Tentang Luka Dan Cinta

Tentang Luka Dan Cinta
Perkenalan


__ADS_3

"Gue gak suka aja sama cara dia, dia tunangan saat loe masih ada hubungan sama dia, harusnya dia akhirin dulu hubungan loe sama dia," Angkasa ikut tersulut emosi dengan tingkah Alby, karena sudah menyakiti Sandra.


"Tapi ada yang aneh gak sih, Kayla sukanya Angkasa tapi nikahnya sama Alby," ujar Excel.


"Kan Kayla hamil, jadi nggak perduli siapa yang dia nikahi yang penting dia nggak malu kalau sampai ketahuan hamil di luar nikah," ucap Rissa to the point.


"Hust Rissa jangan keras-keras," peringat Natasha. Karena takut didengar oleh orang lain.


"Biarin aja," ucap Rissa cuek.


"Maksud loe Riss?" tanya Angkasa, karena memang para lelaki belum tahu soal Kayla.


"Iya dia hamil, tapi gak tau siapa bapaknya," jawab Felly menyambungkan.


"Alby kali," ucap Excel, dan langsung mendapatkan tatapan sengit dari Bima dan Angkasa.


"Kayaknya bukan. Bukan maksud gue mau belain Alby, tapi gue tahu  sikap Alby, dia bukan tipe cowok kaya gitu," ujar Sandra, dia percaya kalau Alby tidak akan berbuat sejauh itu.


"Jangan-jangan loe As," ucap Natasha pada Angkasa, membuat Angkasa terkejut dan hampir tersedak.


"Astaghfirullah mulut Loe Sha," Angkasa menggelengkan kepalanya.


"Ya, kan siapa tau, di depan kita loe nolak, di belakang loe embat," ujar Rissa dan disambut tawa oleh yang lain.


"Sialan, kena lagi gue," Angkasa hanya menggerutu dan lebih memilih melanjutkan makan siangnya.


-//-


Sandra sudah siap dengan pakaian formal nya, ini adalah hari pertama Sandra  mulai magang, jadi dia tidak ingin terlambat dan membuat kesan buruk pada hari pertama dia magang. Karena keinginannya yaitu, ingin menjalankan masa magang dengan tenang. Sandra sendiri, kini tengah menunggu Rissa di depan apartemen milik sahabatnya itu, karena mereka magang satu tempat, jadi sangat menguntungkan bagi Sandra, setidaknya dia punya teman di sana.


"Lelet lo," maki Sandra pada Rissa, sedangkan yang mendapatkan makian, hanya tertawa tanpa merasa bersalah.


"Sorry , lagian lo cepet banget dateng nya, kaya mau buka gerbang kantor aja," ujar Rissa balik meledek.

__ADS_1


"Ini, kan hari pertama magang, masa udah bikin masalah, kita itu harus menunjukkan citra yang baik, karena kita juga bawa nama baik kampus,” ucap Sandra yang justru terdengar memberi pencerahan pada Rissa, “yuk masuk." ajak Sandra, mereka pun memasuki mobil sport milik Sandra dan melaju menembus keramaian kota.


"San, jantung gue deg-degan deh hari pertama magang," Rissa memegang tepat di jantungnya , entah kenapa, tiba tiba saja nyalinya ciut.


"Udah berdoa aja, semoga atasan kita semuanya baik," hanya itu jawaban yang Sandra berikan.


"Semoga aja, ya." harap Rissa. Akhirnya, mobil Sandra pun tiba di kantor tempat mereka magang. Sebelum memasuki halam kantor, mereka akan berhadapan dengan satpam yang berjaga di depan gerbang. Sandra pun menunjukkan bukti bahwa dia adalah Mahasiswi magang. Setelah itu, barulah Sandra di perbolehakan masuk.


"Yuk turun." ajak Sandra menarik tangan Rissa untuk keluar dari mobil.  Sandra dan Rissa, akhirnya sampai didepan kantor, mereka kembali bertemu dengan satpam jaga.


"Permisi Pak," sapa Sandra dengan sopan.


"Iya Mba ada apa?" tanya satpam, satpam merasa asing dengan wajah Sandra dan Rissa.


"Perkenalkan Pak, saya Sandra dan ini teman saya Rissa, jadi kita ini Mahasiswa magang di sini," ucap Sandra meperkenalkan diri.


