
Warning area 21+
Maaf sebelum nya ya guys, kalau misal adegan malam pertama nya gak se hot yang dibayang kan, jujur agak malu nulis begini..
Jadi harap di maklumi ya..
Teo dan Lista kini sudah ada di dalam kamar hotel presiden suit, suasana dikamar itu sudah di set sedemikan rupa, dengan tebaran kelopak mawar dimana-mana, dan lilin aroma Terapy yang membuat suasana jadi romantis.
Lista menelan saliva nya , sebentar lagi dia akan sah menjadi istri seutuh nya, hal yang selalu dia impikan saat bersama Kevin dulu. Namun apa daya, Kevin sama sekali tak tertarik untuk menyentuh nya, semua hanya kepalsuan belaka.
Teo berjalan mendekati istri nya yang masih berbalut gaun pengantin. Tidak dipungkiri, Teo sangat terpana dengan kecantikan dari bidadari nya tersebut.
“Apa kau lelah Quin?” tanya Teo.
“Apakah saat didalam kamar pun, bicara mu masih seformal ini Te?”
Teo tersenyum, ia membuka jas nya dan meletakan nya di meja.
"Jadi aku harus bagai mana? Kau itu istriku, aku harus selalu menghargai kamu kan,”
“Ya ya.. Tapi aku gak nyaman , kalau bahasa mu masih seperti itu, ayolah sayang... kita hanya berdua?” Lista mengedipkan mata nya nakal, ia sengaja menggoda Teo.
“kau sudah gak sabar ya?” Teo menarik tangan Lista, hingga Lista jatuh terduduk di pangkuan nya.
“Emm sayang, apa aku boleh mandi dulu?”
“Mau mandi berdua?” goda Teo.
“Gak usah Te, aku sendiri aja ya, tunggu aku disini!” Lista berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi, sebelum itu ia mencoba membuka gaun pengantin nya. Lista sedikit kesusahan melepaskan pengait gaun nya, karena tadi sewaktu ia memakai nya pun dibantu beberapa orang.
Teo yang melihat sang istri kesusahan membuka gaun nya, menghampiri nya bermaksud ingin membantu.
“Perlu bantuan sayang?”
“Huum yang, ini agak susah buka nya!”
__ADS_1
Teo membantu membuka pengait nya, setelah gaunnya berhasil di buka, Teo menelan saliva nya kasar, darah nya mendesir hebat melihat punggung mulus milik istri nya.
Meskipun selama ini, Teo sering melihat nya saat Lista berpose di hadapan kamera, namun kali ini rasanya beda. Lista kini sah menjadi istri nya. Tanpa sadar Teo mengecup lembut punggung sang istri, Lista yang tak siap menerima sentuhan lembut dari suaminya pun seperti tersengat sesuatu. seluruh tubuh nya seperti menegang tak karuan, ritme jantung nya berdetak kencang.
Lama-lama kecupan Teo turun ke arah lain, tangan nya seperti mencari-cari sesuatu dibtempat lain, untuk sesaat Lista sudah terbuai dengan permainan Teo, namun ia segera sadar jika ia harus mandi dulu, ia ingin memberikan kesan yang tak terlupakan pada malam pengantin mereka ini.
“Sayang.. Aku harus mandi dulu.” Teo mendengus kesal, seperti nya ia harus bersabar sedikit lagi.
“hmm baiklah.. Cepat kembali ya?” ucap Teo memelas. Lucu sekali pikir Lista.
“Iya sayang, tunggu ya!”
Lista segera berlari ke kamar mandi, ia menghidupkan shower dan mulai membasuh tubuh nya, tak lupa ia memakai sabun yang beraroma Vanilla.
Setelah selesai dengan mandi nya, Lista mengambil kotak hadiah yang diberikan Fiona pada nya, kotak itu sengaja diletakan di kamar mandi, agar Lista tak malu membawa nya didepan Teo.
Di buka nya kotak kado tersebut, dan...
“Lingerie?? Fio menyiap kan ini? Lo memang sahabat terbaik, bahkan gue sendiri gak terpikir ke arah ini! Fi.. makasih Lo udah nyiapain ini buat gue!” ucap Lista sendirian.
