Terima kasih, Samuel

Terima kasih, Samuel
dua puluh enam


__ADS_3

"Lo gapapa pulang kemaleman? Kakak lo gak bakalan marah kan??" Olive menggeleng menjawab pertanyaan Samuel.


"Gak bakalan kok, lagian kakak aku juga belum pulang dari Surabaya" Samuel mengernyit heran mendengar jawaban Olive, ia lalu menatap lagi ke arah rumah Olive yang lampunya sudah pada dinyalakan.


"Terus kenapa rumah lo lampunya udah pada dinyalain? Berarti ada orang kan?" Olive langsung menoleh menatap rumahnya yang memang sudah pada terang. Bahkan lampu luarnya saja sudah dinyalakan.


"Mmm.. aku juga gak tau, mungkin mamah Aini yang nyalain" jawab Olive tak yakin, Samuel lalu menatap Olive cemas.


"Lo gak takut kalau seandainya itu orang lain yang coba masuk ke rumah lo?"


"Nggak kok, udah kamu pulang aja sana gak usah khawatir gitu. Lagian ini udah malem takut nanti kamu malah ngantuk di jalan" Samuel menatap Olive sebentar, ia ragu jika akan meninggalkan Olive karena ia penasaran siapa yang berada di rumah Olive sekarang. Ia takut jika itu adalah maling dan nanti malah mencelakakan Olive, karena ia tau Olive hanya tinggal sendirian dengan kakaknya.


"Lo yakin gapapa?" tanya Samuel masih cemas. Olive mengangguk pasti sambil tersenyum, Samuel memandang rumah Olive sekali lagi. Ia lalu memakai kembali helmnya dan menyalakan kembali motornya.


Setelah motor Samuel melaju lagi, Olive lalu berbalik dan berjalan memasuki rumahnya. Tapi sebelumnya ia juga heran siapa yang tengah berada di rumahnya. Karena lampunya sudah Olive matikan semua saat akan berangkat sekolah.


"Lo habis darimana?" Olive langsung terkejut mendengar suara Mark saat baru saja menutup pintu depannya. Lantas Olive langsung berbalik dan terlihat Mark yang sedang menyender ke arah tembok sambil melipat tangannya di dada.


"A-aku.. aku habis.." belum sempat Olive menyelesaikan kalimatnya, Mark langsung memotong perkataannya.


"Lo gak liat sekarang udah jam berapa?" Olive terdiam menunduk tak berani menjawab perkataan Mark yang terkesan dingin dan mengintimidasi.


"Jam 9 malem dan lo baru pulang, lo gak tau apa kalo sedari sore itu gue khawatir nunggu lo yang belum pulang-pulang?!!" perkataan Mark yang agak membentak membuat Olive tambah menunduk dan takut.


Sumpah Olive tidak tau bahwa Mark akan semarah ini. Ia tau ia salah karena tidak mengabari Mark dan malah membuat Mark khawatir. Tapi sumpah Olive lupa dan tidak kepikiran akan hal itu.


"Maaf Mark aku lupa ngasih tau kamu dulu, soalnya.. handphone aku lowbat" jawab Olive masih menunduk.

__ADS_1


"Kenapa lo nggak ngasih tau gue lewat Samuel? Kemana aja kalian sampe lupa waktu kayak gini?!" Olive diam tidak berani menjawab, jujur Olive sangat takut saat Mark sedang memarahinya. Bahkan cara bicara Mark pun akan berbeda saat sedang marah.


"Aku capek pengen tidur" Olive memilih berlalu menuju kamarnya. Melihat itu Mark mengusap wajahnya kesal lalu memilih pulang kembali ke rumahnya.


⚪⚪⚪


Saat akan sarapan Olive terdiam saat melihat banyak masakan di atas meja makannya. Olive lalu menarik salah satu kursi dan mendudukinya.


Olive tersenyum kecil memandangi masakan tersebut, ini pasti masakan yang dimasak Mark semalam saat ia belum pulang. Jujur ia masih merasa bersalah, apalagi semalam ia malah berlalu begitu saja meninggalkan Mark yang marah karena mengkhawatirkannya.


"Pagi Liv!" suara sapaan Mark langsung membuat Olive menoleh. Terlihat Mark yang sudah siap dengan tasnya, di tangannya terdapat kotak makan yang pasti berisi sarapan untuk Olive.


