
Olive terus mengutuk dan memaki-maki dirinya sendiri yang lupa membawa buku pr fisika nya. Alhasil sekarang ia sedang dihukum mengepel di sekitar koridor kelas 11 IPA.
"Ini semua gara-gara Samuel! seandainya aja dia gak main jemput gitu aja, pasti aku gak bakalan dihukum kayak gini kan!"
"Huaaa.. pegel!" Olive terus mengeluh sambil mengusap peluhnya. Olive menghentikan aktivitasnya sebentar sambil berkacak pinggang, pandangannya tiba-tiba tertuju pada seseorang yang sedang berjalan ke arahnya.
"Mark?!"
Olive menatap heran Mark yang sedang berjalan ke arahnya. Pandangan Mark masih datar seperti biasa, tiba-tiba Mark jatuh terpeleset yang membuat Olive kaget dan langsung menghampirinya.
"Mark?!! Kamu gapapa kan??" panik Olive meskipun dalam hati ingin sekali ia tertawa.
"Gue gapapa kok, lo tenang aja." Mark berusaha bangun dan dibantu oleh Olive.
"Maaf ya, abisnya lantainya masih basah." ujar Olive merasa bersalah. Mark tersenyum kecil lalu menepuk-nepuk pelan kepala Olive.
"Gapapa kok, lo santai aja. Gue jalan lagi ya." Mark lalu lanjut berjalan meninggalkan Olive yang masih membeku di tempat.
Olive lalu memegang kepalanya sambil tersenyum. Tadi ia tidak sedang bermimpi bukan? Olive lalu mencubit pipinya pelan. Benar, ia tidak sedang bermimpi.
Apa ini tandanya Mark tidak dingin lagi seperti biasa?
Apa ini tandanya Mark sudah berubah lagi ke sikapnya yang semula?
"Ngapain lo senyam-senyum sendiri? lo lagi kesambet ya?" Samuel yang tiba-tiba sudah ada disamping Olive langsung mengejutkan Olive.
"Ngapain kamu disini? Ini kan lagi jam pelajaran." tanya balik Olive sedangkan Samuel hanya tersenyum kecil.
"Kan gue udah bilang kalo jam pertamanya itu ulangan mtk, jadi gue mau bolos aja." Olive hanya memutar bola matanya malas lalu lanjut mengepel lantai koridor.
"Gue tebak deh, pasti lo lagi dihukum gara-gara lo lupa bawa pr fisika kan?" tebak Samuel yang semakin membuat Olive jengah.
"Kamu udah tau jangan pura-pura gak tau deh, lagian ini juga gara-gara kamu." ujar Olive dengan nada kesal.
__ADS_1
"Loh?? Kok malah nyalahin gue sih? Salah lo sendiri yang kelupaan bawa buku pr-nya." ujar Samuel tak terima disalahkan.
"Kan gara-gara kamu yang jemputnya kecepetan banget, kan akunya jadi buru-buru."
"Suruh siapa lo buru-buru, gue kan gak minta lo buat buru-buru."
"Ya kan akunya gak mau ngebuat kamu nunggu lama, jadinya aku ngehargain kamu lah."
"Suruh siapa lo gak mau ngebuat gue nunggu lama."
"Tau ah!" Olive memilih mengalah berdebat dan lanjut mengepel lagi. Samuel hanya terkekeh lalu merebut kain pel yang sedang Olive pakai.
"Loh? Kamu mau ngapain?" tanya Olive heran.
"Udah lo duduk aja di kursi sana, biar gue yang lanjut ngepelnya." suruh Samuel yang sedang menggantikan pekerjaan Olive.
"Udah deh gak usah jadi sok jadi superhero gitu, lagian kamu juga telat datangnya. Kenapa nggak dari tadi coba datengnya?" ujar Olive sambil terkekeh yang membuat Samuel berdecak malas.
"Udah deh sana lo duduk aja!" suruh Samuel lagi yang membuat Olive semakin terkekeh.
