Terima kasih, Samuel

Terima kasih, Samuel
dua puluh sembilan


__ADS_3

"Ada apaan sih kal? Brisik banget sih lo sampe kedengeran ke dalem!" mendengar suara tersebut, sontak Olive langsung terkejut dan langsung memandang ke arah sumber suara.


"Mereka bilang pegawai di sini pada gak waras Sam, ya otomatis gue ngamuk lah!!" ujar Haikal tapi malah Samuel hiraukan, karena kini pandangannya tengah terpaku pada Olive.


"Kok lo bisa ada di sini Sam? Motor lo mogok juga?" tanya Wahyu tapi tetap Samuel hiraukan.


"Lo ngapain kesini Liv?" tanya Samuel yang membuat Wahyu mendengus.


"Heh! Jawab dulu pertanyaan gue kali!" kesal Wahyu tapi tetap Samuel hiraukan.


"Lo pulang bareng dia?" tanya Samuel lagi sambil menunjuk Wahyu.


"Iya, soalnya motor kamunya udah gak ada diparkiran. Yaudah pas Wahyu ngajak aku pulang bareng, aku ikut aja" jawab Olive yang membuat Samuel merasa bersalah.


"Maaf ya Liv, abis tadi guenya buru-buru banget" bohong Samuel tapi Olive angguki.


"Gapapa kok" jawab Olive yang membuat Samuel lega. Takutnya Olive malah akan marah dan tak mau lagi pulang bareng dengannya.


"Woyy!! Gue dari tadi ngomong sama lo wahai Samuel panutanku yang sering ngutang!!!" sontak Samuel langsung menatap Wahyu malas dan agak kesal.


"Bisa pelan-pelan gak sih lo kalo ngomong?!!" kesal Samuel tapi kini malah balik Wahyu hiraukan.


"Yuk Liv kita ke bengkel lain aja" ajak Wahyu tapi langsung Samuel tahan tangan Olive.


"Lo pulang bareng gue aja, sekalian gue juga mau pulang sekarang" ujar Samuel tapi langsung Wahyu lepaskan tangan Samuel dari tangan Olive.


"Alahh.. palingan lo cuman mau modusin Olive doang. Gak! Pokoknya Olive itu pulangnya bareng gue! Lagian ini juga pesen dari Mark buat gue nganterin Olive pulang." Samuel mendengus mendengar perkataan Wahyu. Tapi tetap saja Samuel tetap tak mau mengalah dan malah menarik Olive agar mengikutinya.


Buru-buru Samuel langsung menyuruh Olive agar memakai helmnya. Begitu Olive sudah naik ke atas jok motor, Samuel langsung menjalankan motornya yang membuat Wahyu berteriak sumpah serapah kepada Samuel sambil mencoba mencegat motor Samuel.


"Sialan! Awas aja tuh anak bakalan gue kerjain besok" gumam Wahyu kesal tapi perkataan Haikal langsung membuat Wahyu menoleh.


"Motornya jadi dibenerin gak?? Kalo nggak silahkan angkat kaki dari bengkel sini!" ujar Haikal tajam yang membuat Wahyu tambah menahan kesal.


"Dasar pegawai stress!!"

__ADS_1


Diperjalanan Samuel tidak mengajak Olive mengobrol seperti biasa, lebih tepatnya pikiran Samuel sedang tertuju pada seseorang yang sampai saat ini selalu ia hindari.


Bahkan sesudah mengantar Olive pulang pun pikiran Samuel masih sama, Samuel datang ke rumahnya tepat saat sudah malam. Begitu Samuel memasuki pintu depan, terlihat ayahnya yang sedang menatapnya tajam sambil berlipat tangan.


"Darimana aja baru pulang jam segini?" tanya ayahnya dingin seperti biasa. Samuel paling malas kalau ia sudah diintimidasi seperti ini. Samuel langsung berlalu melewati ayahnya begitu saja yang membuat ayahnya menghela nafas.


"Mau sampai kapan kamu gini terus sama ayah?" tanya Ayahnya tapi tetap Samuel hiraukan.


⚪⚪⚪


Samuel memandangi foto-foto di galeri ponselnya, ia memandangi foto Zoe agak lama tapi setelah itu langsung menghapusnya. Samuel lalu mengusap wajahnya kasar sambil merebahkan tubuhnya dengan benar.


Suara ponsel yang berdenting pertanda chat masuk langsung mengalihkan perhatiannya, ia mengaktifkan layar ponselnya sambil berharap bahwa itu adalah chat masuk dari Olive.


Tapi siapa sangka jika harapannya malah melenceng jauh, faktanya itu bukan chat masuk dari Olive dan malah chat masuk dari Zoe.


Zoe: p


Zoe: Sam, gue pengen ketemu sama lo boleh?


Zoe: gue kangen lo nih wkwk


Sebegitu gampangnya Zoe berkata seperti itu seakan ia tak pernah menyadari kesalahannya. Seakan ia dan Samuel tidak pernah terjalin apa-apa dan menganggapnya seperti biasa awal mereka berteman.


Samuel tau ini kesalahannya juga, ia terlalu bodoh dibutakan oleh Zoe. Ia terlalu bodoh sampai-sampai ia tak sadar bahwa ia hanya dimanfaatkan saja.


