
Kevin terluka cukup parah, luka bekas samurai dari Abraham itu nampang memanjang membelah dada Kevin, namun luka itu tidak sedalam perkiraan mereka.
"Dokter bagaimana?? apa teman saya masih bisa bertahan ?" tanya Jimy pada Dokter yang datang memeriksa Kevin.
"Luka ini memang agak ngeri, namun tak sedalam pikiran kita, ini goresan saja, ibarat nya musuh kalian, hanya memberi pemanasan untuk kalian, atau dia memang tidak tau jika luka nya hanya seperti ini!" jelas Dokter, Jimy mengangguk-anggukan kepalanya tanda mngerti.
'Kau ingin bermain-main dengan kami Abraham??' seringai licik Jimy muncul di wajah nya.
'Baiklah, kita lihat... siapa yang akan lumpuh lebih dulu, aku rasa saat ini Callista pun tengah sekarat menghadapi maut nya yang akan datang!' batinnya lagi dalam hati.
"Vin kau harus kuat, kita harus selesaikan misi balas dendam kita, ketua dari pemilik pisau merah juga tak akan tinggal diam, sebab anak buah nya banyak yang habis ditangan Abraham itu!"
Dirumah sakit yang sama, Teo tengah mondar-mandir di depan ruangan Callista, ia bingung apakah hatus masuk atau tidak. Kalau dia masuk, ia malu jika harus bertatatap muka dengan Lista secara langsung, sejak kejadian lancang waktu ia mencium Lista dipantai dan respon Lista sangat tidak baik, ia jadi lebih berhati-berhati dengan tindakan yang ia lakukan pada pujaan hatinya agar ia tak tersinggung.
Kleekk..
Alex dan Jason keluar dari ruangan Lista, mereka menghampiri Teo yang nampak kebingungan.
"Hei anak muda! kenapa kau terlihat cemas sekali, lihat pipi mu itu memerah seperti gadis yang tengah jatuh cinta!" cibir Jason.
"Ia memang tengah jatuh cinta Jason, tapi.. dia itu hanya tau berkelahi saja, kalau soal menaklukan hati wanita, dia tidak tau sama sekali!" timpal Alex yang lagi-lagi mengejek Teo.
"Jaga bicara mu Alex, kau pikir aku seperti mu? kau mampu mengahabiskan satu malam panas dengan wanita-wanita j*l*ng, padahal belum tentu mereka bersih! kau ini dokter, begitu saja kau tidak tau!" Teo membela diri.
"Hei!!! perempuan yang tidur dengan ku, sudah dipastikan kebersihannya, kau pikir aku sembarangan memakai j*l*ng murahan!"
"Kau mengakui jika kau memakai jasa perempuan penghibur kan??"
"Kau ini!!"
"Hei sudah lah, apa kalian lupa jika disini ada orang tua? kalian sibuk bicara tentang wanita penghibur didepan orang yang belum pernah merasakan surga dunia ck! jahat sekali!" rajuk Jason.
"Teo???" Teo menoleh kearah sumber suara yang memanggil namanya.
"Jerry??? Fiona??"
"Aku dengar Lista masuk rumah sakit? bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Fiona cemas.
__ADS_1
"Kalian lihat saja didalam, kondisi nya sudah lebih baik sekarang!" Teo memebawa mereka menemui Lista.
"Fiona??" Fiona kangsung berhambur memeluk sahabat nya.
"Apa Lo udah ngerasa lebih baik sekarang?? lihat tubuh Lo membiru kayak film Avatar, tapi Lo tetep aja masih cantik!" cibir Fiona
Lista mencebikan bibir nya, dalam situasi seperti ini, Fiona masih sempat-sempatnya bilang kalau dia tetap cantik.
"Lo ngeledekin gue?"
"Enggak Lah Lis... Lo tetep cantik, meskipun biru tetep shaning simering splended" ucap Fiona lagi yang langsung mendapat cubitan kecil dari Lista.
"Auuwww! kata nya sakit, tapi tetep aja tu tangan kayak kepiting, nyapit terus!" ejek Fiona lagi yang lsngsung membuat semua orang tertawa.
"Quin?? kau mau makan?? atau mau buah biar aku ambilkan?" tanya Teo.
"Dia belum boleh makan Teo! kadar racun nya masih berbahaya, jadi aku meminta nya untuk puasa dulu sampai Tuan Abraham dan Nyonya Calliara datang membawa penawarnya!" Terang Alex.
Dalam hati Fiona, separah itukah kondisi Lista?? ya Tuhan...
