Terima kasih, Samuel

Terima kasih, Samuel
tiga belas


__ADS_3

Olive sedari tadi hanya memandangi Mark yang sedang serius memasakkan sarapan untuknya. Dalam hati Olive lega dan senang karena Mark sudah kembali lagi seperti dulu.


Tapi ada satu hal yang menganggu Olive sekarang, hal yang seharusnya membuat Olive menjadi senang karena memang itu hal yang diinginkannya dulu.


Tapi hal tersebut malah menganggunya dan membuat Olive merasa tidak nyaman.


Pasalnya sikap Mark kini menjadi lebih beda dari biasanya. Jika biasanya Mark memperlakukan Olive seperti sahabat dekat seperti umumnya, tapi sekarang Mark malah memperlakukannya lebih dari itu.


Bahkan saat Olive sedang makan pun Mark terus memperhatikannya yang membuat Olive merasa tidak nyaman. Sebenarnya Mark kenapa malah jadi semakin aneh?


"Kenapa Liv? Masakannya gak enak?" tanya Mark yang langsung Olive gelengi.


"Nggak kok." jawab Olive sambil tersenyum memastikan.


"Terus kenapa kamu dari tadi kayak yang lagi mikir keras gitu?" tanya Mark lagi yang membuat Olive semakin bingung harus menjawab apa.


"Mmm.. nggak kok, kepala aku cuman lagi sakit doang." bohong Olive yang malah membuat Mark langsung menghampirinya dengan panik.


"Mana yang sakit?! Mau aku ambilin obat gak?!" panik Mark sambil meraba-raba wajah Olive. Dalam hati Olive terkekeh, Mark lucu sekali jika sedang panik seperti ini.


"Udah gak usah Mark, lagian sakitnya udah mendingan kok."


"Kamu yakin gapapa Liv?" tanya Mark memastikan. Pasalnya ia dibuat sangat khawatir sekali.


"Aku gapapa kok Mark, buktinya aku makan banyak nih." ujar Olive sambil menunjukkan sesendok penuh nasi goreng lalu memakannya.


Mark mengacak-acak rambut Olive gemas, "Yaudah, kalo gitu makanannya abisin. Abis itu, kita pergi jenguk Wahyu."


"Emangnya Wahyu kenapa? Sakit?"


"Iya, dia sakit demam dari kemaren. Katanya demamnya makin tinggi."


⚪⚪⚪


Sekarang Olive dan Mark sedang berada di bakery untuk membeli roti untuk Wahyu.


"Mark, Wahyu suka keju gak?" tanya Olive pada Mark yang sedang memilih roti.


"Dia mah suka apa aja Liv, dikasih tanah aja dia suka." jawab Mark yang membuat Olive tertawa kecil.


"Yaudah aku mau yang ini buat Wahyu." ujar Olive sambil memberikan dua bungkus roti keju berukuran besar.


"Inimah roti kesukaan kamu kali Liv, kamu mau beli juga buat kamu?" tanya Mark yang Olive gelengi.


"Nggak, itu buat Wahyu bukan buat aku."

__ADS_1


"Bukan, maksud aku kamu mau beli buat kamu juga gak? Mumpung sekalian kita lagi di sini." tawar Mark.


"Nggak deh, aku gak lagi kepengen makan roti."


"Yaudah, kalo gitu aku ke kasir dulu ya." Olive mengangguk lalu keluar dari bakery dan memilih menunggu di luar. Olive lalu melihat sosok yang tak asing lagi baginya. Ia memicingkan matanya untuk melihat orang tersebut dengan jelas.


"Loh? Itu bukannya Zoe?" tanya Olive pada dirinya sendiri. Terlihat Zoe yang sedang menyebrang ke arah bakery tempat Olive berdiri. Saat sudah dekat, barulah Zoe juga menyadari kehadiran Olive.


"Lohh? Olive? Kamu ngapain sendirian disini?" tanya Zoe begitu sudah menghampiri Olive.


"Aku nggak sendirian kok, aku lagi nunggu Mark antri di kasir." jawab Olive, Zoe manggut-manggut lalu pandangannya melihat ke dalam mencoba mencari sosok Mark.


"Kamu kesini mau belanja juga?" tanya Olive balik pada Zoe.


"Nggak kok, aku nemuin mama aja. Kebetulan mama aku yang punya bakery ini." jelas Zoe yang membuat Olive sedikit terkejut. Tak menyangka jika bakery langganannya ini adalah milik orang tua Zoe.


"Kalo gitu aku ke dalam dulu ya Liv." Olive mengangguk mengiyakan lalu tak lama ia melihat Mark keluar.


"Ayo Liv, kita ke mobil."


"Lohh Mark? Kok kamu belinya banyak banget sih, pake dua kantong segala. Emangnya kamu mau ngasih ke siapa aja?" tanya Olive bingung saat melihat dua plastik besar berisi banyak varian roti.


"Mmm.. sebenernya aku beliin buat kamu juga. Kamu kan suka banget sama roti, lagian stok roti di rumah kamu juga udah mulai abis kan?" jawab Mark saat sudah di dalam mobil.


"Ya ampun Mark, kenapa kamu harus beliin aku segala. Kan biasanya juga kak Kara suka bawain aku banyak roti kalo pulang."


"Ok deh terserah kamu. Kalo gitu makasih deh."


"Anything for you Liv.."


Setelah percakapan tadi, keadaan di mobil menjadi hening. Hanya alunan lagu dari radio yang memecah keheningan. Sebenarnya Olive tidak menyukai jika keadaan sudah hening seperti ini, karena biasanya ia akan canggung kalo berbicara.


Dan karena dari tadi Mark selalu menoleh menatap Olive, Olive dibuat gugup karenanya.


