
"Kalian sedang menggosipkan aku ya?"
Teo muncul tiba-tiba dari balik pintu, mengagetkan Nenek dan Jerry.
"Hemm ni dia ni Si Black King, kemana aja gue baru tau ternyata dia ini Mafia yang berkedok di balik wajah nya yang tampan!" Cibir Jerry.
"Kau ini! Apa aku terlihat keren, Jerryno?" Teo menunjukan kenarsisannya didepan Jerry dan nenek Nathalie. Jerry hanya mencebikan bibir nya melihat tingkah Teo yang terkadang seperti anak kecil.
"Lo itu bukan cuma bujang lapuk! tapi narsis lo kebangetan!"
"Ehhh sebentar lagi gue akan melepas masa lajang! jadi stop bilang gue bujang lapuk!"
"Ya ya ya , sebelum lo melepas keperjakaan, lo harus membasmi dengan bersih Para Klen pisau merah lebih dulu, jangan sampai lo tewas duluan sebelum malam pertama." Jerry tertawa mengejek.
pletakk!
"Jaga bicaramu Jerry!" Bentak nenek Nathalie.
"Aaww, sakit Nek... kalau saja kepala ku ini bukan ciptaan Tuhan, sudah pasti benjol sana sini, Nenek ini sungguh tega sekali pada cucu nya!"
"Sudah lah kau jangan drama! entah menurun dari siapa kau ini, cerewet sekali!"
"Bukannya dari nenek??"
Nenek Nathalie sudah bersiap dengan tongkat nya, yang mengarah pada Jerry.
"Ampun Nek, Piss!"
"Nek...Sehabis ini aku akan bersiap untuk menghadapi Para Klen pisau merah, dan juga mungkin Kevin!"
"Apa Kevin masih hidup? bukannya ia sudah dihabisi oleh Abraham!"
"Belum Nek, Om Abraham hanya bermain-main dengannya, ia tak mungkin dengan mudah membiarkan Kevin tewas begitu saja, setelah apa yang sudah ia lakukan pada Callista selama ini,"
"Benar juga, Abraham bukan tipe orang yang gampang berbelas kasih! jadi apa rencanamu untuk para Klen pisau merah itu?"
Teo dan Nenek membahas tentang rencana nya menyerang pisau merah, Teo menjelaskan secara rinci tentang misi nya bersama calon mertua nyaitu, dari pihak nya ia akan membawa Alex yang memang selama ini menjadi pendamping nya saat ia menjadi Black King. Dan dari pihak ;" Abraham, ia akan membawa Calliara istrinya, juga Jason.
"Teo, aku ikut ya?" rengek Jerry
"Gak usah lebay deh lo, pake aku kamu segala! lo gak boleh ikut, lo kira disana mau main game apa!"
"Ah payah lo, kan gue bisa bantu-bantu membasmi hama, kapan lagi gue unjuk kebolehan ilmu bela diri gue!"
"Gak bisa Jerr, selama ini mereka gak pernah tau seluk beluk keluarga kita, bisa bahaya kalau lo nunjuki wajah elo ke hadapan mereka, keluarga kita taruhannya Jerr!"
__ADS_1
"Kan gue bisa pake topeng, kayak yang biasa Black King lakuin kalau lagi atraksi!" jawab Jerry tak mau kalah.
Teo mendengus kesal dengan jawaban Jerry yang terkesan tidak mau kalah, bukan tanpa sebab Teo berbuat seperti itu, selama ini para musuh nya tak tau jika dia dari keluarga Adelio, ia juga tak mau jika sampai keluarganya ikut terseret kedalam dunia hitam yang dia geluti.
"Nek.." Teo meminta bantuan nenek nya untuk menasehati Jerry.
"Bawa saja dia ikut Teo, dia akan menjaga mu kamu itu mau jadi pengantin!"
"Nek, aku bisa menjaga diriku sendiri! ada Alex juga disana."
"Ayolah Teo, gue janji gak bakal ngerepoti elo!"
"Ya sudah lah, siapain diri lo, nanti malam kita bergerak!"
Teo dan Jerry mempersiap kan alat-alat untuk mereka bawa menyerang bascame Pisau merah. Sudah pasti jumlah mereka banyak. Apalagi bos besar mereka yang terkenal sangat bengis.
