
"Nih, diminum biar badan kamu anget" ujar Mark sambil memberikan mug berisi penuh coklat panas. Olive menerima mug tersebut dan mulai meminumnya pelan. Mark masih memakai seragamnya yang basah. Melihat itu, Olive semakin merasa bersalah.
"Maafin aku ya Mark, seandainya aja aku gak maksa kamu buat naik angkot. Pasti kamu gak bakalan kebasahan gitu, kamu juga jadi repot nolongin aku sega–"
"Olive, ini itu bukan salah kamu. Lagian kenapa aku harus ngerasa repot nolongin kamu? Aku juga gak ngerasa keberatan seragam aku kebasahan" ujar Mark memotong perkataan Olive.
"Tapi memang faktanya ini salah aku kan? Aku emang dari dulu selalu ngerepotin ka–"
"Olive cukup, kamu nggak ngerepotin aku sama sekali"
"Tapi memang faktanya aku selalu buat kamu repot kan?!" ujar Olive agak membentak. Mark langsung memegang sebelah tangan Olive.
"Hey, kamu kenapa liv? Kamu kok malah ngomong ngaco kayak gitu sih? Dari dulu kamu itu sama sekali gak ngerepotin aku" ujar Mark sambil menatap manik mata Olive serius. Air mata Olive mulai menetes lagi, Mark lalu mengambil mug ditangan Olive dan menyimpannya di atas nakas.
Mark menggenggam kedua tangan Olive sambil mengusapnya pelan. "Olive dengerin aku, kamu itu sahabat aku dari kecil. Kita itu udah selalu bareng-bareng dari kecil, kita udah terbiasa hidup saling ngebutuhin. Dari kecil aku butuh kamu karena kamu selalu bikin aku tenang, dan kamu juga butuh aku buat selalu ada nemenin kamu" Olive terdiam menunduk sambil menatap kosong tangannya yang digenggam oleh Mark.
"Dari kecil kita emang udah terbiasa ngelakuin semuanya bareng-bareng, bahkan mamah aku aja udah nganggep kamu kayak anaknya sendiri"
"Aku sama sekali nggak pernah ngerasa terbebani sama kamu, aku bahkan seneng saat ngerasa kamu butuhin"
"Dan selamanya aku bakalan seneng pas kamu butuhin, karena itu tandanya aku itu penting buat kamu"
"Aku ngerti kok gimana perasaan kamu selama ini, kamu emang udah terbiasa hidup tanpa keluarga.. tapi tetep aja kamu pasti ngerasa kesepian kan?"
"Maka dari itu dari dulu aku selalu berusaha buat ngusir rasa kesepian kamu. Aku pengen kamu selalu ngerasa terhibur sama kehadiran aku liv.. makanya aku selalu nyempetin waktu aku buat kamu"
"Dan dari situ aku selalu terbiasa ngabisin waktu aku cuman buat kamu, dan aku sama sekali gak ngerasa terbebani sama kamu"
"Maaf kalo misalnya aku udah ngelakuin ide konyol yang malah ngebuat kamu jadi kayak gini, aku sama sekali gak serius ngelakuin itu"
__ADS_1
"Sikap dingin aku waktu itu cuman kepaksa Liv, aku gak bener-bener serius sama sikap aku waktu itu"
"Aku sayang sama kamu Liv, pliss kamu jangan ngerasa seolah kamu ini selalu jadi beban buat aku"
Air mata Olive sedari tadi telah mengalir deras mendengar semua perkataan Mark. Ia memang bodoh, ia memang cengeng, ia memang plin-plan. Ia malah membuat Mark semakin merasa bersalah.
"Aku pulang dulu buat ganti baju, aku bakalan kesini lagi entar" Mark pamit pulang ke rumahnya. Olive hanya diam tidak menjawab, Olive lalu menjambak rambutnya sendiri kesal.
"****! ****! ****!" Olive terus menyalahkan dirinya sendiri. Mark pasti merasa bersalah karena mengira Olive masih belum memaafkan sikapnya waktu itu.
