
"Mulai sekarang lo harus jauhin Olive." ucap Mark dingin pada Samuel. Kini mereka sedang berada di rooftop sekolah setelah Mark menyuruh Samuel untuk menemuinya disini.
"Apa hak lo buat ngatur-ngatur gue?" tanya Samuel sambil tersenyum sinis.
"Gue gak lagi bahas itu, gue cuman minta lo buat jauhin Olive mulai sekarang!" Samuel lalu tertawa kecil, ia tertawa sambil menepuk-nepuk bahu Mark yang Mark tatap aneh.
"Asal lo tau ya Mark, sebenernya yang bikin Olive jadi tambah deket sama gue itu gara-gara siapa? Bukannya gara-gara lo yang tiba-tiba jauhin dia?" ucap Samuel sambil tersenyum sinis lagi, mendengar itu membuat Mark mengepalkan tangannya.
"Itu gak ada hubungannya sama sekali ****! Yang jelas gue cuman minta lo buat jauhin Olive!" Samuel tertawa kecil lagi.
"Gak ada yang lucu, napa malah lo ketawa?" ujar Mark dingin.
"Lo yang **** Mark, emang apa masalahnya kalo gue belakangan ini jadi deket sama Olive?"
"Gue gak suka lo ngedeketin dia, udah cukup lo nyakitin Zoe jangan sampe Olive lo jadiin korban. Kalo sampe lo tetep nekat buat terus deket sama dia, gue gak bakal segan-segan buat ngabisin lo." setelah mengatakan itu Mark berlalu untuk kembali lagi ke bawah. Tapi perkataan Samuel selanjutnya menghentikan langkah Mark.
"Mau sampe kapan lo mau terus-terusan ngebela tuh cewek ******??" ujar Samuel sambil tersenyum sinis, Mark sontak menoleh. Tangannya yang sedari tadi sudah terkepal langsung menarik kerah baju Samuel dan memukulnya keras.
"Jaga ucapan lo! Zoe bukan cewek ****** yang selalu lo sebut! Lo yang harusnya disebut cowok brengsek! Lo yang udah nyampakkin dia *****!!!" Mark memukul keras rahang Samuel sekali lagi lalu berlalu meninggalkan Samuel yang tengah duduk tersungkur.
Samuel sedari tadi memilih diam tak melawan, ia memang sengaja karena hanya ingin memancing emosi Mark. Samuel lalu menyentuh sudut bibirnya yang terdapat darah.
Samuel lalu tersenyum sinis lagi sambil berdecih. Seandainya saja Mark tau fakta yang dilakukan Zoe sebenarnya, Samuel yakin pasti Mark akan lebih membenci Zoe dibanding dirinya.
__ADS_1
⚪⚪⚪
"Liv, lo tau gak kalo bentar lagi Mark ulang tahun?" ucap Zoe pada Olive yang sedang meminum es teh. Olive sebenarnya ingin langsung menjawab ingat, tapi ia langsung mengurungkan niatnya mengingat ia tak ingin Zoe menyangka bahwa ia terlalu mengingat segala hal tentang Mark.
"Gak sih, baru inget sekarang" jawab Olive pura-pura. Zoe langsung menatap Olive tak percaya.
"Masa lo yang notabenenya temen dari kecilnya Mark gak inget sama ulang tahunnya dia??" ucap Zoe masih tak percaya.
"Namanya juga baru inget, lagian aku juga orangnya suka lupaan" jawab Olive yang membuat Zoe manggut-manggut.
"Pantesan kalo gitu.. Eh btw gue mau ngadain rencana buat ultah Mark nanti. Lo mau bantuin gue kan Liv?" tanya Zoe yang langsung Olive angguki.
"Pasti dong, masa aku gak mau bantuin kamu sih. Apalagi ini soal ulang tahunnya Mark" jawab Olive yang membuat Zoe tersenyum senang.
Saat sedang berjalan di koridor untuk menuju kelas masing-masing, langkah Olive dan Zoe terhenti saat melihat Mark yang tiba-tiba berdiri di depan mereka.
"Gue perlu ngomong sama Olive, lo jalan duluan aja gapapa kan Zoe?" tanya Mark yang Zoe angguki kemudian.
"Yaudah kalo gitu gue duluan ya Liv"
"Kamu mau ngomong apa Mark?" tanya Olive saat Zoe sudah berlalu agak jauh. Mereka lalu duduk di bangku dekat tembok, kebetulan koridor juga tidak terlalu ramai.
"Kamu mau ngomong apa Mark?" tanya Olive lagi saat sudah duduk.
__ADS_1
"Aku udah pernah bilang kan sebelumnya sama kamu, kalo Samuel itu bukan cowok baik-baik" ujar Mark yang langsung membuat Olive mendengus malas.
"Mark.. kita emang udah pernah ngebahas ini. Dan pliss aku gak mau denger lagi" Olive bangkit untuk menuju kelas tapi langsung Mark tahan tangannya.
"Dengerin penjelasan aku dulu Liv.. kamu harus tau sikap dia yang sebenarnya gimana" ujar Mark yang membuat Olive mau tak mau harus duduk kembali.
"Aku ngomong gini karena aku gak mau kamu dijadiin korban dia lagi, dia itu udah pernah nyakitin Zoe. Dan mendingan mulai sekarang kamu jauhin dia" penjelasan Mark membuat Olive terdiam. Apalagi saat mendengar bahwa Samuel pernah menyakiti Zoe. Sebenarnya Olive kaget saat tau bahwa Samuel dan Zoe pernah memiliki hubungan spesial.
"Emangnya Samuel nyakitin Zoe gimana? Kenapa malah kamu nyuruh aku buat ngejauhin dia segala? aku kan gak pacaran sama Samuel. Jadi apa hubungannya??" ujar Olive yang membuat Mark menghela nafas.
"Olive.. soal kamu jadian atau enggaknya itu nggak penting. Tapi kamu emang harus tau kalo Samuel itu bukan cowok baik-baik. Soal gimana Samuel nyakitin Zoe aku nggak bisa bilang, karena itu urusan pribadi mereka" jelas Mark tapi tetap saja Olive tidak puas mendengarnya.
"Terus darimana kamu tau soal masalah mereka?" tanya Olive heran tapi saat Mark akan menjawab Olive langsung memotong perkataannya. "Oh iya aku baru inget! kamu kan pacarnya Zoe, jadi Zoe pasti udah pernah bilang kan?"
"Pacar?" ucap Mark bingung.
"Udah deh Mark kamu gak usah khawatirin aku segala, lagian aku sama Samuel cuman temenan doang. Lagian kamu udah pernah bilang sendiri kalau aku harus bisa cari temen deket lain" setelah mengatakan itu Olive berlalu menuju kelasnya. Kali ini Mark tidak menahan tangan Olive, justru pikirannya masih teringat akan perkataan Olive tadi.
Jadi.. selama ini Olive masih mengira bahwa dirinya dan Zoe masih berpacaran? Padahal itu hanya bagian dari rencana saat itu saja. Mark lalu memukul kesal bangku yang sedang didudukinya.
"****!!" umpat Mark kesal.
Ia lupa tidak menjelaskan lagi pada Olive bahwa soal hubungannya dan Zoe saat itu hanyalah pura-pura.
__ADS_1