Terbiasa Tanpamu

Terbiasa Tanpamu
Bab 42


__ADS_3

Lista menyikut tangan ku,ia mengedipkan mata nya beberapaa kali untuk menggoda ku.


"Jerry, jadi ini gadis yang beruntung itu?" tanya Nenek Nathalie yang melirik kearah ku. Aduh, aku salah tingkah dibuat nya, dihadapan orang-orang kenapa malah aku yang jadi pusat perhatian, Ini akibat dari omongan Jerry yang ngawur tadi.


Jerry beralih menatap aku, tatapan nya dalam, aku bisa merasakan nya.


“I-ya Nek.. Fiona Cloe calon istriku, nenek setuju?” jawab nya mantap.


Blusshhh...


Aku meraba pipiku sendiri yang entah sudah seperti apa merah nya.


“Cie cie... Jerry keren banget sih, calon adik ipar gue,” pekik Lista lagi.


Apa-apaan ini, apa ini nyata?


Atau... Ini cuma guyonan mereka untuk ku.


“Hei Jerryno? kamu serius?” tanya ku yang sudah gatal sedari tadi ingin menanyakan semua ini.


“Aku serius Fio, aku... Aku mencintaimu!” ucap nya sedikit gugup, namun sorot mata nya... Ah.. Jerry... Dimata nya ada cinta untuk ku.


“Sungguh? sejak kapan?” tanya ku yang masih tak percaya dengan kenyataan.


Jerry datang mendekat kearah ku, ia mengambil kedua tangan ku, dan menggenggam nya dengan sangat lembut.


“Aku gak tau sejak kapan, tapi Teo tau semua itu, jadi Fio... Mau kah kamu menikah dengan ku?”


Aku menitikkan air mata kebahagian, aku merasa tersanjung kala Jerry melamar ku dihadapan banyak orang, terutama keluarga nya.


“Cuit..cuit..” Ledek Alex pada kami.


“Jawab dong Fi, masa di diemin aja sih, keburu pegel tu Jerry?” lagi-lagi Lista meledek aku.


Aku tersipu malu, kala Jerry menatap ku seperti itu.


“Yess, I Will Jerr!”

__ADS_1


“Yes yes yes, thanks Fio.. I love you” Jerry langsung memeluk ku erat, sungguh aku merasa sangat bahagia sekali, aku sendiri juga sama seperti Jerry, entah kapan perasaan itu ada dihati kami, aku yang dulu sedikit terusik saat dia mendekati ku, namun perlahan rasa nyaman itu ada, sebelum aku tau jika Jerry adalah salah satu tuan muda Adelio, aku sudah terbiasa dengan nya.


“Selamat ya Fiona, sahabat terbaik gue, saat dimana hari yang bikin gue bahagia, Lo juga menemukan kebahagian Lo, gue seneng banget, akhirnya Lo gak akan dijodohkan, jadi gimana, apa triple 3 pengantin nya?” ucap Lista padaku, aku hanya mengutas senyum yang sedari tidak pernah pudar.


“No sayang, Kau dan Teo dulu yang harus menikah, setelah itu baru Jerry dan Fiona,” jawab nenek, terserah mau gimana yang terbaik menurut mereka, aku ikut saja.


**


1 Minggu berlalu, tak terasa, hari yang ditunggu-tunggu oleh Lista dan juga Teo datang juga, begitu juga dengan Jason dan juga Calliana.


Sengaja keluarga Abraham tak menggelar pesta besar, demi untuk melindungi acara sakral putri nya dari Kevin, saat ini dia pasti sudah sembuh dan akan siap kembali untuk balas dendam.


Hari ini, Callista memakai gaun pengantin rancangan nya sendiri, ia mengenakan gaun tanpa lengan berwarna putih gading, dengan hiasan permata di sekitar dada, tak lupa rambut panjang nya ia sanggul sedikit turun kebawah, ditambah hiasan bunga mawar putih serta melati-melati kecil juga mahkota sebagai pelengkap nya, sangat cantik.


Lista juga memakai riasan tipis namun terlihat sangat cantik, sedangkan Calliana juga memakai gaun rancangan keponakan nya itu, tak berbeda jauh dari Lista, Liana juga mengenakan gaun berwarna putih gading, hanya saja Liana menggunakan gaun dengan lengan panjang, namun tetap terlihat elegan dan cantik.


