Terjebak Oleh Masa Lalu

Terjebak Oleh Masa Lalu
Bap 10


__ADS_3

Pagi hari...


Alesha bangun lebih awal dan membereskan diri setelahnya kembali kerumah ibunya.


Saat ingin ke kamar Thewiq, Alesha melihat Alaric yang masih tertidur di sofa. Alesha menatap sinis ke arah Alaric.


Alesha mengetuk pintu Thewiq beberapa kali namun tidak ada sahutan. Alesha pun bergegas akan kembali kerumah ibunya sebelum Alaric terbangun.


Didalam taxi menuju perjalanan rumah ibunya...


Alesha mengirim pesan singkat pada Thewiq bahwa hari ini dirinya tidak masuk bekerja karna ada urusan dirumah yang harus ia selesaikan.


Kembali ke Alaric yang sudah terbangun dan membuka pintu kamar Alesha yang dimana ia sudah tidak lagi melihat Alesha.


Kemudian, Alaric menanyakan Alesha pada Thewiq yang hendak mandi...


"Alesha uda balik Ric" ucap Thewiq.


Alaric pun bergegas menyusul Alesha...


Setiba Alesha dirumah...


Dengan kaku ia masuk ke dalam rumah dan menemui ibunya yang sedang memasak.


"Bu..." ucap Alesha pelan.


"Nak... kamu sehat kan?" tanya ibu Alesha.


Alesha mengangguk...


"Maafin aku bu..." Alesha menangis dan memeluk ibunya.


"Semua uda terjadi, yang terpenting kamu jaga kesehatan karna kamu sedang mengandung" ucap ibu Alesha.


Alesha sendiri menyembunyikan status Alaric yang memiliki istri.


"Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya ibu Alesha.


Alesha terdiam...


Dalam hati Alesha bingung, bagaimana mungkin Alaric melakukan pernikahan ini sementara ia sudah memiliki istri.


"Kalau pernikahan sirih pasti ibu bertanya-tanya" dalam hati Alesha.


Belum lama itu, Alaric pun datang...


"Bu..." Alaric memberi salam pada ibu Alesha.


"Kebetulan kamu juga datang Ric, kapan kalian melangsungkan pernikahan?" tanya ibu Alesha.


Alaric mengatakan bahwa pernikahan bisa dilangsungkan secepatnya, ia akan mengurus keperluan pernikahan yang akan dibutuhkan nantinya.


"Alesha dan aku harus ke KUA lebih dahulu untuk ikut penataran bu" ucap Alaric.


Mendengar itu, Alesha mengerutkan keningnya.


"Kamu uda gila, data kamu bisa muncul di KUA kalau kamu uda punya istri" Alesha berbicara pelan.


Alaric hanya tersenyum santai...


Didepan ibu Alesha, Alaric berkesempatan mendekati Alesha dan ngin bermanja-manja.


Dengan kuat Alesha mendorong Alaric.


"Kamu jangan marah-marah dong sayang" Alaric merangkul Alesha, ibu Alesha pun menoleh kearah Alaric dan Alesha yang duduk berduaan.

__ADS_1


Ibu Alesha mengatakan bahwa ibu hamil emosinya sering tidak terkontrol.


Disaat dekat dengan ibu Alesha inilah Alaric tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk terus berdekatan dengan Alesha.


Alaric meminta Alesha untuk tidak bekerja lagi namun Alesha menolaknya.


Karna dalam beberapa hari mereka akan sibuk mengurus pernikahan, Alesha pun izin pada bosnya untuk mengambil cuti beberapa hari.


Alesha juga memberitahu Jefkha, Putti dan teman-teman lain bahwa dirinya akan segera menikah.


Anna kaget mendengar hal tersebut, karna semenjak Alesha tidak bekerja dibutik Anna dan Alesha jarang sekali berkomunikasi.


Teman-teman yang lain memberi ucapan selamat pada Alesha, namun Alesha terlihat biasa saja.


"Alesha... selamat ya, aku yakin Alaric yang terbaik buat kamu" ucap Jefkha melalui pesan singkatnya.


"Yah... tapi setelah bayi aku lahir aku akan gugat cerai Alaric" balas Alesha.


Jefkha pun menasehati Alesha bahwa saat ini ia masih tersulut emosi, Jefkha meminta Alesha untuk melupakan yang masalah yang sudah terjadi dan memulai lembaran baru. Membaca pesan dari Jefkha pun membuat Alesha marah dan tidak membalas pesannya lagi.


Beberapa hari Alesha dan Alaric sibuk mengurus pernikahan, hingga tiba waktu pernikahan mereka yang hanya dilakukan oleh kekeluargaan saja.


Orang tua Alaric sendiri berada diluar negeri karna ayahnya yang harus dirawat di rumah sakit karna penyakit paru-paru dan setelah di izinkan kembali oleh dokter mereka akan tinggal dirumah keluarga mereka yang berada di negeri tersebut.


Orang tua Alaric juga merasa heran mengapa Alaric mendadak menikah, karna dirinya baru saja sah bercerai.


Alaric tidak memberitahu orang tuanya bahwa Alesha hamil.


Selesai acara pernikahan...


Alaric mencium kening Alesha yang dimana Alesha menahan air matanya.


Di dalam kamar...


Alesha bercermin dan terus teringat oleh ucapan Alaric saat itu.


