adanya, Alby belum sepenuhnya percaya kepada Kayla, terbukti dengan adanya Alby yang justru datang menemui Sandra dan menanyakan soal kebenaran.
Jujur saja, tidak ada niatan bagi Sandra untuk membuat prahara dalam biduk rumah tangga Alby dan Kayla. Meskipun Kayla sudah merebut Alby darinya, namun bagi Sandra, itu semua hanyalah masa lalu. Sandra sudah berbesar hati menekankan pada dirinya dan hatinya, bahwa Alby memang bukanlah untuk dirinya, mereka berdua tidak berjodoh. Sejauh apapun dan seberusaha apapun Sandra mempertahankan Alby, kalau memang mereka tidak berjodoh, apa boleh buat.
Apapun yang tengah Sandra lakukan saat ini, tidak lain, karena Sandra ingin memberikan pelajaran kepada Kayla, supaya Kayla tidak terus menerus merecoki kehidupan Sanrda. Sandra juga ingin Kayla stop memfitnah dirinya dan juga teman-temannya, rasanya Kayla selalu saja melemparkan masalah hidupnya kepada Sandra, dan mengkambing hitamkan Sandra. Sandra lelah dengan semua yang dilakukan oleh Kayla. Mencari kesalahan Sandra, dan menganggu kehidupan Sandra. Sandra pikir, dengan Kayla memiliki Alby dan memfitnah Sandra serta teman-temannya, itu sudah lebih dari cukup. Saat ini Sandra mungkin masih diam, dan hanya memberikan peringatan kecil kepada Kayla, mengingat saat ini Kayla tengah hamil. Namun, Kayla terus saja menguji kesabaran nya.
"Berhenti ganggu hidup gue, lo nggak tahu seberapa berusaha gue buat nggak balas semua perbuatan lo. Gue bisa aja kumpulin semua bukti kejahatan lo Kay, tapi gue masih punya hati sekarang. Tapi, lo jangan salah, gue bisa aja berubah pikiran dan bikin lo hancur karena fitnah lo sendiri!" Sandra menekan kata-katanya, berusha membuat Kayla mengerti, bahwa Sandra juga masih memiliki rasa amarah dan batas sabar. Akan tetapi, seolah tidak menghiraukan perkataan Sandra, dan tidak takut sama sekali dengan ancaman yang Sandra buat, Kayla justru menatap Sandra dan tersenyum meremehkan.
Sandra benar-benar sangat benci dengan tatapan dan senyum Kayla yang seolah semakin menantangnya untuk berbuat lebih, namun Sandra sadar, saat ini Kayla tengah mempermainkannya dan mengujinya. Sandra tidak mau salah ambil langkah dan gegabah, jika sedikit saja dia menyentuh Kayla, maka wanita yang selalu mengandalkan air mata buayanya akan bisa menghancurkan Sandra dan bisa memfitnah dirinya lagi.
__ADS_1
“Sandra!” Sandra yang baru saja turun dari mobilnya, terkejut dengan suara yang memanggilnya, dia adalah Kayla. Melihat siapa orang yang memanggilnya saja, Sandra sudah tahu bahwa beberapa detik lagi, keadaannya tidak akan baik.
'Kenapa harus hari ini sih, gue capek banget sumpah,' batin Sandar mengeluh dalam hati.
“Diam, nggak usah ngejek!” ujar Kayla sewot.
“Nggak usah marah-marah gitu, lagi hamil nggak baik ngotot-ngotot. Lagian lo pasti butuh tenaga lebih, tenaga buat bawa calon anak lo dan tenaga buat bohongin semua keluarga Alby,” ujar Sanda menyindir.
"Diam! Jaga omongan lo!" kata Kayla dengan nada emosi, dia mencoba mengatur napasny, dia harus ingat dengan apa tujuannya datang menemui Sandra.
“Jawab gue dengan jujur, apa Alby pernah nemuin lo lagi?” tanya Kayla dengan tatapan intimidasi.
‘Ternyata ini yang mau dia tanya, soal Alby? Mungkin dia lihat wajah Alby yang babak belur,’ batin Sandra.
