Terima kasih, Samuel

Terima kasih, Samuel
enam


__ADS_3

Olive langsung turun saat motor Samuel sudah sampai di depan rumahnya. Tapi belum juga Olive melepas helm, Samuel langsung memarkirkan motornya di pekarangan rumah Olive. Olive sontak menganga, Samuel lalu turun dan melepas helmnya.


"Ngapain lo diem aja di situ? Ayo masuk!" suruh Samuel sambil melepaskan helmnya. Olive masih terdiam di tempatnya lalu memiringkan kepalanya pelan.


"Sebenernya ini rumah siapa sih? Kok malah jadi kamu yang ngatur?" ujar Olive yang membuat Samuel agak tergelak.


"Rumah eyang gue, ya rumah lo lah!" Olive hanya terkekeh melihat ekspresi wajah Samuel. Sedangkan Samuel hanya mendengus sebal lalu masuk ke dalam rumah mendahului Olive.


"Kamu mau minum apa Sam?" tanya Olive saat mereka sudah sampai di ruang tengah.


"Gak usah repot-repot, hot chocolate aja udah cukup kok."


"Yaudah tunggu bentar ya." Olive lalu berlalu dari ruang tengah dan menuju dapur.


Samuel mengedarkan pandangannya menatapi sekeliling ruangan. Matanya gatal untuk melihat-lihat foto-foto yang terpajang banyak di setiap dinding ruangan.


Mata Samuel lalu teralihkan pada sebuah bingkai foto di dalam rak tv. Samuel lalu mengambil foto tersebut dan memandangnya lama.


"Ini bukannya Mark?" ujar Samuel pada dirinya sendiri. Samuel lalu berdecih pelan lalu kembali lagi menaruh bingkai foto tersebut.


"Ini Sam minumnya." Samuel langsung menoleh dan menerima mug berisi coklat panas yang disodorkan Olive. Samuel lalu langsung menyeruput coklat panas tersebut sampai habis.


"Kayaknya kamu suka banget sama hot chocolate ya?" tanya Olive sambil memandangi Samuel.


"Ini itu minuman kesukaan gue, bunda gue pasti selalu bikinin ini setiap dia ada di rumah." ujar Samuel sambil memandang kosong mug yang ia pegang.


"Emangnya.. bunda kamu lagi kemana?" tanya Olive agak gugup, soalnya Olive takut menyinggung perasaan Samuel.


"Kemarin dia berangkat ke Semarang, katanya eyang sakit parah. Jadinya bunda pasti bakalan tinggal lama disana." ujar Samuel dengan nada agak sedih. Olive hanya tersenyum iba, Samuel lalu menaruh mug tersebut di meja dan beralih menatap Olive.


"Kalo lo?" tanya Samuel balik yang membuat Olive terdiam. Olive mengalihkan pandangannya yang membuat Samuel agak heran.


"Hei! Lo gapapa kan?" ujar Samuel sambil melambai-lambaikan tangannya.


"Mmm.. Sam, kayaknya kamu harus pulang deh." ujar Olive yang membuat Samuel mengernyitkan alisnya.


"Loh?? Omongan gue salah ya? Sorry gue gak maksud kok.." Samuel salah tingkah menyadari perkataannya itu salah.


"Gapapa kok, udah deh lupain aja.." Olive menghela nafas yang membuat Samuel tambah tidak enak.


"Sorry Liv, sumpah gue gak maksud.."

__ADS_1


"Sam, aku boleh minta tolong gak?" tanya Olive yang agak mengejutkan Samuel. Samuel memandang Olive agak heran.


"Boleh kan?" tanya Olive lagi.


"Boleh kok, emangnya lo mau minta bantuan apa?" tanya Samuel penasaran.


"Mmm.. kamu kan temen deketnya Mark, jadi.. aku minta tolong kamu buat cari tau masalahnya Mark sekarang." ujar Olive yang membuat Samuel mengernyitkan alisnya bingung.


"Maksudnya?" tanya Samuel yang memang tidak mengerti maksud Olive.


"Gini.. jadi kamu harus cari tau masalahnya Mark. Maksudnya masalah yang lagi terjadi sama Mark sekarang, soalnya.. dia sekarang jadi aneh banget.." jelas Olive lesu. Samuel hanya fokus memandang dan mendengarkan Olive.


"Dia aneh gimana?" tanya Samuel lagi.


"Jadi.. sifat dia itu sekarang jadi tiba-tiba berubah 180° Sam, dia sekarang tiba-tiba jadi dingin, cuek, acuh dan tambah aneh." Samuel bisa melihat raut sedih di wajah Olive.


"Pantesan sekarang gue jarang liat lo bareng dia, biasanya kalian kan nempel mulu kek orang pacaran." Olive menatap sebal Samuel.


"Pliss deh.. kenapa sih orang-orang selalu aja ngira kalau aku sama Mark itu pacaran!" kesal Olive sedangkan Samuel hanya terkekeh.


"Emang itu faktanya kali, tapi lo tenang aja.. bentar lagi juga chemistry-nya itu bakal pindah ke gue kok." goda Samuel sambil menaik-turunkan alisnya. Olive hanya memutar bola mata jengah sambil mendorong pelan bahu Samuel.


"Apaan sih Sam?! Jangan ngaco deh kalo ngomong." tetapi Samuel malah tambah melebarkan senyum jahilnya yang malah membuat Olive semakin kesal sekaligus malu.


