
Nepatin janji nih(^v^)
Jan lupa vote and comment nya yo! ☆\(^ω^\) ('⌣'ʃƪ)♡
Samuel melangkahkan kakinya menuju parkiran, pandangannya lalu tertuju pada Zoe yang sedang berjalan ke arah yang berlawanan dengannya. Zoe juga balas menatap Samuel, buru-buru Samuel langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain dan mempercepat langkahnya.
Melihat itu, Zoe langsung memberhentikan langkahnya saat Samuel tengah berlalu melewatinya. Zoe lalu menoleh ke belakang untuk melihat Samuel. Ia lalu tersenyum getir, sampai sekarang Samuel terus saja mengabaikannya.
Padahal ia merasa tak pernah melakukan kesalahan fatal yang membuat mereka renggang seperti sekarang ini.
Samuel mempercepat laju motornya, pikirannya sedang berantakan sekarang. Bahkan Olive ia tinggalkan padahal sebelumnya ia berjanji akan mengantarnya pulang.
Samuel berniat tidak ingin langsung pulang ke rumah, karena pasti ia akan langsung bertemu dengan sosok ayahnya. Samuel sudah lama memiliki hubungan yang tidak baik dengan ayahnya. Itu sebabnya ia ingin memperlambat waktu pulang, karena ayahnya yang baru pulang semalam.
Samuel memberhentikan motornya di sebuah bengkel tempat ia menghabiskan waktunya selain dengan Wahyu dkk. Lebih tepatnya, Samuel seperti menciptakan dua dunia untuk dirinya sendiri.
"Woi Sam! Kemana aja lo baru keliatan sekarang?? Sombong banget lo baru kesini lagi!" ujar Haikal saat melihat Samuel yang tengah melepas helmnya dan turun dari motor.
"Yo kal! Gue cuman lagi sibuk aja" jawab Samuel sambil melepas jaketnya.
"Alah.. palingan lo cuman sibuk ngurusin cewek lo si Zoe Zoe itu aja kan??" timpal Faris yang sedang mengemil di sofa. Mendengar itu Samuel terkekeh lalu duduk di samping Faris sambil merebut tortilla chips dari tangan Faris.
"Sotoy banget lo! Gue udah lama putus kali sama tuh cewek" jawab Samuel yang langsung membuat Faris terkejut.
Pertamanya mereka tidak mempercayai omongan Samuel, tapi melihat raut wajah Samuel yang serius dan tidak bercanda seperti biasa membuat Faris dan Haikal agak percaya.
Selanjutnya Faris dan Haikal terus memaksa agar Samuel mau menjelaskan penyebab ia dan Zoe putus. Itu membuat Samuel jengah karena ia yang malas menceritakannya.
"Kepo kayak mantan lo pada!!" ujar Samuel pada Haikal dan Faris.
__ADS_1
"Alahh.. belagu lo Sam. Kayak yang punya mantan aja lo" jawab Haikal yang malah yang malah mendapat jitakan manis dari Faris. Haikal sontak langsung mendelik tajam pada Faris.
"Napa lo malah jitak gue?!" tanya Haikal tetap dengan tatapan tajamnya pada Faris.
"Sebenernya lo nya yang budeg, apa lo nya yang terlalu jenius sih Kal??" heran Faris sambil geleng-geleng kepala. Haikal mengernyitkan keningnya yang membuat Faris tambah gemas.
"Astaga kal.. kan tadi Samuel udah bilang kalo dia udah putus sama ceweknya, otomatis ceweknya udah jadi mantan lahh" jelas Faris tapi tetap saja Haikal tidak mengerti.
"Emang apa hubungannya sama ngejitak gue ****??" tanya Haikal masih belum paham yang membuat Faris gemas.
"Otomatis Samuel udah punya mantan lah, napa malah lo bilang dia sok-sokan kek punya mantan segala" jelas Faris lagi, kali ini Haikal terlihat berpikir dulu sebentar. Sedetik kemudian Haikal langsung menjentikkan jarinya sambil ber-oh ria.
"Ngerti??" tanya Faris saat melihat Haikal seperti yang sudah mengerti.
"Nggak" jawab Haikal sambil cengengesan yang membuat Faris langsung menyerbunya.
"WOYY!! BUKANNYA LANJUTIN KERJA MALAH BERANTEM KEK BOCAH LO PADA!!!!" bentak Laras yang langsung mengejutkan Faris dan Haikal. Sontak Faris dan Haikal langsung berdiri kaget sambil mengangguk patuh.
