Terima kasih, Samuel

Terima kasih, Samuel
tujuh belas


__ADS_3

Sesampai di depan rumah, Olive langsung turun dari motor Samuel. Olive lalu melepas helmnya dan memberikannya pada Samuel.


"Gak usah ke guein lagi, nih helm buat lo aja" ujar Samuel menolak helm yang Olive berikan.


"Loh? Ini kan helm kamu, helm adik kamu malah. Lagian aku juga ada banyak kok di rumah" Olive memberikan lagi helmnya tapi Samuel tolak lagi.


"Nih helm gue kasih khusus buat lo. Jadi kalo lo gak pake helm ini pas bareng gue, gue nggak bakalan ngebolehin lo buat naik motor gue lagi" ujar Samuel yang membuat Olive mengernyit bingung.


"Lohh?? Kok gitu sih sam? Lagian masa kemana-mana aku harus bawa helm ini sih??" Samuel terkekeh lalu mengacak-acak rambut Olive gemas.


"Ya gak gitu juga, maksud gue nih helm anggep aja kek tiket. Jadi lo harus mau pake nih helm kalo mau pergi bareng gue. Gak mesti bawa kemana-mana, tinggal setiap lo mau pergi bareng gue aja nih helm dipake" jelas Samuel, Olive terdiam sebentar untuk mencerna. Sedetik kemudian Olive lalu mengangguk paham.


"Iya aku ngerti, lagian kalo gitu kenapa gak di kamu aja helmnya. Kan pasti bakalan otomatis kamu bawa terus pas mau bareng"


"Anggep aja nih helm hadiah dari gue, lagian nih helm gue yang beli kok bukan adek gue yang belinya" Olive terdiam sebentar, ia lalu mengangguk pelan yang membuat Samuel tersenyum.


"Yaudah, kalo gitu makasih ya" ujar Olive sambil membalas senyum, Samuel mengangguk lalu menyalakan kembali motornya.


"Iya sama-sama, kalo gitu gue lanjut pulang lagi ya Liv" pamit Samuel tapi malah Olive tahan lengannya. Samuel langsung menatap tangan Olive yang menahannya.


"Gak mau mampir dulu?" tawar Olive yang membuat Samuel tersenyum dalam hati, tapi Samuel memilih menolak karena ia ada urusan setelah ini.


"Maaf liv, lain kali aja. Lagian abis ini gue ada urusan, gue pergi lagi ya" Samuel lalu menjalankan kembali motornya meninggalkan Olive yang terus memandanginya sampai punggung Samuel tidak terlihat lagi.


Olive langsung terdiam ketika melihat Mark di seberang sana tengah menatapnya. Pandangan Mark terasa tajam yang membuat Olive agak takut.


"Hai Mark" sapa Olive mencoba agar tidak keliatan gugup. Mark tidak menjawab sapaan Olive dan malah langsung menaiki motornya begitu saja. Pandangan Olive masih tertuju pada Mark saat Mark mulai menjalankan motornya dan meninggalkan Olive yang masih terdiam.


"Mark kenapa? Kok malah jadi aneh lagi?"


Olive lalu memilih untuk segera memasuki rumahnya karena memang sudah agak malam. Olive masih memakai seragamnya karena memang sepulang sekolah ia langsung pergi dengan Samuel tadi.


Setelah mandi dengan air hangat dan memakai pakaian tidur, Olive langsung menuju ke meja belajarnya. Olive berniat untuk mengerjakan pr fisika nya, tapi sebelum itu Olive mengambil rubik yang selalu ia mainkan dari dulu.


Olive terus fokus memutar-mutar rubik mencoba untuk menyamakan semua warna secara bersamaan. Tapi setelah beberapa menit bermain, Olive memilih menyerah dan menyimpan kembali rubik tersebut.

__ADS_1


Dari dulu Olive sudah mencoba untuk menyamakan semua warna tapi tetap saja ia tidak bisa. Ia memang tidak pandai bermain rubik, tapi ia selalu berusaha untuk menyamakan semua warna rubik meskipun selalu gagal.


Olive berencana ingin mengembalikan rubik itu pada Sammy saat dipertemukan lagi. Dan Olive berencana ingin mengembalikan rubik itu setelah berhasil ia samakan semua warnanya.


"Sammy.. kamu dimana sih??" gumam Olive pelan sambil menopang kepalanya dengan tangan.


⚪⚪⚪


Olive terbangun saat alarmnya sudah berulang kali berbunyi, ia lalu mematikan alarmnya lalu terduduk sebentar. Olive lalu bangun untuk mengambil handuk lalu segera memasuki kamar mandi.


Setelah memakai seragam dan merasa sudah siap, Olive lalu turun ke bawah untuk sarapan seperti biasa. Saat akan meminum segelas susu, bel rumah Olive tiba-tiba berbunyi yang membuat Olive langsung berjalan menuju pintu depan.


