Terbiasa Tanpamu

Terbiasa Tanpamu
Bab 37


__ADS_3

"Kau melamar ku?" Pekik Calliana kuat, hingga Jason mengusap telinga nya, karena sangking kuat nya suara Liana.


"Ya.. Aku mau kita menikah Liana, apa kau bersedia?" ulang Jason lagi.


"Yess I Will Jas.." Liana berteriak kegirangan didalam mobil, bahkan ia berteriak sekuat nya. Ia juga mengecup-ngecup bibir Jason beberapa kali.


"Sayang ini masih di dalam mobil, jangan menggoda ku oke!"


"Kita akan bicarakan ini pada Liara dan Abraham, atau kita barengan saja gitu menikah nya dengan Lista.dan Teo!" usul Liana.


"No.. Aku hanya ingin pernikahan yang sederhana sayang, tapi Romantic!" jawab Jason.


"Oke... Mari kita diskusikan masalah ini dulu pada mereka, setelah itu kita baru akan menyusun rencana pernikahan kita."


*


Mansion Adelio.


"Grandma..." Pekik Jerry kuat saat sudah memasuki kediaman Adelio.


"Kalian sudah kembali?"


Jerry dan Teo memeluk nenek nya kuat.


"Hei aku bisa sesak nafas jika kalian seperti ini!" protes Nyonya Nathalie pada kedua cucunya.


"Nenek tau, disana tadi suasana nya lebih menegangkan daripada menonton film Zombie, untung saja aku mampu menghadapi mereka!" sombong Jerry.


"Kalian sangat bau amis, pergilah, bersihkan diri kalian dulu, setelah itu istirahat, besok kita lanjutkan cerita kalian!" ucap Nenek Nathalie. Ia tau banyak cerita yang ingin mereka ceritakan pada dirinya, termasuk salah satunya pernikahan Teo.


Bagi seorang nenek, sekaligus menjadi orang tua pengganti untuk Teo, Nathalie kerap mendambakan cucu nya menikah dan hidup bahagia. Teo jatuh cinta pada putri seorang mafia besar, Callista Quinza. Teo harus menahan cinta nya selama bertahun-tahun hingga ia harus merelakan Lista yang lebih memilih putra dari Alberto, ironis memang, saat cinta yang ia semai hingga sukses mekar menjadi sebuah bunga yang Indah, dihantam badai sebelum bisa dipetik.


Tapi kesabarannya menanti Lista berbuah manis, kini ia akan melepaskan masa lajang nya bersama gadis pujaan hati nya.


Pagi hari Nyonya Nathalie sudah menunggu kedua cucu nya di meja makan untuk sarapan.


"Nek.." Sapa Teo yang baru muncul dari belakang nya.

__ADS_1


"Morning.. mana Jerry?"


"Mungkin sebentar lagi dia turun Nek,"


"Sarapan dulu, kau pasti lelah semalaman kan?"


"Sangat.. Tapi aku bahagia Nek.. Sebentar lagi impian ku terwujud, kapan kita akan datang ke kediaman Williams?" tanya Teo tidak sabar.


"Kau sangat tidak sabar Teo, nanti malam mungkin kita bisa kesana, kau hubungi Callista ya?"


"Oke Nek!"


*


Callista tengah bersiap pergi kekantor nya, ia sudah rapi mengenakan rok diatas lutut berwarna hitam pekat, serta Blouse berwarna maroon dengan tangan berbentuk balon, ia menyanggul rambut nya dan memperlihatkan lehernya yang jenjang, tak lupa ia menyemprotkan parfum aroma buah yang segar.


Ia melangkah anggun menuju meja makan. Terlihat disana Daddy serta Mommy nya sudah mulai sarapan,


"Morning Daddy.. Mommy.." Ucap Callista menyapa orang tua nya.


"Pagi sayang, kau mau ke kantor?"


"Daddy bangga sama kamu, ternyata kamu bisa mendirikan usaha mu sendiri Lista, Daddy lihat perusahaan mu maju dengan pesat, banyak perusahaan mode bekerja sama dengan mu," tukas Abraham.


"Iya Dad, Mela sudah menghubungi Lista semalam, banyak klien yang ingin bertemu dengan Lista, setelah pergelaran Fashion show di Italy kemarin,"


"Iya.. Acara nya sukses besar, bahkan karyamu sudah ludes terjual, apalagi yang limited edision, pecah banget.. Keren.." Calliara memberikan dua jempol nya pada putri semata wayang nya itu.


