Terbiasa Tanpamu

Terbiasa Tanpamu
Chapter 23: Kembalinya orang Tua Callista


__ADS_3

Semua orang memandang tak percaya pada Lista, terutama Kevin dan Jovanka.


"Ini dia CEO dari QCL Group beserta sang Desain itu sendiri!" semua orang bertepuk tangan bangga.


Teo menyodorkan mic nya pada Lista untuk mempersilahkan Lista membuka suara nya.


"Selamat malam semuanya, terimakasih banyak karena berkat kalian semua saya selaku CEO dari QCL bisa berdiri disini dihadapan kalian semua, seperti yang kalian yang tau, saya khusus merancang desain ini karna terinspirasi dari perjalan rumah tangga saya yang seolah mati, padahal.. saya sudah berusaha menjaga, merawat, memyirami nya selalu dengan cinta, namun takdir baik mungkin tidak berpihak pada saya, hingga kami harus berpisah. Jadi dengan kejadian itu semoga saya bisa bertemu cinta sejati saya dan rasa yang telah mati bisa tumbuh dan bersemi kembali! Terimakasih!" Lista mengakhiri pidato singkat nya dengan suara tepuk tangan yang meriah.


Kevin menatap tak percaya pada mantan istri nya.


'Jadi selama ini kau menyembunyikan perusahaan mu dariku Lista! picik sekali!' ucap Kevin dalam hati.


Sedangkan Jo ia meremas gaun nya sendiri dengan perasaan yang teramat kesal, ternyata Callista yang selama ini ingin ia hancurkan, lebih semakin tinggi tahta nya.


'Akan ku balas kau Lista! apa kau sudah merasa sombong dengan berada diatas ku! lihat saja, aku akan mendekati tuan Teo, akan ku buat ia jatuh cinta padaku dan menendang mu bagai sampah!' umpat Jo lagi, ia benar-benar kesal dengan apa yang ia lihat malam ini.


Tiba-tiba lampu dipanggung mati mendadak, seketika suasana menjadi sangat gelap. Namun setelah nya terdengar samar-samar suara orang bernyanyi, mendekat ke arah panggung dengan membawa Kue Black Forest kesukaan nya.


"Happy Birthday to you...


Happy Birthday To You..


Happy Birthday To Callista..


Happy Birthday To you...


🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶


Tapp....


Lampu kembali menyala. Lista,Fiona, dan Jerry tercengang melihat siapa yang datang.


"Daddy!!! Mommy!!!" Teriak Callista.

__ADS_1


"Apakah ini sungguh kalian??" tanya Lista lagi, kini mata nya sudah dipenuhi dengan bendungan air mata yang sehentar lagi akan tumpah.


Fiona dan Jerry beradu pandangan sesaat, mereka masih bingung.


"Iya sayang, ini sungguh kami! apa kau tidak rindu sama sekali?" Ucap Daddy nya.


Lista berhambur memeluk kedua nya bergantian. Kini air mata nya sudah tumpah ruah.


"Mommy!! aku sangat-sangat rindu pada kalian semua!"


"Hei.. lihat lah Dad, Princess kesayangan mu sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sekali!"


"Dia sangat mirip dengan mu sayang!" imbuh Daddy nya.


"Ayo sekarang tiup lilinnya nak!"


Lista langsung meniup lilinnya, ternyata benar apa yang mereka katakan, mereka menepati janji, untuk kembali saat usia nya menginjak 28 tahun.


'Kau, akan dapat balasan dari apa yang sudah kau lakukan di masa lalu ABRAHAM WILLIAMS!!!' batin Jimy dalam hati.


Teo yang sedari tadi memperhatikan momen pertemuan Lista dengan Orang tua nya hanya diam membeku, Fiona dan juga Jerry pun sama, mereka seolah diam seribu bahasa, berharap agar Lista dalam mejelaskan pada mereka semua.


Kevin menatap penih benci pada Bu Calliara, ia juga ingat betul wajah yang melenyapkan nenek tercinta nya tempo dulu. Tangan nya mengepal kuat, keringat dingin sudah mengucur deras di dahinya.


