
"Loh, kalian nggak ikut masuk?" tanya Dokter seketika membuat mereka bertiga gelagapan.
"Nggak bisa Dok, tugas kami memang cuman sampai di sini, dan kami diminta untuk berjaga supaya tidak ada tamu yang melihat Dokter," kembali Excel memberikan alasan, sepertinya dia yang paling pandai membuat skenario.
"Oh begitu, ya sudah kalau begitu saya permisi," Dokter pun melangkah menuju kamar Kayla dan Alby. Saat Dokter datang, tentu saja Alby tidak curiga, karena dia pikir Dokter datang atas undangan orang tuanya, atau orang tua Kayla.
Sedangkan Natasha kini mendekat ke arah Kirana setelah mendapat kabar bahwa Dokter sudah sampai di kamar Kayla.
"Tante, tadi saya dapat pesan dari Alby katanya Tante di suruh ke kamar Kayla dan Alby," ujar Natasha bohong, padahal ini adalah skenario untuk membongkar semua rahasianya di hadapan keluarga.
"Oh iya? makasih ya?" ucap Kirana, Fani pun mengikuti langkah Kirana karena takut terjadi sesuatu pada putrinya. Sedangkan Sandra tersenyum puas melihat pemandangan ini. Dia yakin, sebentar lagi semua kebohongan Kayla akan terbongkar.
"Om Haryanto, maaf saya dapat pesan dari Alby, katanya Om di suruh ke kamar Kayla sama Alby," ujar Felly pada papah Alby. Ini semua juga sudah mereka rencanakan, mereka sudah berhasil mengumpulkan kedua orang tua Alby dan Kayla, supaya bisa mendnegar secara langsung hasil pemeriksaan Dokter.
"Oh baiklah, terimakasih," Haryanto pun bergegas pergi ke kamar Kayla dan Alby, bersama Dias yang tak lain papah Kayla, karena memang pada saat itu Haryanto tengah bersama Dias.
"Kerja bagus," ucap Sandra pada teman-temannya. Mereka tinggal menunggu hasil dari pengamatan Bima, Excel dan Angkasa.
Saat ini Dokter tengah memeriksa keadaan Kayla, beberapa kali Dokter mencoba memeriksa, dan hasilnya masih tetap sama. Namun, betapa terkejutnya Fani dan Dias melihat ada dokter di kamar pengantin anaknya. Tentu saja, mereka terkejut, karena itu berarti rahasia besar yang disimpan rapat-rapat akan segera terbongkar. Fani tidak mau kalau putrinya harus hidup menjanda, apalagi belum genap satu hari mereka menikah.
"Alby, siapa yang panggil DOkter?" tanya Fani, sebab tadi dia sudah melarang KIrana melakukannya.
__ADS_1
"Aku pikir, ini Mamah yang hubungin Dokter," jawab Alby bingung.
"Jeng Kirana hubungin Dokter?" tanya Fani setenagh berbisik.
"Enggak, kan udah dilarang sama jeng Fani," jawab Kirana, dan mambuat FAni justru bingung.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" Tanya Alby cemas.
"Istri bapak kelelahan, itu semua wajar kok Pak, karena bawaan dari kandungannya juga," jelas Dokter.
"Kan-kandungan?" Tanya Kirana terbata, bukan hanya Kirana, namun Alby juga bingung. Padahal selama ini mereka tidak pernah melakukan hal sejauh itu.
"Betul Bu, ibu Kayla kini tengah mengandung, dan saya prediksi usia kandungannya, sudah memasuki usia 4 Minggu" jawab dokter, "nanti saya resep kan vitamin ya Pak, dan jangan lupa untuk check up ke Dokter kandungan," jelas dokter memberikan saran pada Alby.
Kirana dan Haryanto menatap kedua orang tua Kayla dengan pandangan bertanya, selama ini, mereka bilang kalau Kayla adalah wanita baik-baik, dan berkata bahwa Kayla anak rumahan yang jarang keluar malam. Bahkan Kayla selalu membanggakan dirinya jauh berbeda dengan Sandra, yang bekerja sebagai DJ dan berteman dengan teman-teman yang selalu saja pergi ke club malam dan mabuk. Namun nyatanya, sekarang mereka mendapati hal yang begitu menyakitkan, dan jauh dari apa yang Kayla dan keluarganya ceritakan.
