
"Gue gak nyangka ternyata Zoe selicik itu, terus kenapa seorang Olive harus sepolos dan sebaik itu sih? Kalo gue jadi Olive.. gue pasti bakalan nolak tawarannya Zoe lah. Lagian emangnya Olive gak tau apa kalo hubungan Zoe sama Mark itu palsu" ujar Katya sambil memandangi hasil rekamannya tadi.
Flashback on
"Mang! Nasi goreng spesialnya satu ya, pokoknya ayam sama sosisnya harus banyak! Kalo nggak saya nggak mau bayar" ujar Katya pada Mang Ujang penjual nasi goreng di kantin.
"Iya neng, buat neng Katya mah.. pasti bakalan dibanyakin" jawab mang Ujang mengiyakan.
Katya lalu memilih untuk duduk di bangku yang tak jauh dari stand nasi gorengnya mang Ujang. Pandangannya tak sengaja menangkap Olive yang sedang terduduk sendirian.
Katya berniat untuk menghampiri Olive, tapi langsung ia urungkan niatnya saat tak lama kemudian datang Zoe yang berlari kecil menghampiri Olive.
Awalnya Katya tidak terlalu memperdulikan percakapan mereka. Tapi saat mendengar Olive yang tiba-tiba meminta maaf, membuat Katya menajamkan pendengarannya.
"Nih neng nasi gorengnya, ayam sama sosisnya udah saya banyakin" ujar mang Ujang sambil menaruh sepiring penuh nasi goreng.
"Makasih mang, nih uangnya" Katya lalu memberikan tiga lembar uang lima ribuan.
"Sama-sama neng.." mang Ujang lalu kembali lagi melayani yang lain.
Karena arah pembicaraan mereka yang semakin menarik, membuat Katya merekamnya secara diam-diam.
"Hahaa.. ****** lo Zoe kalo sampe Mark tau" gumam Katya sambil tersenyum senang. Setelah selesai merekam percakapan inti mereka. Katya lalu memilih untuk melahap nasi gorengnya mumpung masih hangat.
"Gila! Nasi gorengnya mang Ujang emang top markotop dahh!" ujar Katya pada dirinya sendiri.
"Mang! Nasi gorengnya pesen satu lagi! Samain kayak tadi!" teriak Katya yang langsung mang Ujang angguki.
"Buset dah! Lo laper apa doyan?" suara Ardi langsung membuat Katya menoleh.
"Hehee.. dua-duanya sihh.." jawab Katya sambil terkekeh. Ardi lalu duduk di kursi depan Katya dan ikut memesan juga.
"Mang! Saya juga pesen satu mang!" teriak Ardi yang langsung mang Ujang angguki juga.
"Lo belum sarapan juga di?" tanya Katya memulai obrolan.
Ardi lalu menggeleng pelan, "Belum, soalnya hari ini gue kebagian piket pagi. Jadinya gue buru-buru, belum sempet sarapan dari rumah" jelas Ardi sedangkan Katya manggut-manggut.
__ADS_1
"Ini nasi gorengnya" ujar mang Ujang memberikan dua piring penuh nasi goreng.
"Makasih mang, nih saya bayar sama yang punya Katya juga" ujar Ardi yang membuat Katya terbengong.
"Lohh?? Kalo gitu kenapa lo gak dateng dari tadi aja?? Mungkin uang jajan gue hari ini masih utuh banyak" ujar Katya yang malah membuat Ardi menjitaknya pelan.
"Udah makan jangan banyak omong, lo harusnya bersyukur gue mau bayarin lo" ujar Ardi sambil tersenyum kecil. Jujur, sebenernya ia gemas akan sikap Katya.
"Iyain aja deh" jawab Katya lalu melahap nasi gorengnya.
Flashback off
"Lohh?? Kok gue malah nginget sampe bagiannya Ardi sih??" gumam Katya pada dirinya sendiri.
"Good morning pujaan hatinya Wahyu oppa yang cantiknya melebihi Tzuyu Twice" sapa Wahyu yang mengagetkan Katya.
"Dasar setan lo! Hobinya ngaget-ngagetin gue aja, kenapa gak sekalian aja lo ngelamar kerja di rumah hantu?" Wahyu langsung cemberut mendengar respon Katya.
"Ihh.. neng Katya kok jutek banget gitu sih jawabnya? Wahyu oppa kan jadi sedih.." ujar Wahyu yang tambah membuat Katya jengah.
"Oppa oppa apaan lo? Mendingan gue sama Kang Daniel aja daripada sama lo. Dasar oppa jadi-jadian!" ujar Katya sarkas lalu meninggalkan Wahyu.
"Kapan sih Kat?? Lo mau liat gue?"
