
Jam makan siang pun tiba, Sandra, Rissa, Natalie, Bagas dan Dimas bergegas keluar kantor menuju restauran yang sudah mereka booking. Mereka tampak akrab padahal baru bertemu, saat mereka berjalan keluar dari lift mereka melihat Rayyan yang tengah berjalan bersama seorang wanita. Dilihat dari penampilannya, Sandra yakin, wanita itu cukup dekat dengan Rayyan.
"Itu tunangannya pak Rayyan," ucap Natalie memberi tahu. Nampaknya Natalie paham dengan raut wajah Sandra yang penuh tanya.
"Ooh pantes mereka jalan nampak dekat," jawab Rissa.
"Siapa namanya Kak?" Tanya Sandra.
"Bu Soffia Agatha, tapi beliau lebih suka dipanggil Soffia," jawab Natalie sambil memasuki mobil milik Dimas, mereka memang memutuskan memakai satu mobil. Mobil Dimas memang jauh lebih besar.
"Bu Soffia emang nggak risih? Liat sekertaris calon suaminya pakaiannya menggoda iman?" entah kenapa, tiba-tiba saja Rissa justru teringat dengan Glenca.
"Bu Soffia tuh orangnya kelewat baik, dia percaya banget sama pak Rayyan dan Glenca, dia yakin Glenca nggak akan goda pak Rayyan," timpal Dimas.
"Padahal dengan cara liat gaya pakaian nya aja udah termasuk ngegoda sih," timpal Bagas.
"Halah loe berdua juga seneng kan liatnya?" Natalie menoyor kepala Dimas dan Bagas, yang selalu saja bersemangat kalau membahas soal sekretaris seksi itu.
"Dia yang mengumbar ya berarti boleh dong dilihat," jawab Dimas seraya tertawa.
"Bu Soffia sebaik itu orangnya?" Sandra justru lebih penasaran soal Soffia, yang tidak lain adalah tunangan Rayyan.
"Iya, bu Soffia itu tuh wanita yang udah paket komplit. Dia baik, ramah, cantik, dan dari keluarga terpandang pula," sudah bukan rahasia umum lagi, soal keluarga Soffia, bahkan pernikahan mereka dan Rayyan saja sudah sangat dinantikan.
__ADS_1
'Tapi kenapa, gue ngerasa bahwa apa yang mereka tunjukkan itu berbeda? Gue ngerasa bahwa mereka menampilkan kepura-puraan semata, nggak ada tatapan cinta yang Rayyan berikan, dan bu Soffia lebih mendominasi,' batin Sandra.
-//-
Weekend harusnya Sandra beristirahat, setelah beberapa hari lelah dengan tugas-tugas di kantor yang seolah tidak ada habisnya, ditambah dengan Sandra yang masi aktif bekerja, meskipun jam kerjanya juga tidak sebanyak sebelum Sandra magang. Namun, hari ini terpaksa dia harus mengesampingkan semua itu, karena hari ini Alby dan Kayla akan menikah. Sandra memutuskan datang agar tidak dianggap belum bisa melupakan Alby, bukan hanya Sandra yang akan datang melainkan keenam sahabatnya juga akan datang menemani Sandra. Mereka mengenakan penampilan terbaik, bahkan dengan sengaja mereka menggunakan mobil sport mereka masing masing.
Sandra dan keenam sahabatnya pun memasuki tempat acara resepsi yang diadakan di salah satu hotel, semua mata menuju pada Sandra dan teman-temannya, bahkan Alby juga nampak terpaku dengan penampilan Sandra yang nampak jauh berbeda, Kayla sampai mendengus kesal melihat Alby yang tidak berkedip menatap mantan kekasihnya itu. Sandra tersenyum smirk, dia dengan sengaja bermaksud mendekat ke arah kedua mempelai, tapi saat Sandra mulai melangkahkan kakinya ingin mendekat ke arah kedua mempelai, langkah Sandra dihadang oleh ibu Kirana yang tak lain mamanya Alby.
"Selamat ya Tante, akhirnya Tante mempunyai menantu yang sangat Tante harapkan," ucap Sandra sambil tersenyum. Sebenarnya, Sandra tengah meledek keluarga Alby yang nampaknya belum tahu soal kehamilan Kayla.
"Oh iya terimakasih ya, Tante nggak nyangka loh kamu mau dateng," ucap Kirana, sangat terlihat dia tidak menyukai Sandra, dan di depan Sandra, dia sangat membanggakan Kayla.
