
Teo yang menatap sang pujaan hati, tidak berkedip sama sekali, ia benar-benar terpana melihat kecantikan dari calon istrinya itu.
Tak hanya Teo yang terpana, Jerry juga terpana melihat Fiona yang malam ini sangat cantik.
"Eehem!" Kali kedua Abraham berdehem, ia sengaja menggoda Teo. Black King, laki-laki bertopeng yang selalu ditakuti banyak musuh nya itu, kini sebentar lagi akan menjadi menantu nya.
Abraham teringat kembali saat dulu ia melamar Calliara, bahkan Ayah nya sempat tak mau merestui hubungan kami karena Abraham seorang Mafia kelas atas, pekerjaan nya hanya bertarung dan membunuh. Namun berkat kegigihan mereka berdua, akhirnya sang mertua mau juga merestui pernikahan mereka.
"Apa putriku terlihat Cantik King?" tanya Abraham pada Teo, ia mengedip kan sebelah mata nya untuk menggoda sang menantu.
"Sangat cantik, aku begitu terpesona tuan!" jawab Teo jujur,
"Hahahaha!"
Teo tersadar begitu mendengar gelak tawa dari seorang Abraham Williams. Ia sedikit malu, pada Ayah dari seorang gadis yang ia cintai.
Callista duduk tepat disebelah Ibu nya, diapit oleh Calliana Tante nya. Ia menatap sekilas ke arah Teo. Ia menjadi sangat malu kala Teo menatapnya dengan penuh cinta seperti itu. Pandangan mereka bertemu, cukup lama.
"Tuan Williams, maksud dan tujuan kami datang kesini yaitu untuk melamar putri anda, Callista Quinza, untuk menjadi istri dari cucu saya yang sudah perjaka tua ini, karena menunggu putri anda, apakah lamaran kami diterima Tuan dan Nyonya?" tanya Nenek Nathalie yang sudah memulai percakapan serius mereka.
"Apa aku bisa menolak, kala yang melamar putriku adalah seorang Black King Nyonya Nathalie?"
"Kau ini bisa saja Tuan, jadi apakah lamaran Teo diterima?"
"Aku serahkan semua jawabannya pada putriku seorang, aku percaya apa yang membuatnya bahagia, itulah kebahagian kami!" jawab Abraham.
Semua mata kini tertuju pada Lista, mereka menanti dengan harap-harap cemas, meskipun Abraham tau jika Callista pasti akan menerima lamaran dari Teo.
"Aku menerima!" jawab Lista singkat, padat dan jelas. Semua orang bertepuk tangan bahagia. Terutama Teo, ia melirik Lista memberi nya kode untuk mau bicara berdua dengannya.
"Emm .. Tuan Williams.. Eh .. Daddy, bolehkah aku mengajak putri mu yang cantik ini bicara berdua saja sebantar?" tanya Teo.
"Boleh silahkan, ditaman belakang saja!"
Teo dan Lista berjalan beriringan menuju taman belakang. Sesampai nya disana, Teo sudah lebih dulu duduk di bangku taman, Lista pun menghampirinya dan ikut duduk bersama Teo.
"Kau terlihat sangat cantik Quin!"
"Really?"
__ADS_1
"Yah .. Aku sampai tak mau lepas menatap mu, aku ingin segera menculik dan membawa mu pulang ke mansion Adelio!" Teo menggapai tangan Lista, menggenggam nya dengan erat dan menciumnya.
"Apa kau mencintaiku Teo?" tanya Lista.
"Apa pertanyaan mu sungguh harus ku jawab Quin?"
"Jawab saja, aku perlu diyakinkan berkali-kali."
Teo memeluk Lista dari belakang, wajah nya ia sembunyikan di ceruk leher milik Lista.
"Aku sudah mencintai mu sejak aku masih 15 tahun, 20 tahun Quin.. 20 tahun aku memendam rasa cinta untuk mu! Apa itu masih belum cukup untuk mu?" terang Teo.
"Selama itu?? why??"
