
Olive menatap kumpulan anak kecil yang sedang ceria bermain satu sama lain, Olive memandang mereka sambil tersenyum kecil. Kedua tangan Olive memegang tali ayunan yang sedang ia duduki. Melihat para anak-anak yang sedang bermain membuatnya kembali mengingat saat ia sedang seumuran mereka.
Flashback on
*Olive kecil sedang duduk termenung sendiri di ayunan, ia menatap teman-temannya yang lain dengan sedih. Teman-teman yang lainnya terlihat sangat ceria bermain bersama tanpa mengajak Olive bergabung.
Saat Olive menunduk sedih, tiba-tiba terlihat bayangan seseorang yang sedang berdiri dihadapannya. Olive lalu mendongak untuk melihat siapa orang tersebut, Olive mengernyit menatap sosok anak laki-laki yang sepertinya sebaya dengan dirinya.
"Kamu siapa?" tanya Olive pada sosok anak laki-laki tersebut.
"Kenalin, nama aku Mark." ujar sosok anak laki-laki tersebut sambil menjulurkan tangannya hendak meminta berjabat tangan. "Nama kamu siapa?" tanya Mark kemudian.
"A-aku.. nama aku Olivia, tapi kamu bisa panggil aku Olive aja." jawab Olive sambil membalas jabatan tangan Mark. Mark lalu tersenyum menanggapi dan duduk di ayunan sebelah Olive.
"Salam kenal ya, kalo boleh tau kamu baru pindah kesini ya?" tanya Mark, Olive lalu mengangguk.
"Iya, aku baru pindah kemarin." jawab Olive sambil tersenyum.
"Berarti kalo gitu kita tetanggaan dong!" Mark tiba-tiba menjadi ceria saat mendengar itu. "Soalnya kemarin aku lihat mobil angkutan ke rumah sebelah, pasti itu rumah kamu kan??" ujar Mark masih dengan wajah cerianya.
"Iya." jawab Olive, Mark kembali tersenyum lebar.
"Kalo gitu kita bisa tiap hari main bareng dong, asikk!!" ujar Mark senang, Olive tersenyum lebar menanggapi. Entah mengapa sekarang Olive begitu senang mendapatkan teman baru.
"Kalo gitu ayo ikut aku main! Aku bakalan kenalin kamu ke temen-temen aku yang lain!" ajak Mark dengan semangat sambil menarik tangan Olive, Olive hanya mengangguk mengiyakan dan kembali tersenyum lebar saat Mark mengenalkannya ke teman-temannya.
Setelah selesai berkenalan dengan semuanya, teman-teman barunya termasuk Mark langsung mengajak Olive untuk ikut bergabung. Olive diajak untuk bermain petak umpet dan kebetulan Olive yang kebagian untuk berjaga.
"Satu.. dua.. tiga..... sembilan.. sepuluh!!" seru Olive ketika mengatakan angka sepuluh, "aku cari kalian ya!!" seru Olive lagi dan mulai mencari teman-temannya.
Olive melihat siluet seorang temannya yang sedang bersembunyi di balik pohon mangga. Olive segera menghampirinya dengan berlari semangat.
"Ketemu!!" seru Olive mengagetkan temannya yang benar saja sedang bersembunyi di balik pohon mangga.
__ADS_1
"Yaahhh.. ketemu dehh.." keluh anak itu yang bernama Mawar.
"Hehee.." Olive hanya terkekeh lalu lanjut mencari yang lainnya dengan Mawar yang mengikutinya dari belakang. Olive berjalan dengan pandangannya yang mencari-cari temannya yang lain yang sedang bersembunyi.
Tapi pandangan Olive malah teralihkan pada seekor anak kucing yang sedang terdiam di tengah jalan. Olive langsung menghampiri anak kucing tersebut dengan semangat. Tapi karena terlalu bersemangat untuk menghampiri anak kucing tersebut, kaki Olive jadi tersandung batu yang membuat Olive jatuh.
"AWWW!!" jerit Olive kesakitan kemudian terisak, Mawar yang berada di belakang Olive langsung membantu Olive untuk berdiri.
"Olive kamu gapapa?" tanya Mawar khawatir sambil membantu Olive untuk duduk.
"Hikks.. lutut a-aku sa-sakit.." jawab Olive sambil tersedu-sedu. Mawar lalu melihat lutut Olive dan benar saja, ternyata lutut Olive berdarah. Tiba-tiba saja yang lainnya langsung menghampiri Olive.
"Olive kamu kenapa??" tanya Mark khawatir sekaligus panik.
"Lutut a-aku sakit.." ujar Olive sambil menunjuk lututnya. Mata Mark langsung membelalak saat melihat darah yang mengucur di lutut Olive. Dengan sigap Mark langsung membungkukkan badannya membelakangi Olive. Olive hanya menatapnya bingung.
"Ayo naik ke punggung aku! Aku bakalan obatin luka kamu di rumah." suruh Mark sambil menepuk punggungnya sendiri. Olive menatap ragu sebentar, tapi akhirnya Olive naik ke atas punggung Mark. Mark lalu langsung berdiri dan berjalan pulang.
"Temen-temen, aku duluan ya!" teriak Mark saat sudah berjalan beberapa langkah.
"Mamah!! Ini temen aku ada yang bedarah!!" teriak Mark saat sudah mendudukkan Olive di sofa ruang tv.
