
"Kau sungguh akan membawa kepala mereka Teo?"
"Quin!" Teo terperanjat saat kepala nya seperti diusap seseorang.
"Ka-u sudah bangun Quin??" Ia mengusap sisa air mata nya, Teo tersenyum bahagia, ia menciumi tangan Lista yang masih lemas itu.
"Iya seperti kau lihat Teo, apa kau mencemaskan aku??" tanya Lista lirih.
"Sangat.. aku sangat mencemaskan mu, Quin.. kata Alex dan siapa itu namanya Jason! kau akan koma karna racun itu sudah menyebar diseluruh tubuh mu, lihat badan mu pun masih membiru, aku senang kau sadar dengan cepat Quin!" Teo langsung memeluk tibuh Lista seerat mungkin, ia bahkan lupa jika Abraham diujung sana dapat mendengar semua yang mereka bicarakan.
(Sial si Teo itu, dia mengambil kesempatan saat putri ku koma!) umpat nya kesal.
(Sayang biarlah! kau ini seperti tidak pernah muda saja!)
Kembali pada Teo dan Lista ya guys✌️
"Aku dirumah sakit ya?" tanya Lista mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan dengan fasilitas VIP, tangan nya masih setia digenggam oleh Teo.
"Iya, kau dirumah sakit Quin, Alex dan juga Jason tidak sanggup menanganimu, karna racun itu sangat mematikan, syukurlah kau lekas sadar, bagaimana perasaan mu sekarang?"
"Aku masih sedikit lemas Teo, tangan kiri ku masih belum bisa digerakan sama sekali, pandangan ku juga masih kabur.. Oh ya.. dimana Daddy dan juga Mommy?? Tanya Lista, sedari tadi ia tidak melihat keberadaan orang tua nya.
"Emm.. orang tua mu pergi ke Amerika mencarikan penawar racun untuk mu Quin, mereka menyuruhku menjaga mu!" Jawab Teo.
Lista tersenyum kecut.
"Jadi kau disini karena perintah mereka?? bukan kemauan mu sendiri? aku sudah percaya diri sekali Teo!" Lista mengalihkan pandangannya.
"Ti-dak Quin bukan seperti itu.. Aku.."
'Ah... kenapa dengan mulutku ini, rasanya susah sekali mengatakan kalau aku sungguh mencintai nya lebih dari apapun' batinnya dalam hati, sedangkan lidah Teo, rasanya masih begitu keluh untuk melanjutkan kata-kata nya tadi.
__ADS_1
"Padahal tadi saat aku tidur, sayup-sayup aku mendengar, kau sangat mencintaiku lebih dari apapun, bahkan kau sudah mencintaiku, sebelum kau mengenal apa itu cinta, ternyata itu hanya mimpi ku saja!" Lista masih enggan menatap Teo. Ia juga menarik tangannya dari genggaman Teo.
"Aku mencintai mu Callista!" pekik Teo kuat..Sebelum Lista menjawab pernytaan Teo, ia langsung berlari kedepan pintu.
"Aku... aku.. mau memanggil Alex dan juga Jason!" Teo keluar dari ruangan dengan cepat.
Melihat reaksi dari Teo, Lista terkekeh geli.
"Wajah mu sangat garang Teo, tapi berhadapan dengan ku, kenapa tingkah mu seperti anak kecil yang takut ketauan? hahhahahha" kekeh Lista sendiri.
***
"Seperti nya Seorang Black King sudah menemukan sangakarnya sayang." Ucap Abraham yang masih sibuk menguping pembicaraan anak nya.
"Kau kurang-kurangi lah menguping anak mu Sayang, itu privacy mereka, apa kau suka jika sedang bermesraan dengan ku, didengar oleh Ayah ku??" sindir Calliara.
"gak mau lah sayang, sudah kalau gitu cepat kita sampai, cepat juga kita kembali, aku sudah tidak sabar menantikan proses pernikahan putriku, aku tidak sabar menggandeng tangannya menuju altar pernikahan untuk menyerahkannya langsung pada Teo Melvin Adelio!" Mata Abraham mulai mengembun, sebejat-bejat nya hidup nya, ia tetap lah seorang Ayah yang menginginkan putri nya bahagia dengan laki-laki yang mampu bertanggung jawab dan setia. Dan ia yakin jika itu adalah Teo, bukan Abraham namanya jika ia tidak mengetahui seluk beluk dari Tuan muda Adelio itu, serta pekerjaan lain dari Teo yang tidak diketahui dunia, selain Mafia seperti diri nya.