Saat Olive kembali dari kantin, Olive melihat Samuel yang sedang terduduk kelelahan di kursi yang diduduki Olive tadi. Olive lalu duduk di samping Samuel sambil memberikan botol minum yang ia beli tadi.
"Nih minumnya, kamu pasti haus kan?" Samuel lalu menoleh dan langsung menerima botol minum tersebut.
"Tau aja lo, btw makasih ya." Olive hanya mengangguk sedangkan Samuel langsung meneguk habis air di botol minum tersebut.
"Makasih ya Sam.." ujar Olive yang membuat Samuel menoleh lagi.
"Buat?" tanya Samuel bingung.
"Ya karena kamu udah gantiin aku ngepel tadi." ujar Olive sambil tersenyum pelan, Samuel lalu mengangguk dan mengacak-acak rambut Olive.
"Santai aja kali, lagian kan lo yang bilang sendiri kalo ini itu gara-gara gue. Yaudah sebagai cowok yang bertanggung jawab, gue harus gantiin lo ngelakuin hukuman." ujar Samuel sambil menaik-turunkan alisnya yang membuat Olive tertawa pelan.
__ADS_1
"Gak usah lebay deh!"
"Makasih, gue tau kok gue ganteng."
"Apaan sih gadanta banget."
"Hah? Apa?? Gue cakep banget? Makasih loh Liv."
"Ishh.. tau ah! Semerdeka kamu aja deh."
⚪⚪⚪
"Mark aku pulang bareng sama kamu yaa.." pinta Olive pada Mark yang sedang memasukkan buku-bukunya kedalam tas.
"Maaf tapi gue udah lebih dulu janji sama Zoe." setelah mengatakan itu, Mark lalu pergi begitu saja meninggalkan Olive yang masih terdiam.
Olive lalu tersenyum kecut, dalam hati ia menertawakan kebodohannya sendiri. Ternyata ia salah mengira bahwa Mark sudah kembali lagi ke sikapnya yang semula, nyatanya Mark masih saja bersikap seperti biasa.
Olive lalu berjalan keparkiran untuk pulang bersama Samuel. Di parkiran Olive sudah bisa melihat Samuel yang sedang menyender ke motornya sambil menatapnya kesal.
"Gue tungguin lo dari tadi, kenapa sih lama banget?" kesal Samuel sedangkan Olive hanya diam saja.
"Mana helm?" pinta Olive menghiraukan pertanyaan Samuel tadi. Samuel berdecak sebal lalu memberikan helmnya yang ia bawa khusus untuk Olive.
"Cepetan naik." Olive lalu segera menaiki motor Samuel dan Samuel langsung menjalankan motornya. Diperjalanan Olive maupun Samuel hanya diam saja tak berbicara sedikitpun.
"Nih helmnya, makasih ya udah nganterin aku pulang." ujar Olive saat sudah sampai di depan rumahnya. Samuel lalu menerima kembali helmnya sambil mengangguk pelan.
"Iya santai aja, gue jalan lagi ya."
"Gak mampir dulu?" tawar Olive, Samuel menggeleng tidak seperti biasa.
"Gue jalan lagi ya." Olive mengangguk, Samuel lalu menjalankan lagi motornya meninggalkan Olive yang masih terdiam memperhatikan.
__ADS_1
Olive lalu berjalan memasuki rumahnya, tapi sebelum itu ia melihat ke rumah sebrang untuk memastikan apa motor Mark sudah ada atau tidak. Ternyata motor Mark tidak ada ditempat seperti biasa yang berarti Mark belum pulang ke rumah.
Setelah selesai mandi, ganti baju, dan makan. Olive memutuskan untuk pergi ke taman komplek karena ia sedang ingin mencari udara segar. Sebelum meninggalkan rumah Olive memastikan sekali lagi apa motor Mark sudah ada atau tidak. Ternyata motornya masih tidak ada yang membuat Olive tersenyum kecut.