"Kenapa tiba-tiba lo tanya begini, apa lo mencurigai ada sesuatu yang Alby sembunyikan, atau lo merasa bahwa Alby nggak terbuka sama lo?" tanya Sandra semakin memanasi.
"Cukup, jangan pancing emosi gue, lo tinggal jawab jujur apa susah sih," Kayla benar-benar kesal karena terus dipancing oleh Sandra.
“Kenapa? Alby nggak jawab? Oke gue jawab,” Sandra melipat tangannya, dan menatap Kayla dengan tatapan serius. “Iya Alby nemuin gue, dan dia babak belur oleh bokap tiri gue, itu kan yang loe mau tahu? Dan satu hal lagi, dia dateng buat nanyain soal tuduhan lo yang tanpa bukti!” terang Sandra, baginya untuk apa menutupi dari Kayla, Sandra merasa tidak memiliki kewajiban untuk menjaga perasaan Kayla.
“Denger Kay, Alby belum sepenuhnya percaya sama semua tuduhan lo ke gue dan temen-temen gue. Dan gue yakin, suatu saat dia akan tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan wanita seperti apa yang dia nikahi,” ucapan Sandra membuat Kayla terdiam, apa yang Sandra katakan benar adanya, Alby belum sepenuhnya percaya kepada Kayla, terbukti dengan adanya Alby yang justru datang menemui Sandra dan menanyakan soal kebenaran.
Jujur saja, tidak ada niatan bagi Sandra untuk membuat prahara dalam biduk rumah tangga Alby dan Kayla. Meskipun Kayla sudah merebut Alby darinya, namun bagi Sandra, itu semua hanyalah masa lalu. Sandra sudah berbesar hati menekankan pada dirinya dan hatinya, bahwa Alby memang bukanlah untuk dirinya, mereka berdua tidak berjodoh. Sejauh apapun dan seberusaha apapun Sandra mempertahankan Alby, kalau memang mereka tidak berjodoh, apa boleh buat.
Apapun yang tengah Sandra lakukan saat ini, tidak lain, karena Sandra ingin memberikan pelajaran kepada Kayla, supaya Kayla tidak terus menerus merecoki kehidupan Sanrda. Sandra juga ingin Kayla stop memfitnah dirinya dan juga teman-temannya, rasanya Kayla selalu saja melemparkan masalah hidupnya kepada Sandra, dan mengkambing hitamkan Sandra. Sandra lelah dengan semua yang dilakukan oleh Kayla. Mencari kesalahan Sandra, dan menganggu kehidupan Sandra. Sandra pikir, dengan Kayla memiliki Alby dan memfitnah Sandra serta teman-temannya, itu sudah lebih dari cukup. Saat ini Sandra mungkin masih diam, dan hanya memberikan peringatan kecil kepada Kayla, mengingat saat ini Kayla tengah hamil. Namun, Kayla terus saja menguji kesabaran nya.
"Berhenti ganggu hidup gue, lo nggak tahu seberapa berusaha gue buat nggak balas semua perbuatan lo. Gue bisa aja kumpulin semua bukti kejahatan lo Kay, tapi gue masih punya hati sekarang. Tapi, lo jangan salah, gue bisa aja berubah pikiran dan bikin lo hancur karena fitnah lo sendiri!" Sandra menekan kata-katanya, berusha membuat Kayla mengerti, bahwa Sandra juga masih memiliki rasa amarah dan batas sabar. Akan tetapi, seolah tidak menghiraukan perkataan Sandra, dan tidak takut sama sekali dengan ancaman yang Sandra buat, Kayla justru menatap Sandra dan tersenyum meremehkan.
Sandra benar-benar sangat benci dengan tatapan dan senyum Kayla yang seolah semakin menantangnya untuk berbuat lebih, namun Sandra sadar, saat ini Kayla tengah mempermainkannya dan mengujinya. Sandra tidak mau salah ambil langkah dan gegabah, jika sedikit saja dia menyentuh Kayla, maka wanita yang selalu mengandalkan air mata buayanya akan bisa menghancurkan Sandra dan bisa memfitnah dirinya lagi.
