
"Bagaimana ini King, pimpinan pisau merah itu tidak bisa dilumpuhkan dengan benda tajam!"
Sony yang merupakan pimpinan dari pisau merah itu memyeringai licik kearah musuh-musuh nya.
"Kalian tidak akan bisa melenyapkan aku semudah itu! Dan kau Abraham, kau tidak pantas disebut sebagai seorang mafia yang kejam dan brutal,karena.. Menghadapi permainan ku saja kau sudah pusing! ahahahaha." Oceh Sony pada Abraham, jangan tanya muka Abraham semurka apa, kalau bisa saat ini juga ingin saja Sony ua lemparkan kedalam kandang buaya, dengan begitu dia tidak akan merasa sombong lagi dengan kekuatannya yang anti benda tajam itu.
Bugh..
Sony mendekati Teo,ia menghajar wajah Teo yamg maskulin itu, seketika Teo hilang keseimbangan, namun ia masih bisa berdiri lagi dengan tegak. Teo mencoba melawan nya dengan memberikan pukulan yang sama padanya,namun Sony tak bergerak sedikit pun, tinjuan Teo tak membuat Sony merasakan sakit.
'Sial, harus nya tadi bawa senjata lain!' umpat Teo dalam hati.
Teo seperti sudah menguras seluruh tenaga nya untuk menghajar Sony, namun hasilnya masih tetap sama,Sony tidak meraskan apapun. Begitu juga dengan Alex dan juga Jason,mereka sudah kehabisan tenaga menjajal Kemampuan Sony.
Hingga kini tiba giliran Abraham dan Calliara, sementara Jerry masih memikirkan senjata lain yang bisa melumpuhkan Sony dengan selumpuh-lumpuhnya.
"Heei Abraham, apa kau lupa cara berkelahi dengan ku? apa mungkin umur mu yang sudah terlampau tua hingga kemampuanmu berkurang?" racau Sony dengan gerakan perlahan mendekat pada Abraham dan Calliara.
"Jangan sombong Sony! lihat saja,sebentar lagi kau akan mati, dan kau dengar, kepala mu itu akan aku berikan pada putriku, yang sudah sekarat karena ulah dari racun sialan mu itu!" Jawab Abraham penuh dengan penekanan.
"Jangan berharap terlalu tinggi, nanti jika itu semua tak sesuai ekspetasi mu, kau akan jatuh Abraham!"
*Bugh...
Bugh...
Bugh*..
Abraham sudah babak belur dihajar Sony, Calliara yang melihat suami nya seperti itu mencoba membantu Abraham, namun ia tidak berhasil.
'Ya tuhan andai saja kami membawa senjata lain untukAbraham sudah babak belur dihajar Sony, Calliara yang melihat suami nya seperti itu mencoba membantu Abraham, namun ia tidak berhasil.
'Ya tuhan andai saja kami membawa senjata lain untuk melumpuhkan Sony!' batin Jerry.
Brakk!!
Doorr...
Doorr..
__ADS_1
Suara orang mendobrak lalu lompat kebawah dan dengan cepat menembak Sony, Hingga ia jatuh tersungkur berlumuran darah.
"Callista!" ucap Alex dan jason bersamaan. Teo yang mendengar calon istrinya disebut langsung menoleh kearah Quin nya, mata mereka bertemu.
Lista melihat Teo yang terkapar lemah babak belur, matanya mulai mengembun.
Teo memberi isyarat bahwa ia tidak apa-apa, lalu mata Lista melihat ke arah Daddy nya,
"Daddy.'' Lirih Lista pelan.
"Kenapa kau kemari sayang?" ucap sang Mommy nya Calliara.
"Apa aku bisa tenang saat orangtua ku,dan calon suamiku pergi demi diriku?" ucap Lista yang sudah memeluk kepala Daddy nya.
"Jangan lupakan aku ponakan tersayang!"
"Liana? Kau?" Pekik Jason kuat.
"Iya ini aku Jason, kenapa kau melihatku seperti melihat hantu!" gerutu Calliana.
"Tidak..Sejak kapan kau berada di Australia?" tanya Jason, terakhir kali ia mendengar bahwa Calliana ada di Korea bersama Abraham juga kembaran nya Calliara.
