
Olive memandang sebal sosok yang ada di depannya sekarang, sedangkan sosok yang di depannya hanya pura-pura tidak tau dan malah asyik makan.
Setelah memaksa dan merengek-rengek pada Olive, Samuel akhirnya berhasil membujuk Olive untuk menemaninya makan. "Cepetan dimakan makanannya Liv, gue aja udah mau abis nih." ujar Samuel sambil menunjuk makanannya yang memang sudah habis.
Olive hanya memandang tajam Samuel, berharap tatapannya bisa membelah sosok yang menurutnya sangat aneh dan menyebalkan. "Aku gak laper, lagian ini juga kamu yang pesen." jawab Olive datar.
"Yaudah buat gue aja, gue masih lapar nih." ujar Samuel sambil mengambil piring Olive. "Nggak papa kan?" tanya Samuel memastikan. Olive hanya mengangguk pelan, dan Samuel langsung menyantap makanannya lagi dengan lahap.
"Sebenernya kamu itu siapa sii?!" tanya Olive kesal yang membuat Samuel mengernyit heran.
"Astaga Liv, ini gue Samuel James Fernand. Cowok paling tampan seantero jagat, sobatnya si Markonah anaknya bapak haji Mamat. Masa lo gitu aja kagak tau sii?" ujar Samuel yang membuat Olive menaruh kepalanya dimeja.
"Maksud aku itu bukan gitu?! Kamu itu siapa tiba-tiba aja ngedeketin kayak gini? Perasaan meskipun aku tau kamu, tapi kita kan gak saling kenal deket. Kita itu masih orang asing Sam, jadi bagi aku kamu itu masih aneh banget." ujar Olive yang membuat Samuel mendengus pelan.
"Apa salah ya kalo ada orang yang mau temenan sama lo? Apa harus ijin dulu ke lo, 'Hai liv.. perkenalkan.. nama saya Samuel. Saya mau berteman dengan anda, apakah anda mengijinkan?' gitu??" ujar Samuel yang membuat Olive memutar bola mata jengah.
"Ya gak gitu juga kali! Maksud aku itu kamu itu aneh aja."
"Aneh gimana si? Orang gue cuman mau temenan sama lo doang kok." kesal Samuel yang membuat Olive menghela nafas pasrah.
"Ya udah deh lupain aja, cepetan makannya aku udah pengen cepet pulang." ujar Olive tak sabar.
"Siap-siap!"
⚪⚪⚪
"Olive.." panggil Samuel yang membuat Olive mendengus kesal.
"Apaan?" jawab Olive malas, sekarang Olive dan Samuel sedang berada di perpustakaan sekolah. Saat jam istirahat tadi, Olive memutuskan untuk meminjam novel ke perpustakaan saja. Dan yang membuat Olive sebal, adalah Samuel yang tiba-tiba mengikutinya.
__ADS_1
"Pulang sekolah ikut gue beli kado, lo mau gak?" tawar Samuel yang membuat Olive mengernyit.
"Kado??" tanya Olive heran.
"Iya kado, nyokap gue bentar lagi ulang tahun soalnya. Dan gue pengen ngasih kado spesial buat dia, dan gue pengen lo nemenin gue beli kadonya. Lo pokoknya harus mau, yaa?? Plisss..." pinta Samuel sambil mengedip-ngedipkan matanya. Olive hanya menatap heran dan datar, lalu lanjut mencari novel.
"Gak makasih, kamu bisa ajak temen kamu yang lain aja. Kenapa harus aku sih?" heran Olive sambil masih terus fokus mencari novel yang menarik. Samuel yang sedang duduk di kursi langsung berdiri dan mendekati Olive.
"Karena gue maunya cuman sama lo, pokoknya gue gak terima penolakan dan lo harus mau ngikut gue!" setelah mengatakan itu Samuel lalu berbalik dan berjalan keluar dari perpustakaan.
"See you at parkiran!" teriak Samuel sambil mengangkat tangannya. Olive hanya memandang sebal dan datar tapi langsung tertawa saat melihat Samuel yang ditegur oleh petugas perpustakaan.
Saat ini Olive sedang menunggu Samuel diparkiran, ia mendesah kesal saat Samuel tidak juga datang ke parkiran. Padahal Samuel yang memintanya untuk datang, Olive memilih untuk pulang sendiri saja karena kesal menunggu.
Langkahnya terhenti saat melihat sosok yang sedari tadi ditunggunya malah sedang asyik mengobrol di kerumunan siswa perempuan. Olive mendengus kesal dan mempercepat langkahnya menuju gerbang.