⚪⚪⚪
Selama jam pelajaran berlangsung, Katya terus memikirkan bagaimana rencananya tentang rekaman yang ia dapat. Tadinya ia berencana ingin memberi tahukan pada Ardi. Tapi melihat Samuel, ia jadi ingin memberitahukannya juga.
Apa ia beritahu Samuel saja? Atau ia langsung beritahukan saja pada Mark?
"Ihh!! Raisa kan jadi bingung!!" keluh Katya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Sontak ia menjadi perhatian seluruh murid di kelas termasuk guru yang sedang menerangkan.
"Katya! Apa kamu tidak memerhatikan saya?!" ujar pak Tata agak membentak.
"****** lo kat, dimarahin pak Tata"
"Abis lo"
__ADS_1
"Hahaa.. abisnya lo ngomong sendiri kayak orang gila sih" bisik teman-temannya pada Katya yang langsung Katya pelototi.
"Katya! Apa kamu mendengar penjelasan saya?!" bentak pak Tata sekali lagi.
"Merhatiin kok pak, bapak kan tadi lagi nerangin tentang macam-macam ideologi" jawab Katya dengan percaya diri, sontak dirinya langsung ditertawakan oleh murid satu kelas.
"Ngaco kamu ya! Macam-macam ideologi itu udah kamu pelajari pas masih SMP! Keluar kamu!" bentak pak Tata yang membuat Katya cemberut.
"Ya bagus deh kalo gitu, gue jadi bisa ngecengin kakak kelas yang lagi olahraga" gumam Katya pelan tapi masih terdengar sedikit oleh pak Tata.
"Apa kamu bilang?" tanya pak Tata yang mengagetkan Katya.
"****** pak Tata denger!" batin Katya celaka.
"A-anu pak, itu saya mau ngambil baju olahraga saya di loker" alibi Katya tapi pak Tata percayai.
"Yaudah, sana kamu keluar dari kelas saya sampai jam istirahat!" ujar pak Tata lagi.
"Asik! Inimah namanya rezeki, gue bisa puasin ngecengin kakak kelas yuhuu" batin Katya senang. Murid lain malah menatap Katya iri. Katya lalu tersenyum puas sambil memberikan kecupan jauh pada teman-temannya tak lupa pada pak Tata juga.
"Udah gila kali tuh anak" batin Samuel sambil geleng-geleng kepala menatap tingkah Katya.
⚪⚪⚪
Sebelum memutuskan untuk cuci mata menatapi kakak kelas, Katya memutuskan pergi untuk cuci mata beneran ke toilet. Tapi setelah selesai membasuh mukanya, Katya langsung kebelet pipis dan langsung memasuki salah satu bilik toilet.
"Eh Fanny, gue butuh bantuan lo buat ngerjain Olive" suara itu langsung membuat Katya terdiam dan tak jadi membuka lagi pintu bilik toilet.
"Bantuan apa? Kalo buat ngerjain Olive sih.. gue mau-mau aja. Lagian.. gue juga gak suka sama tuh anak, tuh anak pendiem tapi sebenernya kek ular. Sukanya deket sama laki-laki mulu gak mau temenan sama cewek"
Katya semakin menajamkan pendengarannya lalu memiliki ide lagi. Ia lalu naik ke atas kloset duduk dan memutuskan untuk merekamnya lagi. Menurutnya ini akan semakin menjadi bukti kuat untuk menguak sifat Zoe yang sebenarnya.
"Hahaa.. kena lagi lo Zoe" batin Katya senang saat melihat layar ponselnya yang sedang merekam percakapan Zoe dengan sekongkolnya.
"Gue juga gak suka banget sama tuh anak. Makanya gue butuh bantuan kalian buat ngelabuin Olive. Kita pura-pura aja deketin dia sama pura-pura mau temenan sama dia. Soalnya gue denger dia udah mau temenan sama cewek, jadi ini kesempatan kita buat ngerjain tuh anak" ujar Zoe yang tambah membuat Katya terdiam.
"***!! Tuh anak gak bisa dibiarin nih, gue mesti lapor Olive langsung nih kalo kayak gitu. Gue gak mau Olive yang orangnya polos kejebak sama perangkapnya para nenek sihir kek mereka. Gak bakalan gue biarin!"
__ADS_1
Katya terus merekam percakapan mereka sampai selesai. Katya lalu keluar dari bilik toilet dan langsung menuju wastafel saat mereka semua telah keluar toilet.
"Gila tuh cewek, apa sekalian gue sebarin ya aja nih rekaman? biar semua orang tau kalo sebenernya Zoe itu orangnya busuk" tanya Katya pada dirinya sendiri.