Pukul 9 malam waktu Australia, Abraham cs dan juga Teo cs sudah tiba di pelisiran gunung kawasan Pisau merah berada. Mereka mengatur strategi untuk siapa yang masuk lebih dulu untuk mengecoh mereka keluar sangkarnya.
Akhirnya mereka memutuskan, Alex dan Jason lah yang bergerak lebih dulu, Alex memanjat gerbang, dilihatnya ada dua orang penjaga disana, dengan sigap Alex melemparkan dua belati ke arah masing-masing penjaga disana.
Para penjaga itu langsung lumpuh seketika, Alex dengan cepat membuka pagar, untuk memudahkan Abraham dan yang lainnya masuk. Mereka membagi grup menjadi tiga, Teo dengan Jerry, Abraham dengan Calliara, Sedangkan Alex bersama dengan Jason. Mereka berpencar ke tiga sudut yang berbeda .
"Teo, ini melebihi masuk rumah hantu deh kayak nya, gue agak merinding-nerinding gimana gitu!" Ucap Jerry.
"Lo diem bisa gak Jerr! udah gue bilang gak usah ikut!"
Orang-orang disana langsung datang menyerang Teo dan Jerry.
"Jerry hati-hati, mereka ini sungguh gesit!"
*Bugh..
Bugh ..
Bugh..
Sreet*
Teo Jerry dengan sigap menghajar dan membidik lawan mereka dengan cepat,
"Jerr, kemampuan lo udah lumayan juga!"
"Gue gitu!"
"Jerry awas dibelakang lo!" nampak sebuah tombak mini terbang kearah Jerry, untung saja Jerry berhasil menghindar dengan cepat hingga ia berguling-guling ke tanah. Nafas Jerry tersengal-sengal.
__ADS_1
"Wuaahh bikin spot jantung ni tombak!"
"Hei, penyusup sialan, berani sekali kalian masuk ke basecame kami, sebentar lagi kalian bakal tewas di tangan kami!"
Jleeebb
Sebuah pisau bertengger di lengan bawahan pisau merah itu,
"Rasain lo! kena kan lo sama gue!" puji Jerry pada diri nya sendiri. Teo mendekati bawahan Pisau merah itu, menginjak perut nya, dan menarik tangannya memelintir ke kanan.
"Dimana bos botak lo itu!" tanya Teo dengan Bengis.
"Bukannya semua nya botak ya? gue aja sampek bingung orang nya hampir sama semua!"
"Jawab cepet! sebelum peluru ini tembus ke jantung lo itu!"
"Ampun King, bo-s a-da di da-lam!" jawab nya dengan terbata.
*Doorr..
Doorrr*..
Bau Amis dari cairan merah berwarna pekat itu menguar keseluruh ruangan. Ada sekitar 30 orang yang tewas dengan darah berserakan dimana-mana.
Jerry yang tidak biasa dengan suasana begitu hampir muntah menahan mual bau amis dan anyir dari darah mereka.
Sementara disisi lain, Abraham dan Calliara sedang bertarung dengan senjata nya masing-masing, Abraham seperti biasa membawa samurai kesayangannya untuk membabat habis musuh-musuh nya.
*Sreett...
Sriing..
Sreett*...
Bunyi samurai Abraham.yang sudah beberapa kali mengoyak kulit mereka dengan bringas, sedangkan Calliara menggunakan pedang juga panah, sudah berapa puluh nyawa yang tewas di pedang tajamnya. Calliara juga tidak segan memanah tepat dijantung mereka ,hingga mereka yang akan meregang nyawa mengerang kesakitan.
Semua musuh lumpuh dihadapan Abraham dan Calliara tanpa terkecuali. Kini mereka hanya tinggal menerobos masuk ke dalam bos besar dari pisau merah.
"Sayang, seperti nya ruangan bos botak itu ada disana!" tunjuk Calliara pada satu ruangan besar diujung sana. Abraham menyipitkan matanya, mengikuti arah tunjuk istrinya.
"Kau benar sayang, ayo kita kesana!"
Dan pasangan tim yang lain yaitu Jason dan juga Alex mereka kini ada dititik tengah, sadang kan tim Abraham dan tim Teo masing-masing ada di tim kanan dan kiri.
Jason berjalan sedikit mengendap-ngendap, ia mencium bau racun yang menguar kuat di ruangan itu.
__ADS_1
"Alex, apa kau mencium bau racun disini?"