
Saat bel istirahat berbunyi, gerombolan geng Fanny semuanya datang mengerumuni bangku Olive tidak seperti biasa. Mereka langsung mengajak Olive untuk pergi ke kantin bareng yang mana malah membuat Olive bingung.
Mark yang memandang itu hanya bisa tersenyum lega, lega karena akhirnya Olive bisa dekat dengan mereka juga. Tapi itu tidak sepenuhnya membuat Mark lega, karena itu juga malah membuat Mark agak bingung.
"Lo mau makan apa Liv? Biar gue aja yang pesenin" tawar Bella ramah.
"Mmm.. aku samain sama kamu aja deh bel"
Bella lalu pergi untuk memesan makanan dengan Tiara. Sedangkan Fanny dan yang lainnya terus mengajak Olive untuk mengobrol. Jujur Olive sangat bingung dan heran akan perlakuan mereka yang tiba-tiba. Tapi Olive berusaha untuk tetap positive thinking dan tetap mencoba menikmatinya.
Katya diam-diam memerhatikan Olive lagi dari bangku yang agak jauh.
"Dasar para titisan pelayannya istana kayangan! Mau aja disuruh sama titisannya mimi peri yang menyesatkan! Awas aja kalian bakalan gue bikin abis!"
"Neng Katya celius amat, lagi liatin apa cihh??" ujar Wahyu dengan nada (sok) imut yang membuat siapa saja yang mendengarnya bergidik jijik.
"Apaan sih lo dasar titisannya Shawn Mendes yang ke 3 milyar!" Wahyu langsung sumringah saat disebut titisannya Shawn Mendes meskipun yang ke 3 milyar.
"Makasih.. gapapa kok jadi yang ke 3 milyar juga. Asal aku tetep jadi nomor satu aja dihati kamu eakk" Katya memutar bola matanya malas.
"Ciaa.. ciaaa.. Wahyu oppa bisa aja ihh.. aku kan malah jadi malu" ujar Ardi menirukan suara Katya. Katya yang melihat itu langsung menjewer telinga Wahyu dan Ardi.
"KALIAN BISA GAK SIH SEHARI AJA KAGAK GANGGU GUE!!! GUE PENGEN HIDUP BEBAS TAUU!!!" teriak Katya menggelar ke seluruh penjuru kantin. Sontak kini mereka tengah menjadi pusat perhatian.
"Aww!! Neng Katya lepasin kuping Wahyu oppa!! Kuping oppa serasa mau copot tau nggak??" keluh Wahyu tapi tak Katya pedulikan.
"Bodo amat!! Mau kuping lo copot kek, mau kagak punya kuping kek. Pokoknya gue gak peduli!!" jawab Katya dan malah semakin mengencangkan jewerannya.
"Aww!! Sakit Kat lepasin!! Lo gak malu apa diliatin anak-anak sekantin?!!" ujar Ardi sambil mencoba melepaskan tangan Katya.
"Bodo! Udah terlanjur juga, lagian salah lo juga napa malah ikut-ikutan Wahyu" jawab Katya lalu melepaskan jewerannya.
"Alhamdulillah ya Allah.. kuping Wahyu masih nempel" ujar Wahyu bersyukur sambil mengangkat tangannya.
Sedangkan Ardi langsung mengusap-usap telinganya yang memerah. Mark yang melihat itu hanya bisa menghela nafas lega karena tidak ikut-ikutan.
"Untung gue gak ikut-ikutan" batin Mark lega melihat kegalakan Katya yang absurd.
__ADS_1
"Hi guys!" sapa Zoe saat sudah menghampiri mereka semua. Semuanya langsung menyapa balik Zoe, kecuali Katya yang malah menatap sinis Zoe.
"Eh, kalian udah pada liat Olive gak?" tanya Zoe antusias yang mana membuat Katya tambah muak.
"Kenapa emangnya?" tanya Ardi penasaran.
"Pasti soal Olive yang udah mulai mau bergaul sama temen ceweknya kan?" tebak Mark yang langsung Zoe angguki.
"Bener banget tuh, jadi sekarang Olive udah mulai mau bersosialisasi. Dia aja sekarang jadi gak sungkan-sungkan ngobrol ataupun minta bantuan ke gue" ujar Zoe senang. Semuanya ikut senang dengan cerita Zoe kecuali Katya. Ia masih memandang Zoe kesal yang sedang cari muka.
"Lo emang hebat banget Zoe udah bikin Olive mau bergaul gitu, lo emang dari dulu selalu bisa diandalkan banget" puji Wahyu yang mana membuat Katya serasa ingin muntah.
"Sekali lagi gue berterimakasih banget sama lo Zoe, kapan-kapan gue bakalan sering-sering traktir lo deh buat balas budi" ujar Mark yang membuat Zoe semakin senang. Zoe lalu tersenyum menang ke arah Katya yang membuat Katya geram. Dari dulu Katya dan Zoe memang tidak bersahabat.
"Lo liat aja Zoe, bentar lagi lo bakalan abis sama gue. Semua kedok lo itu bakalan gue bongkar biar semua orang tau bahwa lo itu sebenarnya kek ular!" batin Katya sambil membalas senyuman Zoe tak kalah sinis.