"Waktu kalian semua berangkat kemari, aku sampai.. Apa kau tidak merindukan aku.. Jason." jawab Calliana dengan mengedipkan sebelah mata nya nakal pada Jason, Alex dan Jerry yang melihat kejadian itu terlihat menahan tawanya.
"Quin, maaf aku_ "
"Ssshhht...Sudah.. Dia sudah mati Teo, sekarang pulihkan tubuh mu.. Sebentar lagi kita akan menikah!" ucap Lista.
Teo meraih tangan Lista dan menggenggam nya kuat. Ia tak percaya jika sebentar lagi mereka akan menikah, gadis yang selama ini ia cintai dalam diam, sebentar lagi akan menjadi milik nya, mengarungi biduk rumah tangga bersama.
"Aku berjanji akan membahagiakan mu Quin! Aku berjanji." Ucap Teo mengecup tangan Lista berkali-kali. Lista meneteskan air mata nya, saat nersama dengan Kevin,ia tak pernah merasakan seperti itu.
Meskipun ia tau jika awal nya hubungan mereka hanya sebuah kesepakatan, nun tidak dipungkiri, perlahan Lista jatuh cinta pada seorang Kevin Lano Alberto. Namun sekarang ia sadar, jika cinta untuk Kevin itu ia manfaatkan untuk membalaskan dendam pada Ibu juga tantenya.
"Ehem!" Abraham berdehem, membuat suasana menjadi canggung. Teo segera melepaskan genggaman tangannya.
"Teo, bersabar lah.. Sebentar lagi!" ucap Abraham dengan nada sedikit datar.
"Iya Om.. Sepulang dari sini aku akan membicarakan pada nenek soal pertunangan ku dengan Quin!" ujar Teo mantap.
__ADS_1
"Quin??"
"Maksudku Callista Quinza."
"Ohh... Oke.. Dengan senang hati aku akan menunggu kedatangan kalian, aku ingin pesta pertunangan yang meriah Teo,"
"Pasti Om!"
"Daddy! Panggil aku Daddy Teo, biasakan itu mulai sekarang!" ucap Abraham.
"Iya.. O.. maksudku Daddy!"
"Bagus!"
Semua terlihat bahagia, meski beberapa saat yang lalu, suasana sangat tegang karena Sony tak bisa dikumpuhkan dengan senjata tajam, mereka semua lupa jika Sony hanya bisa dilumpuhkan dengan senjata Api.
Kini mereka semua bisa bernafas lega, saat Sony telah tewas.
*
Teo , Jerry dan juga Alex kembali bersama, sedangkan pihak Abraham, Jason dan Calliana berada dalam satu mobil yang sama, sedangkan Abraham, istri serta anak nya dimobil yang berbeda.
Di dalam mobil Jason.
"Jas.. Saat aku berada di Korea, apa kau sama sekali tidak merindukan aku?" tanya Calliana dengan nada sedikit merajuk.
"Ayolah Liana, kau bicara seperti ini seolah kita tidak pernah bertemu saja, bukan kah kita sering bertemu setahun sekali?"
"Iya, tapi selalu aku saja yang mengajak mu bertemu, kau sendiri tidak pernah kan?" rajuk Liana lagi.
"Sayang.. Calliana, kau tau aku ini selalu bersama Abraham setiap waktu, dia selalu mengganggu ku meski aku sedang tidur,"
"Ya sudah lah! kau selalu saja begitu!" Calliana mencebikan bibir nya.
"Sayang, jangan marah.. Kalau begitu ayo kita bicara pada Abraham dan Calliara, aku ingin menikahimu!"
Deg!
'Menikah? apa saat ini Jason tengah melamarku?' batin Calliana kegirangan, ia mengibas-ngibaskan tangan nya seperti orang sedang kepanasan sangking senang nya.
__ADS_1
Ya.. Calliana dan Jason telah menjalin hubungan sejak 10 tahun yang lalu. Tanpa sepengetahuan dari Abraham dan Calliara, mereka mengira jika Liana dan Jason hanya sebatas bercandaan saja.
Padahal itu untuk menutupi hubungan mereka, Jason dan Liana tidak pernah membahas soal pernikahan sama sekali dalam hubungan mereka, karena awal nya mereka berdua tidak mempercayai suatu ikatan perkawinan. Mereka menjalani hubungan atas dasar suka sama suka, padahal usia mereka kini tak lagi muda, Jason dan Liana sudah sama-sama kepala 4.