Terbiasa Tanpamu

Terbiasa Tanpamu
chapter 26: Dia menantuku


__ADS_3

"Siapa sebenar nya kalian?? bahkan Klien kami tidak bilang jika kalian menguasai bela diri!"


"Cih!!!! kau yakin ingin tau siapa kami Para Pisau Merah??" Ucap Abraham sinis, sorot matanya tajam seperti pisau yang siap menerkam musuh nya.


Gleg!!


Para bawahan dari geng itu menelan saliva nya sendiri, entah mengapa mereka sedikit bergidik ngeri melihat lawannya kali ini. Aura membunuh nya kental sekali. Bukan hanya laki-laki nya bahkan aura membunuh dari para perempuan disana pun sama.


"Bos, apa kita akan benar-benar lolos?" tanya salah satu bawahan Klen Pisau Merah itu.


"Apa yang kau katakan bodoh! mereka itu hanya kerikil kecil, apa kau takut hah!" jawab ketua geng nya.


"Bukan begitu bos, lihat teman-teman seperjuangan kita, semua tergeletak ditanah bersimbah darah, tinggal kita saja! aku tak yakin kita akan pulang dengan selamat!" jawabnya lagi, pandangan nya masih tertuju kearah rekan-rekannya yang sudah tak bernyawa, ada yang kehilangan tangan nya, kaki nya, ada yang mata nya juga keluar dari sangkar nya, mereka seperti nya lebih parah dari Black King!


"Sudah lah, kita selesaikan misi ini lalu cepat kembali!" ucap sang ketua geng.


"Hei!!! kenapa kalian malah bergosip ria disana??? sudah siap untuk mati ??" teriak Calliara pada kawanan Pisau merah.


"Ayo maju! kau kira kami takut pada perempuan seperti kau dan putri mu!! Cih !! Mimpi aja sana!" Lalu ketua geng itu melempar belati nya kearah Lista, sial Lista terlambat menyadari pergerakan nya hingga belati itu menggores sedikit lengan mulus Lista.


"Awww ****!!!" Lista langsung memegang lengannya.


Abraham yang melihat itu sangat murka, ia langsung mengeluarkan pistol nya dan menembak ketua geng itu, namun meleset, ketua geng itu mengumpankan bawahannya untuk melindungi dia.


"Sial!!" Umpat Abraham kesal, sebenarnya peluru itu tepat sasaran di jantung korban, namun sayang nya ketua geng itu lebih cepat mengambil tameng yaitu bawahannya sendiri.


"Calm down Baby!" Calliara menenangkan suami nya.


"Kau urus putri kita sayang, jangan sampai dia kenapa-napa! Aku yang akan mengurus mereka!" perintah Abraham pada istrinya.


"Ketua geng itu langsung mengeluarkan samurai kebanggaannya untuk melawan Abraham. Pun Abraham tak mau kalah, ia pun mengeluarkan samurai nya, terjadilah adu samurai masing-masing.


Sringg...


Terdengar suara samurai yang berdentuhan satu dengan yang lainnya. Calliara yang merasa suami nya agak kwalahan menghadapi 9 orang musuh didepannya langsung bangkit dan ingin membantu suami nya.

__ADS_1


"Princess sayang, apakah boleh mommy membantu Daddy sebentar, tidak lama hanya 10 menit!" ucap Calliara pada Putrinya, Lista yang sudah merasakan sedikit menggigil disekujur tubuh nya merespon cepat.


"Hati-hati Mom.. seperti nya senjata mereka dibekali dengan racun!" Ucap Lista, ia merasa memang semua senjata mereka ada racun nya, terbukti dengan luka sayatan yang dilengan Lista sekeliling nya membiru.


*Bugh...


Bugh..


Sreet*!!


Terdengar mereka saling menyerang, dilihat nya Mommy nya, dan Daddy nya yang sedang menghadapi musuh, meski usia mereka tak lagi muda, namun kegesitan mereka berdua memang patut diaucungi jempol.


Abraham membasmi musuh mereka dengan gerakan yang gesit, pun Calliara sama, ia menendang bagian perut musuh lalu menginjak nya ke bawah, setelah dirasa tersungkur, ia langsung memijak kepala musuh tersebut dengan sepatu Boot nya, lalu ia menarik tangannya keatas dan..


