Tentang Luka Dan Cinta

Tentang Luka Dan Cinta
Kita sudah selesai


__ADS_3

"Karma itu ada Alby," lirih Sandra, 'lo nggak berhadapan sam gue, tapi lo langsung berhadapan sama karma,' batin Sandra. Dia pun segera menghampiri kembali ketiga teman-temannya yang duduk di meja lain.


"Pengen gue tonjok muka si Alby," ucap Risa penuh emosi. Sedari tadi, dia sudah menahan gemuruh dalam dadanya, rasanya sangat tidak terima melihat sahabatnya diperlakukan dengan tidak adil dan seolah dicampakkan.


"Gue pengen Jambak tuh cabe-cabean," ucap Felly menimpali.


"Gue bantu Fel," Natasha pun mendukung sahabtnya yang lain.


"Kenapa sih, lo  ngasih testpack nya ke Kayla?" tanya Felly, padahal dia ingin menggunakan testpack itu untuk balas dendam. Ketiga sahabat Sandra memang tahu soal terstpack itu, karena saat itu mereka juga melihatnya.


"Jadi itu anak Alby?" tanya Natasha, "soalnya mereka tiba-tiba tunangan," lanjutnya.


"Kayaknya bukan, gue nggak yakin banget itu anak Alby. Gue jelas kenal dia, gimana wataknya, tapi kalau soal Kayla, gue yakin dia hamil sama cowok lain," jawab Sandra dengan penuh keyakinan.


"Loe gak sedih?" tanya Felly pada Sandra. Semua sahabat Sandra tahu, berapa lama hubungan itu terjalin, dan kini harus hancur karena Alby mengkhianatinya.


"Pasti ada, tapi gue sadar kalau gue tetep lanjutin hubungan ini gue tekanan batin sama orang tuanya. Mereka bener-bener benci gue, dan nggak akan mulus, kalau menikah pun yang ada gue jadi menantu yang tersakiti," jawab Sandra sembari tertawa.


"Loe gak ada niatan buat ngasih tahu Alby masalah ini? Soal kehamilan Kayla, gue yakin kalau Alby tahu Kayla hamil, pasti dia nggak akan mau nikah sama Kayla," ujar Rissa.


"Enggak, yaa setau gue sih kalau orang mau nikah mesti ngelakuin beberapa tes kesehatan dulu termasuk tes urine, jadi pasti nanti mereka ketahuan kok," jawab Sandra.


"Udah lah biarin aja, anggap aja karma. Keluarga Alby cuman bisa nilai orang dari penampilan, mereka nggak pernah bisa menilai seseorang dari sikap dan adab," jawab Rissa dengan bijak.

__ADS_1


"Ya ampun, omongan lo Ris, bermakna banget," ujar Natasha seraya tertawa kecil. Rissa yang diledek justru hanya mencebikkan bibirnya kesal.


"Ya udah, dari pada bahas soal Alby dan cewek jadi-jadian itu, mending sekarang kita have fun, menikmati masa-masa kita, yang bentar lagi bakalan jauhan," usul Felly.


"Ya udah yuk." ajak Sandra bersemangat. Mereka pun mulai menuju ke salah satu mall, untuk bermain sekaligus membeli beberapa kebutuhan magang mereka.


"Gak nyangka ya kita bentar lagi magang," ucap Sandra sambil berjalan menenteng barang belanjaannya yang cukup banyak.


"Oh iya San, selama magang lo masih mau kerja?" tanya Rissa, hal itu juga menjadi pertanyaan penting bagi semua sahabatnya.


"Rencananya masih, tapi gue ngurangin job," jawab Sandra, dia memang sudah membicarakan hal ini satu bulan sebelum magang, dan Bima setuju. Bahkan mulanya Bima menyarankan supaya Sandra cuti, akan tetapi Sandra menolak dengan alasan, musik adalah hidupnya.


"Emang dibolehin sama bokap atau nyokap lo?" tanya Felly penasaran.


"Ngomong-ngomong soal bokap, bokap tiri loe tahu loe mau magang?" tanya Rissa.


"Tau, dia malah nawarin buat gue magang di sana, tapi gue jawab udah dapet tempat magang. Bahkan dia udah tanya dari beberapa bulan lalu," jawab Sandra.


