Terbiasa Tanpamu

Terbiasa Tanpamu
chapter 27: harus kuat


__ADS_3

Kevin yang sudah babak belur itu menyeringai licik.


"Iyaa aku orang yang sudah menghancurkan putrimu!!! tapi itu semua karena ulah Istrimu itu, dia sudah menghabisi nenek ku tanpa ampun dan menggantung jenazah nya di pintu kamar mandi!"


"Hah??? Aku ???" tanya Calliara bingung.


"Kau jangan pura-pura bodoh Nyonya Calliara, dasar pembunuh!"


"Hei...mantan menantu! jaga bicara mu, apa kau mau aku mengoyak mulut mu itu, wajah saja yang tampan tapi ot*k nya di dengkul!" tukas Abraham, ia tak terima jika istrinya dikatakan pembunuh, meski sebenar nya mereka lebih dari itu.


"Kau salah Kevin! yang membunuh nenek mu itu adik ku Calliana, kami memang punya wajah yang mirip karena kami kembar!"


"Bulsyit!! aku tak percaya, jelas-jelas aku melihat mu disana, mula-mula kau merayu kakek ku agar ia berpaling dari nenek ku, lalu setelah itu kau membunuh nenek ku dan juga kakek ku seakan mereka tak berharga!" Kevin menumpahkan segala keluh kesah nya selama ini, ia tau mungkin umur nya tak akan panjang, lebih baik Callista tau alasan apa sampai dia membencinya.


"Hah! terserah kau! tapi perlu kau tau juga! Kakek mu itu telah mencuri Dauren's Company milik Ayah ku secara curang dan licik! dan juga kakek mu telah membunuh Ayahku karena dia menginginkan Ibuku untuk menjadi pemuas nafs* nya di ranjang! bukankah nyawa harus dibayar dengan nyawa!" jelas Calliara, membuat Lista dan Teo diam.. Namun karena racun di tangan Lista sudah mulai menjalar ke bagian lain, Lista mulai merasa telapak kaki nya dingin.


"Mommy... sepertinya racun ini bekerja dengan cepat, kaki ku mulai dingin!" Ucap Lista yang kini bersandar pada ban mobil Daddy nya. Melihat itu Teo sadar jika Lista terluka cukup parah.


"Quin kita segera kerumah sakit!" tanpa pikir panjang Teo langsung menggendong Lista untuk masuk kedalam mobil.


"Tak perlu kesana Teo! aku disini tenang lah!" ucap pria yagg tadi bersama Teo.


"Cepat Alex! suntikan penawar itu untuk Quin!"


Disela-sela kepanikan yang melanda Lista perlahan menutup mata nya, mendadak semua nya terasa gelap! samar-samar ia mendengar suara Teo memanggil namanya.


"Quin!!! ayolah.. kau pasti kuat!" ucap Teo yang mengguncangkan tubuh Lista agar ia sadar.


"Ya ampun putriku... Callista!! brengsek kau Kevin! gara-gara kau putri ku jadi begini!" maki Abraham pada Kevin.


*Bugh..

__ADS_1


Bugh*..


Abraham menghajar Kevin yang sudah babak belur itu.


"Hahahhahaah dia akan mati , dia akan segera mati!" ucap Kevin di sela-sela sengalan nafas nya.


tanpa pikir panjang, Calliara lamhsung menghunus perut Kevin dengan Belati kebanggaannya.


"Dasar Gil*!!! keturunan Alberto sudah tidak ada yang waras! seperti nya dia sudah mati sayang!" Abraham yang biasa nya menurut, tidak menegecek kembali denyut nadi dari Kevin. Karena siapapun yang sudah terkeona belati istri tercinta nya sudah pastinia akan bertemu dengan malaikat oencabut nyawa.


"Hei Anak muda! bagaimana kondisi putriku! kita bawa saja dia ketempatku! disana sudah ada dokter pribadi kami!" tanya Abraham.


"Tidak masalah paman, penawar racun sedang bekerja, aku juga seorang dokter, jadi paman tenang saja!" jawab Alex yang masih sibuk dengan alat dokter nya, ia berkata tanpa melihat kearah Abraham.


