
Mark menatap kesal motor Samuel yang telah berlaju dengan Olive. Padahal ia berniat ingin mengajak Olive untuk berangkat bareng, tapi sepertinya posisi Mark sudah mulai tergeser sedikit demi sedikit sekarang.
Mark tau ini terjadi karena kesalahannya juga, ia telah bodoh menjalankan ide konyol yang kejam yang malah membuat Olive juga agak menjauh. Ia menyesal, seharusnya waktu itu Mark tidak tiba-tiba menjauh dan mengacuhkan Olive. Mungkin sekarang Olive tidak akan kenal dekat dengan Samuel.
Mark lalu menaiki motornya, ia menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi. Sesampai di parkiran sekolah, ia langsung melepas helm dan membuka jaketnya.
"Mark!!" teriak seseorang yang membuat Mark memutar bola matanya malas. Belum juga Mark menoleh, tiba-tiba orang itu sudah memeluk Mark yang membuat Mark terdiam sebentar.
"Gue kangen sama lo sumpah, lo gak kangen sama gue Mark? Gue udah sembuh lohh.. heuheu" sontak Mark sekarang menjadi pusat perhatian anak-anak yang lewat. Mark langsung berusaha melepas pelukan Wahyu yang mengganggunya.
"Ngapain lo peluk-peluk *****?! Mau mati lo?! Liat tuh anak-anak malah lagi liatin kita, nanti kalo mereka ngira yang nggak-nggak gimana?!!" geram Mark pelan sambil menatap Wahyu tajam. Wahyu hanya cengengesan dan malah berpose sok imut.
"Ya bagus lah kalo anak-anak pada ngeliatin kita. Mungkin saking terkenalnya gue sama lo kali ya Mark, mereka jadi pada merhatiin kita" Mark tambah menatap Wahyu tajam.
"Lo emang udah gila yu, gue turut prihatin sama lo" setelah mengatakan itu Mark berbalik lalu lanjut berjalan menuju arah kelas.
Wahyu berniat ingin mengejar Mark, tapi langsung ia urungkan niatnya saat melihat sang pujaan hati sedang mengobrol dengan teman-temannya.
"Pagi neng geulis, neng Katya hari ini meni geulis pisan ihh.. Abi kalah tambah unch unchh" teman-teman Katya langsung pamit duluan saat Wahyu datang. Katya hanya memandang Wahyu aneh sekaligus sebal.
"Apaan sih lo?! Dasar jones alay! Sana jauh-jauh dari gue!" usir Katya tapi tidak mematahkan semangat Wahyu untuk tetap menggoda sang pujaan hati eakk.
"Aku cuman mau ngucapin kamu selamat pagi kok. Tadinya aku nggak bakalan sekolah soalnya masih sakit, tapi.. karena kepengen liat kamu jadinya aku paksain sekolah aja" ujar Wahyu sambil tersenyum-senyum sambil mengedipkan sebelah matanya.
Katya langsung bergidik jijik, "Idihh.. jangan harap gue baper sama lo!" setelah mengatakan itu Katya langsung meninggalkan Wahyu.
"Yahh.. my lovely Katya kok malah ninggalin gue sih, padahal gue kurang romantis apalagi coba?" tanya Wahyu pada dirinya sendiri lalu memilih untuk tidak mengejar Katya.
Katya yang masih kesal karena ulah Wahyu tadi berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal. "Apaan coba tuh anak, pagi-pagi udah ganggu gue aja. Dasar cowok saiko!" gerutu Katya kesal.
Saat sudah sampai depan kelas, wajah Katya langsung sumringah saat melihat Samuel yang tengah asik ngobrol dengan temannya. Dengan semangat 45 Katya langsung menghampiri Samuel.
"Pagi Samuel!" sapa Katya ceria yang langsung membuat Samuel menoleh.
"Kenapa lo? Pagi-pagi udah brisik aja" Katya langsung cemberut saat mendengar respon Samuel.
"Issh.. bukannya sapa balik malah jutek gitu" ujar Katya yang membuat Samuel menghela nafas jengah.
"Pagi juga princess Katya punyanya prince Wahyuu" sapa Samuel balik, sepintas Katya tersenyum senang saat mendengar Samuel menyebutnya princess. Tapi mukanya langsung ia murungkan lagi saat mendengar kata 'prince Wahyu'.
__ADS_1
"Kok pangerannya malah Wahyu sih?!" kesal Katya sedangkan Samuel malah tertawa. "Kamu jahat ihh.. harusnya yang jadi pangerannya itu kamu! Bukan Wahyu!" Samuel menghentikan tawanya lalu memegang kedua pundak Katya.
"Dengerin gue ya Kat.." Katya langsung terdiam menatap Samuel, "Gue, sama sekali gak.ada.rasa.sama.lo." ujar Samuel pelan tapi penuh penekanan. Samuel lalu menarik kembali tangannya lalu berjalan memasuki kelas.
Katya yang masih terdiam membeku hanya menatap kosong ke arah bawah. Jujur, hatinya perih saat mendengar perkataan Samuel tadi. Tapi, ini bukan yang pertama kalinya Samuel berkata seperti itu padanya. Samuel sudah sering mengatakan itu sampai Katya sudah kebal mendengarnya. Tapi mengapa itu terdengar sangat perih sekarang?
⚪⚪⚪
Mark sedari tadi terus memerhatikan Olive, ia mengabaikan bu Firda yang sedang serius menerangkan.
"Mark Alvarado, apa kamu mendengarkan penjelasan saya?" ujar Bu Firda dingin sambil menatap Mark tajam.
"E-eh? M-merhatiin kok Bu" Mark langsung gelagapan saat Bu Firda memanggilnya. Untung saja ia masih sanggup menjawab.
