
Olive berjalan sendirian menuju kelas, hari ini ia tidak berangkat bareng dengan Mark. Ia pun heran, karena biasanya Mark selalu menunggunya saat berangkat. Tapi tadi pagi Mark tidak menunggunya seperti biasa, dan hampir saja Olive kesiangan.
Para murid yang ada di lorong menatap Olive heran, karena biasanya Olive selalu berjalan beriringan dengan Mark. Mereka pun mulai asal berspekulasi sedangkan Olive hanya menghiraukan sambil tetap berjalan menuju kelas.
Olive lalu memasuki kelas dan langsung duduk di bangkunya, saat Olive melihat bangku Mark. Disana sudah bertengger tas nya Mark yang membuat Olive mendengus, ia lalu memilih untuk baca novel saja sambil menunggu bel masuk.
Bel masuk pun berbunyi, Olive langsung mengedarkan pandangannya untuk melihat Mark yang memasuki kelas dengan Wahyu dan Ardi. Tapi saat Mark duduk ia tidak menyapa Olive, bahkan ia tidak menoleh sedikitpun.
'Mark kenapa?? Kok aneh banget sih?!' batin Olive.
Tak lama, Bu Tia pun memasuki kelas dengan gayanya yang angkuh seperti biasa. Dan saat Bu Tia sedang menerangkan, Mark terus fokus memperhatikan yang membuat Olive semakin bingung. Biasanya Mark akan mengajaknya ngobrol karena pelajaran Bu Tia yang menurutnya membosankan.
'Kok aneh banget sih??' batin Olive lagi.
Bel istirahat berbunyi, membuat Mark langsung keluar bersama Wahyu dan Ardi. Bahkan Wahyu maupun Ardipun tidak menyapa Olive sama sekali. Padahal tadinya Olive berniat ingin menyapa mereka. Sontak semua murid di kelas terutama perempuan menatap Olive heran, mereka pun lalu tersenyum merendahkan.
"Kayaknya.. ada yang lagi dibuang nih" ujar Fanny dengan seringai liciknya, bermaksud menyinggung Olive.
"Iya nihh.. ya wajar aja sih, ceweknya kan sukanya nempel mulu sama cowoknya. Mungkin si cowoknya risih kali" ujar Bella yang ikut menyinggung Olive. Olive lalu menahan kesal dan pergi keluar kelas, dan ia memutuskan untuk ke kantin sendirian.
Saat ia sedang antri di stand bakso, ia lalu melihat Mark dan teman-temannya memasuki kantin. Sontak mereka langsung menjadi perhatian para murid yang lain, karena memang geng Mark itu most wanted semua.
Tapi Olive melihat Zoe yang juga ikut ke kantin dengan Mark. Ia langsung kesal, kenapa Mark tidak menyapa atau mengajaknya seperti biasa?Setelah selesai antri dan bayar, Olive lalu menuju meja kosong yang ada di pojokan. Olive memilih untuk pura-pura tidak melihat Mark, ia agak kesal melihat Zoe yang terlihat sangat dekat dan akrab dengan Mark.
'Kenapa kamu harus cemburu sih liv?? Wajar dong orang mereka teman deket' batin Olive pada dirinya sendiri.
Alana Zoe Abigle, dia seorang kapten cheers sekaligus primadona sekolahan. Dia punya paras cantik, otak pintar, kefamousannya, dan juga terkenal ramah ke semua murid. Banyak sekali murid lelaki yang selalu mengincarnya, tapi ia selalu tolak dengan baik-baik. Itulah mengapa banyak yang menyukainya, ia juga terkenal sangat hangat pada semua orang.
Banyak yang mendukungnya untuk berpacaran dengan Mark. Mengingat mereka sangat cocok karena Mark juga yang merupakan kapten basket.
Tetapi banyak juga siswi perempuan yang tidak suka dengan Olive, bahkan ada yang mengatakan dan membicarakannya terang-terangan. Olive memang dikenal pendiam, dingin, dan jarang ngomong. Olive hanya bicara kepada murid lain jika ada perlu saja.
Saat selesai makan Olive langsung berjalan menuju kelas, saat melewati meja tempat Mark dan teman-temannya duduk. Mark malah seperti yang pura-pura tidak melihat, Olive semakin kesal dan mempercepat langkahnya.
Tapi anehnya saat pulang sekolah, Mark mengajak Olive untuk pulang bareng. Padahal seharian ini, di sekolah Mark malah mengabaikan Olive. Diperjalanan Mark hanya diam tidak seperti biasa.