"Kamu teserah mau pergi atau apa, yang jelas kamu cari wanita yang mau melayani kamu. Karna uda cukup saat itu aku melayani kamu layaknya seorang suami" ucap ketus Alesha.


Alaric terus meminta maaf namun tetap saja sia-sia.


"Setelah bayiku lahir, aku mau kita pisah" ucap Alesha dengan tatapan yang sangat tajam.


Alaric terdiam sejenak dan terus menatap Alesha...


"Oke kalau itu mau kamu, tapi sebelumnya aku mau kamu lihat perubahan aku dalam 31 hari, aku akan hapus rasa benci kamu ke aku" ucap Alaric dengan tatapan tajam.


Alesha terdiam dan pergi meninggalkan Alaric ke kamar mandi...


Cuti pun sudah berlalu...


Alesha harus bekerja kembali mulai pagi ini, ia membereskan diri dan bersiap akan pergi bekerja.


"Kamu pergi sama aku ya" ucap Alaric.


Alesha tidak menjawab apapun...


Karna tidak ingin melihat ibu Alesha curiga, Alaric pun mau berangkat dengan Alaric.


Diperjalanan Alaric kembali meminta Alesha untuk tidak bekerja dan tinggal dirumah Alaric.


Alesha menolak kedua permintaan Alaric tersebut...


Sampai dipekerjaan Alesha pun beraktifitas seperti biasa...


Tetapi berbeda dengan kondisi fisik Alesha saat ini yang lebih sering lelah dan sakit pinggang.

__ADS_1


Walau begitu Alesha tetap berusaha bersemangat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.


Sore hari, pekerjaan Alesha pun selesai dan diperbolehkan kembali. Terlihat Alaric yang sudah menunggu Alesha.


Didalam mobil, Alaric memperhatikan Alesha yang terlihat sangat kelelahan. Alesha berkali-kali memegang pinggangnya dan memijat-mijat bahunya sendiri.


Alaric pun meminta Alesha untuk tidak bekerja lagi dan jika Alesha masih menentang Alaric akan bicara langsung dengan bos Alesha. Alaric tidak ingin Alesha mengambil resiko dan tidak memikirkan kondisi kehamilannya.


Alesha hanya terdiam dan memejamkan mata...


Sampai dirumah...


Alaric pun memberitahu pada ibu Alesha bahwa seharusnya Alesha tidak lagi harus bekerja terlagi kondisinya yang sedang hamil.


Mendengar itu ibu Alesha pun melarangnya untuk tidak lagi bekerja.


Alesha tidak menggubris ucapan ibunya dan Alaric, ia langsung masuk ke kamar dan beristirahat tidur.


Alaric duduk di kursi yang tepat disebelah tempat tidur dan terus menatap ke arah Alesha yang tidur.


"Kali ini aku gak akan nyia-nyiain kamu" dalam hati Alaric.


Tidak lama itu, Alaric meluruskan kakinya diatas tempat tidur dan tertidur dikursi.


Uhukkk... hkkk... hukkk


Suara batuk Alesha


Spontan Alaric terbangun memberikan segelas air untuk Alesha, tapi Alesha beranjak dari tempat tidur dan memilih mengambil air minum sendiri di dapur.


Alaric hanya menatap Alesha yang keluar dari kamar...


Alaric pun mengambil bantalnya dan tidur di lantai, berharap akan mendapat perhatian oleh Alesha.


Namun saat Alesha masuk kekamar, ia pun cuek tidak meminta Alaric untuk pindah keatas tempat tidur.


Alaric terduduk dan menatap Alesha yang berbaring ditempat tidur membelakanginya.


Pagi hari, Alesha bangun lebih awal dan melihat Alaric yang tidur dilantai tanpa selimut. Namun Alesha tetap saja membiarkannya...


"Kita lihat aja, kamu betah gak sama sikap aku yang seperti ini" dalam hati Alesha.


Dengan sengaja Alesha menginjak kaki Alaric agar ia terbangun dan bersiap untuk berangkat bekerja karna hari ini Alesha juga akan bekerja seperti biasa.


"Kamu jangan kerja lagi lah, ibu khawatir sama kondisi kamu yang lagi hamil" ucap ibu Alesha.


"Yah... aku setuju sama ibu" sambut Alaric yang masuk ke kamar mandi.


Alesha pun tidak bisa membantah ibunya dan mulai hari ini tidak lagi bekerja.


Tidak lupa pula Alesha memberitahukan pada Thewiq bahwa dirinya tidak lagi bekerja untuk tantenya, Thewiq pun memaklumi hal tersebut karna Alesha sedang hamil.


"Makasih ya... kamu uda banyk banget bantu aku" ucap Alesha melalui pesan singkatnya.


Alesha pun menonton tv dan tidak menemani Alaric yang sedang sarapan.


Selesai Alaric sarapan, ia berjalan kekamar sambil melirik Alesha yang duduk berdekatan dengan ibunya.


"Bu... aku pamit ya" ucap Alaric dan memberi salam.


"Aku pergi dulu ya sayang" Alaric memegang tangan Alesha dan mencium keningnya.


Dengan sengaja Alaric berlama-lama mencium Alesha...


"Aww..." Alaric kesakitan karna pahanya di cubit oleh Alesha.

__ADS_1


Alesha menatap sinis Alaric...


__ADS_2