"Seburuk itukah kondisi ku Tuan Alex??" Tanya Lista.
"Wanita ku memang hebat!" puji Teo, yang agak nya kini ia sudah tidak terlalu malu-malu seperti tadi, dan tentu saja itu mampu membuat hati Lista Nyesss....
Fiona menyikut lengan Jerry.
"Apa kau dengar Jer?? W A N I T A K U !!"
"sepertinya si bujang lapuk itu benar-benar bucin dengan Nona Lista, Nenek harus tau tentang ini!" Jerry merogoh ponsel nya memberi tahukan pada sang nenek jika cucu kesayangannya yang perjaka tua itu sudah mulai Go public!
Lista dan Teo saling pandang, bahkan kini tangan Teo sudah kembali menggenggam tangan mungil nan lentik milik Callista, hingga tanpa mereka sadari, wajah Teo semakin dekat dengan wajah Lista dan...
Cup!
Satu kecupan manis mendarat pada kening Lista.
"Ehem!!" Jerry berdehem yang membuat mereka tersadar, jika disini masih begitu ramai rekan-rekannya.
__ADS_1
"Jangan merasa dunia milik berdua deh yang lain ngontrak!" dengus Alex kesal.
"Tuan Teo, sebaik nya anda segera meresmikan pernikahan kalian saja!" Sahut Jerry yang ikut menimpali.
Callista dan Teo nampak bersemu merah, mereka tampak malu-malu seperti ABG labil yang tengah jatuh cinta, padahal usia Teo sedikit lagi akan memasuki angka 4 sedang kan Lista akan memasuki angka 3.
"Tenang saja, setelah calon mertua ku berhasil membawa penawar racun untuk Quin, aku akan melamar nya untuk menjadi Queen dalam hidup seorang Teo Melvin Adelio!" Teo berkata mantap, penuh keyakinan.
"Semoga aja kali ini Lo bener-bener akan bahagia ya Lis, jangan sampai air mata kesedihan itu ada dipipi lo!" Fiona kembali memeluk sahabat nya.
"Eh, ngomong-ngomong ni, gimana keadaan Kevin sekarang?? dia udah tewas kah dibantai sama Pak Abraham?" tanya Jerry penasaran.
"Mungkin si Kevin udah ketemu sama malaikat maut lah, secara Pak Abraham itu terkenal dengan kebrutalan nya membasmi musuhnya, jadi gak mungkin dia bisa lolos!" terang Alex.
"Haah, serius Kevin tewas?? tapi gue kok yakin ya Lis? Gue takut entar dia dateng lagi dan bikin kacau hidup elo lagi!" Ucap Fiona.
"Gue rasa juga gitu! kita liat aja entar, dia mah mainnya gak berani langsung, dia kuat nya cuma kirim orang aja buat bikin gue punah dari bumi ini!"
"Manusia purba kali ah punah!"
"Gimana menurut Lo Teo?" Jerry beralih ke Teo.
Teo bergeming, benar juga apa yang dikatakan Fiona, masalah nya kemarin sangking panik nya ia tak sempat menanyakan dibuang kemana jasad Kevin. Bagaimana jika benar, ia belum tewas dan akan kembali untuk mengacaukan hidup Quin lagi!
"Kita harus hati-hati jika memang itu akan terjadi, tapi sebelum itu aku harus menghabisi Atasan dari Klen Pisau merah, yang sudah membuat Quin seperti ini! Sebelum aku membawa kepala dari Atasan nya, Quin harus tetap menghukum ku!" ucap Teo dengan sorot mata yang tajam dan membunuh, membuat siapa saja yang melihat nya akan merasakan hawa yang sangat dingin.
"Jerry itu sungguh tuan Teo??" bisik Fiona ke telinga Jerry.
"Yaa.. itu lah wajah asli dari seorang Teo Melvin Adelio, laki-laki yang begitu dingin, tegas dan garang!" jawab Jerry.
"Apa dia sungguh akan membawa kepala manusia kehadapan Lista??" tanya Fiona lagi yang masih penasaran.
"Tentu Fio.. kamu kira Teo becanda!" Fiona bergidik ngeri membayangkan Teo akan menebas leher dari orang yang disebut dengan atasan Klen Pisau Merah itu.
"Aku setuju dengan mu Teo! Dan lagi benar yang kalian pikirkan , Kevin itu belum tewas! aku sengaja hanya menggoresnya sedikit dengan samurai kesayangan ku!"
Deg!
__ADS_1
"Pak Abraham?"