Olive lalu membaringkan tubuhnya, ia mengusap wajahnya kasar. Ia tak habis pikir mengapa semuanya sangat rumit dan selalu tambah membuatnya bingung.
Ia berencana ingin menjaga jarak dengan Mark karena ia tau sekarang Mark telah bersama Zoe. Ia tidak ingin dicap sebagai perusak hubungan antara Mark dan Zoe, mengingat kedekatannya dengan Mark selama ini.
Dan mengapa ia malah bersikap seakan Mark belum mempunyai pacar. Dan sekarang jelas-jelas Mark dan Zoe tidak terlalu sering terlihat bareng lagi.
⚪⚪⚪
Olive sengaja bangun lebih awal agar ia bisa berangkat sendiri. Ia telah memesan grab agar tidak kesiangan kalau harus memakai angkutan umum.
Hari ini ia berencana untuk membicarakan sesuatu dengan Zoe. Ia tidak ingin Zoe salah paham dan malah membencinya. Itu malah akan menghambatnya untuk mencari teman cewek lain.
Olive telah mengabari Zoe semalam, dan memberitahunya untuk datang ke kantin menghampirinya. Dan sekarang Olive tengah duduk di kantin menunggu kedatangan Zoe.
Tak lama kemudian terlihat Zoe yang tengah berlari kecil ke arahnya, Olive langsung tersenyum menyambut kedatangan Zoe.
"Hai Liv, maaf udah buat lo nunggu lama" ujar Zoe dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
"Gapapa kok, lagian baru 10 menitan ini"
__ADS_1
"Oh iya, lo mau ngomongin apa?" tanya Zoe langsung. Olive terdiam sebentar, apa ia harus membicarakan semuanya agar jelas?
"Ini.. tentang Mark" jawab Olive yang membuat alis Zoe bertaut.
"Emangnya Mark kenapa?" tanya Zoe penasaran.
"Aku.. aku sebenernya mau minta maaf kalo belakangan ini aku udah buat hubungan kamu sama Mark jadi agak renggang" Zoe mengernyit bingung mendengar perkataan Olive. Ia sama sekali tidak mengerti mengapa Olive berkata seperti itu.
"Renggang gimana? Hubungan gue sama Mark baik-baik aja kok sampe sekarang" jawab Zoe, sikap biasa saja Zoe membuat Olive hati Olive lega.
"Tapi kan kamu itu pacarnya Mark, aku gak seharusnya deket terus sama Mark. Aku janji kok mulai sekarang aku bakalan berusaha buat ngejaga jarak dari Mark" mendengar perkataan Olive lagi, kini Zoe paham akan maksud Olive.
Zoe terdiam sebentar, ia tidak mengira bahwa Olive akan semerasa bersalah seperti itu. Sepintas ia mendapat ide, apa ia manfaatkan saja kesempatan emas ini?
"Sebenernya.. gue ngerasa terganggu sih sama kedekatan kalian. Tapi gue ngemaklum kok karena lo itu sahabat dekernya dia dari kecil"
Olive tersenyum kecil, ia merasa tidak enak karena nada Zoe yang seperti tidak suka akan hal itu.
"Tapi lo tenang aja kok, gue ngemaklum karena gue juga punya sahabat dari kecil sama kayak lo" ujar Zoe sambil tersenyum kecil.
"But honestly.. gue gak separah kayak kalian" ujar Zoe yang membuat tiba-tiba Olive merasa tertohok.
"Bagus deh kalo akhirnya lo nyadar juga, gue maafin lo kok. Dan.. kalo lo mau juga.. gue juga bakalan bantuin lo buat jaga jarak dari Mark kok" tawar Zoe yang membuat Olive terdiam.
"Gimana? Lo mau kan?" tanya Zoe sekali lagi. Olive masih terdiam, ia memandang Zoe ragu. Tapi kemudian Olive akhirnya mengangguk juga yang membuat Zoe tersenyum lebar.
"Selamat datang di perangkap gue tikus kecil.." batin Zoe sambil tersenyum licik dalam hati.
Tanpa mereka sadari, ada yang memerhatikan sekaligus merekam percakapan mereka.
__ADS_1