"Kamu gak berpikir untuk kembangin sendiri usaha mu Lista, seperti membuat baju sendiri.. Daddy bisa bantu untuk soal produksi nya."


"Daddy, sebentar lagi Lista akan menikah dengan Teo, Daddy juga tau keluarga mereka pengusaha textile dan fashion, kalau Lista dan Teo bergabung, pasti klop banget kan? Lista yang mendesain Baju nya, Teo yang memproduksi nya, selanjut nya untuk model, ada Lista juga kan?" jawab Lista.


"Bener banget, kalian pasangan yang sangat serasi nak.." tambah Calliara.


"Yaudah, Lista pergi dulu ya Dad, Mom.. "


Lista berlalu meninggalkan orang tua nya disana. Abraham melihat anak nya pergi menjauh dari pandangannya, mata nya nanar dan sedikit berkaca-kaca.

__ADS_1


"Sayang.. Kenapa? kok kayak melow gitu sih,?" tanya Calliara, menepuk pundak suaminya.


"Anak kita sayang, dia akan kembali menikah dengan Teo, aku yakin dengan Teo karena dia sudah bersama kita puluhan tahun, aku juga tau kalau dia menaruh perasaan dengan Callista sejak mereka masih remaja," Abraham tersenyum mengingat momen dimana dia memergoki Teo memperhatikan putri nya dari kejauhan.


"Kau tau itu Sayang??"


"Iya.. Dia juga janji untuk jaga Lista saat jauh dari kita,"


"Mudah-mudahan Teo tidak seperti Kevin! Omong-omong soal Kevin, dia pasti gak akan tinggal diem sayang,.dia pasti bakal datang dan balas dendam ke kita, Terutama Lista!" Calliara menggenggam garpu nya dengan kuat, Abraham yang melihat itu menenang kan istri nya.


"Sayang, tenang.. Ada Teo disisi Lista, ada kita juga kan, jadi kamu tenang aja!"


*


QCL GROUP


Fiona lebih dulu datang ke kantor, hari ini rencana nya mereka akan mengumumkan pemilik asli dari QCL Group, Karena Fiona merasa tidak ada yang perlu disembunyikan lagi, sebab Kevin sudah tau semuanya.


"Hai Beb... Lo udah bener-bener sehat?" tanya Fiona yang langsung memeluk Callista.


"Udah Fi.. Ni gue udah berdiri didepan lo kayak gini,"


"Syukurlah, gimana rencana pernikahan Lo sama Tuan Adelio itu?"


"Lagi di rundingkan, kita tinggal tunggu dari pihak Teo aja untuk datang kekeluarga gue," jawab Lista.


"Oke, semoga semua berjalan lancar, dan sahabat gue ini bakal bahagia seumur hidup nya!"


Callista tersenyum mendengar do'a sahabat nya, jauh dari lubuk hati nya juga ia berharap Teo akan jadi laki-laki terakhir untuk nya, mereka akan hidup bersama, bahagia.. Punya anak yang lucu-lucu, ia tersenyum sendiri membayangkan hal itu.


Callista dan Fiona berjalan berbarengan menuju aula, dan Mela berjalan dibelakang mereka. Semua karyawan QCL sudah berkumpul disana.


"Selamat Pagi semuanya, terimakasih karena sudah bersedia berkumpul disini, tujuan kami mengumpulkan kalian semua disini adalah untuk memberitahukan CEO asli dari QCL Group yang sebenar nya." Fiona mulai pengumumannya.


Terdengar kasak-kusuk dari para karyawan yang mempertanyakan siapa pemilik asli dari QCL, Karena yang selama ini mereka tau adalah Fiona Cloe.


"Baiklah, saya tidak akan berbasa-basi lagi, pemilik asli dari QCL adalah Callista Quinta!" Fiona memperkenal kan Callista pada seluruh karyawan QCL, Nampak para karyawan bertepuk tangan meriah.

__ADS_1


"Jadi, yang selama ini menorehkan desain-desain indah untuk para klien kita itu adalah Nona Callista sendiri, selain dari pada karyawan kita yang lainnya, saya disini hanya sebagai Co CEO saja yang membantu sahabat saya Lista, karena ada hal dan kepentingan untuk tidak membeberkan pemilik sah dan asli dari QCL, saya harap kalian tetap bisa bekerja sama dengan baik meskipun saya hanya Co CEO nya, Terimakasih!"


__ADS_2