Terima kasih, Samuel

Terima kasih, Samuel
dua puluh empat


__ADS_3

Pagi ini Olive tengah bersiap untuk berangkat sekolah, saat bunyi klakson motor Samuel terdengar Olive langsung berlari kecil ke arah pintu depan.


"Ayo naik!" Olive lalu mengunci pintunya, tak lupa ia sudah mengambil helm yang biasa dipakai saat akan berangkat dengan Samuel.


"Lo udah sarapan kan?" tanya Samuel takut Olive belum sempat sarapan, Olive mengangguk setelah selesai memakai helm.


"Udah kok" jawab Olive lalu naik ke atas motor Samuel.


Diperjalanan Olive hanya terdiam yang membuat Samuel memerhatikannya sesekali dari spion motor. Karena tangan Olive yang hanya memegang tasnya, Samuel lalu memberhentikan motornya mendadak yang membuat helm yang dikenakan Olive menabrak helm Samuel.


"Aww! Kenapa malah berhenti ngedadak sih??" tanya Olive kesal, Samuel tidak menjawab pertanyaan Olive dan malah menarik tangan Olive agar memeluknya.


"Pegang pinggang gue yang bener, nanti kalo lo jatuh gimana??" ujar Samuel lalu menjalankan motornya lagi, Olive hanya terdiam. Saat Olive menarik tangannya agar tidak memeluk pinggang Samuel, Samuel langsung menarik lagi tangan Olive dengan sebelah tangannya agar tetap memeluknya.


Samuel lalu mempercepat laju motornya yang membuat Olive refleks memeluknya erat.


"Samuel jangan ngebut-ngebut!!! Aku takut!!" teriak Olive tapi Samuel hiraukan.


Sesampai disekolah Olive langsung turun, membuka helmnya dan langsung meninggalkan Samuel karena kesal. Tapi dengan sigap Samuel langsung menahan tangan Olive yang membuat langkah Olive terhenti.


"Tungguin gue kali Liv, lo napa sih? Lo marah gara-gara gue bawa ngebut tadi?" Olive hanya diam saja lalu melipat tangannya.


"Lain kali jangan bawa aku ngebut lagi, tau gini mending aku naik grab aja biar aman"


"Yaudah maaf, lain kali gue jamin gak bakalan bawa lo ngebut lagi" Samuel lalu berjalan sambil menggenggam tangan Olive. Olive yang menyadari itu langsung mencoba melepaskan tangan Samuel tapi Samuel malah tambah mengeratkan genggamannya.


"Samuel lepasin! Nanti kalo orang ngira kita pacaran gimana?!"


"Ya biarin, malahan bagus kalo gitu" Olive memutar bola matanya malas mendengar respon Samuel. Saat akan menaiki tangga, langkah Olive terhenti saat melihat Mark yang sedang asyik mengobrol dengan Zoe.


Sontak Mark yang melihat kedatangan Olive langsung ikut terdiam sambil memandangi Olive, pandangan Mark lalu terjatuh pada tangan Olive yang sedang digenggam oleh Samuel.

__ADS_1


Samuel yang menyadari pandangan Olive langsung menarik Olive lagi untuk menaiki tangga. Olive masih terdiam dan pandangannya terlihat kosong. Samuel yang memerhatikan itu langsung memeluk Olive saat Olive akan jatuh saat menaiki tangga.


"Lo gapapa kan Liv?" tanya Samuel khawatir, Olive tersentak saat ia akan terjatuh. Saat Olive sadar ia langsung berdiri kembali sambil melepas tangan Samuel yang melingkari pinggangnya.


"Aku gapapa kok" setelah mengatakan itu Olive mempercepat langkahnya meninggalkan Samuel yang masih menatap Olive bingung.


⚪⚪⚪


"Lo mau ngantin bareng kita lagi kan Liv?" tawar Bella saat Bu Firda sudah keluar kelas. Olive yang sedang memasukkan buku-bukunya hanya mengangguk.


"Yaudah ayo" Bella langsung menarik tangan Olive dengan Fanny yang memilih berjalan di samping Olive.


"Apa aku ikutin aja permainan mereka? Siapa tau aja mereka nanti bakalan berubah pikiran"


Saat sudah memasuki kantin, Olive langsung bisa melihat Mark yang sedang seru mengobrol dengan anak-anak cheers termasuk Zoe.


