Terima kasih, Samuel

Terima kasih, Samuel
dua


__ADS_3

Esoknya Olive memutuskan untuk menemui Mark, dia ingin bertanya mengapa sikapnya begitu aneh saat kemarin.


Setelah selesai sarapan, ia langsung berangkat dan pamit dulu kepada kakaknya yang sedang baca majalah.


"Kak, aku berangkat dulu ya?"


"Iya ati-ati."


Olive lalu memasuki halaman rumah Mark dan berjalan menuju pintu depan, sesampai pintu depan ia langsung masuk begitu saja karena ia sudah terbiasa.


"Pagi mah.. Mark nya ada kan??" sapa Olive pada Aini mamahnya Mark. Memang Aini yang menyuruh Olive agar memanggilnya mamah dari kecil, agar seperti ke ibu sendiri.


"Ada kok.. tuh lagi turun" ujar Aini yang sedang menuangkan susu ke gelas.


"Pagi Mark!!" sapa Olive kelewat ceria, sedangkan Mark hanya menatap Olive datar.


Mark lalu duduk dan memulai sarapan, Mark hanya diam saja memakan roti tanpa menyapa balik Olive. Olive yang melihat itu hanya mendengus kesal.


"Kamu kenapa sih Mark? Kok aneh gitu sih?" tanya Olive heran sekaligus kesal. Mark masih diam saja tanpa menjawab perkataan Olive. Ia bahkan tidak memandang Olive dan malah memandang ke arah lain.


"Jauhin gue." perkataan dingin Mark langsung membuat Olive terdiam seketika. Mark lalu bangkit dan berjalan keluar tanpa mengatakan sepatah kata lagi. Olive masih membeku di tempat, ia masih tidak percaya akan perkataan yang diucapkan Mark barusan.


Tak lama kemudian ia lalu bangun dan berjalan ke luar dengan langkah gontai. Perkataan Mark tadi sangat dingin dan tajam, entah mengapa perkataan Mark tadi langsung menohok hatinya. Padahal ia merasa sedang tidak melakukan kesalahan apa-apa.


Olive lalu memutuskan untuk naik bis saja karena ternyata Mark meninggalkannya begitu saja. Sesampai di sekolah, ia berjalan menuju kelas dengan langkah gontai. Ia lalu langsung menuju rooftop sekolah setelah menyimpan tasnya di bangku.


Pertama kalinya ia menuju rooftop sekolah, dan pertama kalinya ia bolos jam pelajaran. Ia lalu melihat pemandangan kota dari atas dengan pandangan kosong. Ia masih kepikiran akan hal tadi pagi, ia tak habis pikir Mark tiba-tiba saja mengatakan hal itu.


'Jauhin gue'


Perkataan Mark tadi masih terngiang-ngiang di kepalanya, pertama kalinya Mark berkata seperti itu pada Olive. Mark tidak pernah berbicara lo-gue pada Olive sebelumnya, dan jelas-jelas sikap dan perkataan Mark tadi menjadi tanda tanya besar untuk Olive.


Setetes air mata langsung meluncur bebas di pipi Olive, Olive mulai terisak pelan. Ia tak habis pikir Mark akan bersikap seperti itu padanya.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Apa Mark sedang ada masalah? Tapi sebesar-besarnya masalah yang terjadi, Mark selalu menceritakannya pada Olive. Bahkan ia tidak pernah melampiaskan masalahnya pada Olive.

__ADS_1


Tapi sekarang?


Sebenarnya apa yang sedang terjadi?


⚪⚪⚪


"Olive.." panggil Wahyu pelan.


"Olive..." panggil Wahyu agak keras.


"Olive oil!!!" teriak Wahyu yang membuat Olive langsung terbangun kaget.


"Ehh?? I-iya yu? Ada apa?" tanya Olive.


Sekarang kelas Olive sedang tidak ada guru alias jamkos. Jadinya seisi kelas pada ribut, sedangkan Olive sedari tadi menunduk saja yang membuat Wahyu khawatir padanya.


"Kamu gak papa kan Liv?" tanya Wahyu khawatir. Olive lalu tersenyum kecil sambil menggeleng pelan.


"Aku gak papa kok yu, emangnya kenapa sih?" tanya Olive, saat Wahyu akan menjawab. Ia malah mendapat lemparan buku paket di kepalanya.


Seketika pandangan tajam Wahyu langsung berubah menjadi cengengesan saat melihat Mark lah orang tersebut. Mark memandang Wahyu tak kalah tajam yang membuat Wahyu langsung duduk lagi di bangkunya.


Olive yang melihat itu lalu menghela nafas, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan Mark?


Malah sampai ia melarang Wahyu untuk sekedar berbicara padanya. Suara notif masuk di ponselnya langsung mengalihkan perhatiannya.


Ada pesan dari Samuel yang menyuruhnya untuk menemuinya di parkiran saat pulang sekolah nanti. Ia hanya membalas mengiyakan lalu memilih untuk membaca novel saja untuk menunggu bel pulang.