Lista memasuki altar pernikahan di gandeng oleh Abraham Williams, sedangkan Liana di apit oleh sang kakak Calliara. Suasana haru dimulai dengan iringan musik piano yang sendu, disana telah menunggu Teo juga Jason, mereka menatap pengantin nya dengan tak berkedip sama sekali. Terutama Teo, sungguh ia tak berkedip sama sekali menatap Lista penuh dengan kekaguman, Nenek Nathalie menitikan air mata nya saat melihat cucu nya kini akan berubah status menjadi seorang suami.


Rasa bahagia menyelimuti nya, begitu juga dengan Jerry dan juga Fiona.


Pernikahan berjalan dengan lancar, dan khidmat, setelah sah menjadi suami istri mereka duduk di pelaminan, dan para tamu datang mengucapkan selamat pada mereka.


“Selamat menempuh hidup baru ya Bos, dan Kaka ipar, semoga lekas dapat momongan.” Ucap Alex.


“Thanks Alex, semoga kau cepat menyusul ya?”


Setelah Alex, kini giliran Jerry dan Fiona.


"Selamat sayang ku, bahagia selalu,” Fiona memeluk Lista erat.


“Thanks Fio, sebentar lagi iparan loh ya.”


“Hahahha iya, gak nyangka ya, oh ya.. btw udah Lo siapin belum buat entar malem?”


Lista bingung, apa yang dimaksudkan Fiona.


“Emang entar malem kenapa?”

__ADS_1


“Lo bodoh, apa pura-pura bodoh si Lis, malam pertama lah!” sontak Lista langsung membekap mulut Fiona dengan buket bunga mawar putih ditangan nya. Lista tak menyiapkan sama sekali tentang malam prrtama, ia sampai lupa Karena sibuk membuat gaun pernikahan nya sendiri juga Tante Calliana hanya dalam satu Minggu.


Fiona beralih menyalami Teo.


“Selamat ya Tuan Teo, jaga Lista selalu.”


“Jangan panggil tuan Fi, sebentar lagi kau akan menjadi adik ipar ku, soal Lista, kau tenang saja, aku akan selalu menjaga dan membahagiakan diri nya.”


Fiona tersenyum, lalu ia membisikan sesuatu di telinga Teo.


“Nanti malam, kau harus usaha membobol gawang milik Lista, yang sama sekali belum pernah disentuh oleh Kevin!” Setelah berucap Fiona langsung pergi, sementara Teo, ia membulatkan mata nya. Fiona yang melihat keterkejutan dari Teo menahan tawa nya.


"Sayang, kamu bisikin apa ketelinga Teo?” tukas Jerry,


“Kamu cemburu?”


“Menurut kamu?”


“Yam ampun sayang, aku cuma kasih tau Teo, untuk berusaha membobol gawang pertahanan milik Lista, yang belum sama sekali di jamah oleh Kevin!” Jerry langsung membelalakan mata nya.


“Maksud nya Lista_”


Fiona mengangguk.


“Yess, Lista masih per*w*n!”


“What??” Jerry tak mampu menutupi keterkejutan nya, gimana bisa, selam 4 tahun Lista hidup dengan Suami nya sendiri, Kevin Lano Alberto, dia tidak pernah disentuh?


Padahal seorang Kevin itu, seorang laki-laki yang hobi Gonta ganti pasangan.


“Gimana bisa Yang?”


“Entah lah, aku juga gak paham yang, setau aku sih karena Kevin memang menjaga jarak dengan Lista, meskipun di sosial media, atau awak media mereka selalu tampil mesra.” Fiona mengehenti kan ucapan nya sejenak.


“Padahal perlahan Lista mulai jatuh hati sama Kevin, tapi ya begitulah teh celup itu, aku juga bingung, kenapa bisa dia gak memandang Lista sebagai wanita dewasa.” terang Fiona lanjang lebar.


“Miris banget sih hidup Kaka ipar, tapi setelah bersama Teo, aku yakin, dia pasti akan dihujami dengan kebahagian, dan beruntung nya Teo, dapat Janda rasa Per*w*n!”

__ADS_1


“Sayang ih!” Fiona mencubit perut Jerry dengan manja.


“Jadi gak sabar, pengen cepet-cepet nyusul Teo!”


__ADS_2