"Loe beruntung, loe bisa dapetin bokap tiri yang sayang dan peduli sama loe San. Bisa terima ibunya, dan juga anaknya, bokap lo bener-bener orang tua sambung yang baik," ucap Natasha memuji Gema.


" Iya gue bersyukur, tapi kalau boleh memilih, gue pengen kedua orangtua gue kumpul, nggak pisah kaya gini, karena biar bagaimanapun orang tua kandung lebih dari segalanya, yaa meskipun gue sering debat sama bokap masalah kerjaan gue tapi gue yakin dia ngelakuin itu karena dia khawatir sama gue," jawab Sandra.


"Tapi, kembali pada takdir. Mungkin memang takdir jodoh orang tua gue nggak lama, hanya sajam gue harap, gue bisa selalu sabar dalam menghadapi semuanya," harap Sandra.

__ADS_1


-//-


Hari ini Sandra masih berangkat ke kampus untuk pembekalannya besok ketika magang, Sandra tengah memarkirkan mobilnya diparkiran kampus, saat Sandra baru saja keluar dari mobil dan tengah berjalan, tiba-tiba ada yang membekap mulut Sandra dan dibawa masuk kedalam mobil. Suasana parkiran yang sepi karena masih cukup pagi, membuat Sandra sulit untuk meminta tolong. Tapi saan Sandra sudah tahu mobil tersebut, Sandra nampak tenang, karena dia tahu siapa orang itu.


"Ada apa lahi sih," ketus Sandra dia bahkan menatap tajam ke arah Alby. Ya seseorang yang membekap Sandra adalah Alby, mantan kekasihnya.


"Kita perlu bicara," ucap Alby. Sandra hanya bisa tertawa sinis, dia bingung dengan sikap Alby, padahal baru kemarin dia datang dan memutuskan hubungan, namun Alby kembali datang dan ingin bicara.


"Nggak ada yang perlu kita bicarakan lagi," ucap Sandra dengan tegas sambil ingin membuka pintu tapi ditahan oleh Alby.


"Ada San," ucap Alby kekeuh. Sandra memutar bola matanya malas, akhirnya dia menyerah. "5 menit dari sekarang," putus Sandra.


"Kamu bisa gak sih nggak egois? " tanya Alby, membuat Sandra mengernyitkan kening.


Sandra tertawa sinis seraya  bersedekap dada. "Egois? dari mananya kamu bilang aku egois?" tanya Sandra meminta penjelasan. Selama ini, dia yang harus selalu mengerti tentang Alby, bahkan saat Alby memutuskan dirinya dengan alasan sudah bertunangan Kayla, Sandra tidak banyak menuntut. AKhirnya dia ikhlas melepaskan Alby.


"Aku udah suruh kamu berhenti dari pekerjaan kamu," ucap Alby marah, dia terus saja memojokkan Sandra dan menyalahkan Sandra atas kandasnya hubungan mereka. Padahal sudah jelas, ketika Alby bertemu dengan Sandra dan mengajak Sandra menjalin hubungan, Alby tahu jelas apa pekerjaan Sandra.


"Kamu siapa? Dulu waktu aku ketemu kamu, bukannya aku udah bilang, kan kalau aku seorang DJ dan kamu bilang kamu terima aku apa adanya, tapi apa buktinya? Bohong!" teriak Sandra kesal dan penuh emosi.


"Ya itu dulu waktu kita pacaran San, untuk kejenjang selanjutnya orang tuaku gak setuju karena pekerjaan kamu, aku udah bilang agar kamu berhenti," ucap Alby masih kekeuh.


"Siapa juga sih yang mau secepatnya nikah sama kamu, aku udah bilang hubungan ini masih terlalu jauh. Aku juga udah bilang, kalau aku akan berhenti dari pekerjaan ini, tapi bukan sekarang," jelas Sandra membela diri.

__ADS_1


"Lalu, apa kalau aku berhenti jadi Dj orang tua kamu bakal setuju?" tanya Sandra, Alby hanya diam, dia tidka tahu apakah kedua orang tuanya benar-benar akan menerima Sandra atau tidak, karena yang dia tahu, soal perjodohannya dengan Kayla, sudah dibicarakan sejak lama.


__ADS_2