“Sandra!” Sandra yang baru saja turun dari mobilnya, terkejut dengan suara yang memanggilnya, dia adalah Kayla. Melihat siapa orang yang memanggilnya saja, Sandra sudah tahu bahwa beberapa detik lagi, keadaannya tidak akan baik.
'Kenapa harus hari ini sih, gue capek banget sumpah,' batin Sandar mengeluh dalam hati.
“Diam, nggak usah ngejek!” ujar Kayla sewot.
“Nggak usah marah-marah gitu, lagi hamil nggak baik ngotot-ngotot. Lagian lo pasti butuh tenaga lebih, tenaga buat bawa calon anak lo dan tenaga buat bohongin semua keluarga Alby,” ujar Sanda menyindir.
"Diam! Jaga omongan lo!" kata Kayla dengan nada emosi, dia mencoba mengatur napasny, dia harus ingat dengan apa tujuannya datang menemui Sandra.
“Jawab gue dengan jujur, apa Alby pernah nemuin lo lagi?” tanya Kayla dengan tatapan intimidasi.
‘Ternyata ini yang mau dia tanya, soal Alby? Mungkin dia lihat wajah Alby yang babak belur,’ batin Sandra.
"Kenapa tiba-tiba lo tanya begini, apa lo mencurigai ada sesuatu yang Alby sembunyikan, atau lo merasa bahwa Alby nggak terbuka sama lo?" tanya Sandra semakin memanasi.
"Cukup, jangan pancing emosi gue, lo tinggal jawab jujur apa susah sih," Kayla benar-benar kesal karena terus dipancing oleh Sandra.
“Kenapa? Alby nggak jawab? Oke gue jawab,” Sandra melipat tangannya, dan menatap Kayla dengan tatapan serius. “Iya Alby nemuin gue, dan dia babak belur oleh bokap tiri gue, itu kan yang loe mau tahu? Dan satu hal lagi, dia dateng buat nanyain soal tuduhan lo yang tanpa bukti!” terang Sandra, baginya untuk apa menutupi dari Kayla, Sandra merasa tidak memiliki kewajiban untuk menjaga perasaan Kayla.
“Denger Kay, Alby belum sepenuhnya percaya sama semua tuduhan lo ke gue dan temen-temen gue. Dan gue yakin, suatu saat dia akan tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan wanita seperti apa yang dia nikahi,” ucapan Sandra membuat Kayla terdiam, apa yang Sandra katakan benar adanya, Alby belum sepenuhnya percaya kepada Kayla, terbukti dengan adanya Alby yang justru datang menemui Sandra dan menanyakan soal kebenaran.
Jujur saja, tidak ada niatan bagi Sandra untuk membuat prahara dalam biduk rumah tangga Alby dan Kayla. Meskipun Kayla sudah merebut Alby darinya, namun bagi Sandra, itu semua hanyalah masa lalu. Sandra sudah berbesar hati menekankan pada dirinya dan hatinya, bahwa Alby memang bukanlah untuk dirinya, mereka berdua tidak berjodoh. Sejauh apapun dan seberusaha apapun Sandra mempertahankan Alby, kalau memang mereka tidak berjodoh, apa boleh buat.
Apapun yang tengah Sandra lakukan saat ini, tidak lain, karena Sandra ingin memberikan pelajaran kepada Kayla, supaya Kayla tidak terus menerus merecoki kehidupan Sanrda. Sandra juga ingin Kayla stop memfitnah dirinya dan juga teman-temannya, rasanya Kayla selalu saja melemparkan masalah hidupnya kepada Sandra, dan mengkambing hitamkan Sandra. Sandra lelah dengan semua yang dilakukan oleh Kayla. Mencari kesalahan Sandra, dan menganggu kehidupan Sandra. Sandra pikir, dengan Kayla memiliki Alby dan memfitnah Sandra serta teman-temannya, itu sudah lebih dari cukup. Saat ini Sandra mungkin masih diam, dan hanya memberikan peringatan kecil kepada Kayla, mengingat saat ini Kayla tengah hamil. Namun, Kayla terus saja menguji kesabaran nya.
