
"Lis.. kita akan kemana??" Tanya Fiona membuka suara.
"Kita ke Mount Ainslie, kita bicara disana!"
Jerry langsung melesat menuju Mount Ainslie, ia terletak di Australian Capital Territorry (ACT) pinggiran Timur laut Canberra, tempat yang sangat bagus untuk setidak nya menenangkan fikiran.
Begitu tiba disana, Lista keluar duluan dari mobil ia berjalan sedikit ke pinggir tebing, ia memejamkan matanya, menghirup udara sejuk disekitar dan membuang nya dengan kasar.
"Lis.." Pnggil Fiona.
Lista menoleh kebelakang, disana sudah ada Jerry dan Teo juga.
"Gue.. Minta maaf!" Lista menundukan pandangannya. Berat sekali rasanya jika harus membuka rahasia nya selama ini, apakah mereka bisa dipercaya? Mommy bilang sulit untuk bisa percaya dengan siapapun meski itu sahabat sendiri, karena kebanyakan musuh tercipta disebabkan hubungan yang pernah terlampau dekat.
"Lis.. gue ngerti ada sebab kenapa selama ini Lo gak pernah cerita ke gue! kalau Lo masih belum mau untuk berbagi gak apa Lis, gue gak akan maksa, dan juga gue gak akan pernah untuk cari tau apapun itu!" tutur Fiona.
"Fi.. gue minta maaf terutama sama elo, gue takut.. ini akan jadi masalah kalau sampai Lo tau sebelum waktunya!"
"Enggak masalah Lis.. gue ngerti, kapanpun elo mau cerita gue siap!" Fiona tersenyum, emang sebenarnya Fiona kepo setengah mati siapa sebener nya seorang Callista Quinza ini.
"Jadi apa rencana lo selanjut nya Lis?" tanya Fiona.
"Teo! apa kalian jadi eksekusi Kevin!" Lista berbalik bertanya pada Teo.
"Seperti nya rencana kita harus kita undur dulu Quin! karena 2 minggu lagi peragaan busana rancangan mu akan kita resmikan! Dan kita membutuhkan Kevin disana! kau bisa membuktikan jika kau mampu berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun, dan publik juga akan tau kalau hubungan kita murni atas dasar kerja sama antar perusahaan !"
"Iyaaa aku lupa jika brand itu akan lounching 2 minggu lagi"
'Dan juga itu bertepatan dengan ulang tahun ku yang ke 28 tahun, Daddy dan Mommy akan kembali' lanjut nya dalam hati.
"Quin.. apa kau keberatan?"
"Tidak Teo, lakukan rencana awal kita, aku akan cari cara untuk mengeksekusi Kevin sendiri setelah nya!"
"Jangan gegabah Quin, aku tak ingin melihat mu celaka!"
"Aku bisa menjaga diriku sendiri Teo, menjaga 10 orang sepertiku pun aku sanggup!"
"Cih!! lagu lo udah kayak anak nya Mafia aja!" Cibir Fiona.
"ngomong-ngomong anak Mafia, kalian pada tau gak, siapa putri dari Abraham Williams?" tanya Jerry, sementara Teo melirik ke arah Lista, merasa dilirik, Lista langsung membuang muka kearah lain.
"Siapa Abraham Williams?" tanya Fiona penasaran, mendengar nama nya saja baru kali ini.
__ADS_1
"Williams itu Klen Mafia terbesar yang masih aktif hingga sekarang!"
"Hah! Serius Jer, masih ada gitu Mafia begitu zaman sekarang?"
"Ya masih lah, anggota nya tersebar diseluruh dunia, tapi ni Abraham keren loh, Istri nya juga keren banget pasti anak nya juga sama!"
"Keren apaan sih Jer, serem pasti! gak ngebayangin gimana jadi anak nya atau jadi menantu dari keluarga Williams itu! Ih.. bayanginnya aja gue ngeri!" Fiona menaikan bahunya.
Gleek...
Lista menelan salivanya kuat.
'Fi.. anaknya Abraham Williams itu gue! apa lo setakut itu sama keluarga kami!' batin Lista dalam hati.
Teo memperhatikan gerakan Lista sedari tadi.