"Yaelah masih takut aja lo sama Laras!" mendengar itu Laras langsung menjewer telinga Samuel yang membuat Samuel mengaduh.
"Eh bocah diem lo! Ngapain lo kesini kalo buat ngeganggu orang kerja hah?!!" bentak Laras yang kini ditertawai balik Haikal dan Faris
Sontak Laras langsung membentak mereka lagi, "Kerja yang bener lo pada! Mau gue potong gaji kalian hahh?!!" Haikal dan Faris langsung terdiam dan memilih sibuk dengan pekerjaannya lagi.
Samuel tertawa lagi melihat itu tapi tawanya terhenti saat Laras yang memelototinya.
"Galak amat sih lo ngelebihin kak Ros!" ujar Samuel sambil melepaskan tangan Laras dari telinganya.
"Mau ngapain lo kesini?!" tanya Laras sambil melepaskan jewerannya. Samuel langsung mengusap-usap telinganya yang memerah.
__ADS_1
"Yaelah lo biasanya juga gue suka main disini" jawab Samuel malas, Laras lalu terkekeh dan langsung memeluk Samuel erat.
"Gue cuman bercanda kali Sammy kuhh, gue juga kangen lo udah lama gak ke sini lagi. Kemana sih lo? Sombong banget pake jarang ke sini segala" Samuel berusaha melepaskan pelukan maut Laras karena ia yang susah bernafas.
"Lepasin dulu woyy!! Gue gak bisa nafas nih!!" Laras terkekeh lalu melepaskan pelukan mautnya. Laras adalah sahabat dekat almarhum kakaknya Samuel yaitu James tepatnya lebih ke mantan pacarnya James.
Faris dan Haikal juga sahabat dekat almarhum James dari kecil. Samuel bisa dekat dengan mereka karena ia yang sering mengikuti kakaknya pergi. Mereka bertiga terpaut umur 3 tahun lebih tua dengan Samuel.
⚪⚪⚪
"Kok berhenti yu?" heran Olive saat motor Wahyu yang tiba-tiba berhenti. Wahyu langsung berdecak sebal, pasti motornya sekarang ngadat lagi.
"Biasa Liv, motor gue emang suka gini. Suka tiba-tiba mogok, maklumlah.. motor ini kan pemberian dari engkong gue" jelas Wahyu yang membuat Olive tersenyum kecil. Mereka lalu turun dari motor dan Wahyu langsung mendorong motornya sambil berjalan.
"Kita ke bengkel yang disana aja yu!" tunjuk Olive pada sebuah bengkel yang berada tak jauh di depan mereka. Wahyu mengangguk dan mempercepat langkahnya.
Sesampai di bengkel Olive langsung mengernyit, pasalnya ia melihat motor Samuel yang terparkir di halaman bengkel. Olive lalu langsung melihat sekeliling untuk memastikan apa Samuel benar-benar sedang disini.
"Mas, kira-kira benerinnya lama gak? Kalo sekiranya lama saya ambil besok aja" ucap Wahyu pada pegawai bengkel yang sedang mengecek motor Vespanya.
"Jangan panggil gue mas, gue masih muda. Malahan Justin Bieber aja lebih tua dibanding gue. Gak sopan banget sih lo jadi anak, emangnya setua apa muka gue di mata lo? Dasar kids jaman now, kalo ngomong suka gak mikir dua kali. Makanya kalo punya otak itu dipake jangan cuman dijadiin pajangan aja! Gimana lo mau bisa pinter kalo muka lo aja udah begoable gitu" ujar pegawai bengkel tersebut yang membuat Wahyu tercengang mendengar kata-katanya.
"Nih orang waras gak sih?? Baperan amat lagi, untung gue sabar.. untung gue baik hati, tidak sombong dan rajin ngutang kayak Samuel, untung gue masih sehat jasmani dan rohani.."
"Ada apa sih yu?" tanya Olive yang memang tidak memperhatikan.
"Nggak, mending kita bengkel lain aja Liv. Orang disini kayaknya pada gak waras" bisik Wahyu tapi tetap saja terdengar oleh pegawai tadi.
"Ngomong apa lo? Lo malah bilang gue gak waras hah?!!!" pegawai tersebut tiba-tiba berdiri dengan tatapan tajam yang membuat Olive langsung ketakutan. Dengan sigap Wahyu langsung menarik Olive untuk ke belakangnya.
__ADS_1
"Ada apaan sih kal?! brisik banget lo sampe kedengeran ke dalem" mendengar suara itu, sontak Olive langsung terkejut dan langsung memandang ke arah sumber suara.