Ardi yang sedari tadi terdiam hanya memandang Katya bingung. Pasalnya Katya selalu berbicara banyak jika ada Zoe. Katya selalu mencoba mengalihkan topik yang sedang Zoe bicarakan. Tapi melihat Katya yang hanya terdiam membuat Ardi yakin ada sesuatu yang sedang Katya sembunyikan.
⚪⚪⚪
Olive terduduk di kursi makan, ia meletakkan gelasnya di atas meja. Pandangan Olive menatap kosong gelasnya, ia masih kepikiran soal gengnya Fanny yang tiba-tiba jadi baik dan mendekatinya.
Olive tiba-tiba teringat akan pesan Mark saat di kedai es krim. Mark menyuruhnya untuk tidak gampang mempercayai orang lain. Ya, Mark benar Olive tidak boleh gampang percaya begitu saja. Ia tetap harus agak waspada dengan gengnya Fanny. Karena.. bagaimanapun juga Olive tau bahwa sebelumnya gengnya Fanny sudah lama tidak menyukainya.
Saat sudah berganti pakaian, Olive memutuskan untuk pergi ke luar untuk membeli novel dan juga membeli stok makanan di kulkas yang sudah mulai habis.
Olive memilih memesan grab saja karena kalau naik taksi ia harus berjalan dulu ke arah depan komplek. Sesampai di pusat perbelanjaan, Olive memutuskan untuk langsung menuju ke toko buku dulu.
Disana Olive langsung menuju ke jajaran novel, dan tak disengaja ia bertemu dengan Tiara yang sedang bertelepon dengan seseorang.
Olive langsung membelakangi Tiara dan berpura-pura sedang memilih buku. Padahal Olive berniat untuk menguping pembicaraan Tiara.
"Hahaa.. kasian banget yah Olive kita tipu. Lagian dia mau aja sih kita ajak, efek gak punya temen cewek deket kali ya" Olive terdiam mendengar perkataan Tiara. Olive terus fokus mendengarkan sampai percakapan mereka terputus.
Setelah itu Tiara pergi ke arah lain yang langsung membuat Olive menoleh. Olive memandangi punggung Tiara yang menjauh, ia masih tidak menyangka bahwa ternyata ia hanya dipermainkan.
Olive sudah menduga itu, karena memang tidak aneh lagi jika mereka tiba-tiba mendekati Olive begitu saja. Ia pernah mengalami hal ini beberapa kali saat dulu.
__ADS_1
Memang benar perkataan Mark, ia tidak boleh mudah percaya pada orang lain begitu saja. Karena belum tentu orang yang terlihat baik didepan baik juga dibelakangnya.
Olive tersenyum miris, sepertinya mencari teman dekat perempuan akan lebih sulit daripada yang ia bayangkan.
⚪⚪⚪
Samuel menatap kesal note belanjaan yang ditulis adiknya. Minggu ini adalah bagiannya untuk berbelanja, ia menatap kesal note nya karena adiknya menyuruhnya untuk membeli banyak pembalut dan juga kebutuhan perempuan lainnya.
"Dasar adik lucknut! Awas aja pas bagian dia belanja gue bakalan balas dendam!" gerutu Samuel sambil mengambil beberapa macam bungkus besar pembalut.
Tapi pandangannya tidak sengaja menangkap Olive yang juga sedang berjalan ke arah rak yang sama dengan mendorong troli belanjaan.
Sontak Samuel langsung membalikkan badannya. Ia tidak mau Olive melihatnya sedang membeli pembalut. Mau ditaruh dimana entar muka dan harga dirinya yang selalu ia jaga di depan Olive?
Samuel memilih untuk langsung pergi ke jajaran rak yang lain. Ia tidak ingin nanti Olive tiba-tiba menyadari kehadirannya.
Saat antri di kasir, Olive tidak sengaja antri setelah Samuel yang tengah membayar.
"Loh Sam, kamu abis belanja juga?" tanya Olive yang mengejutkan Samuel.
"Eh? Olive? Hehe.. iyanih, stok makanan gue dirumah udah menipis soalnya" ujar Samuel sambil melihat apakah pembalut yang ia ambil tadi sudah dimasukkan kedalam kantong plastik apa belum.
Dan shit!!
Ternyata pembalutnya masih belum discan yang membuat Samuel salah tingkah.
"Kamu?? Beli pembalut buat apa Sam??" tanya Olive bingung yang membuat Samuel serasa ingin menghilang ditempat.
"Ini pesenan adik gue, adik gue nyuruh gue buat beliin dia pembalut. Hehee.." ujar Samuel sambil terkekeh. Olive hanya manggut-manggut, dan setelah semua barang belanjaan Samuel sudah selesai dimasukkan ke dalam kantong plastik. Samuel langsung menawari Olive untuk pulang bareng.
"Mau pulang bareng gue gak Liv? Mumpung gue lagi bawa mobil nih" tawar Samuel tapi Olive memilih untuk menggeleng.
"Gak usah Sam, aku udah pesen grab kok" ujar Olive menolak pelan ajakkan Samuel.
"Yaudah, kalo gitu gue duluan ya" Samuel lalu pamit dan segera menuju parkiran di basement.
Olive tersenyum kecil memandangi Samuel. Menurut Olive, Samuel terlihat lucu saat sedang salah tingkah. Dan Olive kagum ternyata Samuel adalah tipe kakak yang baik dan tak malu membelikan belanjaan adiknya.
__ADS_1