
Pagi hari nya, Lista masih tidur dengan nyenyak disamping suami nya.
Teo bangun lebih awal, ia memandangi wajah cantik istri nya yang kelelahan akibat ulah nya semalam, Teo masih berasa seperti mimpi, jika kini ia tidur satu ranjang dengan wanita yang sangat ia cintai itu.
Ia mengusap lembut pipi istri nya, dan mengecup nya beberpa kali.
Lista nampak terusik dengan kegiatan yang di lakukan suami nya, ia membuka mata nya yang masih agak berat.
“Morning honey!” sapa Teo, tatkala Lista sudah membuka mata sepenuh nya.
“Morning to Hubby!”
“Kau lapar?”
“Hmm, aku ingin bubur kali ini, tapi seperti nya akan sulit untuk jalan ke bawah.” jawab Lista jujur, area sensitif nya masih berasa linu sekali, untuk sekedar bergerak saja rasanya tidak bisa.
'Kenapa rasa nya sakit sekali? setiap wanita pasti merasakan ini kan!' batin nya sendiri dalam hati.
“Oke biar aku pesan kan, agar bisa di antar kesini, aku juga butuh kopi!”
“Oke sayang!”
“Apa kamu ingin mandi sayang, ayo aku siap kan, jadi kita akan sarapan setelah selesai mandi.”
Lista menuruti Teo, Lista memang tipikal wanita yang sehabis bangun tidur langsung mandi, ia merasa gerah jika belum melakukan aktifitas tersebut, saat terbaring lemah dirumah sakit saja, dia selalu berusaha untuk mandi.
Teo telaten sekali mengurusi Lista pagi ini, ia membawa Lista ke kamar mandi, setelah itu ia membasuh tubuh istri nya dengan air hangat, tak lupa juga ia memberi sabun pada tubuh istri nya.
Setelah selesai, Teo juga memakai kan setelan piyama pada Lista, memakai kan cream di wajah istri nya, mengusap kan Lotion, serta mengering kan rambut nya, ia seperti bayi yang diurus sempurna oleh Teo, istri mana yang tidak tersentuh melihat suami nya seperhatian sekarang ini. Teo sendiri juga sudah selesai bersiap-siap.
Ting tong.
Seperti nya sarapan mereka telah datang, bergegas Teo menjemput nya.
__ADS_1
Kini mereka sudah duduk di balkon kamar hotel, menikmati udara pagi yang cerah dan segar, mereka bersarapan bersama dengan santai.
“Kau bahagia Quin?” tanya Teo memecah keheningan diantara mereka.
“Kau begitu baik, begitu perhatian, dan manis sekali, bagaimana mungkin aku tidak bahagia!”
Teo tersenyum simpul, wajah bahagia tak henti-henti nya terpancar diantara kedua nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kevin memegang gelas berisi kan wine, kondisi nya saat ini memang sudah jauh lebih baik, didepan nya Jimy juga melakukan hal yang sama, kedua nya menerawang jauh entah kemana, padahal saat ini ada gadis di samping mereka, tapi tak ada yang berhasil membuat mood mereka baik.
'Jangan pikir kau akan bahagia Callista, setelah apa yang keluarga mu lakukan padaku, aku tidak akan membuat hidup mu tenang!' Kevin berucap dalam hati sembari memandangi pigura Lista yang cukup besar. Manik mata nya mengisyarat kan kebencian yang begitu dalam, dendam yang menggebu-gebu untuk menghancurkan keluarga Williams adalah yang utama.
Sama hal nya dengan Jimy, ia tak akan membiarkan keluarg Williams hidup dengan bahagia, biarlah untuk saat ini mereka menikmati kebahagian mereka, tapi itu tidak akan berlangsung lama, batin Jimy dalam hati.
“Morning Tuan Kevin Lano Alberto,” sapa dua perempuan yang baru saja datang menghampiri Kevin dan Jimy.
“Hai Girls... ” Kevin memberi isyarat pada wanita-wanita bayaran mereka untuk keluar dari sana.
