
"Lo pikir gue bodoh! meskipun gue disini, mata gue ada dimana-mana Jim! bukan rahasia umum lagi berita nya, udah tersebar di seluruh kota!"
"Lo rela Lista nikah lagi!"
Prannngg
Kevin membanting nampan sisa sarapan diatas nakas rumah sakit. Garis wajah nya yang khas timur tengah, hidung mancung, serta manik mata berwarna abu itu berubah sedikit kemerahan, menahan air mata yang hendak luruh.
"Jim.. Lo tau perasaan gue kan! tapi gue gak mau kalah sama perasaan bodoh itu! Lista, Abraham serta Calliara, mereka semua harus menderita! persis seperti apa yang terjadi padaku belasan tahun lalu!" ucap Kevin, tangannya mengepal kuat.
Jimy menyeringai licik, dia berhasil memprovokasi Kevin dan menyulut kemarahannya.
"Calm down Vin!"
"Kita harus tenang, gak boleh asal dan gegabah! Gue akan cari tau kapan dan dimana mereka meresmikan pernikahan nya."
*
Malam hari..
Dikediaman Adelio. Teo tengah bersiap-siap, untuk datang menemui keluarga Williams untuk membicarakan perihal kelanjutan pernikahan dirinya dengan Callista, sudah banyak puluhan jas, kemeja dan dasi yang ia coba, tapi menurut nya satupun tidak ada yang cocok dengan apa yang dia mau malam ini. Seluruh isi lemari di wadrobe nya di acak-acak hingga berhamburan keluar.
Jerry dan Alex yang sudah siap hendak menemui Teo di sambut dengan lemparan baju di depan pintu.
"Astaga Teo! Lo itu mau pergi melamar, kenapa malah ngacak-ngacak wadrobe sih!" ucap Alex yang geleng-geleng kepala melihat seluruh isi kamar Teo.
"Kebetulan kalian datang, lihat, gue bingung mau pakai baju yang mana, gue rasa semua jas disini gak ada yang cocok! gue udah minta Max beli kemeja dan jas yang baru, tapi lihat! selera nya jelek kan!" ucap Teo yang menunjuk kearah tumpukan jas yang dimaksud.
"Ya Ampun kakak! Lo itu mau ngabisin uang Adelio cuma buat baju yang gak Lo lirik sama sekali?" protes Jerry.
"Hei .. baju-baju itu gak bakal buat gue miskin, salahin si Max, kenapa dia pilih yang jelek! Astaga!! gue mau pake baju yang mana??" Teo menyugar rambut nya kasar. Ia benar-benar frustasi hanya masalah baju saja.
Jerry dan Alex yang melihat tingkah perjaka tua itu hanya menepuk jidat mereka sendiri. Hanya karena masalah baju, ia sampai se frustasi itu, beda sekali jika dia harus melawan para musuh.
"Lo pake baju yang rapi ajalah Te! gue pusing liat kamar Lo yang udah kayak gudang pakaian kayak gini!" jawab Alex sekena nya.
Teo hanya melirik ke arah Alex sekilas.
"Jawaban Lo gak ngebantu sama sekali Lex! Lo gak ngerasai sih, gue bakal berhadapan sama Seorang Abraham Williams! gue mau ngelamar anak nya, ya kali gue asal-asalan!"
__ADS_1
"Hadehh terserah lo deh Kak! gue panggil nenek aja!" Jerry keluar kamar untuk memanggil nenek nya.
Tidak berselang lama, Nyonya Nathalie datang kekamar anak nya, dia amat shock melihat kamar Teo yang begitu sangat berantakannya, sepertinya sehabis ini, pelayan disana akan ada kerjaan lembur.
"Astaga Teo! apa-apaan ini!"Ucap Nenek Nathalie yang baru tiba dikamar Teo.
"Nek ..Aku bingung mau pake baju yang mana!"
"Kau ini seperti gadis yang mau dilamar saja. Nenek rasa, Callista lebih tenang dari kau!" oceh sang nenek.
"Nek .. tolonglah, jangan seperti Alex dan juga Jerry, tidak membantu sama sekali, tolong nenek pilihkan aku baju dan jas yang bagus."
Akhirnya, Nyonya Nathalie memilih kan setelan Jas berwarn navy dengan kemeja putih didalam nya, plus dasi bermotif seperti sedikit batik berwarna senada dengan jas nya.
