Terima kasih, Samuel

Terima kasih, Samuel
tiga


__ADS_3

Olive menatap guru di depannya dengan malas, ia masih kepikiran akan kejadian kemarin. Ia masih tak mempercayai bahwa Mark tiba-tiba berubah begitu saja. Karena Mark yang ia kenal bukanlah Mark yang sedingin sekarang.


Olive lalu menoleh saat merasa ada yang sedang memperhatikannya, terlihat Mark yang sedang memandangnya lalu langsung mengalihkan pandangannya saat Olive menoleh. Olive lalu mengernyit heran, apa Mark masih akan terus menghindarinya seperti ini?


Tapi sampai kapan?


⚪⚪⚪


Sekarang Olive sedang berada di koridor dekat lapangan basket, ia habis dari perpustakaan untuk mengembalikan buku paket yang ia pinjam. Olive bisa melihat Mark dan yang lainnya sedang serius bermain basket.


Karena memang akan turnamen basket bulan depan, dan tim Mark ditunjuk untuk menjadi perwakilan sekolah. Olive memicingkan matanya saat melihat Zoe yang sedang bersorak menyemangati Mark. Hati Olive tiba-tiba mencelos lagi.


Olive segera melangkahkan kakinya cepat, ia ingin segera sampai di gerbang depan. Tapi belum saja ia melangkah, tangannya sudah ditahan oleh seseorang.


Olive segera menoleh untuk melihat siapa orang tersebut, "Samuel? Ngapain kamu?" tanya Olive heran, Samuel lalu melepaskan tangan Olive sebelum berkata.


"Lo pulang bareng gue." ujar Samuel yang membuat Olive mengernyit.


"Gak, makasih. Aku bisa pulang sendiri kok." ujar Olive lalu melangkahkan kakinya lagi, tapi lagi-lagi tangannya ditahan lagi oleh Samuel.


"Gue gak terima penolakan, ayo kita ke parkiran." Samuel lalu menggenggam tangan Olive dan menariknya yang membuat Olive mau tak mau harus ikut.


"Lepasin! Aku masih bisa pulang sendiri!" kesal Olive sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Samuel.


"Ck, lo diem aja. Tinggal nurut aja apa susahnya sih? Lagian niat gue baik kok cuman mau nganterin lo pulang doang." ujar Samuel lalu melepaskan tangan Olive. Ia lalu memakai helm, dan menyerahkan satunya lagi pada Olive.


"Pake." titah Samuel yang membuat Olive mendengus kesal. Dengan terpaksa Olive memakai helmnya lalu naik ke atas jok motor Samuel.


Diperjalanan Olive hanya diam saja, sedangkan dari tadi Samuel terus berceloteh untuk mengajak Olive berbicara.


Olive langsung turun dan menyerahkan helmnya saat sudah sampai depan rumah. "Nih, makasih udah nganterin pulang" ujar Olive datar dan saat ia berbalik tangannya dicekal lagi oleh Samuel.


"Lo gak mau nawarin gue buat mampir dulu gitu? Kan kasian gue udah nganterin lo." ujar Samuel yang membuat Olive memutar bola mata jengah.

__ADS_1


"Maaf aku capek, lain kali aja. Lagian itu juga mau kamu sendiri bukan aku yang minta." ujar Olive lalu berbalik, kini tangannya tak ditahan lagi oleh Samuel. Samuel hanya memandangi punggung Olive sambil tersenyum kecil.


Samuel lalu menjalankan kembali motornya dan saat itu juga Olive berbalik. Bukan, bukan karena deru motor Samuel yang membuatnya menoleh. Tapi karena deru motor lain yang sudah sangat ia kenal.


"Mark!" panggil Olive dan berhasil membuat Mark menoleh. Olive langsung tersenyum lebar, tapi senyumannya langsung memudar saat Mark langsung memasuki rumahnya tanpa menjawab sapaannya.


Olive mengepalkan tangannya mencoba menahan emosinya, ia menarik napas pelan lalu berjalan menuju rumah Mark dengan emosi tidak karuan yang sedang ia tahan. Olive langsung masuk ke rumah Mark tanpa mengetuk pintu sama sekali, ibunya Mark sedang tidak ada mungkin ia sedang sibuk di bakerynya.


Olive langsung menuju ke kamar Mark dan langsung membuka kenop pintu kamar Mark yang tidak dikunci. "AAAAA!!" Olive langsung menjerit saat melihat pemandangan di depannya. Mark tak kalah kaget dan langsung memakai kaosnya cepat.


Olive melihat Mark sedang memakai kaos dan bagian perutnya terekspos. "Lo ngapain sih?!" tanya Mark agak kesal. Olive tiba-tiba lupa akan tujuannya kesini, tapi langsung ia ingat lagi. Emosinya kembali tersurut lagi di wajah Olive.


"HEH! MARKONAH ANAKNYA BAPAK HAJI MAMAT!! KENAPA LO TIBA-TIBA BERUBAH DRASTIS KAYAK GINI HAHH?!!?" Olive berteriak lantang dengan sangat kesal. Sudut bibir Mark tertarik sedikit, tiba-tiba saja Mark ingin tertawa melihat ekspresi Olive tadi yang menurutnya langka. Tapi langsung ia ubah lagi raut wajahnya menjadi datar.


Mark memilih berbalik dan malah duduk di kursi meja belajarnya yang mana membuat Olive menggeram. "Mark! Kenapa kamu berubah drastis kayak gini sih?!! Salah aku apa sihh?!! Perasaan aku gak lagi buat salah?" kesal Olive sambil memukul-mukul bahu Mark kesal. Mark hanya terdiam dan fokus pada layar laptop didepannya.