"Pagi Liv, nih mamah bikinin nasi goreng buat kamu sarapan" ujar Mark saat Olive sudah membukakan pintu.


"Makasih, ayo masuk dulu Mark" ajak Olive lalu mereka berjalan beriringan menuju ruang makan.


"Kamu udah sarapan juga Mark?" tanya Olive sebelum menyantap nasi goreng pemberian Mark tadi.


"Udah kok, cepetan dimakan mumpung masih anget" Olive hanya mengangguk lalu mulai menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.


"Makannya jangan belepotan kali Liv" ujar Mark yang membuat Olive tambah terdiam. Mark tersenyum lagi lalu lanjut memerhatikan Olive. Olive melanjutkan kembali makannya meskipun ia masih gugup.


"Mark, bisa gak sih kamu gak liatin aku makan terus" ujar Olive karena lama-kelamaan ia merasa terganggu.


"Kenapa emangnya?" tanya Mark yang tambah membuat Olive bingung menjawab apa.


"Yaa.. a-aku ngerasa keganggu kali Mark kalo lagi makan diliatin mulu"


"Bilang aja kamu gugup kan Liv?"


"Ng-nggak kok, lagian kamu juga pasti ngerasa keganggu lah kalo lagi makan diliatin mulu" elak Olive padahal sebenarnya benar apa yang dikatakan Mark tadi. Karena Mark yang terus memperhatikannya, jantung Olive malah berolahraga pagi yang membuat Olive merasa gugup.


"Yaelaahh.. pagi-pagi udah berduaan aja lo pada" suara Samuel langsung membuat semuanya menoleh. Mark langsung menatap Samuel tidak suka sedangkan Samuel pura-pura tidak melihat.


"Ngapain lo kesini?" tanya Mark dingin.

__ADS_1


"Ya gue kesini mau jemput Olive lah, kita kan emang mau berangkat sekolah bareng" ujar Samuel yang membuat Mark mendengus, Samuel lalu membuka tasnya lalu mengeluarkan kotak makan dan memberikannya pada Olive.


"Nih buat lo Liv, tadi gue bikin sandwich spesial buat lo. Lo makan ya" belum saja Olive membalas perkataan Samuel, Mark langsung menyela perkataan Samuel.


"Lo gak liat apa kalo Olive itu lagi sarapan duluan, dia bakalan kekenyangan kalo makan sandwich lo juga. Terlalu kenyang itu gak bagus buat kesehatan" ujar Mark yang membuat Samuel menatapnya malas.


"Gue ngomong sama Olive ya, bukan sama lo" balas Samuel ketus.


"Gue mewakili Olive, dia kan lagi makan. Kalo orang lagi makan itu jangan diajak ngobrol dulu, nanti kalo dia keselek gimana?" ujar Mark lagi yang membuat Samuel tambah jengah sedangkan Olive sedari tadi hanya diam memperhatikan mereka berdua.


"Lo ribet amat sih Mark, lo udah kek babehnya dia aja. Lagian Olive itu udah gede bukan bocah, jadi dia gak bakalan langsung keselek cuman karena ngejawab omongan gue"


"Udah deh kalian jangan berantem, daripada kalian berantem mulu mendingan kalian berangkat duluan aja sana" ujar Olive yang sudah merasa jengah mendengar pertengkaran kecil yang menurutnya kekanak-kanakan.


"Dia nya rese banget nih Liv, masa cuman karena mau ngasih lo ini dia malah protes mulu"


"Protes apanya lo?! Gue cuman ngomong fakta kok, lagian lo nggak liat apa kalo Olive lagi makan" balas Mark tak mau kalah.


"Tapi kan gue ngomongnya sama Olive bukan sama lo" balas Samuel tak mau kalah juga.


"Tuh sih lo lagi ngomong sama gue"


"Bacot mulu lo, nanti anak lo gak kebagian bacot gara-gara lo yang nyerocos mulu"


"Udah deh kalian gak usah pake adu mulut segala, ini itu bukan area debat pliss" ujar Olive mencoba menghentikan acara adu mulut mereka.


"Tau nih tuh anak bacot mulu"


"Sam, udah gak usah mulai lagi. Mending sekarang kamu siapin motor kamu, nanti bentar lagi aku nyusul. Sandwich kamu biar aku jadiin bekal aja" Samuel lalu menuruti perkataan Olive dan berjalan keluar.


"Mark, mending sekarang kamu juga siap-siap berangkat takut kesiangan"


"Kamu gak berangkat bareng aku Liv?" tanya Mark mengabaikan perkataan Olive barusan.


"Maaf, aku udah duluan janji sama Samuel. Lain kali aja ya kita berangkat barengnya" Mark tersenyum kecut dalam hati lalu melangkah keluar tanpa menjawab perkataan Olive lagi.

__ADS_1


"Maafin aku Mark, tapi aku emang lagi belajar buat gak bergantung terus sama kamu"


__ADS_2