"Bisa lihat suratnya?" tanya satpam, Sandra pun memberikan surat tanda bukti bahwa mereka mahasiswi yang akan magang di kantor tersebut.


"Baik Pak, terimakasih," ucap Sandra dengan sopan, mereka pun masuk ke dalam kantor. Sandra dan Rissa mengedarkan pandangan menatap para karyawan yang mulai berdatangan, mereka menatap kagum seluruh karyawan yang mulai berdatangan, dan outfit yang mereka kenakan sangat sopan tapi tetap sylish. Sandra dan Rissa merasa beruntung karena bisa mendapatkan kantor magang yang cukup bonafit. Saat mereka tengah merasa bosan menunggu, tiba-tiba seseorang datang, menyapa mereka berdua.


"Anak magang ya?" tanya seorang wanita, yang diyakini adalah salah satu karyawan di kantor itu.


"Iya Bu," jawab Sandra dan Rissa bersamaan.


"Saya yang akan membimbing kalian selama magang disini, lebih dulu perkenalkan, saya Nisa," mereka pun berjabat tangan dan saling mengenalkan diri masing-masing.


"Ya sudah, kita berkeliling kantor dulu, saya perkenalkan bagian-bagiannya, sambil kita tunggu pak Direktur kita datang," ucap Nisa, kemudian dia membimbing Sandra dan Rissa untuk keliling kantor, sekedar memperkenalkan satu persatu ruangan.


"Baiklah, Sandra dan Rissa sekarang kita ke ruang pak Direktur utama kita ya," ucap Nisa, karena pemimpin perusahaan sudah datang.


"Baik Bu," jawab Sandra dan Rissa bersamaan. Di sini, mereka berdua nampak semakin nerveous, dalam pikiran Sandra, pimpinan di perusahaan ini adalah lelaki tua dengan perut buncit. Mereka berdua memang belum bertemu dengan pimpinan perusahaan, karena mereka hanya membawa surat permohonan, dan beberapa hari kemudian mereka mendapatkan jawaban bahwa mereka diterima.


"Jangan terlalu formal, panggil Kak aja," pinta Nisa sambil tersenyum ramah. Dia memang masih muda, usianya masih sekitar 26 tahun, tapi jenjang karirnya memang sudah cukup bagus.

__ADS_1


"Baik Kak," jawab Sandra dan Rissa bersamaan, mendapatkan sambutan yang baik dari Nisa, membuat Sandra dan Rissa nampak bernapas lega, karena setidaknya mereka menemukan seseorang yang baik.


"Nah pintar, ya udah yuk." Nisa pun memimpin jalan untuk menuju ruangan CEO.


Tok..tokk..Nisa mengetuk pintu dengan sopan.


"Masuk!" sahut suara dari dalam ruangan tersebut.


"Pagi Pak," sapa Nisa dengan sopan.


"Ada apa?"


"Ini mahasiswi yang magang sudah datang Pak," jelas Nisa.


"Baiklah, persilahkan mereka masuk," Sandra dan Rissa pun masuk ke dalam ruang CEO, SAndra melihat ruangan yang luas,warna abu abu dan putih mendominasi di ruangan ini. namun, yang lebih mengejutkan, rupanya pemimpin perusahaan ini, tidak seburuk yang Sandra bayangkan, bahkan Sandra akui, lelaki itu terbilang tampan.


"Glenca kamu bisa keluar," ucap laki-laki yang disinyalir adalah CEO perusahaan itu.


"Baik pak permisi," ucap Glenca, dengan langkah yang berlenggak-lenggok bak model.


"Duduk lah." titah sang CEO. Sandra, Rissa dan Nisa pun duduk di kursi sofa yang memang ada di  dalam ruangan.


"Jadi kalian, Mahasiswi yang akan magang di kantor ini?"


"Benar Pak," jawab Sandra dan Rissa.


"Baiklah perkenalkan saya Rayyan Orlando CEO diperusahaan ini," ucap Rayyan sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Cassandra Alexander, Pak," ucap Sandra membalas uluran Rayyan dengan sopan.


"Saya Rissa Kheil, Pak," ucap Rissa, bergantian menjabat tangan Rayyan.


"Selamat datang, dan selamat bergabung, di sini kalian akan ditanggung jawabi oleh Nisa selaku kepala divisi kreatif," ujar Rayyan menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2