
Akhir nya Lista memutuskan untuk mengantarkan bekal makan siang untuk suami nya sendiri ke kantor. Sudah lama juga ia tak berkunjung kesana.
Sebelum pergi ke Adelio Group, Lista mampir sebentar di QCL, untuk memastikan sesuatu dulu. Cukup lama Lista berkutat dengan laptop nya, seebentar lagi ia dan suami nya akan meluncurkan karya terbaru mereka, dengan tema cinta. Namun kanidat model yang masuk sungguh membuat mood Lista hancur.
“Mela, memang nya gak ada model lain, kenapa harus ada Feronica disini?”
“Maaf Bu, model lain sudah tanda tangan kontrak dengan brand lain di tanggal yang telah kita tentukan,”
“Kalau gitu kita rubah jadwal nya!”
“Seperti nya susah Bu, Feronica itu saran dari Papa nya, karena keluarga mereka juga mempunyai saham di Adelio Group, saya sudah pernah membahas ini dengan tuan Teo, namun beliau bilang, tidak masalah, karena kita harus profesional dalam pekerjaan!” Lista berdecih sebal dengan keputusan Teo yang sepihak, kenapa dia tidak kompromi dulu dengan diri nya kalau akan merekrut Fero!
“Yasudah, saya mau menemui suami saya mel, kamu urus sisa nya ya?”
“Baik Bu,”
“Jangan lupa Desain yang saya kasih, serahkan pada tim produksi, lusa kita harus meninjau jenis bahan nya.” Lista meraih tas jinjing nya, kemudian pergi menuju parkiran.
Sesampainya di Adelio Group, Lista langsung turun dan disambut hangat oleh adik ipar sekaligus sekretaris Teo, siapalagi kalau Bukan Jerryno.
“Siang kakak ipar? tumben kesini!” tanya Jerry ramah,
“Siang Jerr, Dimana bos mu!”
“Ada diruangan nya kak, mari aku antar.”
Saat Lista dan Jerry hendak menaiki lift khusus CEO Adelio, mereka berdua terkejut karena melihat Fero ada didalam sana.
Ia menatap Lista dengan seringai dan senyuman licik nya.
“Jerr, ngapain di ulat bulu itu disini?” Lista berbalik dan menyorot tajam Jerry.
“Aku gak tau kak, beneran! aku pikir Teo sedang tidak ada tamu!” Lista nampak tidak puas dengan jawaban Jerry, ia langsung menyerobot masuk ke dalam lift, dan sengaja menyenggol bahu Fero.
“Aww!” Jerit Fero.
“Lebay banget sih kamu!”
“Kamu hati-hati dong kalau jalan,” Fero hendak bangkit dan berjalan keluar, namun tiba-tiba sorot mata Lista mengarah pada bagian dada Fero yang terbuka, hanya tertutup sedikit saja, ada bekas gigitan disana, dan sepertinya itu masih baru.
Dada Lista bergemuruh hebat, ia baru saja dari ruangan nya Teo, tidak ada ruangan lain yang mengarah ke lift ini selain ruangan nya Teo. Pikiran buruk sudah meracau kemana-mana.
Fero bangkit dan membisikan sesuatu pada rivalnya tersebut.
“Lo telat sih datang nya, kalau gak tadi bisa liat live gratis antara aku dan Teo!” Jijik sekali rasanya Lista mendengar Fero bicara begitu.
__ADS_1
Lista langsung memencet pintu lift untuk segera sampai keruangan suami nya itu.
Brraaakkk!
Lista mendobrak pintu Teo dengan sekali tendangan. Amarah nya sudah menggebu saat ini, ia akan lihat seperti apa cara suami nya menjelas kan tentang Fero.
“Astaga! Sayang?” Teo nampak terkejut dengan kedatangan Lista dengan cara seperti itu.
Lista tak menjawab apapun, matanya masih Nyalang menyoroti suami nya itu. Teo yang sadar ada yang aneh dengan sang istri pun, berniat datang mendekat, bermaksud ingin mencium istrinya.
Namun Lista menolak, ia mendorong Teo untuk menjauh dari nya, apalagi dari tubuh Teo tercium parfum Fero tadi.
