Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 1


__ADS_3

Alesha seorang wanita (22) yang pernikahannya kandas karena mantan suaminya Reza (30) seorang pencandu narkoba dan tempramen, karena hobinya itupun Reza harus dipenjara selama dua tahun tahun lamanya.


Dari awal kedekatan Alesha dan Reza saat berpacaran Ibu Alesha sudah tidak suka dengan hubungan mereka, Ayah Alesha sendiri sudah meninggal dua tahun yang lalu. Bahkan saat pernikahan berlangsung Ibu Alesha menangis dirumah dan tidak menghadiri acara tersebut dirumah kakek Alesha.


Ibu Alesha merasa sangat kecewa dengan keputusan anaknya yang terlalu terburu-buru mengambil jalan pernikahan.


Belum lama menjalani pernikahannya, Alesha sudah mendapatkan perlakuan tidak baik. Reza jarang sekali bekerja dan pulang kerumah, bahkan jika tidak menggunakan narkoba jenis sabu ia selalu emosi dan mencari topik untuk menjadi perdebatan dengan Alesha.


Alesha mulai menyadari bahwa pernikahan yang tidak mendapatkan restu tidaklah sempurna. Rasa menyesal terus memenuhi hati, berfikir ingin lepas dari pernikahannya.


Namun, Alesha berifkir takut menjadi seorang janda jika harus mengakhiri pernikahannya dengan Reza.


"Bisa-bisa aku gak laku kalau uda janda, dan pasti jadi bahan ejekan orang-orang" dalam hati Alesha.


Diam-diam Alesha mengurus perceraiannya dengan Reza.


Saat sudah melakukan hal tersebut, Alesha pulang kerumah ibunya.


Reza terus membujuk Alesha agar pulang kerumah, namun Alesha menolak.


"Aku mohon, aku janji aku akan berubah" ucap Reza sambil bersujud dikaki Alesha.


Karna terus membujuk, akhirnya Alesha luluh kembali dan mau ikut pulang kerumah.


Semenjak itu, Reza tidak lagi sering keluar rumah. Ia lebih memilih menghabiskan waktu berdua dengan Alesha.


Baru dua hari dirumah, Reza sudah merasa bosan karna tidak ada kegiatan yang harus ia kerjakan.


"Kamu mau kemana?" Alesha bertanya.


"Sebentar" Jawab Reza.


Alesha pun membiarkan Reza pergi keluar rumah.


Malam sudah larut...


Reza tidak kunjung pulang juga, Alesha menunggu di depan tv dan berusaha untuk tidur namun tidak bisa. Pandangannya terus mengarah ke pintu rumah menunggu Reza kembali pulang.


Perasaan Alesha mulai tidak tenang malam itu. Ia terus mencoba menghubungi ponsel Reza namun tidak tersambung.


Pagi tiba...


Ibu Reza datang dan mengabarkan bahwa Reza ditahan di polres kota karna terbukti membawa narkoba.


"Kita kesana yuk bu!" Ucap Alesha.


Sebelum menemui Alesha, ibu Reza sudah lebih dulu membesuk Reza namun polisi belum mengijinkannya. Ibu Reza pun mengatakan hal tersebut pada Alesha.


Alesha sendiri terihat tidak begitu panik dengan kabar tersebut. Karena perasaan Alesha ke Reza sudah hambar sejak ia mengajukan perceraian saat itu.


Satu Minggu usai menjalani pemeriksaan di kantor polisi, Reza pun akan menjalani persidangan di pengadilan.


Alesha dan keluarga Reza juga turut menghadiri persidangan tersebut.


Dipersidangan hakim memvonis hukuman dua tahun masa tahanan pada Reza.


Ibu Reza pun hanya bisa menangis mendengar putusan hakim.


Semenjak di tahan...


Sikap Reza semangkin overprotectif, setiap menit selalu menghubungi Alesha dan menanyakan keberadaannya.


Lama kelamaan Alesha semangkin jenuh dengan sikap Reza.

__ADS_1


Alesha memutuskan untuk bekerja ikut dengan Anna (22) teman sekolahnya saat SMA di sebuah butik.


Semangkin hari Alesha tidak lagi mau memperdulikan Reza yang selalu menghubunginya.


Kata-kata makian dan hinaan pun terlontar lewat pesan singkat yang dikirim oleh Reza. Alesha hanya membaca namun tidak pernah membalasnya.


Karna merasa muak dengan perlakuan Reza, Alesha kembali menggugat perceraian.


Setelah mendapati surat perceraian yang harus Reza tanda tangani, ia pun kembali mengirim pesan dengan kata-kata kasar.


Alesha tetap tidak membalas pesan tersebut, ia mengganti nomor ponselnya dengan yang baru dan menonaktifkan semua akun media sosialnya.


Di butik, Alesha bekerja dengan sangat giat dan bersemangat, ia merasa lebih baik dengan kehidupannya saat ini.