**
Malam hari, Kevin berdiri mondar mandir di balkon mansionnya. Ia memikirkan bagaimana cara nya menghancurkan Callista.
"Bodoh sekali aku! kenapa aku tidak menyiksa nya lebih parah saat ia bersama ku kemarin atau aku sekalian saja membunuhnya! SIAL!! SIAL!!" Umpat Kevin, ia meninju diudara untuk melampiaskan kekesalannya.
"Kau terlalu berbaik hati padanya Vin!" Jimy yang bari saja datang ikut menyuarakan pendapat nya.
"Lo!! bukannya selama ini lo itu ada dipihak nya! Cih!" jawab Kevin ketus.
"Maksud Lo?" Kevin menautkan alisnya.
"Lo tau siapa yang beli saham Dauren's Com??"
"Monalisa kan??"
"Dia itu Calliana tante nya Callista!"
"Apa??" Teriak Kevin kencang
"Sejak kapan Lo tau?" tanya Kevin.
"Gue baru tau, baiknya lo habisi aja sih Lista! Gue punya kontak Asisten Black King, Lo tau dia itu penembak paling jitu di negara kita, dia pernah gabung sama Klen Mafia terbesar dikota ini, kemampuannya gak usah ditanya deh!" Jimy menyulut rokok nya.
"Lo yakin Black King gak akan bocori identitas kita?"
"Santai aja, identitas kita aman!"
__ADS_1
"Dia bisa dipercaya kan Jim??"
"Lo tenang aja, dia ni terkenal dengan keloyitasannya, asal kita kasih harga fantastis gak bakalan dia nolak!"
"Apa udah pasti itu bakal berhasil Jim?"
"Vin, dia itu pembunuh paling brutal yang gue tau, jadi gak mungkin si Rubah itu bakal lolos!" Jelas Jimy, ia berharap Lista benar-benar pergi dari sisi Kevin selama nya.
"Lo hubungi dia! secepat nya lakukan itu!" Kevin menyeringai licik.
'Kau akan tamat Lis.. benar-benar tamat, gue akan jadi orang pertama yang akan pura-pura sedih di hadapan jenazah Lo, dan kau Calliara, dendam Ibuku terbayar sudah dengan hilang nya anak mu dari dunia ini!' monolognya dalam hati.
**
Disebuah ruangan nampak laki-laki duduk menatap kearah luar jendela sambil menghisap rokoknya.
"King ada mangsa baru masuk, ini data orang yang harus di eksekusi!" ucap asisten King.
'Callista'
"Siapa orang yang ingin dia lenyap?"
"Kevin Lano Alberto! Mantan suami nya!"
King mengepalkan tangan kuat, suasana dalam ruangan itu mendadak dingin, seperti sedang berada di kutub utara.
"Tolak!"
"Kenapa King? bayarannya sangat fantastis!"
"Apa aku perlu menjelaskan padamu?" ucap King dingin..
"Ti-dak King!" ia langsung keluar dari ruangan itu.
'Kevin Lano Alberto! seperti nya kau sudah bosan untuk menikmati dunia ini!' monolog King geram.
Sementara itu di Mansion Kevin.
"Brengsek sekali Black King ini! kenapa dia menolak ku!" teriak Kevin emosi.
"Aku juga heran, padahal bayaran yang kita tawarkan begitu fantastis, jual mahal sekali dia!"
"Sudahlah, kita selesaikan dulu kontrak kerjamu dengan grup Adelio, setelah itu kita pikirkan bagaimana mengatasi Lista, aku tak terima kontrak manapun sebelum kita menyelesaikan urusan dengan rubah betina itu!" ucap Jimy.
__ADS_1
Kevin berfikir keras, seorang Black King tak menerima tawaran darinya, ia pasti bukan orang sembarangan, atau jangan-jangan si Black King itu mengenal Lista.
'Callista Quinza, ternyata kau sengaja menerima tawaran kerja sama dulu, karena kau ingin mengambil alih Dauren's Company?? Licik sekali! akan kupotong lidah dan tangan mu yang sudah berani bermain-main dengan seorang keturunan Alberto!' batinnya dalam hati.