Ia menatap pantulan diri nya di cermin, ia sedikit mengagumi bentuk tubuh nya sendiri. 'Baru kali ini, gue pake beginian, semoga kamu suka Te, ini bentuk perhatian Fio untuk kita!' batin nya dalam hati.
Lista berulang kali mengatur nafas nya, denyut jantung nya berpacu dengan cepat. Dengan keyakinan penuh, akhir nya Lista keluar dari kamar mandi.
Ceklek..
Teo terbelalak mendapati istri nya yang sudah berbalut lingerie se*y merah menyala keluar dari kamar mandi.
“Sah sayang, kau cantik sekali dengan pakaian tipis ini!” ia memuji kecantikan istri nya, yang membuat Lista menjadi tambah merona malu, Teo menjemput istri nya yang nampak malu-malu, Teo sendiri kini sudah mengenakan kaos oblong berwarna putih serta boxer pendek, wajah nya terlihat sangat muda dari usia nya yang hampir mendekati kepala 4.
“Hei, kau merasa malu?” Lista mengangguk, pipi nya sudah merona menahan malu, tapi tidak di pungkiri kalau ia juga menikmati dan menantikan momen ini sejak lama.
Teo meraih tangan Lista, di kecup nya perlahan , sangat lembut sekali,
Teo merobek pakaian tipis Lista, dan membuang nya kesembarang arah.
__ADS_1
Sreekkk!
“Sayang.. Kok di robek, itu hadiah dari Fio loh,”
“Dia mengganggu sayang, aku sudah menunggu mu selama belasan tahun, jadi aku tidak mau ada gangguan sedikit pun,” jawab Teo singkat.
Akhir nya malam ini, mereka menghabiskan malam dengan mereguk nikmt nya syurga dunia, Baik Lista maupun Lista mereka berdua terbalut dalam gejolak cinta yang menggebu-gebu.
Setelah mereka selesai dengan aktifitas panas mereka, Lista memutuskan untuk berendam dengan air hangat untuk mengurangi rasa sakit diarea sensisitif nya.
“Apa itu terasa sakit sayang?” tanya Teo yang menggendong Lista menuju kedalam Bathup.
“Iya sayang, tapi aku bahagia.. Aku menyerah kan semua nya pada orang yang sungguh-sungguh mencintai ku.” jawab Lista, dengan wajah yang masih sedikit meringis kesakitan.
“Maafkan aku ya, udah bikin kamu merasa sakit!”
“No sayang, orang-orang bilang ini hanya sebentar, setelah itu rasanya akan jauh lebih baik!”
“Aku mencintai mu Quin!”
“Aku juga mencintai mu my King.”
Lista merasa sangat bahagia, Teo memperlakukan nya dengan sangat baik dan hati-hati sekali.
“Kau tau sayang, aku pikir, setelah aku berpisah dari Kevin, hidup ku tidak akan bahagia, kau tau kan semua nya hanya sekedar balas dendam dan pelampiasan, rasa nya aku ingin hidup biasa-biasa saja.” tukas Lista yang kini udah berada di dalam Bathup bersama dengan Teo.
“Lingkaran hidup kita sudah seperti ini, Sebenar nya Ayah Ibu mu juga sudah bosan dengan dunia yang hitam yang penuh dengan bahaya, tapi mau bagai mana lagi, mereka harus menuai apa yang mereka tanam sejak mereka muda, apalagi keluarga Williams sudah turun menurun melakukan itu!”
“Tapi aku mohon mulai sekarang berhenti lah menjadi Black King sayang, aku tidak mau ambil resiko jika kita punya anak nanti nya.”
“Akan aku pikir kan ya!”
Hal yang sama juga di lakukan oleh pasangan yang tak lagi muda tersebut, siapa lagi kalau bukan Jason dan juga Liana, kedua nya pun sama-sama menginap di hotel yang sama dengan Lista dan juga Teo.
Tak ubah nya seperti Teo juga Lista, Jason dan Liana melewati malam dengan kesyahduan sebagai pengantin baru.
__ADS_1