Alesha juga terlihat akrab sekali dengan Anna.


Seperti biasa pukul 21.00 butik tutup.


Malam ini Alesha dan Anna tidak langsung pulang kerumah, mereka akan makan malam di cafe yang tidak jauh dari butik tempat mereka bekerja.


Tiba di cafe mereka pun memesan makanan, sembari menunggu mereka pun ngobrol.


"Gimana? Kamu betah kerja di butik" tanya Anna.


"Betah dong, apalagi ada kamu" jawab Alesha sambil tertawa.


Belum lama mengobrol, makanan pun siap dihidangkan dimeja makan.


"Aku coba sedikit punya kamu" Alesha mengambil sedikit mie goreng Anna.


Mereka terus ngobrol dan sesekali tertawa membahas masa-masa saat masih bersekolah dulu.


Alesha merasa terus diperhatikan oleh lelaki yang duduk di belakang Anna.


"Na... coba kamu lihat kebelakang, cowok itu dari tadi merhatiin ke arah kita terus" ucap Alesha.


Anna pun menoleh kearah belakang, namun saat Anna menoleh, lelaki tersebut malah memalingkan wajahnya.


"Perasaan kamu aja kali, mungkin cowo itu merhatiin ibu itu yang duduk dibelakang kamu" Anna tertawa.


Karna waktu sudah larut mereka pun memutuskan untuk segera pulang.


Saat mereka beranjak dari kursi...


"Permisi... maaf mengganggu"


"Mohon tuliskan nomor ponsel beserta nama, untuk kami hubungi nantinya mendengar kritik dan saran dari setiap pengunjung" ucap waiter lelaki.


Alesha dan Anna pun menulis nomor ponsel beserta nama mereka. Setelah itu mereka langsung bergegas pulang kerumah masing-masing.


"Kamu berani kan?" tanya Anna.


"Berani dong" jawab Alesha.


Diperjalanan, Alesha teringat dengan lelaki yang terus memperhatikannya tadi saat di cafe.


Tiba-tiba...


"Jambrettttttt..." teriak Alesha.


Alesha terus mengejar jambret tersebut dan berusaha mengambil kembali tasnya. Saat tersadar isi tasnya tidak ada barang berharga Alesha pun membiarkan jambret tersebut membawa tasnya.


Karna tidak melihat ada lubang, Alesha pun terjatuh dari motornya.

__ADS_1


"Aduh..." Alesha kesakitan.


Ia terduduk sendirian di jalanan yang gelap dan tidak seorang pun yang melintas.


Alesha berusaha berdiri namun kakinya terasa sangat sakit karna terkilir.


Dari kejauhan Alesha melihat cahaya lampu mobil yang akan melintas.


Alesha menghidupkan ponselnya dan mengayun-ayunkannya ke arah mobil tersebut.


Mobil itu pun berhenti tepat dimana Alesha terjatuh.


"Putti..." ucap Alesha.


"Alesha..." Putti mendekati Alesha.


Putti adalah teman SMA Alesha, hanya saja mereka beda ruangan saat masih bersekolah.


Reua pacar Putti pun membantu berdiri kan motor Alesha yang terjatuh.


"Ayo kamu sama aku naik mobil, biar pacar aku yang bawa motor kamu" ucap Putti.


Alesha mengangguk...


Didalam mobil, Alesha menceritakan hal yang terjadi barusan bahwa dirinya dijambret.


"Emang kamu dari mana, naik motor sendirian" tanya Putti.


"Aku baru pulang dari butik tempat kerja aku Put, sampe larut gini karna aku tadi makan dulu sama temen kerja aku" jawab Alesha.


Putti pun menanyakan keberadaan Reza...


"Aku baru aja cerai" ucap Alesha.


"Kapan kamu ada waktu kita ngumpul ya" ucap Putti.


"Oke... aku off setiap hari Minggu" ucap Alesha.


Sampai dirumah Alesha...


Tok...toktok


"Bu..." Alesha mengetuk pintu.


Ibu Alesha pun membuka pintu, melihat Putti dan Reua sedang duduk diteras.


"Bu..." Putti menghampiri ibu Alesha dan memberi salam.


Begitu juga dengan Reua...


"Pipi kamu kenapa?" tanya ibu Alesha.


Putti pun menceritakan hal yang sudah terjadi dengan Alesha.


Ibu Alesha semangkin khawatir jika Alesha pulang sendirian setiap malam.


"Kamu tinggal di rumah aku aja" ucap Putti.


"Mmpp... nanti aku kabarin kamu" Alesha tersenyum.


Putti dan Alesha pun bertukar nomor ponsel.


"Kamu istirahatlah... aku permisi pulang dulu" ucap Putti sambil memberi salam dengan ibu Alesha.

__ADS_1


Alesha pun berterima kasih dengan Putti karna sudah mengantarnya pulang.


__ADS_2