"Siapa sayang?!" tanya Aini panik sambil menghampiri, Aini adalah ibunya Mark.
"Ini mah, temen baru Mark sekaligus tetangga baru kita." jawab Mark sedangkan Aini dengan sigap langsung mengambil kotak p3k.
"Mark tolong kamu ambilin air di baskom kecil ya! Sekalian ambilin kapas juga!" suruh Aini, Mark langsung mengangguk patuh dan mulai mengambil barang yang ibunya sebutkan tadi.
"Ini mah.." ujar Mark tak lama kemudian dengan baskom kecil berisi air dan kapas. Aini lalu mulai membersihkan luka Olive dan mengobatinya dengan obat merah lalu menutupinya dengan perban.
Mark hanya fokus memerhatikan ibunya yang terlihat telaten mengobati. "Nahh.. udah selesai." ujar Aini sambil tersenyum menatap Olive.
"Makasih tante.." ujar Olive sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"Iya sayang, sama-sama." ujar Aini sambil mengusap air mata Olive yang masih bertengger. "Kamu pasti anaknya Bu Yasmine yaa?" tanya Aini kemudian.
"Iya tante, kenalin nama aku Olive.." ujar Olive memperkenalkan dirinya.
"Nama tante, Aini. Nama kamu cantik banget, kayak kamunya.." puji Aini sambil tersenyum hangat, Olive hanya tersenyum malu.
"Kamu suka kue brownis gak?" tanya Aini yang membuat raut wajah Olive langsung ceria.
"Suka banget!" seru Olive senang yang membuat Aini tertawa senang.
"Nahh.. kalo begitu kamu ikut tante ke ruang makan yuk, kebetulan tante abis bikin kue brownis." ajak Aini, Olive lalu mengangguk mengiyakan. Karena kaki Olive yang masih sakit, jadinya Aini menggendong Olive ke ruang makan. Mark hanya mengikuti dari belakang, entah mengapa Mark ikut senang melihat Olive sudah tidak menangis lagi.
**Flashback off***
Olive tersenyum mengingat semuanya, ia tersenyum mengingat saat-saat ia pertama kali berteman dengan Mark. Saat itu ia masih sangat kecil, mungkin saat itu masih duduk di bangku TK. Olive selalu ingat sejak saat itu mereka semakin akrab dan sering bermain bersama.
Bahkan kadang-kadang Olive selalu menginap di rumah Mark karena ia yang terlalu betah bermain. Sampai-sampai kakaknya Kara selalu memarahinya setiap ia merengek meminta menginap di rumah Mark.
Olive menatap sepatu yang sedang ia pakai, ia ingat saat ia membeli sepatu itu. Sepatu itu adalah sepatu yang ia beli bersama dengan Mark beberapa bulan yang lalu, saat itu mereka berdua sedang menjelajah pasar baru dan mereka memutuskan untuk membeli apapun akan mereka samakan. Mulai dari baju, sepatu, topi dll.
Dan Olive ingat saat mereka akan pulang, hujan deras malah turun dan membuat mereka berdua harus berteduh. Mereka berdua saat itu memutuskan untuk berteduh di tempat jualan bubur ayam, dan mungkin karena hujannya yang tidak reda-reda. Mereka berdua nekad menerobos hujan dan malah hujan-hujanan menuju parkiran.
Alhasil esoknya keduanya malah jatuh sakit dan tidak sekolah. Olive ingat mamah Aini malah kewalahan mengurusi keduanya yang jatuh sakit di waktu yang bersamaan. Dan pada akhirnya tetap saja mereka berdua tetap bandel dan malah seharian bermain ps yang membuat keduanya dimarahi.
Olive masih tersenyum kecil mengingat semuanya, Olive menghela nafas saat menyadari kini semuanya tidak lagi seperti dulu-dulu ataupun kemarin-kemarin.
Karena sosok Mark sekarang sudah berubah drastis, berbeda dengan Mark yang Olive kenal. Pandangan Olive lalu teralihkan saat melihat seorang anak perempuan yang sedang duduk di ayunan sampingnya. Anak itu terlihat murung dengan pandangannya yang menatap ke arah sekumpulan anak-anak yang sedang asyik bermain.
Olive lalu tersentak kecil, ia merasa bisa melihat sosok dirinya saat masih kecil. Saat ia masih belum memiliki teman. Olive berniat ingin menyapa anak perempuan tersebut. Tapi niatnya langsung terhenti saat melihat seorang anak laki-laki yang sepertinya sebaya dengan anak perempuan tersebut, tengah berdiri di hadapan anak perempuan tersebut.
"Kamu kenapa gak ikut main? Ayo ikut main sama aku!" ajak anak laki-laki tersebut sambil mengulurkan tangannya. Anak perempuan itu terdiam sebentar, ia lalu meraih tangan anak laki-laki tersebut yang membuat anak laki-laki tersebut tersenyum.
Anak perempuan tersebut lalu ikut tersenyum, lalu mereka ikut gabung dengan anak yang lainnya. Olive hanya mematung di tempat, ia masih membeku melihat kejadian tadi. Kejadian yang mengingatkannya pada masa kecilnya dulu.
__ADS_1
Kejadian yang mengingatkannya pada sosok yang sedang mengacuhkannya sekarang.
Mark