'Kau pembunuh CALLIARA!!! Akan kubuat hidupmu sama menderita nya seperti ku, saat kau kehilangan anak tercinta mu!' batin Kevin geram.


Lista mengurai pelukannya pada orang tua nya, ia sadar jika kini semua mata pasti tertuju pada nya. Ia mencari-cari keberadaan sahabat nya Fiona.


"Fi.. apa kau tak ingat malam ini ulang tahunku!" tanya Lista yang sedikit merajuk, biasanya Fiona tak pernah absen memberikan surpise ulang tahun pada nya.


"Ah.. bukan begitu sayang, aku ingin mengejutkan mu... tapi... malah aku yang terkejut duluan, hehehe... Happy Birthday sayang ku... semoga apa yang menjadi keinginan mu segera tercapai tahun ini, dan cepet dapat JODOH yang sayang sama kamu melebihi apapun!" Fiona memeluk Lista dengan penuh kasih sayang, ia sengaja menekankan kata jodoh agar Kevin dan Teo dapat mendengar nya.


"Lis.. Lo hutang banyak penjelasan sama gue!" bisik Fiona ke telinga Lista.

__ADS_1


Lalu Teo dan Jerry datang juga mengucapkan selamat ulang tahun pada Lista.


"Happy Birthday Quin! Semoga kebaikan selalu bersama mu!" Daddy Abraham menatap sinis pada Teo, tatapan yang sulit diartikan.


"Happy Birthday Kakak Ip_.. Eh.. Lista yang paling cantik sejagad raya.. Semoga makin sukses ya" Jerry menjabat tangan Lista.


"Terimakasih untuk kalian semua, oh ya perkenalkan ini orang tua ku!"


"Emmm, mohon maaf Om, tante.. gimana kalau kita ngobrolnya di ruangan aja, disini banyak banget wartawan dan pasang mata yang melihat!" usul Jerry.


"Oke" Semuanya berjalan kedalam ruangan khusus tamu, sesampai disana tiba-tiba mereka semua saling diam, mereka masih sibuk berkutat dengan pikiran masing-masing.


Ehem!" Pak Abraham berdehem untuk memecahkan suasana kikuk didalam sana.


"Mohon maaf jika kalian terganggu dan terkejut dengan kedatangan kami berdua, hanya saja kami ingin memberikan kejutan pada putri kami!" Terang Pak Abraham.


"Emm, iya tidak masalah Pak, maaf, apakah saya boleh bertanya??" Jerry membuka suaranya.


"Sepertinya saya tau apa yang ingin kalian tanyakan! Ini mengenai keberadaan kami selama ini kan??" Pak Abraham melirik ke arah Jerry, Fiona dan terakhir Teo bergantian.


Tak ada yang menjawab, semua nya diam, tatapan Pak Abraham ini seperti burung elang yamg siap menerkam mangsanya.


"Sayang, jangan pasang wajah begitu! teman-teman Lista jadi takut!" Ucap Bu Liara sambil memegang pundak suami nya. Pak Abraham tersenyum manis kepada istri tercinta nya.


"Sebelum saya menjawab pertanyaan kalian, saya mengucapkan terimakasih karena telah menjaga dan berteman baik dengan nya tanpa mempertimbangkan siapa dia, dan dari keluarga yang mana, saya harap jika kalian tau siapa Callista sebenar nya, kalian tak akan meninggalkannya begitu saja!" Pak Abraham menghentikan ucapannya sebentar, menarik nafas nya dalam sebelum akhirnya melanjutkan kata-katanya.


"Nama asli dari Lista adalah 'Callista Quinza Williams'!'' Fiona menutup mulut nya cepat, ia membelalakan mata nya tak percaya, Jerry pun sama terkejut nya dengan Fiona. Hanya Teo yang nampak biasa saja.


"Jadi Anda.....Ab-bra-ham Wil-liams????"


"Ya... dan ini istri saya Calliara Quinza!"


"Oh ya ampun... jadi selama ini aku berteman dengan anak seorang Abraham???

__ADS_1


__ADS_2