"Berhenti ganggu hidup gue, lo nggak tahu seberapa berusaha gue buat nggak balas semua perbuatan lo. Gue bisa aja kumpulin semua bukti kejahatan lo Kay, tapi gue masih punya hati sekarang. Tapi, lo jangan salah, gue bisa aja berubah pikiran dan bikin lo hancur karena fitnah lo sendiri!" Sandra menekan kata-katanya, berusha membuat Kayla mengerti, bahwa Sandra juga masih memiliki rasa amarah dan batas sabar. Akan tetapi, seolah tidak menghiraukan perkataan Sandra, dan tidak takut sama sekali dengan ancaman yang Sandra buat, Kayla justru menatap Sandra dan tersenyum meremehkan.
Sandra benar-benar sangat benci dengan tatapan dan senyum Kayla yang seolah semakin menantangnya untuk berbuat lebih, namun Sandra sadar, saat ini Kayla tengah mempermainkannya dan mengujinya. Sandra tidak mau salah ambil langkah dan gegabah, jika sedikit saja dia menyentuh Kayla, maka wanita yang selalu mengandalkan air mata buayanya akan bisa menghancurkan Sandra dan bisa memfitnah dirinya lagi.
__ADS_1
“Sandra!” Sandra yang baru saja turun dari mobilnya, terkejut dengan suara yang memanggilnya, dia adalah Kayla. Melihat siapa orang yang memanggilnya saja, Sandra sudah tahu bahwa beberapa detik lagi, keadaannya tidak akan baik.
'Kenapa harus hari ini sih, gue capek banget sumpah,' batin Sandar mengeluh dalam hati.
“Diam, nggak usah ngejek!” ujar Kayla sewot.
“Nggak usah marah-marah gitu, lagi hamil nggak baik ngotot-ngotot. Lagian lo pasti butuh tenaga lebih, tenaga buat bawa calon anak lo dan tenaga buat bohongin semua keluarga Alby,” ujar Sanda menyindir.
"Diam! Jaga omongan lo!" kata Kayla dengan nada emosi, dia mencoba mengatur napasny, dia harus ingat dengan apa tujuannya datang menemui Sandra.
“Jawab gue dengan jujur, apa Alby pernah nemuin lo lagi?” tanya Kayla dengan tatapan intimidasi.
‘Ternyata ini yang mau dia tanya, soal Alby? Mungkin dia lihat wajah Alby yang babak belur,’ batin Sandra.
"Kenapa tiba-tiba lo tanya begini, apa lo mencurigai ada sesuatu yang Alby sembunyikan, atau lo merasa bahwa Alby nggak terbuka sama lo?" tanya Sandra semakin memanasi.
"Cukup, jangan pancing emosi gue, lo tinggal jawab jujur apa susah sih," Kayla benar-benar kesal karena terus dipancing oleh Sandra.
“Kenapa? Alby nggak jawab? Oke gue jawab,” Sandra melipat tangannya, dan menatap Kayla dengan tatapan serius. “Iya Alby nemuin gue, dan dia babak belur oleh bokap tiri gue, itu kan yang loe mau tahu? Dan satu hal lagi, dia dateng buat nanyain soal tuduhan lo yang tanpa bukti!” terang Sandra, baginya untuk apa menutupi dari Kayla, Sandra merasa tidak memiliki kewajiban untuk menjaga perasaan Kayla.
“Denger Kay, Alby belum sepenuhnya percaya sama semua tuduhan lo ke gue dan temen-temen gue. Dan gue yakin, suatu saat dia akan tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan wanita seperti apa yang dia nikahi,” ucapan Sandra membuat Kayla terdiam, apa yang Sandra katakan benar adanya, Alby belum sepenuhnya percaya kepada Kayla, terbukti dengan adanya Alby yang justru datang menemui Sandra dan menanyakan soal kebenaran.
