
Hai readers ku tersayang, ada adegan Fighting lagi nih..
krisan nya dong, udah bagus belum menurut kalian..
Salam sayang dari akuu😘
"Oke.. kita tawarkan pada Klen Mafia pisau merah, jika sampai Black king ikut campur, kita tidak akan risau lagi!"
*
Lista, Fiona dan keluarga nya menaiki jet pribadi milik keluarga Callista. Mereka akan kembali dengan ke Australia malam ini juga.
Sedangkan Teo menatap nanar kepergian Lista, ia menghembuskan nafas nya kasar, Jerry yang memperhatikan itu datang mendekat.
"Ternyata dia anak dari Abraham Williams, apa kau akan mundur??"
"Aku sudah tau sejak lama!" jawab Teo
"Hah! jadi kau sudah mengetahui nya sejak lama? kenapa kau tidak memberi tahu aku!"
"Untuk apa?? bukankah kami serasi, aku suka wanita yang penuh energi seperti dia, tidak lembek dan mudah di tindas!"
"Cih, kau ini! tapi apapun yang membuat mu bahagia maka lakukan lah, aku sudah ingin menggendong keponakan, gara-gara kau belum menikah, aku juga terpaksa melajang sampai sekarang!" cibir Jerry kesal.
"Tenang saja, aku akan gigih meminta calon istriku pada mertuaku, dan setelah itu bawalah Fiona menemui nenek!" Teo menepuk pundak Jerry , jet pribadi nya juga baru sampai, Selama ini ia tak memperlihatkan siapa sisi asli dari seorang Teo Melvin Adelio, Lista hanya tau jika ia seorang CEO dari perusahaan Textile terbesar di Australia, padahal bamyak bisnis dari Teo yang tidak diketahui Lista. Diluar, asisten Teo bukan lah Jerry, melainkan Richard Alex seotang dokter bedah kepercayaan Teo.
......................
Keluarga William kini sudah tiba Di Australia, mereka langsung bertandang kerumah kediaman tuan Cloe, Ayah dari Fiona.
"Selamat datang di rumah ku Tuan Abraham Williams!" Tuan Cloe mempersilahkan tamu nya masuk, disana sudah ada Nyonya Cloe dan juga beberapa dari pelayan yang menghidangkan sarapan.
__ADS_1
Begitu Fiona dan keluarga turun dari jet pribadi nya, Fiona langsung memberitahu Ayah nya pasal keluarga Lista, betapa terkejut nya Tuan Cloe jika selama ini ternyata ia merawat seorang putri dari Mafia besar yang sangat terkenal di Negara nya.
"Kau terlalu repot tuan Cloe, kami bisa sarapan di mansion kami!" ucap Daddy Abraham.
"Tidak...tidak.. aku sangat merasa terhormat dengan kunjungan anda kerumah ku yang tidak seberapa ini."
"Kau terlalu merendah, ini sudah cukup nyaman, apakah selama ini putriku dibesarkan disini??" tanya Abraham lagi.
"Iyaa tuan, ia disini hanya sampai berusia 23 tahun, setelah itu ia menikah dengan Nak Kevin, lalu hanya sesekali berkunjung kemari." terang tuan Cloe.
Abraham dan Calliara hanya mengangguk-anggukan kepala nya saja.
"Nyonya Cloe, terimakasih banyak karena selama ini kalian sudi menerima putri ku qmenjadi bagian dari keluarga kalian, maaf jika ia banyak merepotkan kalian disini." ucap Calliara sambil tersenyum manis.
"Jangan katakan itu Nyonya, aku senang Fiona punya adik sekaligus teman disini!"
Mereka semua berbincang-bincang hingga tengah hari, Abraham, Liara dan Anak mereka Callista akhirnya pergi meninggalkan kediaman Cloe.
Didalam mobil yang sama sekali tak menggunakan jasa supir dan bodyguard itu, mereka nampak sesekali bercanda, dan tertawa melepas kan rindu yang 19 tahun ini tak bisa terlaksana.
banyak sekali orang didepan, ada sekitar 50 orang. Abraham menyeringai licik melihat tanda di masing-masing otot lengan atas mereka, karena mereka semua tidak memakai baju yang tertutup, hanya sebuah kaos hitam tanpa lengan, dan semua nya sama, kepala mereka botak lici tanpa satu helai rambut pun.