Bahkan saat sudah sampai didepan rumah pun ia langsung pergi lagi tanpa berbicara sepatah katapun.
Olive hanya mengernyit bingung tetapi agak sedih, kenapa seharian ini Mark begitu dingin padanya? Apa ia sedang melakukan kesalahan?
'Mark kenapa sih??' batin Olive bingung.
'...mungkin cowoknya risih kali..'
Kata-kata Bella tadi tiba-tiba terngiang di kepala Olive. Olive lalu bertanya pada dirinya sendiri.
'Apa bener apa yang dibilang Bella tadi, apa Mark risih sama aku karena aku selalu bergantung sama dia??'
Olive langsung menggeleng dan mempercepat langkahnya ke kamar.
"Nggak!! Nggak mungkin Mark kayak gitu!!" ujar Olive pada dirinya sendiri. Tapi ia masih teringat akan sikap Mark hari ini, mungkin kemungkinannya bisa saja bukan?
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan memakai baju, Olive lalu turun ke bawah untuk memasak makanan.
Saat sedang serius memasak, pikiran Olive tiba-tiba melayang, ia masih kepikiran akan sikap Mark yang sangat aneh. Jadinya jari Olive tergores pisau saat sedang mengiris bawang.
Olive langsung tersadar sambil meringis, ia langsung menuju wastafel dan membasuh jarinya yang kena pisau. Olive lalu mencari obat merah dan plester. Setelah selesai memakaikan plester di jarinya, tiba-tiba ponsel Olive yang di simpan di atas meja mini bar berdering.
Olive langsung mengambil ponselnya, dan tertera nama kakaknya memanggil. Olive lalu langsung mengangkat panggilannya.
"Iya kak ada apa??"
"Kamu siap-siap dandan cantik ya, nanti malem kita ada acara makan malem sama klien kakak, kakak jemput kamu jam tujuh. Pokoknya harus siap gak ada penolakan!" ujar Kara lalu memutuskan sambungan telponnya.
"Ck." Olive berdecak sebal lalu lanjut memasak lagi.
Olive lalu meraih ponselnya untuk mengecek apakah ada notif chat masuk dari Mark. Biasanya ia akan langsung mengechatnya atau jika Mark sedang ada di rumah, Mark selalu menghabiskan waktunya di rumah Olive.
Olive merenung kesal, baru kali ini Mark bersikap seperti ini yang membuatnya sangat bingung. Biasanya Olive akan diganggu dengan celotehan Mark atau omelan Mark jika ia belum makan.
Olive hanya memandangi makanannya tanpa ada sedikitpun selera untuk memakannya. Padahal ia tadi memasaknya dengan serius. Sebenarnya ia tidak terlalu pandai memasak, kadang Mark yang selalu memasakkan makanan untuknya.
Olive berniat untuk bertanya pada Ardi saja apa Mark sedang ada masalah, tapi ia langsung urungkan lagi niatnya itu. Olive langsung menuju kamarnya lagi tanpa memakan makanan yang sudah Ia masak tadi.
Ia lalu memilih mendengarkan lagu saja karena ia memang sedang badmood sekarang. Siapa tau saja setelah mendengar lagu, moodnya akan membaik.
Olive lalu membuka pintu balkon yang berhadapan langsung dengan balkon kamar Mark. Tapi sepertinya pemilik kamarnya sedang tidak ada, karena pintu balkon nya tertutup. Biasanya pintu balkon nya selalu terbuka bahkan jika Mark sedang tidak ada di kamarnya.
Olive lalu duduk lesehan di balkon sambil memainkan ponselnya. Ia mencoba untuk menghubungi Mark beberapa kali, tapi tetap saja panggilannya itu tidak diangkat.
⚪⚪⚪
Saat ini Olive sedang berada di sebuah restoran dengan klien kakaknya. Ada istri dan anaknya juga yang sepertinya seusia dengannya. Olive mengenalnya, dia Samuel teman dekat Mark.
Olive makan dengan sangat kesal dan menimbulkan bunyi berdenting yang mana membuat kakaknya menegurnya pelan. Tapi ia malah menghiraukan, sedangkan Kara hanya tersenyum kikuk pada klien nya tersebut. Kara lalu memelototi Olive, sedangkan Olive hanya tetap makan sambil pura-pura tidak melihat.
Olive lalu memutuskan untuk keluar karena ia sudah sangat bosan, ia tidak mengerti dan malas mendengarkan obrolan kakaknya dengan klien nya tersebut.