Jujur saja, tidak ada niatan bagi Sandra untuk membuat prahara dalam biduk rumah tangga Alby dan Kayla. Meskipun Kayla sudah merebut Alby darinya, namun bagi Sandra, itu semua hanyalah masa lalu. Sandra sudah berbesar hati menekankan pada dirinya dan hatinya, bahwa Alby memang bukanlah untuk dirinya, mereka berdua tidak berjodoh. Sejauh apapun dan seberusaha apapun Sandra mempertahankan Alby, kalau memang mereka tidak berjodoh, apa boleh buat.
Apapun yang tengah Sandra lakukan saat ini, tidak lain, karena Sandra ingin memberikan pelajaran kepada Kayla, supaya Kayla tidak terus menerus merecoki kehidupan Sanrda. Sandra juga ingin Kayla stop memfitnah dirinya dan juga teman-temannya, rasanya Kayla selalu saja melemparkan masalah hidupnya kepada Sandra, dan mengkambing hitamkan Sandra. Sandra lelah dengan semua yang dilakukan oleh Kayla. Mencari kesalahan Sandra, dan menganggu kehidupan Sandra. Sandra pikir, dengan Kayla memiliki Alby dan memfitnah Sandra serta teman-temannya, itu sudah lebih dari cukup. Saat ini Sandra mungkin masih diam, dan hanya memberikan peringatan kecil kepada Kayla, mengingat saat ini Kayla tengah hamil. Namun, Kayla terus saja menguji kesabaran nya.
"Berhenti ganggu hidup gue, lo nggak tahu seberapa berusaha gue buat nggak balas semua perbuatan lo. Gue bisa aja kumpulin semua bukti kejahatan lo Kay, tapi gue masih punya hati sekarang. Tapi, lo jangan salah, gue bisa aja berubah pikiran dan bikin lo hancur karena fitnah lo sendiri!" Sandra menekan kata-katanya, berusha membuat Kayla mengerti, bahwa Sandra juga masih memiliki rasa amarah dan batas sabar. Akan tetapi, seolah tidak menghiraukan perkataan Sandra, dan tidak takut sama sekali dengan ancaman yang Sandra buat, Kayla justru menatap Sandra dan tersenyum meremehkan.
Sandra benar-benar sangat benci dengan tatapan dan senyum Kayla yang seolah semakin menantangnya untuk berbuat lebih, namun Sandra sadar, saat ini Kayla tengah mempermainkannya dan mengujinya. Sandra tidak mau salah ambil langkah dan gegabah, jika sedikit saja dia menyentuh Kayla, maka wanita yang selalu mengandalkan air mata buayanya akan bisa menghancurkan Sandra dan bisa memfitnah dirinya lagi.
“Sandra!” Sandra yang baru saja turun dari mobilnya, terkejut dengan suara yang memanggilnya, dia adalah Kayla. Melihat siapa orang yang memanggilnya saja, Sandra sudah tahu bahwa beberapa detik lagi, keadaannya tidak akan baik.
'Kenapa harus hari ini sih, gue capek banget sumpah,' batin Sandar mengeluh dalam hati.
“Diam, nggak usah ngejek!” ujar Kayla sewot.
“Nggak usah marah-marah gitu, lagi hamil nggak baik ngotot-ngotot. Lagian lo pasti butuh tenaga lebih, tenaga buat bawa calon anak lo dan tenaga buat bohongin semua keluarga Alby,” ujar Sanda menyindir.
"Diam! Jaga omongan lo!" kata Kayla dengan nada emosi, dia mencoba mengatur napasny, dia harus ingat dengan apa tujuannya datang menemui Sandra.
“Jawab gue dengan jujur, apa Alby pernah nemuin lo lagi?” tanya Kayla dengan tatapan intimidasi.
‘Ternyata ini yang mau dia tanya, soal Alby? Mungkin dia lihat wajah Alby yang babak belur,’ batin Sandra.