"Kamu kenapa Liv? Kamu sakit lagi?" tanya Mark sambil memegangi kening Olive untuk mengecek suhu tubuh Olive. Perlakuan Mark yang tiba-tiba itu membuat jantung Olive seketika berdetak kencang.


"A-aku gak sakit kok" jawab Olive gugup. Entah mengapa Olive menjadi sering merasa gugup di dekat Mark sekarang. Apa ini karena sikap Mark yang menjadi lebih berbeda dari biasanya?


Sesampai di depan rumah Wahyu, Olive langsung turun begitu pun juga dengan Mark. Olive kemudian melihat motor Samuel dan Ardi yang sudah terparkir lebih dulu di rumah Wahyu.


"Yaelah lo yu, ditinggal nikah Isyana aja sampe sakit begini. Apalagi kalo ditinggal nikah pacar beneran lo." ujar Samuel sambil menggeleng-gelengkan kepalanya heran.


"Tau nih si Wahyu, kebanyakan fantasi mulu sih nih anak. Makanya jangan main final fantasy mulu lo yu!" ujar Ardi yang membuat Samuel menjitak kepalanya.


"Apa hubungannya ogeb berfantasi sama final fantasy?!" ujar Samuel gemas.

__ADS_1


"Ya kan sama-sama ada fantasinya." jawab Ardi dengan tampang polos yang membuat Samuel ingin sekali memukulnya dengan penuh cinta.


"Ck. Ardi-ardi, gue kira lo lebih pinter dari si Wahyu. Ternyata lo gak lebih pinter dari anak SD yang pacarannya suka manggil ayah-bunda." ujar Samuel sambil geleng-geleng kepala heran.


"Alhamdulillah ternyata ada yang lebih ogeb dari Wahyu ya Allah!" ujar Wahyu senang sambil sujud syukur di atas kasur.


"Dengerin gue baik-baik ya wahai Muhammad Ardi Nugroho yang ganteng tapi masih gantengan gue kemana-mana eaak." ujar Samuel sambil memegang sebelah pundak Ardi dengan sebelah tangannya.


"Berfantasi itu jelas-jelas beda sama final fantasy. Kalo berfantasi yang lo maksud tadi itu ngarahnya ke berkhayal atau ngehalu. Lo pasti tau berkhayal atau ngehalu kan? Kalo gak tau berarti lo gak lulus TK. Sedangkan kalo final fantasy itu GAME DODOL!! ITU GAME FAVORIT GUA JUGA!! JADI APA HUBUNGANNYA BERFANTASI SAMA MAIN GAME SEMVAK?!!" teriak Samuel tepat di telinga Ardi yang membuat Ardi langsung menjauhkan dirinya dari Samuel.


"GAK USAH PAKE TERIAK DIKUPING GUE JUGA DONG!" teriak Ardi di kuping Samuel.


"LO NYA JUGA TERIAK DIKUPING GUE!!" teriak Samuel tak kalah keras.


"LO MAU GUE KAMEHA-MEHA HAH?!!"


"SINI LO!! GUE GAK TAKUT SAMA LO DASAR UPIL ANOA!!"


"APA LO DASAR BANCI PEREMPATAN!!!"


"BRISIK LO DASAR DAKI FIRAUN!!"


"STOOOOOOPPPPP!!!!!!!!!" teriak Wahyu dramatis ala permen hex*s.


"Brisik banget sih lo pada, dimarahin emaknya Wahyu baru kicep kalian." perkataan Mark sukses membuat semuanya langsung menoleh. Mata Wahyu langsung berbinar saat melihat sekantung penuh roti di tangan Mark. Terlihat dari nama bakery yang terpampang di kantungnya.


Sedangkan mata Samuel langsung berbinar-binar saat melihat Olive juga ikut datang.


"Waahhh.. ayah perhatian banget bawain hyuyu banyak roti." ujar Wahyu saat membuka bungkus roti pertama dengan nada bicara yang membuat siapa saja yang mendengarnya pasti ingin sekali menghajarnya saking sok imutnya.


"Makan yang banyak lo yu, kalo perlu tuh roti abisin semua biar lo langsung sembuh." ujar Mark sedangkan Wahyu hanya mengangguk-angguk.


Melihat Wahyu yang lahap memakan roti, membuat air liur Ardi dan Samuel ikut menetes. Samuel lalu mengambil satu bungkus roti tapi langsung Wahyu tepis.


"Mau ngapain lo? Ini roti gue, harusnya lo juga beliin gue makanan bukan malah ribut di rumah gue!" ujar Wahyu yang membuat Samuel memutar bola matanya malas.


"Alah lo lagi sakit aja belagu, biasanya aja lo nyanyi lagu edan turun kalo lagi sakit. Sini gue bagi roti lo gue juga mau!" ujar Samuel dengan nada memaksa yang membuat Wahyu mendengus.


"No way! This is milik Mr. Wahyu Fernandez bin Marc Marquez. Kalo you mau! You must beli alone!" ujar Wahyu yang membuat Samuel dan Ardi tambah jengah.


"Alah, rip english lu!" ejek Ardi.


"Iya lo yu, awas aja lo gak bakal gue traktir mie ayamnya mang Ujang lagi." ancam Samuel yang langsung membuat Wahyu seketika memasang cengirannya.


"Hehehee.. gue cuman canda kok guys, kalian baperan—" belum juga Wahyu menyelesaikan perkataannya, Samuel dan Ardi langsung menyerbu rotinya.

__ADS_1


"DASAR GEMBEL LO PADA!!" teriak Wahyu kesal.


Mark dan Olive yang sedari tadi memperhatikan hanya geleng-geleng kepala sambil sesekali tertawa melihat kelakuan absurd mereka.


__ADS_2