"Harus dong, aku kan mau lihat Alby bahagia," jawab Sandra serya tersenyum sinis.
Saat Kirana hendak menjawab tiba-tiba semua orang dikejutkan dengan Kayla yang pingsan di atas pelaminan, Kirana pun segera mendekat ke arah menantunya tersebut. Sedangkan Sandra dan sahabatnya, hanya menatap tanpa minat.
"Kayla bangun," Alby menepuk pelan pipi Kayla perlahan, namun sama sekali belum ada jawaban.
"Alby, bawa Kayla ke kamar," ucap Fani mamah Kayla, Alby pun mengangkat tubuh Kayla dan membawanya ke salah satu kamar hotel yang sudah di siapkan untuk merea berdua.
"Saya telpon dokter ya Bu Fani?" ucap Kirana sembari mencari kontak dokter keluarga nya.
"Jangan Bu!" cegah Fani dengan cepat.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Kirana heran, pasalnya dia saja yang notabennya hanya ibu mertua, sangat cemas dengan Kayla, karena takut terjadi sesuatu, namun Fani sebagai ibu kandungnya, justru mencegahnya menghubungi Dokter.
"Pasti Kayla hanya lelah, dan biarkan Alby yang mengurus. Jadi sebaiknya kita lanjutkan acara saja, supaya tamu juga tidak berpikir yang bukan-bukan. Soalnya sejak semalam Kayla nggak bisa tidur, jadi mungkin dia lelah," elak Fani, dan tanpa menaruh curiga sedikitpun, Kirana pun mengiyakan pendapat Fani. Mereka berdua mengurus tamu undangan dan mengatakan bahwa Kayla hanya lelah, karena memikirkan resepsi pernikahan membuat jam istirahatnya menjadi berantakan.
Sedangkan Rissa langsung melanjutkan rencana yang sudah dirancang, mereka nampak memanfaatkan situasi yang ada. Rissa mencoba untuk menelpon dokter keluarganya, dan mengarahkan ke hotel ini, Rissa juga meminta Dokter untuk segera datang ke tempat acara resepsi Kayla dan Alby. Beruntung, karena memang Dokter sedang tidak jauh dari tempat acara, Dokter pun menyanggupi dan akan segera datang.
"Gimana?" Tanya Felly.
"Tenang, bentar lagi Dokter datang, dia lagi ada di deket sini soalnya," jawab Rissa, dan membuat mereka pun merasa lega.
Tugas wanita sudah selesai, kini giliran tugas Bima, Angkasa dan Excel yang harus bisa membawa Dokter ke kamar Kayla dan memastikan supaya Dokter bisa memeriksa keadaan Kayla, mereka yakin kedua orang tua Kayla akan terus menahan Dokter untuk tidak melakukan pemeriksaan, karena kedua orang tua Kayla tidak mau kalau sampai besannya tahu rahasia besar putri mereka. Dengan begini, semua rahasia Kayla akan segera terbongkar. Bima diam-diam membuntuti Alby, dan kini dia sudah tahu dimana kamar Alby dan Kayla, sedangkan Angkasa dan Excel menunggu dokter di luar.
"Dokter yang dihubungi oleh Rissa ya?" Tanya Angkasa kepada seorang lelaki paruh baya yang baru tiba. Mereka yakin bahwa itu adalah Dokter yang Rissa hubungi tadi, dan mereka sangat tunggu kedatangannya.
"Iya betul," jawab dokter.
"Kami teman pemilik acara Dok,, mari dokter sudah ditunggu, kita juga harus cari jalan lain, supaya tidak diketahui oleh tamu, soalnya nggak enak Dok, nanti tamunya berpikir yang bukan-bukan," ucap Excel memberikan alasan, Dokter pun nampak percaya dengan alasan yang Excel buat. Kemudianreka berjalan memasuki hotel lewat pintu lain karena takut dilihat oleh kedua orang tua Kayla, dan bisa-bisa rencana mereka gagal.
"Mana Bim, kamarnya?" Tanya Angkasa setelah mereka berhasil memasuki hotel.
"Itu.," tunjuk Bima pada salah satu pintu kamar.
"Silahkan Dokter periksa, nama pasiennya Kayla," ujar Excel menjelaskan.
__ADS_1
"Loh, kalian nggak ikut masuk?" tanya Dokter seketika membuat mereka bertiga gelagapan.