
"Kalian??" Calliara menyipitkan mata nya, mencoba mencari kebenaran diantara mereka berdua.
"Kalian berdua mau menikah? Sejak kapan ?? kenapa aku tidak tau? Jason!" Abraham datang dan langsung mencerca kembaran istrinya, serta dokter keluarga kepercayaan keluarga Williams.
Jason menunduk, ia tau ini saat yang tepat untuk memberi tahu Abraham.
"Abraham, maaf... Tapi aku sungguh mencintai Liana, aku ingin hidup bersama nya disisa umurku," ucap Jason jujur, kini ia menatap Abraham mantap. Sorot matanya mengatakan jika ia sedang sangat serius.
"Kau?? selama ini kau tidak percaya dengan yang namanya pernikahan Jas, sejak kapan kau berubah pikiran?" tanya Abraham lagi, ia masih belum percaya jika Jason kini beralih mempercayai pernikahan.
"Sejak aku melihat dan mengenal Liana, apalagi selama ini, aku menyaksikan kisah cinta Teo dan Lista begitu menyentuh ku, aku juga ingin menikah dan hidup bahagia dengan orang yang selama ini sudah menghiasai hidupku, aku janji Abraham, aku akan selalu membahagiakan saudara kembar istrimu, tolong berilah restu mu pada kami berdua." Liana merasa terenyuh dengan kata-kata Jason, yang denga berani meminta diri nya pada kakak ipar nya. Liara juga merasa bahagia akhirnya, adik nya satu-satunya akan memasuki babak baru, yaitu pernikahan, hal yang selama ini sangat amat dijauhinya.
Abraham datang mendekat pada Jason, ia mengutas senyuman disana, ia juga menepuk pundak Jason.
"Aku hanya seorang kakak ipar Jas, aku tidak berhak untuk melarang kalian, tapi aku bahagia, akhir nya kalian berdua akan menikah, kau akan menikmati indah nya syurga dunia saat kau sudah memasuki babak pernikahan itu!" bisik Abraham ditelinga Jason, ia sengaja berbisik agar tak ada yang mendengar m, selain dari mereka berdua.
"Wah tante, gimana kalau kita nikahnya barengan aja, kan keren, ya kan Te?" sambung Lista meminta persetujuan calon suami nya dengan mengerlingkan satu mata nya.
"Aku setuju, pasti menyenangkan Om Jas!" jawab Teo.
"Kita ikut nikah juga yuk Fio? Nek, nenek setuju kan kalau Jerry nikah sama Fio, barengan aja nikah nya sama Teo dan juga Lista, jadi dalam satu waktu , ada 3 pengantin, cucok meong kan?" ucapnya tanpa beban, Fio yang mendengar hal itu langsung membelalakan mata nya pas Jerry, pasalnya selama ini Jerry tak pernah bicara hal serius Selain membahas soal Teo dan Lista, kenapa sekarang justru ia membahas soal pernikahan.
"Terus kalau kalian semua nikah, aku?? nikah sama siapa?" sambar Alex dan menunjuk diri nya sendiri.
__ADS_1
"Kau ajak saja salah satu pacar mu itu Lex!" semua orang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Alex.
Pov Fiona
Bertemu dengan Callista kecil dulu adalah hal yang sangat membahagiakan, aku bisa mempunyai seorang adik sekaligus sahabat terbaik.
Isi rumah ku, menjadi sedikit lebih berwarna. Aku belajar, tertawa, sedih juga bersama.
Namun semua sedikit berbeda saat ia menyelesaikan kuliah nya di bidang Fashion dan Mode, ia ingin menjadi seorang Desainer handal, selain itu ia juga ingin menjadi seorang model, wajah nya yang sangat cantik, kulitnya yang putih bersih, serta bentuk tubuh yang bagus membuat nya sangat cocok menjadi seorang model.
Namun sayang, saat kontes terakhir ia mengalami cidera pada kaki nya, hingga mau tak mau ia harus tereliminasi.
Callista kecewa, padahal tinggal sedikit lagi impiannya akan terwujud, namun sasib berkata lain, saat ia terpuruk meratapi nasibnya yang gagal menang dalam ajang modeling, Kevin Lano Alberto datang membawa angin segar untuk nya.