“Apa Fero kesini?” tanya Lista To the point.
“Fero?? iya tadi dia kesini kar_”
“Kenapa kamu izinin di buat jadi model di peluncuran karya terbaru kita? tanpa meminta pendapat ku lebih dulu?” Lista mencerca Teo dengan berbagai pertanyaan.
“Itu.. Karena Ayah nya yang merecom nya sayang, aku baru ingin memberi tahu mu?”
“Kapan?? setelah aku tau sendiri? kamu tau kan aku gak pernah suka sama perempuan ganjen seperti dia? terus kenapa kamu malah melakukan hal yang paling tidak aku suka Teo!” rasanya Lista sudah tidak sabar lagi.
“Bukan gitu sayang, aku pikir kita tidak boleh mencampur adukan urusan pribadi dengan pekerjaan, kita harus profesional!”
Lista tertawa mendengar penjelasan suami nya, profresional katanya??
Teo terbelalak mendengar ucapan Lista, gigitan cinta apa yang dimaksud istrinya itu, Teo bingung, bagaimana cara nya menjelaskan.
“Apa maksud kamu Quin?”
“Kamu pura - pura tidak tahu ya?"
“Memang aku tidak tahu, sungguh!”
“Bulsyit!”
“Sayang kamu ini kenapa?”
Lista tak menjawab apapun,
“Tolong, blacklist nama Fero dari daftar model di acara kita!”
“Gak bisa sayang, Keluarga nya sudah bekerja sama dengan Adelio Group sejak lama, please... Jangan begini! Aku tidak akan mendekati nya selain urusan pekerjaan!”
Lista merasa jengkel dengan jawaban suami nya yang terkesan sangat melindungi Fero, dulu ia begitu sangat tidak ingin berhubungan apapun dengan nya, kenapa sekarang jadi berbeda begini,
__ADS_1
Dengan perasaan yang kesal dan campur aduk, Lista menyentak tas jinjing nya dan keluar dari ruangan Teo.
Sebelum pergi Lista melempar sebuah pisau kecil tepat kearah Teo berdiri, namun sasaran nya bukan Teo, tapi foto pernikahan mereka yang ada di meja kerja Teo.
lemparan Lista tepat sasaran, Teo yang kaget istri nya bersikap bar-bar begitu hanya mengelus dada saja.
Tepat setelah Teo masih mengatur nafas nya Jerry datang. Dan Lista pun segera keluar dari sana,
Braakkk!!
Lista membanting pintu dengan sangat kuat, hingga Jerry dan Teo terlonjak kaget.
“Damage anak Williams memang beda, bengis banget ya ampun!” Ucap Jerry yang masih memegangi dada nya yang berdetak dengan cepat.
“Bisa sakit jantung gue, Astaga!”
“Istri tercinta elo itu!”
“Kok dia bisa tahu Fero kesini!”
Jerry menaikan bahu nya tanda tidak tahu.
“Emang bener ya Fero kemari, buat ketemu sama elo kak?”
“Iya tadi dia emang kesini?”
“Terus?”
“Terus apaan?”
“Tadi kakak ipar lihat ada bekas ciuman di dada Fero!”
“Jadi itu yang dia maksud dengan gigitan cinta? Terus hubungan nya sama gue apa?”
“Ya kakak ipar curiga lah sama elo, jangan-jangan Lo ya, yang ngasih gigitan cinta itu didada Fero!” Teo langsung melempar muka Jerry dengan map yang lumayan tebal.
“Aww! sialan Lo kak, Lo kira gak mupeng kena map segini gede nya?”
“Mulut Lo minta dicuci, kotor amat, Lo pikir gue nafsu liat dia? yang ada gue jijik Jerr! perempuan gak bisa menghargai diri nya sendiri, suka dimasuki sana-sini, najis gue tau gak!” perotes Teo tak terima kalau dirinya dituduh main gila dengan Fero.
“Ya itu penyebab kakak ipar marah!”
“Serius Lo? pantes aja gue dilempar pisau tadi, untung meleset!”
“Lo dilempar pisau kak? wah keren banget kakak ipar, kalau sama-sama bisa bela diri itu, kalau berantem adu kekuatan dong!”
__ADS_1
“Sialan Lo!”