"Nih aku udah bikinin sarapan buat kamu" Mark memberikan kotak makan itu pada Olive. Olive lalu menerima lalu membukanya. Terlihat sandwich smoked beef favorit Olive, yang langsung membuat Olive tersenyum lebar.


"Makasih" ucap Olive lalu mulai memakannya.


"Aku minta maaf Liv soal yang semalem, harusnya aku gak main marahin kamu kayak gitu" ujar Mark yang membuat Olive menatapnya.


"Gapapa kok Mark, malahan harusnya aku yang minta maaf bukan kamu"


"Aku udah maafin kamu kok"


Setelah selesai sarapan, Mark dan Olive berjalan beriringan menuju halaman depan. Saat sudah sampai di teras luar mereka langsung bisa melihat Samuel yang sudah siap dengan motornya.


"Ayo Liv kita berangkat" ujar Samuel sambil menyalakan kembali motornya.


"Kamu mau berangkat bareng dia lagi Liv??" tanya Mark yang Olive angguki. Olive lalu memakai helmnya dan naik ke atas motor Samuel.

__ADS_1


"Aku sama Samuel berangkat duluan ya Mark!" pamit Olive lalu motor Samuel pun melaju meninggalkan Mark yang masih diam memandangi mereka.


Sebelum itu Mark dan Samuel sempat saling berpandangan tajam. Mark lalu tersenyum kecut, sekarang ia merasa bahwa posisinya kini seperti sudah tidak dihargai lagi.


"Olive, lo udah ngerjain pr Inggris gak?" tanya Wahyu langsung saat Olive baru saja memasuki kelasnya. Olive mengangguk sambil terus berjalan menuju bangkunya. Wahyu tersenyum senang sambil mengikuti Olive dari belakang.


"Kalo gitu gue boleh liat gak? Soalnya gue belum ngerjain, heuheu.." Olive membuka resleting tasnya lalu memberikan buku pr Inggrisnya pada Wahyu.


"Makasih ya Liv" ujar Wahyu senang yang Olive angguki pelan.


"Gue juga boleh liat kan Liv" pinta Bella yang Olive angguki juga. Olive lalu memilih untuk membaca novel saja sambil menunggu bel masuk. Sedangkan Bella dan Wahyu sedang serius menyalin pr Olive pada buku mereka.


"Eh gue belum selesai ****! Jangan asal main buka lembar aja!" ujar Bella dengan nada tinggi yang membuat Wahyu terpancing.


"Eh lo biasa aja dong ngomongnya gak usah pake nyolot gitu!!" balas Wahyu tak kalah tinggi. Bella langsung menatap Wahyu tajam lalu mengambil buku pr Olive secara sepihak.


"Ehh!! Gue belom selesai **** jangan asal lo ambil!!" Wahyu langsung merebut kembali buku pr Olive dan terjadilah aksi rebutan buku.


"Eh lo berdua bisa minggir dari bangku gue gak?" ucapan dingin Mark langsung menghentikan aksi mereka. Sontak Bella dan Wahyu langsung menjauh dari Mark karena kalau sudah mendengar nada dingin Mark, dijamin bulu kuduk kalian langsung merinding apalagi kalau sudah ditatap tajam. Hiii


Mark lalu melihat jam di tangannya, 5 menit lagi bel masuk yang membuat Mark mengurungkan niatnya untuk keluar menemui Zoe.


Pandangan Mark lalu tertuju pada Olive yang sedang fokus membaca novel. Tiba-tiba pikiran Mark langsung teringat akan kejadian semalam. Jujur Mark masih merasa bersalah karena tidak seharusnya ia langsung asal memarahi tanpa mendengar penjelasan Olive.


Tapi bagaimanapun juga Mark tetap agak marah mengingat Olive belakangan ini mau saja pulang malam dengan Samuel. Bagaimana pun juga Mark tetap merasa agak cemburu. Apalagi sekarang ia dan Olive jadi jarang berangkat dan pulang sekolah bareng lagi.


___

__ADS_1


Voment kalian sangatlah berharga bagi saya(´⌣'ʃƪ) /tsahh (ノ´ヮ´)ノ


__ADS_2