"Kenapa tiba-tiba lo tanya begini, apa lo mencurigai ada sesuatu yang Alby sembunyikan, atau lo merasa bahwa Alby nggak terbuka sama lo?" tanya Sandra semakin memanasi.
"Cukup, jangan pancing emosi gue, lo tinggal jawab jujur apa susah sih," Kayla benar-benar kesal karena terus dipancing oleh Sandra.
“Kenapa? Alby nggak jawab? Oke gue jawab,” Sandra melipat tangannya, dan menatap Kayla dengan tatapan serius. “Iya Alby nemuin gue, dan dia babak belur oleh bokap tiri gue, itu kan yang loe mau tahu? Dan satu hal lagi, dia dateng buat nanyain soal tuduhan lo yang tanpa bukti!” terang Sandra, baginya untuk apa menutupi dari Kayla, Sandra merasa tidak memiliki kewajiban untuk menjaga perasaan Kayla.
“Denger Kay, Alby belum sepenuhnya percaya sama semua tuduhan lo ke gue dan temen-temen gue. Dan gue yakin, suatu saat dia akan tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan wanita seperti apa yang dia nikahi,” ucapan Sandra membuat Kayla terdiam, apa yang Sandra katakan benar adanya, Alby belum sepenuhnya percaya kepada Kayla, terbukti dengan adanya Alby yang justru datang menemui Sandra dan menanyakan soal kebenaran.
Jujur saja, tidak ada niatan bagi Sandra untuk membuat prahara dalam biduk rumah tangga Alby dan Kayla. Meskipun Kayla sudah merebut Alby darinya, namun bagi Sandra, itu semua hanyalah masa lalu. Sandra sudah berbesar hati menekankan pada dirinya dan hatinya, bahwa Alby memang bukanlah untuk dirinya, mereka berdua tidak berjodoh. Sejauh apapun dan seberusaha apapun Sandra mempertahankan Alby, kalau memang mereka tidak berjodoh, apa boleh buat.
Apapun yang tengah Sandra lakukan saat ini, tidak lain, karena Sandra ingin memberikan pelajaran kepada Kayla, supaya Kayla tidak terus menerus merecoki kehidupan Sanrda. Sandra juga ingin Kayla stop memfitnah dirinya dan juga teman-temannya, rasanya Kayla selalu saja melemparkan masalah hidupnya kepada Sandra, dan mengkambing hitamkan Sandra. Sandra lelah dengan semua yang dilakukan oleh Kayla. Mencari kesalahan Sandra, dan menganggu kehidupan Sandra. Sandra pikir, dengan Kayla memiliki Alby dan memfitnah Sandra serta teman-temannya, itu sudah lebih dari cukup. Saat ini Sandra mungkin masih diam, dan hanya memberikan peringatan kecil kepada Kayla, mengingat saat ini Kayla tengah hamil. Namun, Kayla terus saja menguji kesabaran nya.
"Berhenti ganggu hidup gue, lo nggak tahu seberapa berusaha gue buat nggak balas semua perbuatan lo. Gue bisa aja kumpulin semua bukti kejahatan lo Kay, tapi gue masih punya hati sekarang. Tapi, lo jangan salah, gue bisa aja berubah pikiran dan bikin lo hancur karena fitnah lo sendiri!" Sandra menekan kata-katanya, berusha membuat Kayla mengerti, bahwa Sandra juga masih memiliki rasa amarah dan batas sabar. Akan tetapi, seolah tidak menghiraukan perkataan Sandra, dan tidak takut sama sekali dengan ancaman yang Sandra buat, Kayla justru menatap Sandra dan tersenyum meremehkan.
Sandra benar-benar sangat benci dengan tatapan dan senyum Kayla yang seolah semakin menantangnya untuk berbuat lebih, namun Sandra sadar, saat ini Kayla tengah mempermainkannya dan mengujinya. Sandra tidak mau salah ambil langkah dan gegabah, jika sedikit saja dia menyentuh Kayla, maka wanita yang selalu mengandalkan air mata buayanya akan bisa menghancurkan Sandra dan bisa memfitnah dirinya lagi.
__ADS_1