Olive agak bingung sekarang, pasalnya baru kali ini klien kakaknya membawa keluarganya untuk acara makan malam yang menurut Olive sangat membosankan.
Olive hanya duduk di bangku taman sambil memainkan ponselnya, saat ia membuka aplikasi chat nya ia berdecak sebal. Dari sore tadi Olive menunggu-nunggu notif masuk dari Mark. Ia berharap Mark menchatnya seperti biasa. Tapi sampai sekarang pun belum ada satupun notif chat yang masuk sama sekali.
Bahkan saat Olive mengechatnya juga hanya di-read tanpa dibalas sama sekali.
Olive berdecak sebal lalu tanpa Olive sadari, ternyata Samuel sudah duduk di sampingnya sedari tadi.
"Pasti lo bosen kan di dalem??" tanya Samuel tetapi Olive malah diam tidak menjawab. "Sama, gue juga" ujar Samuel lagi, Olive hanya menatap heran Samuel.
"Dasar aneh, nanya sendiri dijawabnya sendiri" ujar Olive masih dengan ponselnya.
"Biarin aja, gue emang aneh kok orangnya" jawab Samuel sedangkan Olive hanya mendelik bingung.
"Dasar freak!" judes Olive.
__ADS_1
"Judes amat mba.. pantesan situ jomblo" ujar Samuel sedangkan Olive hanya menatap malas.
"Brisik" ujar Olive malas.
"Biarin.. daripada diem aja, terus ngelamun, terus kesambet, terus kemasukan setan. Mana hari ini malem Jumat kliwon lagi.." ujar Samuel yang malah dihadiahi jitakan manis dari Olive.
"Enak aja kamu ngomong! Kamu nyumpahin aku buat kesambet hah?!!" ujar Olive sambil mencubit lengan Samuel.
"Adaawww! Iya mba maaf, gue cuman canda doang elah.." Olive lalu melepaskan cubitannya sambil menatap sebal Samuel.
"Muka lo kusut banget Liv, mau gue setrikain gak?"
"Brisik sam.. aku lagi kesel jangan buat aku tambah kesel" ujar Olive malas.
"Emangnya lo kenapa sih Liv?" tanya Samuel sedangkan Olive hanya menghela nafas.
"Nggak kok gak papa, lagian ini juga bukan urusan kamu sih" jawab Olive datar. Samuel hanya mendengus mendengar perkataan Olive.
"Kapan sih Liv lo gak dingin sama orang-orang?" tanya Samuel yang membuat Olive agak mengernyit. Olive lalu tersenyum kecil dan memandang lurus ke depan.
"Sejatinya, orang-orang cuman ngenilai orang dari tampang luarnya aja. Mereka gak tau sifat yang aslinya itu kayak gimana, jadi jangan berburuk sangka dulu" jawab Olive dengan nada datar lagi.
"Gue gak berburuk sangka kok, gue cuman heran sama sikap lo aja. Gue pengen tau sebenernya sikap asli lo itu kayak gimana sih? Karena lo selama ini sering menutup diri kan?" ujar Samuel yang membuat Olive tersenyum kecil lagi.
"Cuman orang-orang terdekat aja yang tau sifat asli aku, emangnya kamu kenapa sih?"
"Gak papa sih, udah deh lupain aja" ujar Samuel kemudian.
"Eh Sam.." panggil Olive kemudian.
"Paan?" jawab Samuel sambil menoleh.
"Kamu tau gak Mark kenapa?" tanya Olive yang membuat Samuel mengernyit heran.
"Maksud lo?"
"Maksud aku itu, kamu tau gak Mark lagi ada apa? Apa dia lagi ada masalah gitu?" tanya Olive, Samuel lalu terlihat berpikir sebentar.
"Setau gue dia lagi gak ada masalah apa-apa kok, tumben lo nanya gituan ke gue. Kan harusnya lo yang lebih tau dia, kan lo deket banget sama dia" ujar Samuel, Olive menghela nafas kesal.
"Gak kok, udah lupain aja" Olive lalu mulai sibuk lagi dengan ponselnya.
"Udah dong liv, jangan pacaran mulu sama hp, nih di depan udah ada cogan jangan disiain! Nanti mubazir lho.." ujar Samuel sambil menaik-turunkan alisnya.
"Paan sii..!" ujar Olive jijik.
"Yaelah Liv.. gue ini banyak yang suka lho.. antrian gue aja udah panjang bener kek antrian tiket konsernya abang gue"
"Abang kamu siapa?" tanya Olive penasaran.
"Shawn Mendes" jawab Samuel yang membuat Olive mendengus.
__ADS_1