Ya... diatas kertas, karena Kevin sama sekali tak pernah memperdulikan Lista. Ia sibuk mencari kepuasan pada perempuan-perempuan diluar sana. Awalnya Lista tak perduli, tapi.. Perlahan Lista mempunyai harapan untuk hidup normal dalam dunia pernikahan seperti yang lain, dalam hati Lista mulai tumbuh benih-benih cinta untuk Kevin. Aku sama sekali tak tahu, jika Lista adalah seorang putri Mafia besar dari keluarga Williams.
Karena selama ia tinggal dengan ku, Lista sama sekali tak pernah menceritakan perihal keluarga nya, kami pikir dia memang ditelantarkan oleh orangtua nya.
Aku baru tahu, jika pernikahan nya dengan Kevin bukan hanya sekedar perjanjian diatas kertas, namun menyelesaikan misi balas dendam, masing-masing dari mereka memiliki dendam tersendiri, Kevin dendam pada keluarga Lista karena tantenya telah membunuh nenek nya dengan sangat tragis, yang Kevin pikir itu adalah Ibu kandung Lista, Sedangkan Lista sendiri, ia ingin kembali mengambil aset perusahaan milik kelurga Ibu nya, yang dengan curang dirampas oleh kakek Kevin, Rumit memang, tapi jika ditelaah aku tetap membenarkan perilaku kelurga Lista, dan cara mereka mendidik Anak nya untuk mandiri.
Sedari kecil Lista ditinggalkan untuk bertahan hidup sendirian, mengahadapi keras nya dunia luar, apalagi dunia mafia seperti yang orang tua nya jalani saat ini.
Sekarang, untuk pertama kalinya aku melihat senyum kebahagian terukir manis dibibir mungil Lista. Akhirnya dia menemukan orang yang begitu sangat mencintai dirinya, Teo Melvin Adelio, putra sulung dari keluarga Adelio, meskipun usia nya sudah menginjak 35 tahun, Teo masih terlihat setara dengan Lista yang berumur 28 tahun.
__ADS_1
'Semog kali ini, kau benar-benar bahagia Lis,' bisik ku dalam hati.
Aku sangat berharap dia selalu bahagia. Namun apa ini, adik sepupu Jerry, yang merupakan pewaris kedua dari keluarga Adelio setelah Teo, Jerry Maxim Adelio, entah sejak kami jadi sangat dekat. Namun sedekat-dekat nya kami, Jerry sama sekali tak pernah berkata jika dia menyukai aku, atau menyatakan keseriusannya.
Namun entah angin dari mana, tiba-tiba ia meminta izin pad nenek nya untuk menikah denganku.
Jujur aku sedikit merona malu, namun.. Aku takut jika itu hanya khayalan, aku harus bangun dari mimpi, mana mungkin seorang putra Adelio menyukai ku, yang hanya berasal dari keluarga yang tak sebesar mereka semua yang ada disini.
"Lihat Jerr, pipi Fio jadi merah kayak tomat!" ejek Lista padaku, seketika aku bangun dari lamunanku.
"Apa sih Lis, jangan mulai deh!" jawabku malu, aku mencoba menyembunyikan perasaan gugupku, dengan menyelipkan rambut beberapa kali ketelinga.
"Tuh kan, elo salah tingkah!" ledek nya lagi.
"Udah, apa lagi sih Jerr, Lo bilang kalau gue udah tunangan sama Quin, Lo bakal bawa Nona Fiona ketemu nenek?"
Bluuussshhh...
Aku terkesiap mendengar Teo berkata seperti itu.
Jerry dengan sigapnya langsung membekap mulut Teo kuat-kuat.
"Apa sih Kak! lemes banget sih punya mulut!" kesel Jerry pada Teo, ia langsung mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang tengah merajuk. Lucu sekali, wajah ku langsung serasa panas dingin mendengar obrolan kakak beradik itu. Lista menyikut tangan ku,ia mengedipkan mata nya beberpaa kali untuk menggoda ku.
__ADS_1