Olive menggeram kesal, ia memukul keras bahu Mark yang membuat Mark langsung menoleh. "Lo kenapa sih?!" kesal Mark yang mana membuat Olive lebih kesal.


"Aku yang harusnya nanya kamu kenapa Mark! Kamu kok tiba-tiba jadi aneh gini sih?!! Sebenernya ini itu kenapa?!! Kenapa kamu tiba-tiba berubah drastis kayak gini sih?!!" kesal Olive dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Mark terdiam, ia bingung harus menjawab apa.


"Maaf liv, tapi lo emang harus jauhin gue. Gue capek kalo tiap hari harus ngurusin lo mulu, gue bukan nyokap ataupun supir lo. Dan sekarang gue udah punya pacar, jadi tolong mulai sekarang lo jauhin gue." ujar Mark yang mana membuat hati Olive langsung tertohok. Olive langsung melepas pelukannya dan menatap Mark tak percaya.


"Maksud kamu apa hah?? Kok tiba-tiba-"


"Gue minta lo jauhin gue." ucap Mark yang memotong perkataan Olive. Olive membelalakkan matanya mendengar penuturan Mark barusan. Tolong sadarkan Olive bahwa sekarang ia sedang mimpi aneh, dan sosok yang ada di depannya ini bukanlah Mark yang ia kenal.


"Mark-"


"GUE BILANG JAUHIN GUE!!!" bentak Mark yang membuat Olive tersentak. Olive memundurkan langkahnya pelan dengan langkah yang ketakutan. Air matanya sudah menetes deras dari tadi. Mark mengusap kasar wajahnya lalu berjalan mendekati Olive, tapi mungkin karena Olive yang masih ketakutan jadinya Olive langsung berlari keluar.


"****!" Mark memukul pintu kamarnya kesal, ia tak habis pikir ia bisa setega berkata seperti itu kepada Olive. Ia menghela nafas kasar, lalu merebahkan tubuhnya untuk menenangkan diri.


⚪⚪⚪

__ADS_1


Olive masih menangis sesenggukan, ia masih tak menyangka dan percaya Mark bisa setega itu padanya. Ia masih tak terima Mark bersikap seperti itu padanya. Dan apa yang tadi Mark bilang? Ia capek bersikap seperti ibu dan supirnya? Padahal Olive tidak pernah meminta Mark bersikap seperti itu. Karena itu sudah keinginan dan kebiasaan Mark sendiri.


Olive menghela nafas frustasi, ia mengacak-acak rambutnya kesal. Ia lalu melempar-lemparkan bantal dan guling yang ada disekitarnya. Lalu menangis sesenggukan lagi, ia masih tersentak akan perkataan dan sikap Mark barusan.


Esoknya saat bangun tidur Olive melihat matanya membengkak, mungkin karena ia yang menangis semalaman. Ia memberengut sebal dan segera menuju kamar mandi.


Saat sedang berjalan untuk menuju depan komplek, ia lalu melihat motor yang agak tidak asing dan mengernyit saat melihat pengemudinya.


"Lohh?? Bukannya itu Samuel?" batin Olive dan benar saja, motor itu langsung berhenti tepat di depan Olive dan suara Samuel yang sudah Olive kenal langsung menyapanya.


"Hai Liv! Berangkat bareng gue yuk!" ajak Samuel tetapi Olive menggeleng pelan.


"Nggak makasih, aku masih bisa naik taksi kok." ujar Olive yang membuat Samuel berdecih pelan.


"Daripada lo borosin uang lo cuman buat naik taksi, mendingan lo ikut gue aja buat ngehemat ongkos lo." ujar Samuel sambil menaik-turunkan alisnya. Olive langsung melangkahkan kakinya lagi tanpa memperdulikan Samuel. Samuel berdecak sebal lalu menjalankan motornya mendekati Olive lagi.


"Ayo naik, harusnya lo bersyukur pagi-pagi udah dapet rezeki dianterin sama cogan." ujar Samuel terus membujuk Olive, Olive yang sudah jengah akhirnya menghentikan langkahnya kesal.


"Okay fine aku naik!" kesal Olive yang membuat Samuel tersenyum senang.


"Silahkan helmnya tuan putri.." goda Samuel sambil memberikan helm ke Olive. Olive hanya diam saja dan langsung memakai helmnya.


Sesampai disekolah Olive langsung turun dan memberikan helmnya. Ia lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Samuel tanpa berbicara sepatah katapun.


"Eh Liv! Tungguin gue dong!" teriak Samuel lalu berlari kecil menyusul Olive.


Olive segera mempercepat langkahnya, "Tuh orang kok aneh banget sii?!" semua orang hanya memandang mereka aneh dan Olive akhirnya berlari yang membuat Samuel ikut berlari kencang.


"Sebenernya dia kenapa sii?!! Kok tiba-tiba ngedeketin gitu?!!" Olive membatin heran mengingat Samuel yang belakangan ini malah semakin mendekatinya.


"Woyy!! Olive jangan lari!!" teriak Samuel yang malah membuat Olive tambah mempercepat larinya. Dan saat menoleh kebelakang badannya malah menubruk seseorang yang membuat Olive terjatuh.


Olive memejamkan matanya saat akan terjatuh, selang lama kemudian ia mengernyit heran. Pasalnya badannya tidak menyentuh lantai dan malah ada yang menahan pinggangnya.

__ADS_1


Olive membuka matanya perlahan untuk melihat siapa orang tersebut, "Mark?!" kaget Olive yang langsung membuat Olive berdiri tegak. Mark hanya memandang Olive heran tapi masih dengan wajah datarnya. Olive menghela nafasnya pelan dan berjalan meninggalkan Mark yang masih terdiam.


__ADS_2