"Eh coba deh liat mereka" ujar Bella menunjuk ke arah Mark dan Zoe pada yang lainnya.


"Menurut gue mereka kelihatan cocok banget ya, gimana menurut kalian?" yang lainnya langsung kompak mengangguki perkataan Bella.


"Menurut lo gimana liv?  Lo juga setuju sama perkataan gue kan? " tanya Tiara yang hanya Olive jawab dengan anggukan dan senyum kecil.


Selanjutnya mereka asyik mengobrol tentang hal-hal yang menurut Olive membosankan. Olive lalu berdiri yang membuat Bella dkk langsung menatapnya.


"Lo mau kemana liv?  Makanannya kan belum nyampe? " tanya Tiara heran.


"Aku cuman mau ke toilet sebentar kok, nanti juga balik lagi" Tiara hanya mengangguki jawaban Olive,  Olive lalu mulai berjalan ke arah toilet.


Sebenarnya Olive bukan berniat ingin menuju toilet, Olive hanya beralasan karena ia bosan mendengarkan percakapan mereka yang menurut Olive membosankan.


Olive lalu memutuskan untuk menuju perpustakaan saja, disana Olive asal mengambil buku untuk menutupi wajahnya saat akan tertidur. Untungnya perpustakaan sedang agak sepi dan pengawas perpustakaan sedang tak ada.

__ADS_1


Tapi saat merasakan seseorang mengusap pelan wajahnya, sontak Olive langsung terbangun kaget. Terlihat Samuel yang sedang menatapnya heran.


"Ngapain lo tiduran disini? Tumben banget" tanya Samuel heran sedangkan Olive mendengus lalu menutupi lagi wajahnya malas.


"Cuman pengen tiduran aja, kenapa emangnya? Gak boleh?"


"Ya gak gitu juga sih, gue cuman heran aja ngeliat lo tiduran gini. Tumben banget lo niat buat ngebolos"


"Kata siapa aku niat mau ngebolos, orang aku cuman mau tiduran sebentar kok nunggu bel masuk"


"Itu sama aja Olive sayang.. nanti kalo lo malah ketiduran sampe bel pulang gimana?"


"Gak usah pake sayang juga kali, jijik tau gak!"


"Jijik apa baper??"


"Ya jijiklah!  Lagian ngapain juga baper sama kamu! "


"Ahh, yang bener.. " Olive menatap sebal Samuel yang terus-terusan menggodanya, ia lalu mencubit pinggang Samuel kemudian.


"Sana!  Aku mau tidur, jauh-jauh jangan kesini lagi! " usir Olive pada Samuel tapi tak Samuel dengarkan.


"Gak, soalnya gue pengen liatin lo tidur" ujar Samuel sambil menopang wajah dengan tangannya. Olive mendengus sebal, ia lalu memalingkan wajahnya membelakangi Samuel. Olive lalu tertidur dengan punggungnya yang menghadap Samuel.


Samuel tentu saja langsung pindah pada kursi yang menghadap wajah Olive. Samuel lalu melihat wajah tenang Olive yang sedang tertidur. Samuel terus memandangi wajah Olive sambil ikut menirukan posisi Olive yang tertidur diatas lipatan tangannya.


"Vivian..  Lo itu mirip banget sama sahabat kecil gue dulu liv..  Dan gue harap semoga itu emang bener-bener lo"


Samuel lalu meraih dompet di sakunya. Ia mengambil sebuah foto yang selalu ia selipkan di dalam dompetnya.  Samuel lalu memandangi foto Vivian dan wajah Olive secara bergantian.


"Dia emang mirip banget sama lo,  sekali lagi gue harap Vivian itu emang bener-bener lo liv.. "

__ADS_1


Samuel lalu memasukan kembali fotonya ke dalam dompet dan menyimpannya kembali ke saku celananya. Samuel lalu kembali lagi memandangi wajah Olive, tangan Samuel lalu terulur untuk menyelipkan rambut Olive yang menutupi wajahnya.


Samuel lalu mengusap pelan wajah Olive,  dalam hati ia bertanya-tanya. Jika benar Olive itu adalah Vivian, apa Olive juga menyadari bahwa Samuel itu sosok sahabatnya juga saat kecil?


__ADS_2