"Sayang.. haruskah kita berbuka puasa disini?" tanya Calliara pada suami nya.
"Mungkin harus sayang!" Abraham menjawab pertanyaan istrinya sambil menedipkan sebelah mata nya.
"Daddy, Mommy bisakah kalian bermesraan nanti saja, lihat musuh didepan terlalu banyak!" sungut Lista kesal. Kebiasaan dari Daddy dan juga mommy nya memang tidak pernah berubah, mereka selalu saja harmonis hingga sekarang.
"My princess, waktu nya kau menunjukan hasil ujian mu sayang!" ucap Abraham pada putrinya.
Lista mengedip kan mata nya tanda setuju.
__ADS_1
"Sudah cukup dramanya tuan dan Nyonya, sekarang ucapkan selamat tinggal pada putri kesayangan mu,.dan serahkan dia pada kami sekarang!" ucap salah seorang yang diduga kepala geng dari mereka.
"oooooooo kau ingin aku menyerahkan putri kesayanganku pada klen seperti kalian?? Baiklah... tapi pertama-tama katakan dulu siapa yamg mengirim kalian semua kemari!" Abraham masih santai menanggapi mereka,
"Klien kami itu rahasia, identitasnya tak bisa bocor sembarangan! jangan banyak basa-basi serahkan saja putri mu cepat! kami tidak akan melukai kalian sedikitpun!"
"Oohh aku takut sekali sayang! apakah kita harus menyerahkan putri semata wayang kita pada semut-semut kecil itu??" ucap Calliara dengan nada sedikit dibuat takut namun juga terdengar menjengkelkan bagi siapapun yang mendengarnya.
"Brengsek!! kalian pikir kami bercanda?? jangan karena kami berkata lembut lantas kalian bisa seenak nya, apa kalian tak tau siapa kami??" teriak kepala geng mereka, suara nya sungguh menggelegar, memecah keheningan di jalanan yang sepi.
"Tangkap putri mereka, seret kemari hancurkan saja wajah cantik putri nya itu dengan batu jalanan ini!"
Anak buah mereka nampak mendekat untuk menyentuh Lista, namun dengan sigap Abraham menebas tangan nya dengan pedang samurai nya. Hingga kedua tangan dari klen itu putus, darah nya mencuat kemana-mana.
"Kau pikir aku selemah itu untuk menyerahkan anak kesayangan ku pada kalian! Ayo maju aku dengan senang hati menemani kalian bermain-main!" tantang Abraham.
Para Klen itu langsung menyerbu mereka bertiga, 50 banding 3 sungguh lawan yang tak sebanding.
Calliara dan Lista menyorot tajam masing-masing dari mereka, ia ingin membaca pergerakan yang mereka lakukan.
"Kau siap sayang?" tanya Abraham pada istrinya.
"Sangat siap suamiku!"
"Dan kau princess???"
"Aku sudah sangat siap Daddy!"
Lista menendang salah satu anak buah dari Klen yang botak-botak ini, dalam sekejab mereka bangkit lagi, Lagi-lagi Lista menendang bagian kepala nya, saat ia sudah tersungkur di lantai, dengan sigap Lista mengeluarkan belati dalam sepatu boot nya, dan menancapkan dengan sempurna di jantung musuh. Sedangkan Calliara sudah memegang senjata semacam tombak, tadi nya tombak itu , hanya seperti tombak mainan yang kecil, namun entah bagaimana kini sang tombak sudah panjang menjulang dan siap mencarii mangsa, dengan satu gerakan, tante Calliara langsung melempar tombak tepat sasaran di perut serta jantung musuh, aneh nya, tombak itu dapat kembali dengan cepat ke tangan tante Calliara. Sedang kan the King Mafia Pak Abraham Williams, menebas tanpa ampun tangan, kaki, serta leher musuh dengan brutal, semua nya di babat habis, hingga kini menyisakan 10 orang saja.
"Siapa sebenar nya kalian?? bahkan Klien kami tidak bilang jika kalian menguasai bela diri!"
__ADS_1
"Cih!!!! kau yakin ingin tau siapa kami Para Pisau Merah??"
Gleg!!