“Kami sudah menyusun nya dengan sangat manis, harus nya kita lakukan sebelum pernikahan, namun karena mereka melakukan
pernikahan dengan tidak mengundang siapapun, kita harus merubah strategi nya.” Jimy menyeringai licik, sepertinya keputusan nya untuk mengajak Fero dan Jo bergabung adalah hal yang tepat, mereka berdua juga tidak menyukai Lista. Meskipun dendam mereka tak seperti diri nya dan Kevin, tapi mereka berdua bisa di manfaat kan untuk membuat hubungan Lista dan Teo renggang.
“Oke, kita susun rencana nya sekarang.”
**
Tak terasa satu bulan telah berlalu. Teo dan Lista sudah kembali pada aktifitas nya masing-masing.
Lista sudah aktif kembali di QCL, sementara Teo dia sudah kembali pada perusahaan nya.
Pagi ini, Teo berangkat pagi-pagi sekali, ia ada rapat penting dengan klien dari Singapore, sangking terburu-buru nya hingga ia melupakan bekal makan siang yang sudah Lista dan Nenek Nathalie siap kan.
__ADS_1
Teo dan Lista memang tinggal di mansion Adelio, Lista masih berasa nyaman disana. Ada nenek Nathalie yang bisa menemani nya kala Suami nya sedang sibuk bekerja di luar.
“Suami mu itu memang sering seperti itu, kalau sudah terburu-buru pasti ada saja yang tertinggal,” celoteh sang nenek pada Lista, ia sibuk menceritakan aib cucu nya sendiri pada sang istri tercinta.
“Benarkah,” Lista pun mendengar kan nya dengan antusias, bagi nya cerita-cerita receh tentang suami nya adalah hal baru, dan itu sangat menarik baginya untum tau.
“Benar, Nenek ingat waktu kuliah dulu, dia telat karna kesiangan untuk bangun, padahal hari itu dia harus menyerahkan lukisan nya, namun karena terburu-buru, dia melupakan lukisan yang sudah ia buat dengan susah payah, ia juga berbangga hati kalau nilai nya pasti akan tinggi, namun bukan nilai tinggi yang ia dapat kan, justru hukuman karena dia lupa membawa nya!” Nenek terkekeh geli kala menceritakan momentum cucu nya, yang menurut nya itu sangat konyol.
“Dia lucu ya Nek, sekarang juga seperti nya sifat yang begitu belum hilang,” jawab Lista.
“Tidak akan pernah berubah soal yang itu nak, kau lihat saja, sebentar lagi, dia pasti akan menelpon mu,”
“Untuk??”
“Kau dengar saja!”
Drrtt...drrtt....
Lista melihat siapa yang menelpon nya, ternyata benar orang itu adalah Teo. Apa yang dikatakan Nenek memang benar, dengan segera Lista mengangkat telepon dari suami nya tersebut.
(Halo sayang, kau sudah pergi ke kantor?) tanya Teo diujung sana, suara nya seperti sedang khawatir.
(Belum sayang, aku baru selesai sarapan, why?)
(Emm sayang, bisa kah kau masuk ruang kerj ku, tolong Carikan aku map yang warna nya merah, itu file penting untuk meeting hari ini, aku sudah mengirim seseorang untuk menjemput nya, tolong kau beri pad nya ya?) ucap nya lagi dengan tergesa.
(Oke, tenang sayang, calm down okay!)
(Makasih sayang... Muuachh) Teo langsung menutup nya.
“Kau lihat kan, begitu lah sikap nya!”
Teo bergegas pergi keruangan kerja suami nya, dan mencari map yang sangat amat dibutuhkan itu, setelah ketemu Lista langsung membawa nya kruang tamu, karena ternyata orang suruhan Teo sudah sampai disana.
__ADS_1
Setelah orang suruhan Teo pergi, Lista pun menepuk jidat nya sendiri, kalau dia juga kelupaan menyerah kan kotak bekal makan siang suami nya.
“Astaga, kenapa aku bisa ketularan kamu sih yang!”