"Mencintai itu tidak memerlukan alasan, cinta itu tumbuh, aku selalu menjaga, merawat dan menyemai nya agar ia tumbuh menjadi bunga cinta yang indah, dan kini, semua itu menjadi nyata kan Quin!"
"Apa kau bahagia?"
"Aku sangat lah bahagia, tapi ... Apa kau juga bahagia?"
"kau mau aku jujur atau bohong!"
"Jujur!"
"Lalu kenapa kau bertahan hingga 4 tahun,bukankah misi mu sudah selesai? kenapa harus selama itu kau bertahan dengannya!"
"Entahlah apa yang aku harapkan dulu, mungkin aku mengharap kan hatinya untuk mencintaiku juga, apa kau cemburu?"
"Tidak sama sekali!"
"Sungguh?"
"Pertanyaan macam apa itu! , bisa saja saat ini aku mencincang habis tubuh nya, Agar kau tidak bisa lagi mengingat diri nya!" Teo nampak sedikit merajuk. Jelas saja dia marah, saat ini mereka tengah duduk berdua, tapi yang dibahas justru malah mantan suami nya.
"Aku lupa jika kekasihku sekarang seorang Mafia, Black King!" ejek Lista dengan menarik sudut bibir nya, menciptakan lengkungan senyuman yang begitu menawan.
"Kau harus selalu ingat jika sekarang aku calon suami mu Quin, aku tidak mau, jika kau membahas orang lain, atau masa lalu mu dihadapan ku, aku tidak suka!" Teo melepaskan genggaman tangan nya ke Lista, entah ia sungguhan marah atau tidak, tapi wajah Teo kini memang agak sedikit kesal.
"Sayang, jangan marah begitu, maafkan aku .. Aku tidak sengaja membahas laki-laki yang hobi main celap celup sana sini itu!" bujuk Lista yang menampakan mata puppy eyesnya.
__ADS_1
Kalau sudah begini, tidak mungkin Teo tega untuk merajuk lama-lama pada Lista.
"Ya sudah, jangan bahas dia .. Lebih baik kita bahas soal kita saja!"
"Oke .. Apakah setelah menikah kita akan tinggal di mansion Adelio?" tanya Lista..
"Kalau kau suka, kita bisa tinggal disana, jika tidak, aku pun sudah menyiapkan mansion untuk mu."
"Oh ya... Dimana?"
"Ada... Disuatu tempat, kau pasti akan suka!"
"Tapi aku ingin tinggal dulu bersama nenek, iya kita akan bulan madu kemana?"
"Kau ingin kemana?"
"Kejepang gimana?? ini lagi pas banget sama musim bunga sakura, aku ingin melihat nya Te!"
"Oke-oke permintaan Quin ku akan aku laksanakan!" Teo menciumi pipi Lista dengan gemas, Bahakan sepanjang pembicaraan mereka, pelukan itu tidak pernah Teo lepaskan dari sana.
"Eeehheem! Apa kau setuju jika kita merencanakan pernikahan mereka 1 minggu lagi Nyonya Nathalie?" Abraham mengagetkan Teo dan Lista, seluruh keluarga ada disana, membuat Teo dan Lista merasa malu.
"Kau benar tuan Abraham, seperti nya mereka sudah tidak sabar untuk menikah kan?" timpal nenek Nathalie.
"Daddy?? Sejak kapan kalian ada disana?" tanya Lista malu.
"Sudah sejak tadi kami disini, kalian saja yang asyik dengan Dunia kalian sendiri!" jawab Alex.
Jason Dan Calliana saling memberikan kode.
"Kau lihat mereka, aku juga ingin honey!" bisik Liana pada Jason.
"Sabar lah dulu sayang, sebentar lagi kita juga akan menikah!"
Calliara yang mendengar sang adik tengah beebisik-bisik pada Jason pun menyadari suatu hal.
"Siapa yang mau menikah?" tanya Calliara pura-pura bodoh.
"Kakak, emmm Anu..._"
__ADS_1
"Kami yang akan menikah kakak ipar, tolong beri restu pada kami!" sambar Jason memberanikan diri.
"Jason kau??"