Saat bel pulang berbunyi, berbondong-bondong para murid-murid langsung keluar kelas. Ia lalu melangkahkan kakinya untuk menuju parkiran. Tapi sebelum ia melewati pintu kelas, langkahnya terhenti karena melihat Zoe yang menghampiri Mark dan langsung menggandeng tangannya.


Mark langsung tersenyum sambil memandang Zoe lalu mereka berjalan keluar kelas tanpa sekalipun menoleh atau menyapa Olive. Olive hanya mematung melihat kejadian tadi, dadanya bergemuruh sesak. Air matanya tak bisa ia bendung lagi.


Ia lalu melangkahkan kakinya lebar-lebar menuju gerbang depan sekolah. Ia mengurungkan niatnya untuk menepati janjinya untuk menemui Samuel di parkiran. Keadaannya sangat kacau sekarang.


Ia langsung menghentikan taksi yang lewat dan langsung menyebutkan alamatnya. Ia lalu mulai terisak kecil, ia tak habis pikir semuanya tiba-tiba menjadi begini.

__ADS_1


Sekarang Olive tau apa alasan Mark memintanya untuk menjauhinya. Tapi apa benar itu karena sekarang ia sudah punya pacar? Sesampai di depan rumahnya, Olive langsung turun dan membayar argo taksinya lalu berjalan memasuki rumahnya.


Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur saat sudah sampai di kamarnya. Ia lalu menatap langit-langit kamarnya yang terdapat lukisan langit malam. Ia ingat lukisan itu, Mark yang melukiskannya saat mereka masih kecil.


Olive mulai terisak lagi, ia masih tak percaya akan apa yang ia lihat tadi saat akan pulang sekolah. Ia masih tak percaya akan hal tadi, ia masih tak percaya bahwa sikap Mark sekarang sudah berubah padanya.


⚪⚪⚪


Olive memandang pintu didepannya dengan ragu, setelah ia memberanikan diri ia memutuskan untuk menanyakan tentang sikap Mark padanya. Ia ingin mendengar penjelasan dari Mark.


Tok tok!


Lalu pintu terbuka dan tampaklah Aini yang langsung tersenyum menyambut Olive. "Lohh.. sayang?? Kenapa pake ketok-ketok dulu? Biasanya aja langsung masuk?" ujar Aini agak heran, sedangkan Olive hanya tersenyum kikuk.


"Nggak papa kok mah, oh iyaa.. Mark nya ada kan??" tanya Olive sambil melihat ke dalam. Aini lalu mengernyitkan keningnya heran, baru kali ini ia melihat tingkah Olive yang agak aneh. Biasanya juga Olive jika ingin bertemu dengan Mark langsung masuk saja.


"Ada kok, ayo ke dalem." ajak Aini lalu Olive langsung menuju ke atas untuk ke kamar Mark. Saat akan memutar kenop pintu, Olive tiba-tiba menghentikan aksinya dan menatap pintu di depannya dengan ragu.


"Kok aku jadi tiba-tiba takut kayak gini sihh?" Olive lalu menarik nafas sebelum akhirnya mengetuk-ngetuk pintu kamar Mark.


"Ya bentar.." jawab Mark dari dalam sana, pintu kamar Mark lalu terbuka dan terpampanglah Mark yang menatap Olive agak kaget, tapi mukanya seketika berubah menjadi datar lagi.


"Mau ngapain lo kesini?" tanya Mark dingin to the point. Olive menatap Mark tak percaya, Mark bahkan masih bersikap dingin padanya. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?


"Aku cuman mau ngomong-" belum sempat Olive menyelesaikan perkataannya, Mark langsung menarik kasar Olive untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Gue gak mau mamah denger, cepetan lo mau ngomong apa?" ujar Mark sambil menutup pintu kamarnya.


"Kamu kenapa sih Mark? Kok tiba-tiba jadi dingin kayak gini?!" tanya Olive langsung, sebenarnya dari tadi Olive sedang menahan tangisnya agar tidak pecah sekarang.


"Gue nggak papa kok, udah sana pulang!" ujar Mark masih dengan nada dinginnya. Olive meremas ujung bajunya masih mencoba untuk menahan tangisnya agar tidak pecah.


"Mark! Aku itu bingung!! Kenapa kamu tiba-tiba berubah kayak gini sih Mark?! Kenapa kamu tiba-tiba jadi dingin gini sih Mark?! Sebenarnya kamu ini kenapa?!!" ujar Olive agak membentak, ia benar-benar tidak habis pikir dengan sosok di depannya ini.


Mark berdecih pelan, "Ini bukan urusan lo, mending sekarang juga lo pergi dari kamar gue ! Suka-suka gue lah mau gimana aja sikap gue ke lo!" bentak Mark tak kalah tajam. Mata Olive sudah berkaca-kaca, ia tak bisa lagi menahan tangisnya agar tidak keluar.

__ADS_1


"Hikks.. kamu itu kenapa sih Mark?!! Kenapa kamu jadi aneh kayak gini?!! Aku salah apa Mark?!!! Kasih tau aku?!!!" bentak Olive sambil terisak. Mark hanya diam tak menjawab perkataan Olive. Mark lalu keluar dari kamarnya sedangkan Olive masih mematung ditempat.


__ADS_2