"Ini anak siapa?" Ucap Alby menahan amarahnya.
Fani memandang Dias, seolah meminta pendapat, dan Dias menganggukkan kepalanya, karena tidak ada yang bisa disembunyikan lagi, "Al-Alby maaf," ujar Fani terbata, dia takut jika akhirnya ALby akan langsung menceraikan Kayla, padahal pernikahan mereka belum genap sehari, bahkan acara juga masih berlangsung.
"Maaf? Jadi kalian sudah tahu soal kondisi Kayla yang sedang hamil?" Kirana, menatap besannya dengan penun kekecewaan.
__ADS_1
"Iya kami sudah mengetahui nya, kami benar-benar minta maaf," ucap Dias sembari menundukkan wajahnya malu.
"Alby, saya mohon jangan ceraikan Kayla ya, kami akan wariskan harta kami untuk kalian, karena Kayla anak tunggal kami, perusahaan dan semuanya akan menjadi milik kamu juga, tapi tolong jangan ceraikan Kayla," ucap Fani dengan nada memohon. Dia sengaja mengimingi harta, demi Alby masih mau menjadi suami Kayla, dan nama baik keluarga besar Kayla akan tetap terjaga.
"Bagaimana pun ini namanya penipuan Bu Fani, Pak Dias," ucap Haryanto tak terima.
Mendengar penuturan Fani yang berjanji akan mewariskan harta dan perusahaan mereka kepada Kayla dan Alby, Kirana pun tak tinggal diam, "Tidak, Alby tidak boleh bercerai dengan Kayla, mereka baru saja menikah. Apa jadinya kalau mereka bercerai, mau ditaruh dimana muka kita. Mamah yakin, semua ini bisa dibicarakan baik-baik Yah," ucap Kirana.
Alby terkejut mendengar penuturan Kirana, " Tapi Mah. Kayla sudah mengandung anak orang lain, Alby nggak bisa terima ini," ucap Alby menolak.
"Mamah mohon Alby, Mamah akan sangat malu kalau sampai kamu melakukan itu. Terima saja anak Kayla, sayangi anak itu seperti anak kamu sendiri, kamu bisa kan?" Tanya Kirana dengan tatapan memohon
Haryanto menatap istirnya dengan tatapan heran, dia bahkan tidak menyangka sang istri bisa meminta hal itu dengan begitu mudah. "Mamah gila? Mamah mengorbankan Alby hanya untuk menutupi aib Kayla?" tanya Haryanto tak percaya.
"Pak Haryanto, kami tahu kami bersalah karena menutupi hal ini, kami mohon jangan ceraikan Kayla. Lagi pula, jika Alby menikah dengan Kayla, dia bisa mengembangkan bisnisnya, semua harta kami akan diwariskan untuk Kayla, dan ALby jelas akan menikmati semuanya," ucap Dias dengan nada memohon.
"Alby saya mohon," Dias beralih kepada Alby, tatapan matanya begitu sendu, membuat ALby juga merasa tidak tega. Tapi sakit hati dan kecewa karena merasa ditipu masih begitu besar di hati Alby.
Tak lama Kayla mulai menggerakkan jemarinya, dan perlahan dia membuka matanya, pemandangan yang pertama Kayla lihat adalah suami, serta kedua orang tuanya dan kedua mertua Kayla.
"Mas Alby, Mamah, Papah," ucap Kayla, dia memegang kepalanya yang masih terasa pusing, namun ada hal lain yang membuat Kayla merasa ada yang aneh, Alby menatap Kayla dengan raut kekecewaan, jauh berbeda dengan tatapan mata Alby saat di resepsi pernikahan mereka tadi.
__ADS_1
"Mah, Pah ini ada apa?" Tanya Kayla, dia memegang kepalanya yang masih merasa pusing.
"Anak siapa yang ada dalam kandungan kamu?" Tanya Alby dengan menahan amarahnya.