Kreeekkk...


Terdengar seperti suara tangan yang retak akibat terpelintir Calliara. Lista masih menciba mengawasi setiap gerak gerik musuh nya, ia melihat dua orang musuh datang mendekat dari arah belakang Mommy dan Daddy nya dengan membawa sebuah belati, Lista bingung harus bagaimana sementara ia hanya memegang satu belati, ingin bergerak rasanya tangan yang terkena racun tidak bisa digerakan.


"Sial!!! Mommy Daddy awas!! dibelakang kalian!!" teriak Lista sekuat tenaga.


panah yang banyak tepat mengenai jantung mereka.


Abraham , Calliara , dan Lista merasa bingung, siapa yamg sudah melakukan itu.


Hingga nampak lah seorang laki-laki yang sama sekali belum pernah Lista temui, dan dibelakang laki-laki itu nampak seorang pria berkulit sawo matang dengan gaya nya yang sangat cool menyeringai ke arah kami.


"Teo!!"


Lista kaget dengan kehadiran Teo disana, terlebih lagi saat Teo nampak menggeret seseorang disana.


"Kevin!!!"


Ketua geng yang melihat Kevin, Kliennya yang meminta nya untuk membawa dan menghabisi orang yang bernama Callista itu sudah babak belur dihajar tanpa ampun.


'Black King! Sial kenapa dia bisa ikut campur! Gawat! Aku harus kabur dari sini, sebelum mereka sadar, dan aku bernasib sama seperti yang lain.

__ADS_1


Saat ia hendak memutar badannya untu pergi, tiba-tiba kaki nya terhenti karena sudah tertancap satu belati disana.


"Kau mau lari kemana hah!! kau sudah bosan hidup kan ?? lihat 49 bawahan mu sudah tewas semua, apa kau tidak ingin bergabung dengan mereka juga??" Ucap seorang laki-laki yang bersama Teo tadi.


"Hei anak muda, bolehkah aku yang berkesempatan mengakhiri hidup nya??" tanya Abraham pada pemuda tersebut.


"Tentu saja paman!"


"Ampun tuan! maafkan aku.. aku hanya menerima perintah dari bos kami!" Ucap kepala geng tadi.


"Cih!! bukankah tadi kau sangat ingin tau siapa kami??" tanya Abraham kini ujung samurainya sudah berda tepat di mata musuh nya, Kepala geng tersebut keringat dingin dan gemetar seluruh tubuh, ia takut membayangkan benda tajam ini lah yang akan mengantarkan dirinya menemui ajalnya.


"Am-pun Tu-an" ucapnya lagi terbata.


"Aku adalah Abraham Williams, apa kau kenal aku??"


'mampus ternyata kami salah sasaran! aku fikir Callista Quinza ini hanya perempuan biasa saja, ternyata dia anak seorang Ab-ra-ham Williams, dan sudah pasti perempuan paruh baya yang sangat gesit itu Calliara! pasangan suami istri yang sangat dikenal dengan sebutan the King Mafia, sudah pasti aku mati hari ini!' batinnya dalam hati.


"Dan kau lihat laki-laki yang tengah menggeret bajingan itu??? dia itu adalah calon menantuku, Black King!"


'Hah!!! sudah klop sudah keluarga nya'.


Sreett...


Tanpa basa-basi lagi Abraham langsung menghunus samurainya ke perut ketua geng itu dan seketika darah mengalir sangat deras, saat ketua geng itu tengah meregang nyawa nya.


"Teo! kenapa bisa kau membawa Kevin kemari!" tanya Callista.


"Dia biang dari semua kekacauan ini!" Teo melemparkan nya ke bawah..


"Brengsek!!!! jadi kamu yang sudah mengahancurkan hidup putriku!!!" Geram Pak Abraham.


Kevin yang sudah babak belur itu menyeringai licik.


"Iyaa aku orang yang sudah menghancurkan putrimu!!! tapi itu semua karena ulah Istrimu itu, dia sudah menghabisi nenek ku tanpa ampun dan menggantung jenazah nya di pintu kamar mandi!"

__ADS_1


Hah!


__ADS_2