"Sam! Udah deh! Gak usah ngerdus mulu." kesal Olive tetapi Samuel malah tertawa.


"Hahaa.. ngaku aja deh Liv, lo pasti malu gue godain kan??" Olive mendengus sebal lalu mencubit lengan Samuel keras.


"Aw! Sakit liv!"


"Makanya jangan kePEDEan jadi orang! Mending digodain Shawn Mendes daripada digodain sama kamu ihh.."


"Gini-gini juga gue masih ada hubungan darah sama Shawn Mendes, dia itu kan Abang gue-"


"Stop! Udah deh gak usah ngaco!" Olive memotong perkataan Samuel dengan kesal.


"Jadi kamu mau bantuin gak?" tanya Olive to the point. Samuel terlihat menimbang-nimbang sebentar dengan raut wajah yang menurut Olive malah sangat menyebalkan.


" Mmm.. gimana yaa??" Olive tambah jengah karena raut wajah Samuel yang tidak bisa serius.


"Cepetan! Mau gak??" tanya Olive lagi tak sabar. Samuel lalu tersenyum kecil saat sudah menemukan idenya.

__ADS_1


"Tapi ada syaratnya.. gimana??" tawar Samuel, Olive terdiam sebentar untuk memikirkannya.


"Tapi.. syaratnya gak yang aneh-aneh kan??" tanya Olive cemas. Samuel lalu tertawa kecil melihat raut wajah Olive.


"Hahaa.. B aja kali muka lo! Gak usah cemas gitu, lagian syarat gue gak aneh-aneh kok." tenang Samuel sambil mengedipkan matanya sebelah. Tapi malah membuat Olive semakin tidak yakin.


"Beneran??" tanya Olive memastikan, Samuel lalu mengangguk mantap.


"Beneran, asal lo nurutin syarat-syarat gue."


"Emang syaratnya apa aja si??" tanya Olive penasaran, Samuel tersenyum sebentar yang membuat Olive agak curiga.


"Gue punya tiga syarat buat permintaan lo, dan gue cuman mau ngasih tau syarat yang pertamanya aja sekarang." jelas Samuel yang membuat Olive memberengut sebal.


"Lho?? Kok gitu sii? Lagian syaratnya banyak banget ada tiga." protes Olive tetapi langsung Samuel sela.


"Atau gue gak bantuin lo." ancam Samuel yang membuat Olive menahan kesal.


"Okay aku setuju!" jawab Olive kesal yang membuat Samuel terkekeh. "Cepet sebutin syarat yang pertama!" suruh Olive kesal.


"Nih ya gue kasih tau syarat yang pertama, syarat pertamanya ituu..." Samuel sengaja menggantung ucapannya yang membuat Olive gemas.


"Langsung ke pointnya aja Samuel!!" kesal Olive tetapi malah membuat Samuel terkekeh lagi.


"Okay, syarat pertamanya itu.. lo tiap hari harus pulang bareng gue."


⚪⚪⚪


"Kamu kemarin kan bilangnya cuman pas pulang sekolah doang! Kenapa berangkatnya harus bareng juga sihh?!!" Olive menggerutu sebal ketika pagi-pagi Samuel sudah datang menjemputnya tanpa persetujuan Olive.


Bayangkan, Samuel tadi datang ke rumah Olive saat jam 5 pagi. Saat itu Olive baru saja bangun tidur. Saat mendengar klakson motor Samuel, Olive langsung buru-buru melihat ke jendela dan menganga saat melihat Samuel yang sudah rapi dengan seragamnya sedang berdiri menyender (sok) tampan ke motor ninjanya.


Sontak Olive langsung buru-buru mandi, memakai seragam, sarapan karena tidak ingin membuat Samuel menunggu lama. Tapi sialnya Olive malah lupa membawa buku pr fisika nya yang masih bertengger manis di atas meja belajarnya.


"Ini itu masih bagian dari syarat yang pertama, udah deh lo nurut aja. Lagian sebenernya lo itu harus bersyukur, karena cogan hitz yang baik hati, tidak sombong, dan rajin ngutang kayak gue ini masih mau antar-jemput lo." ujar Samuel sambil menaik-turunkan alisnya. Olive memutar bola mata jengah dan berekspresi ingin muntah mendengarnya.


"Dasar pede tingkat akut! Gara-gara kamu juga aku jadi lupa bawa buku pr fisika, padahal semalem aku bela-belain bergadang buat ngerjainnya." kesal Olive sekaligus cemas karena pelajaran fisika itu adalah jam pertamanya.


"Udah deh, santai aja gak usah dibawa pusing. Lagian gak ngerjain pr sekali gak akan buat otak lo jadi ****." Olive hanya menatap tajam Samuel, dalam hati sebenarnya Olive ingin sekali mencabik-cabik tubuh Samuel jika saja tidak ada yang namanya dosa di dunia.


"Enteng banget kamu ngomong! Kamu emangnya gak tau Bu Firda itu orangnya kayak gimana?!" kesal Olive sedangkan Samuel malah tidak ambil pusing.

__ADS_1


"Kalo gitu lo ngikut gue bolos aja, kebetulan sekarang gue juga mau ulangan mtk. Gimana? Mau gak?" tawar Samuel yang membuat Olive menganga sebal.


"Gak, mending aku dihukum Bu Firda aja daripada harus ngikut bolos sama kamu!" Olive lalu berjalan duluan meninggalkan Samuel yang masih memegang helm.


__ADS_2