"Aku juga seorang Ayah sayang, aku ingin melihat anak ku bahagia, dulu aku merelakan ia menikahi Kevin, karena pada saat itu kita tidak bisa berbuat apa-apa, jika kita melanggar perjanjian yang sudah dibuat oleh sesepuh keluarga Williams, selama nya Callista bukan menjadi bagian dari keluarga itu!" Ucapnya.
Calliara yang paham suami nya sedang emosional, memeluk Abraham dari samping.
"Aku mengenalmu melebihi siapapun didunia ini sayang, maafkan aku karena aku menyetujui pernikahan nya dengan Kevin, aku juga baru tau kalau ternayata Kevin yang sengaja mendekat kan diri dengan Lista karena ingin balas dendam untuk keluarga nya yang sudah dihabisi oleh adik ku Calliana."
"Jangan menyalah kan dirimu sendiri, sekarang kita harus membalas apa yang sudah ia perbuat pada putri kita, akan ku tebas habis burung nya yang hobi celap-celup sana-sini!" Abraham sudah mengeraskan rahang nya dan mengepalkan tangannya kuat, Calliara yang membayangkan jika burung Kevin, senjata kebanggannya untuk memuaskan hasrat nya itu ditebas, pasti ngilu.
"Iiiuuuhhhh"
"Kenapa sayang??" tanya Abraham heran.
"Aku ngilu membayangkan burung nya yang akan kau tebas habis, apa dia masih hidup sayang?? setelah kau menghunus samurai mu pada nya kemarin??"
__ADS_1
"Aku hanya menggores kulit nya sedikit, aku tidak mau melihat dia mati semudah itu!" jawabnya dengan seringai yang licik.
"Jadi kau sudah merencanakan ini sejak lama Tuan Abraham??"
"Yess... Aku akan sangat bahagia jika dia tersiksa dengan tidak ada burung nya" Abaraham tertawa dengan sangat keras, hingga beberapa bodyguard yang berada didalam jet pribadi mereka ikut terlonjak kaget.
***
Kembali ke tempat Callista dirawat.
"Bagaimana keadaan nya Lex?" tanya Teo.
"Sudah lebih baik, aku salut nona Lista sanggup melawan ganas nya racun ini, daya tahan tubuh nya termasuk sangat bagus!"
Alex mulai memeriksa dibagian dada Lista.
"Heii!! singkirkan tangan mu dari sana!" bantak Teo.
"Hisss kau ini, aku sedang memeriksa detak jantung nya, aku ini dokter Teo, kau tidak percaya padaku??"
"Tidak! aku sama sekali tidak percaya padamu jika soal itu, kau selalu mengambil kesempatan didalam kesempitan!"
"Ya ampun, Nona Lista kau terangkan pada laki-laki perjaka tua ini, izinkan aku memeriksa detak jantung nona sebentar saja, agar aku bisa menganalisis perkembangan kesehatan anda!" Tangan Alex sudah ia katupkan diwajah untuk meminta persetujuan Teo.
"Teo... biarkan dia memeriksa ku ya, aku merasa detak jantungku sedikit berdegup kencang, aku masih begitu lemas sekali!" lirih Lista, Teo yang tidak tega melihat itu langsung mengiyakan permintaannya.
"Baiklah Quin, silah kan periksa dia, tapi ingat jika kau macam-macam, kupatahkan tangan-tangan mu itu!"
"Tidak maungkin aku macam-macam pada wanita mu Teo! Cih, kalau tidak ingat aku butuh kerjaan sudah lama aku mebundurkan diri dari bujang lapuk ini!" umpat Alex dengan suara yang sedikit pelan namun masih bisa didengar oleh Lista dan juga Teo.
"Sebentar lagi dia tidak akan menjadi perjaka tua lagi Tuan Alex, kau tauu.. dia pria ku yang paling keren!" bisik Lista ditelinga Alex, Teo yang mendengar itu wajah nya langsung bersemu merah.
__ADS_1
'Ah manis sekali melihat Teo seperti itu' batin Lista yang terkekeh geli.