"Kau terlihat sangat tampan Nak, sangat mirip dengan Ayah mu!" Nenek Nathalie mengusap lembut rambut cucu nya. Ia bersyukur masih bisa melihat cucu nya yang sudah perjaka tua ini akan menikah dengan sang pujaan hati.
"Sudah, nenek jangan menangis, kit berangkat sekarang?"
"Ayo!"
**
Callista tengah bersiap-siap dikamar nya. Malam ini ia mengenakan dress tanpa lengan berwarna putih tulang dibawah lutut, sangat kontras dengan kulit nya yang putih bersih, rambut nya ia biarkan terurai dengan sedikit Curly diujung nya, ditambah dengan jepit rambut mutiara disisi kanan nya, sangat cantik.
Berulang-ulang ia bercermin, meskipun ini bukan pertama kalinya ia menikah, namun kali ini rasa nya begitu beda. Teo memperlakukan dia dengan sangat baik, sangat sayang. Sangat jauh berbeda dengan Kevin dulu.
"Lis .. Cantik banget sih kamu malam ini?" ucap Fiona yang baru datang dan langsung duduk di ranjang milik Lista.
"Fiona? Lo kapan Dateng?"
"Baru aja, ciee yang mau dilamar, gimana rasanya Lis, deg-degan gak?" goda Fiona pada sahabat nya itu.
"Deg-degan banget Fi, gue.. udah cantik belum?"
"Udah Lis, cantik banget malah.. Gue jamin Teo gak bakal kedip mata nya natap elo!"
"Lo bisa aja sih, gue masih belom pede ni,"
"Sayang!" Panggil Calliana yang baru datang, dan ikut nimbrung diantara para anak muda ini.
__ADS_1
"Tante!"
"Cantik banget sih kamu, Tante ikut bahagia deh, akhir nya keponakan Tante bisa bahagia juga," ucap Calliana lagi.
"Makasih ya Tan, gugup banget ni!"
"Santai aja, oh ya, nanti sehabis acara, Tante mau ngomong sesuatu sama kalian semua!"
"Ngomong apa Tan,?"
"Entar aja, kalau udah selesai acara nya, tu.. Tuan Adelio mu udah datang, Yook turun!"
Mendengar Teo sudah datang, jantung Lista berdegup lebih kencang dari biasanya, kali ini ia bener-bener nervous, ia bercermin sekali lagi untuk memastikan tidak ada yang kurang sebelum ia turun menemui keluarga Teo.
Keluarga Adelio tiba, mereka disambut hangat oleh keluarga Williams. Mata Teo mencari-cari dimana Lista berada. Sama halnya juga Jerry yang berharap gadis berambut pendek nya itu datang.
Abraham yang menyadari jika Teo seperti sedang mencari sesuatu.
"Ehem! kau mencari siapa Teo!" tegur Abraham.
"Eh .. Bukan siapa-siapa Om,"
" Kau masih memanggil ku Om? Kau ini sebenarnya ingin menikahi putriku, atau mau jadi keponakan ku?" gertak Abraham, raut wajah nya dibikin sedikit serius, padahal saat ini ia tengah menahan tawanya untuk melihat reaksi dari seorang Black King, mengahadapi mertua nya.
"Bukan begitu Om, eh Papa bukan-bukan Daddy!" jawab Teo gugup, dan salah tingkah.
Semua orang tertawa disana, tidak ubah nya dengan Jerry dan Alex.
Melihat diri nya ditertawakan oleh Adik serta temannya, Teo menatap intens kedua nya, sontak hal itu langsung membuat Jerry dan Alex berhenti untuk tertawa.
"Santai Te! Kapan lagi bisa ngetawain elo," ucap Alex sembari meneyengir kuda.
"Kak, lihat bidadari mu datang!" Teo langsung menoleh kearah yang Jerry tunjuk.
Callista turun bersama dengan Fiona juga Tante Calliana.
Teo yang menatap sang pujaan hati, tidak berkedip sama sekali, ia benar-benar terpana melihat kecantikan dari calon istrinya itu.
Tak hanya Teo yang terpana, Jerry juga terpana melihat Fiona yang malam ini sangat cantik.
__ADS_1
"Eehem!"