"Paman?? sejak kapan aku menikah dengam bibimu!"


'Oh ya ampun kenapa Abraham ini begitu menjengkelkan! kondisi lagi genting gini sempat-sempat nya dia bertanya hal sepele seperti itu' batin Alex dalam hati.


"Sayang... tenang lah, dia tak akan kenapa-napa! dia itu putri ku, outri Abraham Williams! dia harus kuat!" Ucap Abraham, ia menarik tubuh istrinya untuk bersandar pada dada bidang nya, memeluk nya dan memberi ketenangan.


"Alex.. bagaimana keadaan Quin, apa dia tak apa jika kita berada disini terus?" tanya Teo yang mulai kembali khawatir lagi.


"Tenang... tapi jika kau merasa tak yakin padaku, tak apa, kau lajukan saja mobilnya dan kita kerumah sakit sekarang!" jawab Alex, sebenar nya ia pun sedikit ragu pada diri nya sendiri, harus nya setelah ia menyuntikan obat penawar racun, setidaknya wajah Lista terlihat segar kembali, namun kini bibir nua sudah agak membiru.


Tanpa pikir panjang Teo langsung melajukan mobilnya cepat.


Alex merogoh saku nyadan mengambil ponsel nya.


(Siapkan kamar operasi! segera! 15 menit lagi kami sampai!) Ucap Alex.


"Ada apa dengan putriku, kenapa kau menyuruh orang menyiapkan kamar operasi!" tanya Abraham panik.

__ADS_1


"Maaf paman, sepertinya racun ini menyebar dengan cepat, biasa nya saat aku menyuntikan penawar racun, wajah Lista akan kembali segar, namun ini responnya lain, lihat area bibir nya sudah sedikit membiru!"


"Ohh **"*!!!" Abraham nampak menghubungi seseorang juga di seberang sana.


(Jason!!! cepatlah datang kerumah sakit Milione, aku tunggu kau disana! bawa serta juga racun bisa ular yang biasa kau gunakan untuk menangkal racun! SEGERA!!)


"Sayang... apakah kau mendengar Mommy! kau harus kuat nak... Mommy sudah menghabisi penjahat kelamin itu! mommy mohon bertahanlah!" Calliara memeluk putri nya dengan kuat, ia merasa sekujur tubuh Lista sudah mulai dingin.


"Callista!!! BANGUNLAH!!! APA KAU MAU MENINGGALKAN MOMMY DAN JUGA DADDY!!! KITA BARU BERTEMU! APA KAU TIDAK RINDU PADA KAMI!" Calliara menangis sejadi-jadinya disana.


Teo yang masih menyetir mobil melajukannya tanpa melihat apapun dihadapannya.


'Pisau merah!! akan ku habisi kawanan kalian hingga ke akar-akar nya!! Brengsek!!!' umpat nya dalam hati, Teo membanting stir nya dengan kuat.


"Uuhhhuukk...Uuuhhuuukk!!!!" tiba-tiba saja Lista terbatuk.


"Sayang...Lista... kau mendengar Mommy Nak! Kau harus bertahan sebentar lagi kita akan kerumah sakit!"


Sesampainya mereka dirumah sakit, Lista langsung dibawa ke ruangan operasi, meski luka sayatan itu kecil namun efek racunnya dapat melumpuhkan seluruh saraf ditubuh Lista, hinga membuka mata saja rasanya ia tak mampu, meskipun ia dapat mendengar dengan jelas suara orang-orang disekitar nya.


Perlahan Lista merasa dirinya sedang berada di suatu tempat, tempat yang putih tak ada apapun disana, sekeliling nya hanya berwarna putih saja.


'Dimana aku' batinnya dalam hati.


*


Sementara disisi lain, Jimy melihat Kevin yang sudah penuh dengan darah dan hancur lebur wajah nya mendekat kearahnya.


Ia melihat denyut nadi nya masih berdetak.


"Kau masih hidup Vin!" segera ia mengangkat tubuh Kevin kedalam mobil dan membawa nya kerumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2