Olive harus menahan kesal lagi saat melihat Zoe yang sedang naik ke atas jok motor Mark. Olive memilih untuk pura-pura tidak melihat dan mempercepat langkahnya. Ia segera menyetop taksi yang lewat dan langsung masuk.
Setiba di rumah Olive langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Ia lalu memandangi layar ponselnya, tiba-tiba terbesit saja keinginan untuk menchat Mark. Jarinya lalu mulai menari-nari di atas layar ponsel. Ia lalu menggigit jarinya sebelum menyentuh tanda kirim.
Berharap Mark langsung membacanya tetapi chat masuk dari Samuel langsung mengalihkan perhatiannya.
***Samuel: kemana aja lo? Gue tunggu lo diparkiran tapi gak ada, gue susul lo ke kelas tapi gak ada
Olive: suruh siapa lama, orang aku udah tungguin dari tadi tapi kamu malah keasyikan ngobrol
Samuel: sorry, tapi kenapa lo gak langsung susulin gue aja?
Olive: takut ganggu soalnya***
__ADS_1
Olive memilih mematikan layar ponselnya sambil menghela nafas. Ia lalu memandang bingkai foto yang terdapat foto dirinya dan Mark saat kecil. Ia lalu mengambil foto itu dan memandangnya diam.
Olive menghela nafas dan langsung memasukkan foto tersebut ke dalam laci nakas. Ia memegangi kepalanya dan terisak pelan. Ia masih belum bisa mencerna semuanya, lebih tepatnya ia belum mau menerima semuanya. Ia belum mau menerima kenyataan bahwa semuanya sekarang sudah berubah.
Tidak ada lagi Mark yang dulu selalu ada untuknya, tidak ada lagi Mark yang selalu memperhatikannya, tidak ada lagi Mark yang selalu menjahilinya, tidak ada lagi Mark yang selalu menjaganya, dan tidak ada lagi Mark yang selalu tersenyum untuknya.
Mark yang selalu mengisi hari-hari Olive kini sudah tidak lagi. Lebih tepatnya, kini Olive sering melihat Mark lebih sering menghabiskan waktunya dengan teman-temannya dan Zoe. Sedangkan ia seperti yang sudah dilupakan saja.
Olive masih heran, sebenarnya apa yang menyebabkan Mark tiba-tiba berubah drastis seperti itu? Padahal Mark yang Olive kenal sangat berbeda dengan sosok Mark yang sekarang.
⚪⚪⚪
"Liv, lo masih mau nemenin gue beli kado kan??" tanya Samuel memastikan. Olive yang sedang memakan bakso hanya diam saja tanpa menatap Samuel.
"Maaf aku gak bisa, lagian mau beli kado masa harus ditemenin sih?" ujar Olive sambil terkekeh kecil. "Emangnya kamu anak kecil apa." lanjut Olive sedangkan Samuel hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ya bukan gitu, masalahnya lo kan cewek. Jadi lo pasti lebih tau kesukaan cewek daripada gue kan??" ujar Samuel yang membuat Olive mengangkat sebelah alisnya.
"Kayak mau ngasih kado ke pacar aja, lagian masa kamu gak tau kesukaan ibu kamu apa sih??" heran Olive. "Emang sebelumnya kamu gak pernah ngasih kado ke ibu kamu apa?" lanjut Olive.
"Bukan gitu.. tau ah! Pokoknya lo harus ikut, pokoknya gue gak terima penolakan. Kalo perlu bel pulang sekolah nanti gue langsung ke kelas lo. Gimana?" tawar Samuel yang membuat Olive mengangguk pelan.
"Okay aku tunggu, awas kalo kamu ngaret lagi! Aku bakalan gak mau nemenin!" ancam Olive sedangkan Samuel hanya terkekeh kecil.
"Tenang aja liv, gue janji gak bakalan ngaret." mereka lalu menuju kelas masing-masing saat sudah selesai makan.
Sedari Olive mengobrol dengan Samuel tadi, sebenarnya pandangan Olive tak lepas dari Mark yang sedang asyik mengobrol dengan Zoe di bangku lain. Tapi Olive tidak terus memperhatikan karena takut Mark melihat.
Olive selalu bertanya-tanya dalam hati, mau sampai kapan Mark akan terus bersikap begini padanya?
__ADS_1
Sungguh Olive sangat merindukan sosok Mark yang sangat dikenalnya. Yang selalu cerewet tapi selalu memperhatikannya.
Olive benar-benar merindukannya.