"Kak, helm aku dikemanain sih?!!" suara adik perempuan Samuel, Ashley langsung membuat Samuel mendengus.


"Kan gue udah bilang berjuta-juta kali sama lo, kalo mau masuk kamar gue itu ketuk pintu dulu! Gimana sih lo masih muda udah pikun!" kesal Samuel yang membuat adiknya balik mendengus.


"Gak usah sok deh! Orang lo juga kalo mau masuk kamar gue suka main nyelonong aja! Balikin helm gue cepetan!!" teriak Ashley kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Udah gue jual ke kang rongsokan buat beli gorengan" jawab Samuel yang membuat Ashley langsung menggerutu kesal.


"Kakak gimana sih?!! Itu kan helm kesayangan gue! Isshhh!!!" Samuel hanya menjulurkan lidahnya dengan ekspresi mengejek yang membuat Ashley ingin sekali mencakar-cakar muka kakaknya itu.

__ADS_1


"Pokoknya gantiin helm gue! Gue gak mau pake helm buluk punya lo yang udah bau selokan!"


"Iya nanti gue beliin helm yang gambar Boboiboy sekalian" ucap Samuel sambil pura-pura ingin tertidur.


"Kenapa malah Boboiboy?!! Gue maunya yang Hello Kitty lagi! Awas aja kalo nggak! Gue bakalan ilangin semua koleksi rubik lo" ancam Ashley setelah itu berjalan keluar dari kamar Samuel.


Samuel hanya diam malas tak menjawab, ia memilih untuk tidur saja karena sudah sangat mengantuk. Meskipun pikirannya masih saja tetap terpikirkan pada sosok yang mengirim chat kepadanya tadi.


⚪⚪⚪


"Gimana kabar gebetan lo sekarang? Udah ada perkembangan lagi gak?" tanya Mark pada Zoe yang sedang memakan siomay nya. Sekarang sedang jam istirahat, dan mereka berdua tengah berada di kantin tanpa dibarengi yang lainnya.


Setelah menelan kunyahannya, baru Zoe menjawab pertanyaan Mark. "Masih gak ada perkembangan, yang jelas.. kayaknya harapan aku buat dapetin dia itu kecil banget deh Mark" jelas Zoe sambil tersenyum kecut.


Zoe lalu menunduk pelan, mau sampai kapan ia membohongi dirinya sendiri dan juga Mark? Mau sampai kapan ia akan terus mencoba terlihat tetap terlihat seperti ini di depan Mark? Mau sampai kapan ia akan membiarkan Mark tidak menyadari perasaannya?


Olive datang memasuki kantin ditemani oleh Samuel, Wahyu, Ardi, dan juga Katya yang tumben mau bergabung padahal Wahyu sedari tadi terus berjalan disampingnya.


Saat Olive menyadari keberadaan Mark dan Zoe, Olive langsung tersenyum kecut dalam hati. Dari dulu sampai sekarang pun perasaannya masih saja tetap sama saat melihat mereka berdua seperti itu.


Wajar saja Olive cemburu melihat mereka. Karena jika saja kita mencintai seseorang, maka kita akan merasa cemburu dan sakit saat melihat orang yang dicintai tengah bersama orang lain.


Berarti itu hal yang wajar bagi Olive rasakan bukan? Tapi.. yang membuat Olive merasa tidak wajar adalah karena Olive yang tidak terpaut hubungan spesial sama sekali dengan Mark.


Jadi sekarang mencintai seseorang yang sudah bersama orang lain itu menjadi tidak wajar bukan? Karena memang sudah seharusnya kini Olive mulai melupakan perasaannya sendiri.


"Liv? Lo kok diem aja sih? Lo lagi gak sakit kan?" tanya Ardi khawatir yang membuat lamunan Olive pecah. Sontak Olive langsung menggeleng pelan.


"Nggak kok, aku baik-baik aja." jawab Olive sambil tersenyum meyakinkan. Ardi yang awalnya tidak percaya lalu mengalihkan pandangannya lagi saat sudah dirasa percaya.


"Di, tukeran tempat duduknya ama gue dong.. nanti gue beliin rujak depan sekolahan" bisik Wahyu yang membuat Ardi mengernyit.


"Mau ngapain lo pake tukeran tempat duduk segala?? Udah disitu aja, palingan lo mau modusin Katya kan?" ujar Ardi agak keras yang membuat Wahyu langsung menginjak kaki Ardi kesal.


"****! Pelan-pelan ngomongnya *****!" bisik Wahyu gemas. Tapi tetap saja Katya mendengar karena sedari tadi tengah memperhatikan mereka, Wahyu yang melihat Katya tengah menatapnya tajam langsung cengengesan.

__ADS_1


"Hehe.. biasanya aja dong natep akunya, nanti kamunya malah jadi tambah unch unch ke aku lhoo" ujar Wahyu sambil mengedipkan matanya sebelah yang langsung membuat Katya menjambak rambutnya kesal.


"Tambah unch unch pengen ngehajar lo sih iyaa!" ujar Katya yang membuat Olive, Ardi maupun Samuel tertawa melihat tingkahnya dan Wahyu.


__ADS_2