"Kalo gitu kerjakan soal nomor 5 kedepan" suruh Bu Firda yang membuat Mark mati kutu.
"Ayo kedepan!" suruh Bu Firda lebih dingin. Mark masih terdiam, dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri yang bodoh tidak memerhatikan.
"A-anu Bu, sa-saya gak ngerti" jawab Mark gugup yang membuat Bu Firda tambah menatapnya tajam.
"Kamu itu ya! Udah gak ngerjain pr malah bengong gak merhatiin! Sana! Keluar kamu dari kelas saya!" tegas Bu Firda yang membuat Mark menunduk lalu mengangguk.
"Semuanya perhatikan saya lagi!" ujar Bu Firda pada seluruh murid di kelas. Olive lalu kembali memerhatikan Bu Firda karena tidak mau senasib seperti Mark tadi.
Saat istirahat, entah mengapa Olive jadi agak khawatir dengan Mark. Ia lalu memutuskan keluar kelas untuk mencari Mark. Ia mencari Mark kemana-mana tapi masih tidak ia lihat. Olive akhirnya menemukan Mark di kantin. Tapi, langsung ia urungkan lagi niatnya untuk menghampiri Mark saat melihat ia tengah asyik makan dengan Zoe.
Olive berniat untuk memutar badan dan balik lagi ke kelas. Tapi langkahnya langsung terhenti saat melihat Samuel yang sudah berdiri tegak dihadapannya.
"Gue cari lo kemana-mana, ternyata lo disini" ujar Samuel lalu menarik tangan Olive untuk duduk disalah satu bangku kantin yang masih kosong.
"Ngapain kamu cariin aku Sam?" tanya Olive bingung.
"Ya gue mau ngajak lo ke kantin bareng lah"
"Ohh.." Olive hanya membulatkan mulutnya sambil manggut-manggut.
"Lo mau makan apa? Biar gue yang pesenin" tanya Samuel pada Olive.
"Aku pengen makan siomay aja deh, minumnya teh botol dingin aja" jawab Olive lalu pandangannya terjatuh pada Mark lagi.
__ADS_1
"Yaudah tunggu dulu gue mau pesenin" Samuel lalu berlalu memesan makanan yang dimaksud Olive tadi.
Olive masih memerhatikan Mark yang sedang asyik tertawa dengan Zoe. Mereka terlihat hanya berdua saja tanpa dibarengi Wahyu dan Ardi. Olive mendengus kesal, jujur ia merasa agak kesal melihat mereka seakrab itu.
Merasa diperhatikan, Mark lalu mengedarkan pandangannya mencoba mencari siapa yang tengah memerhatikannya. Pandangannya lalu jatuh pada Olive yang langsung mengalihkan pandangannya.
Mark lalu tersenyum dalam hati, ternyata yang memerhatikannya dari tadi adalah Olive. Mengetahui itu Mark juga ikut memerhatikan Olive diam-diam. Ia langsung mengumpat dalam hati saat melihat Samuel yang tiba-tiba duduk menghalangi Olive.
"Lo liatin apa Mark?" tanya Zoe penasaran karena sedari tadi Mark menatap ke arah belakangnya.
"Nggak kok bukan apa-apa" jawab Mark lalu mengalihkan pandangannya kembali. Sedangkan Zoe tersenyum kecut saat melihat ternyata yang sedang diperhatikan oleh Mark adalah Olive.
"Bilang aja lo kesel gara-gara liat Olive bareng Samuel kan?" ujar Zoe yang membuat Mark mendengus.
"Tau aja lo, udah deh jangan bahas itu lagi. Kesel gue ngebahasnya juga" ujar Mark lalu lanjut memakan mie ayamnya.
Tapi dalam hati Zoe bersorak senang. Karena dengan Olive yang semakin dekat dengan Samuel, siapa tau Mark akan memilih menyerah dan membuka hati untuknya.
"Napa lo senyam-senyum sendiri?" tanya Mark heran saat melihat Zoe yang tersenyum sendiri.
"Nggak papa kok, gue cuman lagi seneng aja.. lo emangnya gak tau Mark kalo sebentar lagi lo ulang tahun?" bohong Zoe mencoba mencari topik lain.
"Gue tau kok, tapi kenapa lo kayak yang semangat banget gitu? Gue juga B aja" ujar Mark heran.
"Lo mah.. bukannya ikutan seneng malah gitu. Lagian nih ya, gue bisa puas bales dendam ke lo ntar" ujar Zoe dengan senyum jahil.
"Yaelah kuno lo! Lagian gue ulang tahunnya juga pas libur"
"Yahh, eh btw lo mau ngadain pesta nggak? Inikan sweet seventeen lo" tanya Zoe yang membuat Mark menghentikan makannya sebentar.
"Kayak cewek aja pake acara sweet seventeen segala. Lagian gue juga belum ada rencana buat ngadain pesta. Napa sih lo? Antusias banget ngomongin ulang tahun gue" ujar Mark yang membuat Zoe cemberut.
"Harusnya lo seneng ada yang inget sama ulang tahun lo, lagian kan tahun kemarin lo juga gak ngadain pesta. Ayolah Mark.. sekarang lo ngadain pesta yaa?? Gue bakal ngebantuin lo buat nyusun pestanya kok"
Mark terdiam sebentar, ia lalu menimbang-nimbang saran Zoe.
"Gimana entar aja. Lagian masih lama, masih tiga mingguan lagi. Ulang tahun gue kan nanti akhir bulan"
Zoe lalu memilih untuk tidak memaksa lagi. Ia sadar ia bukan Olive yang akan langsung Mark turuti permintaannya.
__ADS_1
"Yaudah, serah lo juga" ujar Zoe memilih menyerah.